Thursday, November 17, 2016

Program Kampanye Pasangan Calon No 3 Anies - Sandiaga




Daftar isi:
1. Kontrak politik dengan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu
2. KJP Plus
3. Wira Usaha
4. Kepulauan Seribu
5. Perempuan
6. Perumahan

Kontrak

KONTRAK POLITIK CALON GUBERNUR DKI JAKARTA PERIODE 2017-2022
ANIES BASWEDAN DAN SANDIAGA UNO

Pro Rakyat Miskin, Berbasis Pelayanan, dan Partisipasi Warga untuk Jakarta Beradab
1. Pemenuhan dan Perlindungan hak-hak Warga Kota meliputi:
a. Melegalisasi kampung-kampung yang dianggap ilegal
Kampung-kampung yang sudah ditempati warga selama 20 tahun dan tanahnya tidak bermasalah akan diakui haknya dalam bentuk sertifikasi hak milik;

b. Pemukiman yang kumuh tidak digusur tapi ditata seperti (Kampung Tematik, Kampung Deret, dll)
Pemukiman kumuh yang berada di atas tanah negara (BUMN) akan dilakukan negosiasi yang melibatkan masyarakat. Gubernur akan menjadi mediator supaya warga tidak kehilangan hak atas Tanah sesuai UUD 1945 & UUPA 1960.

c. Perlindungan dan Penataan ekonomi informal: PKL, Becak, Nelayan Tradisional, Pekerja Rumah Tangga, Asongan, Pedagang Kecil, dan Pasar Tradisional

d. Tetap mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal yang sudah ada dan tumbuh di kampung-kampung Jakarta

2. Mengkaji ulang dan merevisi Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi DKI Jakarta dalam hal zonasi peruntukan yang sudah menjadi perkampungan tidak berubah fungsi menjadi pusat perniagaan, apartemen, taman terbuka hijau, dll. Lebih mengutamakan kepentingan warga masyarakat yang menghuni lebih dari 20 tahun.

3. Keterbukaan dan penyebarluasan informasi kepada warga kota.



KJP Plus
ANIES [7 November Twitter]:
Selamat siang, Teman2. Mulai hari ini sampai 23 hari ke depan, saya akan twit Janji Kerja Anies-Sandi untuk kt kaji, diskusi & perdebatkan.

Janji Kerja ini bukan dalam arti konvensional di mana kandidat ucapkan saat kampanye lalu semua menanti realisasinya sesudah menang.

Tapi Janji Kerja ini kami tawarkan utk jadi ikrar bersama antara kandidat & warga, jadi agenda kerja bagi kita smua sebagai pelaku proaktif.

Janji Kerja tidak tempatkan warga sebagai objek tapi sebagai subjek #MajuBersama. Karena Pilkada bukan kisah tentang Anies-Sandi tapi tentang hikayat semua warga.

Untuk hari pertama ini, kami tawarkan janji kerja Kartu Jakarta Pintar Plus utk Semua. Silahkan disimak.

[23 Janji Kerja Anies - Sandi
Kartu Jakarta Pintar Plus untuk Semua!]


[ Merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Plus untuk semua anak usia sekolah (6-21 tahun), yang juga dapat digunakan untuk Kelompok Belajar Paket A, B, dan C, pendidikan madrasah, pondok pesantren, dan kursus keterampilan serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu ]

Analisis kami thdp kondisi KJP saat ini dan terobosan yg kami tawarkan utk #KJPPlusAniesSandi bisa dilihat sbg berikut:

[KEADAAN SAAT INI
* Saat ini KJP hanya menyasar anak-anak yang sudah ada di sekolah. Sedangkan untuk anak yang tidak sekolah belum menerima manfaat KJP,

* Angka Partisipasi Murni tingkat SMA sederajat di DKI Jakarta adalah 65% (Neraca Pendidikan Daerah). Ini artinya ada sekitar 35% anak-anak usia SMA di DKI Jakarta ( yang seharusnya berada di bangku sekolah ) yang tidak bersekolah,

