Monday, April 23, 2007

Antara Masjid Dian Al-Mahri dan Mall Indoorophily


(Sumber Gambar: Priyadi.net dan itu hak cipta beliau.)


Sebenarnya aku belum pernah ke Masjid Dian Al-Mahri walaupun aku tertarik melihat gambarnya. Tetapi mendengar bahwa untuk ke sana pun harus pada jam-jam tertentu, aku sedikit kecewa.

Dan aku lebih kecewa lagi saat membaca tulisan Priyadi Iman Nurcahyo tentang kunjungannya ke Masjid tersebut. Tentang peraturan anak di bawah 10 tahun dilarang ke masjid tersebut.

Ini kedua kalinya aku melihat peraturan tersebut. Sebelumnya, peraturan itu pernah kulihat di sebuah masjid di Jalan Bangka. Namun peraturan tersebut agak mendingan, 5 tahun ke bawah.

Apa sih sebenarnya alasan melarang anak kecil ke Masjid? Karena mengganggu kekhusyukan ibadah? Kalau ibadah diartikan sebagai sebuah keegoisan pribadi agar dapat pahala individual dan terisolasi dari dunia sekitarnya, termasuk anak-anak, maka sebaiknya ibadah tersebut diharamkan saja.

Apatah bedanya sholat seperti itu dengan apa yang dilakukan orang-orang Quraisy yang menyembah tuhan masing-masing di dalam rumahnya (selain mereka juga mengadakan ibadah di sekitar Kabah)?

Bahkan orang Kristen pun membolehkan anak-anaknya masuk gereja. Lucu sekali ada peraturan yang tidak memperbolehkan anak-anak masuk ke dalam Masjid.

Apa alasannya?
menurut salah satu komentar di blog-nya Priyadi:
soal anak kecil, kata petugasnya dulu suka ada ibu-ibu yang bawa anak kecil yang pake “Pampers” (diapers kali yee…)suka diganti di dalam mesji (bagian untuk wanita di bagian atas)dan bekasnya di buang begitu saja di lingkungan masjid, jadi najis kan… ntar sholatnya ga sah…

Jujur saja, aku geli melihat alasan tersebut dan aku tergelitik untuk membandingkannya dengan mall yang pernah kukunjungi, di kawasan Indoorophily di Brisbane. Seperti halnya Mal-Mal di Jakarta, Mal ini memperbolehkan pengunjungnya membawa anak kecil. Gak ada tuh larangan. Padahal seperti yang kita tahu, Mal jelas sangat memperhatikan kebersihan.

Masak Masjid kalah sama Mall?

Selain itu,
di dalam Indoroophily Mall, mengganti pampers dan menyusui pun diperbolehkan (!!). Bahkan mereka menyediakan ruangan khusus untuk itu.



Sudahlah..
boikot saja masjid sombong seperti itu.
Jangan pergi ke sana...
Persetan dengan kemewahan.
Bahkan sebuah mal yang jelas-jelas hanya untuk memuaskan budaya konsumerisme masih lebih baik daripada masjid munafik seperti itu.

6 comments:

fadillah soraya said...

Hehe, masjid Dian Al Mahri ya? Liat fotonya aja kami terkagum2 waktu itu. Tapi begitu search di google, kok banyak yg komplen. Baca, baca, baca, jadi ga respek.

Mmg behavior org Indo yg kurang mjaga kebersihan n ga punya sense of belonging ma fasilitas umum punya andil dlm "pemfilteran" pengunjung masjid, tapi kyknya mending ga usah bangun masjid mewah sekalian deh drpd ada pemilahan pengunjung.

Sayang banget ya, pdhl anak2 perlu srg diajak ke masjid untuk belajar mencintainya.

Sempet mau nulis di blog, tapi blom pernah kesana, jd ditunda dulu. Eh, keduluan ma yg disini :P.

edratna said...

Wahh, mestinya justru anak kecil diajak ke Masjid agar mereka tidak canggung nantinya.
Di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh...anak-anak kecil bahkan ada yang baru belajar berjalan sudah diajak oleh bapak ibunya. Saya senang melihatnya, kakek nenek, bapak ibu dan anak-anaknya ke masjid untuk sholat Isya...bapak dan anak laki-laki sholat didepan, sedang ibu dan adik kecil yang masih umur 2 tahun an, sholat dibelakang. Dan hal seperti ini banyak temannya...padahal masjidnya benar-benar indah.....pengin sholat disana lagi

Amorita Kurnia Dewi said...

satu alasan lagi kenapa anak kecil dilarang masuk ke masjid adalah dikhawatirkan mereka akan mengganggu kekhusyukan shalat, misalnya mengganggu orang yang sedang shalat, dsb.

padahal justru sebaliknya, kita harus mengenalkan ibadah2 termasuk shalat sedini mungkin ke anak2.

rasulullah dulu sering ketika sedang shalat, tiba2 hasan dan husain naik ke punggung beliau, dan beliaupun tidak marah, justru memperlama waktu sujud, agar anak2 tersebut merasa senang berada di lingkungan orang shalat.

Anonymous said...

memangsih dlm islam anak2 tdk dilarang ke mesjid, cuma itu aturan di mesjid kubah emas aja kali, klo alasannya supaya tdk mengganggu jemaah lain, ya mungkin salah tp ada benarnya juga. sy ada pengalaman di kampung saya ada mesjid megah, paling megah di indonesia timur, memang anak2 banyak sekali, bahkan susah diatur, ada yg main bola diluar mesjid dan tdk masuk sholat ketika waktu sholat, ada yg jualan tdk bisa diatur, dan kalo bln ramadhan mereka antrean menerima buka puasa padahal banyak yg nggak puasa, kalo ada pengajian ributnya bukan main, pokoknya susah diatur dan memang sangat mengganggu. kalo dilarg kadang ortunya ikut marah2. tp kalo dibiarin ya gitu deh kacau. jadi panitianya serba salah deh. jd mari kita berprasangka baik.

Junior said...

Bozzz jangan bandingkan Mall dengan Masjid hehehe ....

Jelas beda ... Masjid tempat Ibadah Mall Tempat belanja so wajar masjid dikhawatirkan dengan najis.

Junior said...

Tapi memang ada benarnya baiknya anak kecil ga di larang ...

tp bukan dengan alasan perbandingan dgn Mall :)

wassalam