* Dengan bentuk kartu elektronik, KJP masih belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai alat transaksi non-Tunai. Fitur yang saat ini tersedia hanya gratis naik Trans-Jakarta di jam-jam tertentu,

* Tidak semua belanja pendidikan menggunakan transaksi non tunai,

* Pemprov menolak penggunaan KIP di DKI Jakarta. Artinya anak-anak yang tidak sekolah (putus sekolah atau tidak pernah sekolah) terlewat dari skema bantuan pembiayaan pendidikan.

TEROBOSAN YANG AKAN DILAKUKAN
1. Mengintegrasikan KJP dengan KIP terkait pendataan dan distribusi manfaat (tunai dan non tunai),

2. Meningkatkan besaran manfaat penerima KJP bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu,

3. Memberikan KJP untuk semua anak usia sekolah, baik yang sudah bersekolah ataupun yang berada di luar sekolah, dan baik satuan pendidikan formal dan non-formal, termasuk paket A, B, dan C, serta pendidikan keterampilan/kursus,

4. KJP sebagai kartu elektronik diberikan kepada semua anak usia sekolah 6-21 tahun, baik mampu dan tidak mampu,

5. Bagi peserta didik difabel dan yatim, mendapatkan manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan anak,

6. memperluas fitur-fitur KJP  agar bisa digunakan oleh semua anak untuk mendapatkan akses diskon belanja pendidikan, gratis museum, dan wahana pendidikan,

7. pelaporan keuangan otomatis yang dapat dipantau oleh pemerintah, orang tua, dan anak. Hal ini untuk menyederhanakan proses pelaporan yang selama ini membebankan anak, sekolah, dan pemerintah.]

Yuk semarakkan kembali Pilkada DKI Jakarta sbg festival gagasan dan pesta demokrasi.

Wirausaha
ANIES [ 8 November Twitter ]
Siang, Teman2. Hari ini waktunya twit Janji Kerja kami berikutnya. Kali ini tentang #WirausahaAniesSandi. Untuk ini, Bang @sandiuno ahlinya.

SANDIAGA UNO [ 8 November Twitter ]

Terima kasih Mas @aniesbaswedan yang telah memberikan saya kesempatan untuk memaparkan terlebih dulu Janji Kerja Anies-Sandi yang kedua.

Pembangunan besar2an di DKI saat ini gagal menciptakan lapangan pekerjaan. Peningkatan jumlah penduduk tak diimbangi dengan aktivitas perekonomian.

Lapangan pekerjaan pun semakin semakin sempit & tak sebanding dgn pembangunan. Akibatnya, masyarakat miskin tambah miskin, yang kaya tambah kaya.

Kami melakukan sebuah terobosan utk mengatasi kurangnya lapangan pekerjaan di Jakarta. Kami menggagas program Gerakan 200.000 pengusaha baru

[23 Janji Kerja Anies-Sandi

Membuka Akses Lapangan Kerja & Membangun Kewirausahaan (Enterpreneurship)

Membuka 200.000 lapangan kerja baru,
membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan
kewirausahaan warga untuk menghasilkan
200.000 pewirausaha baru, selama lima tahun.]

Bagaimana kami merealisasikannya?

[KEADAAN SAAT INI
* Rata-rata pertumbuhan PDRB per kapita DKI Jakarta selama 2011-2015 sebesar 5.08% dengan tren melambat. Ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan PDRB DKI Jakarta ADH Konstan selama 2011-2015 yang mencapai 6,22%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tambah ekonomi yang diterima oleh setiap penduduk semakin berkurang karena (i) peningkatan jumlah penduduk  yang tinggi, dan  (ii) pelemahan aktivitas perekonomian

* Dalam 5 tahun terakhir, kontribusi tiga sektor ekonomi utama: Industri Pengolahan relatif tidak berubah, sedangkan Perdagangan dan Konstruksi menurun.

* Penurunan ini merupakan konsekuensi dari penurunan pertumbuhan sektor ekonomi utama tersebut dan peningkatan kontribusi sektor-sektor Jasa (terutama Jasa Keuangan).

* Sektor tersier (perdagangan dan jasa-jasa) menguat, sementara sektor primer (pertanian dan pertambangan) serta sekunder (industri pengolahan, konstruksi, listrik, gas, dan air) menurun.

* Akibatnya pertumbuhan ekonomi marak di sektor informal.

* Penurunan pekerja di sektor non-tersier yang relatif lebih cepat, tidak diikuti dengan kecepatan kenaikan  yang setara pada kontribusi sektor ekonomi tersier.

* Kondisi ini menyebabkan tingkat partisipasi angkatan kerja cenderung menurun, yang berarti adanya peningkatan tingkat kesulitan angkatan kerja untuk mendapatkan pekerjaan.


TEROBOSAN YANG AKAN DILAKUKAN
Bersama-sama, kita bisa mengatasi masalah penting Jakarta ini.
Anies-Sandi menggagas beberapa program:
Gerakan 200,000 pengusaha baru, dengan cara:

1. 44 Enterpreneurship Center (di setiap kecamatan)
* Dilakukan dengan membuka enterpreneurship center di setiap kecamatan dengan spesialisasi tertentu.

* Peran pemerintah:
- mendukung modal awal
- mendukung distribusi: hasil produksi UMKM yang lahir dari enterpreneurship tersebut dibantu untuk menemukan pasar di dalam dan di luar Jakarta
- meningkatkan kapasitas pengusaha baru

2. Garasi Inovasi
* Pemprov akan melibatkan perusahaan-perusahaan dan perguruan tinggi di Jakarta untuk membuka "garasi inovasi" di setiap kelurahan;

* Di Garasi Inovasi, anak-anak muda di berbagai pelosok Jakarta dapat bereksperimen dengan berbagai alat dan benda yang dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Inovasi-inovasi dikembangkan untuk memberikan solusi bagi persoalan ibukota.

3. Pendampingan Perencanaan Keuangan untuk UMKN dan Pengusaha Baru
* Bantuan pro-bono bagi para pengusaha baru untuk mengelola dan merencanakan keuangan mereka, termasuk keuangan perusahaan dan keuangan pribadi.

4. Enterpreneur Mentorship
* Yaitu pelibatan para pemimpin bisnis di Jakarta untuk meluangkan waktu mereka menjad mentor bagi para pengusaha bisnis di Jakarta dengan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi

* Membantu memberikan pengetahuan, pengalaman, dan akses bagi para pengusaha muda

* Sekaligus memberi kesempatan pada para pemimpin bisnis untuk melihat mitra potensial atau calon talent untuk posisi manajerial yang mereka butuhkan
]

Kami berharap kedepan, Jakarta mempunyai pemimpin yg mampu memberikan kesempatan kerja lebih banyak sehingga pengangguran dapat berkurang.

Kepulauan Seribu
Anies Baswedan [ 9 November Twitter ]
Pada ultah Kepulauan Seribu ini juga, kami lanjutkan Janji Kerja hari ini, kali ini terkait pembangunan Kepulauan Seribu.

[Kepulauan Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri]

Bgmn kondisi Kepulauan Seribu sekarang? Bagaimana rencana kami menjadikan Kep. Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri? Ini rinciannya.

[Mengatasi kesenjangan Ibukota dengan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri dengan menyediakan infrastruktur, lapangan kerja, fasilitas pendidikan, dan kesehatan bagi segenap warganya dan menjadikannya sebagai pusat inovasi konservasi ekologi.

KONDISI SAAT INI
Belum ada strategi khusus dan arah perubahan signifikan terutama kesehatan, pariwisata, transportasi, dan pembangunan manusia untuk membangkitkan potensi kepulauan.

KESEHATAN
* Hanya ada 1 apoteker dan 2 dokter gigi
* Jumlah bidan berkurang lebih dari 50% (tahun 2014: 71 orang, tahun 2015: 30 orang)
* Hanya ada 1 rumah sakit dengan kapasitas 17 tempat tidur
Sumber: (BPS: Kep. Seribu dalam angka 2016)

PARIWISATA
* Kontribusi sektor Pariwisata masih rendah.
(kontribusi Pajak Hotel dan Restoran sekitar 3,29%)
* Sepanjang 2011 hingga 2015, tidak ada penambahan rumah makan dan resort (masing-masing 56 dan 8).
* Total kunjungan kawasan balai nasional kepulauan seribu adalah 17.473 orang
Sumber ( BPS: Kepulauan Seribu dalam angka 2016 dan Bank Indonesia, Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi DKI Jakarta Triwulan III-2015; diolah)

TRANSPORTASI
* Hanya memiliki 40 kapal kayu
(hanya bertambah 2 unit sejak 2011)
* Hanya memiliki 21 kapal milik pemerintah
(tidak berubah sejak 2011)
* Hanya ada 9 kapal penumpang reguler
(tidak berubah sejak 2011)
* Januari 2016 Kemenhub meresmikan kapal perintis dengan kapasitas 225 penumpang. Namun kapal ini hanya berangkat satu kali dalam satu hari.
Sumber (BPS: Kepulauan Seribu dalam Angka 2016)

PEMBANGUNAN MANUSIA
* Sepanjang 2011-2015, laju pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Seribu mengalami penurunan dari 4,28 % pada tahun 2011 menjadi 0,23% di tahun 2015.
* Indeks pembangunan manusia di Kepulauan Seribu adalah 68,84 atau berada di bawah Kabupaten Mimika (70,89), Kabupaten Jayapura (70,04)
* Presentasi penduduk miskin 11,56% (pada tahun 2014)
* Tingkat pengangguran 2015 adalah sebesar 5,51 % atau naik dari tahun 2014 sebesar 5,43 %.
* APM SMA sederajat di kepulauan seribu hanya 34,99%
* Nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) Kepulauan Seribu adalah 55,76 atau berada di bawah rata-rata nasional (56,69)
* Hanya ada 1 SMK (SMK 61 Jakarta dengan empat jurusan; akuntansi, administrasi perkantoran, Budidaya Perikanan, dan Nautika Kapal Penangkap Ikan)
Sumber: (BPS: Kepulauan Seribu dalam Angka 2016, Statistik Daerah Kepulauan Seribu 2016, Data Pokok Pendidikan 2014/2015, dan Neraca Pendidikan Daerah, Kemdikbud 2015)]



[TEROBOSAN YANG AKAN DILAKUKAN
Membentuk Desk Kepulauan Seribu yang bertujuan untuk
1. Memperkecil gap pembangunan (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) Kepulauan Seribu dengan kota lainnya di DKI Jakarta

2. Menjadikan Kepulauan Seribu sebagai pusat pendidikan SDM unggulan bidang pariwisata dan kelautan ; menjadikannya pusat inovasi konservasi ekologi, resort apung, yang ramah lingkungan, dan optimal dalam hasil tangkap dan budidaya perikanan

PENDIDIKAN
* memastikan semua anak sekolah berusia 6-21 tahun mendapatkan Kartu KJP Plus untuk meningkatan partisipasi sekolah.
* Mendirikan pusat-pusat belajar masyarakat melalui program Kejar Paket C dan program kursus keterampilan
* Mendirikan SMK Pariwisata dan SMK Kelautan unggulan untuk menyiapkan tenaga kerja pendukung peningkatan ekonomi Kepulauan Seribu
* Memberikan pendampingan peningkatan kualitas guru melalui program guru mentor serta peningkatan frekuensi pelatihan guru.

KESEHATAN
* meningkatkan kapasitas Rumah Sakit dengan memperbanyak jumlah tempat tidur dari 17 menjadi 150  dalam waktu 1 tahun
* Meningkatkan jumlah dokter gigi dan apoteker
* menyediakan 10 unit ambulan apung

TRANSPORTASI
* Menambah kapal reguler penumpang (Bus Laut) dari 9 buah menjadi 30 buah dengan rute terjadwal dan sering.
* Mengintegrasikan sistem pembayaran transportasi laut dengan transJakarta

EKONOMI
* Menjadikan Kepulauan Seribu sebagai pusat inovasi konservasi ekologi
* Mengembangkan resort apung yang ramah lingkungan untuk mengantisipasi terbatasnya lahan
* Mendorong peningkatan hasil tangkapan dan budidaya perikanan melalui pendampingan industri perikanan yang dikelola masyarakat lokal.]


Kami yakin Kepulauan. Seribu berpotensi jadi mandiri, tak tertinggal & brgantung pd wil Jkt lainnya. Selamat 15 tahun Kepulauan Seribu.

Perempuan
ANIES BASWEDAN [ 10 November Twitter ]
Sejarah bertutur, para Ibu buktikan bahwa mereka adalah pahlawan. Mereka tak hanya genapi takdir penciptanya, tapi jadi perempuan berdaya & memberdayakan.

Ibu adalah pejuang dan pahlawan. Maka di Hari Pahlawan ini kami umumkan pula Janji Kerja berikutnya, ttg #BERSAMAmuliakanPerempuan.

[ 23 JANJI KERJA ANIES-SANDI
MEMULIAKAN PEREMPUAN JAKARTA]


[Memuliakan perempuan Jakarta dengan mendukung Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif, memberikan cuti khusus bagi suami selama proses kelahiran anak, serta menyediakan fasilitas-fasilitas publik khusus seperti Ruang Menyusui dan Tempat Penitipan Anak yang dikelola secara sehat, profesional, dan bisa diakses seluruh warga ]

Mulai dr tempat penitipan anak yg terjangkau bg semua, smp cuti melahirkan bg ayah, sila simak Janji Kerja #BERSAMAmuliakanPerempuan ini:


[KEADAAN SAAT INI
TEMPAT PENITIPAN ANAK
Belum ada kebijakan Pemerintah Provinsi yang menyediakan tempat penitipan anak terjangkau bagi warga menengah ke bawah, terutama di wilayah pusat kegiatan ekonomi warga, seperti pasar tradisional dan kantor instansi pemerintah provinsi

CUTI AYAH
Wewenang pemberian cuti PNS bagi pegawai pemprov merupakan kewenangan gubernur (Pergub No. 186 tahun 1986). Namun saat ini belum ada kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait cuti untuk laki-laki yang istrinya melahirkan (paternity leave)

RUANG LAKTASI
Gubernur DKI Jakarta mengakui ruang laktasi di perkantoran masih minim. Pihaknya sekarang ini belum memberikan peraturan daerah sebagai payung hukum. Basuki baru mengeluarkan payung hukum penyediaan ruang laktasi di kantor-kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui instruksi Gubernur Nomor 112 tahun 2012 tentang Penyediaan Ruang Laktasi di Balai Kota dan Walikota

ASI EKSKLUSIF
Belum ada kebijakan khusus yang memberikan perhatian dan upaya khusus agar fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, dan rumah sakit dengan pelayanan persalinan mampu dan mengimplementasikan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).]



[TEROBOSAN YANG AKAN DILAKUKAN
PROGRAM TEMPAT PENITIPAN ANAK
* Melengkapi pasar-pasar tradisional dan kantor instansi Pemerintah Provinsi, seperti kantor kelurahan, kecamatan, dan kantor BUMD dengan fasilitas Tempat Penitipan Anak (TPA)/daycare bersubsidi dengan harga terjangkau dan sesuai standar pelayanan minimal.

* Memberikan insentif kepada seluruh gedung-gedung kantor komersial yang memiliki fasilitas Tempat Penitipan Anak

PROGRAM CUTI ANAK
* Memberlakukan hak cuti bagi ayah pegawai pemprov (paternity leave), satu minggu sebelum melahirkan dan tiga minggu setelah melahirkan. Cuti berlaku untuk kelahiran anak pertama, kedua, dan ketiga.

PROGRAM RUANG LAKTASI
* Mewajibkan keberadaan ruang laktasi di mal dan perkantoran
* Memnberikan penghargaan bagi tempat kerja atau sarana umum yang menyediakan ruang laktasi nyaman agar mendorong jumlah karyawati yang memberikan ASI eksklusif

PROGRAM ASI EKSKLUSIF
Target: Mencapai 80% Ibu yang mengimplementasikan ASI eksklusif dalam 5 tahun
* Memberi tugas khusus SKPD Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui
* Memperbanyak pelatihan tenaga kesehatan
* Merekrut dan menambah jumlah konselor menyusui di puskesmas dan rumah sakit
* Memberikan pelayanan 10 menit membaca Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas dan rumah sakit untuk menggencarkan sosialisasi]

Itu tadi adalah sebagian dari rangkaian janji kerja ttg perlindungan & pemberdayaan perempuan, anak & kelrg. Kami akan lanjutkan di hari2 berikutnya.




Perumahan
SANDIAGA UNO [ 11 November Twitter ]
Selamat sore Jakarta, saya & @aniesbaswedan akan memaparkan Janji Kerja kami yg ke-5: Mengatasi Besarnya Kekurangan Hunian Warga Jakarta.


[23 Janji Kerja Anies-Sandi
Mengatasi Besarnya Kekurangan Hunian Warga Jakarta

Meningkatkan Ketersediaan Hunian sesuai Kebutuhan Warga dengan mendorong inisiatif warga mengadakan bank tanah, dan mempermudah pemilikan hunian untuk warga kurang mampu melalui kredit murah berbasis tabungan.]

DKI Jakarta merupakan provinsi kedua dgn perumahan terbesar di Indonesia. Tapi, sebanyak 1,3jt rumah tangga belum memiliki rumah (BPS 2014).


[KEADAAN SAAT INI
* DKI Jakarta merupakan provinsi kedua dengan backlog perumahan terbesar di Indonesia. Sebanyak 1,3 juta rumah tangga belum memiliki rumah (BPS 2014)
* Harga tanah semakin mahal di DKI Jakarta. Harga lahan di DKI Jakarta tumbuh hingga 16% per tahun, sedangkan upah riil pekerja tumbuh di bawah 10%. Banyak pekerja kelas menengah bawah yang akhirnya harus tinggal di pinggiran DKI Jakarta.
* Hanya 51% penduduk DKI Jakarta yang memiliki rumah sendiri. Sisanya masih kontrak/sewa (34%), bebas sewa (13%), rumah dinas dan lainnya. (SUSENAS 2015)
* Para pekerja dan kelas menengah saat ini masih banyak yang kesulitan untuk membayar Down Payment (DP) apalagi memiliki rumah.]

Dulu, Jakarta diakui oleh dunia karena berhasil menata kampung melalui Program Muhammad Husni Thamrin. #Hunian3majuBersama



[ PERMASALAHAN DAN SOLUSI
1. PENATAAN KAMPUNG
PERMASALAHAN:
Dulu Jakarta diakui oleh dunia karena berhasil menata kampung melalui Program Muhammad Husni Thamrin (Kampung Improvement Program). Sekarang Jakarta dilihat dunia sebagai suatu metropolitan yang kumuh akibat inisiatif warga mengenai kampung deret tak terealisasi.

SOLUSI
* Memulai kembali program MH Thamrin Plus yang mengintegrasikan perbaikan infrastruktur dasar (saluran, infrastruktur air bersih, pengolahan sampah, dan sebagainya) dengan pemberdayaan sosial ekonomi warga kampung
* Merealisasikan kampung deret dengan melibatkan warga sejak perencanaan hingga pengelolaan]

Sekarang, Jakarta dilihat dunia sebagai suatu metropolitan yang kumuh akibat inisiatif kampung deret tidak terealisasi.


[PERMASALAHAN DAN SOLUSI
2. INSENTIF RUMAH SEWA
PERMASALAHAN:
Saat ini 47% masyarakat di DKI Jakarta masih tinggal di Rumah Sewa, baik kontrak/kost (34%), bebas sewa (13%). Namun, sebagian besar rumah sewa ini kondisinya mengkhawatirkan. Hanya sebagian kost-kostan yang memiliki fasilitas memadai, itupun harganya cukup mahal, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

SOLUSI:
Ada Program yang meningkatkan kualitas rumah sewa, yaitu:
* Bantuan perbaikan dan peningkatan kualitas rumah sewa, terutama yang berada di kawasan kumuh.
* Kemudahan pajak bagi rumah-rumah yang berada di sekitar kawasan perkantoran dalam mengalihfungsikan rumah/bangunannya menjadi rumah sewa
* Membuat sistem informasi rumah sewa berbasis aplikasi untuk memberikan kemudahan informasi ketersediaan dan harga rumah sewa serta mengawasi pengelolaannya. ]

Oleh karena itu, kami mencanangkan berbagai program, dan kami berharap program-program ini akan berjalan dengan cepat.


[PERMASALAHAN DAN SOLUSI
3. KREDIT MURAH BERBASIS TABUNGAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN MENENGAH KE BAWAH
PERMASALAHAN:
Pekerja dan Kelas Menengah di DKI Jakarta hingga saat ini masih kesulitan membayar DP rumah (30% dari harga rumah). Sehingga mereka kesulitan untuk memperoleh KPR dari Bank.

SOLUSI:
Mendorong Bank DKI untuk mengganti persyaratan DP dengan jumlah tabungan calon konsumen yang disesuaikan dengan harga rumah (misal jumlah tabungan sebesar 10% dari harga jual jumlah rumah). Sehingga calon pembeli tidak perlu mengumpulkan DP, asalkan memiliki jumlah tabungan yang cukup selama masa tertentu (misal 6 sampai 12 bulan).]

Kami akan meningkatkan ketersediaan hunian sesuai kebutuhan warga dengan mendorong inisiatif warga, mengadakan bank tanah, dan...


[PERMASALAHAN DAN SOLUSI
4. MEMPERMUDAH INVESTASI RUMAH SUSUN
PERMASALAHAN:
* Ketentuan pembangunan rumah susun yang ada pada Peraturan Daerah Provinsi DKI No 1/2014 tentang RDTR & Peraturan Zonasi saat ini sangat memberatkan bagi pengembang, karena harga lahan yang mahal dan terbatas
* Masih berbelitnya prosedur investasi bagi pengembang rumah susun

SOLUSI:
* Perlu adanya deregulasi dalam investasi rusun di ibukota, untuk mempermudah minat investasi rumah susun.
* Pemerintah secara aktif membangun rumah susun , terutama untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. ]

mempermudah pemilikan hunian untuk warga kurang mampu melalui kredit murah berbasis tabungan.


[PERMASALAHAN DAN SOLUSI
5. MENGADAKAN BANK TANAH
PERMASALAHAN:
Mahalnya harga tanah berimbas pada harga jual rumah, sehingga diperlukan intervensi dari Pemerintah untuk mengendalikan harga tanah.

SOLUSI:
Mengadakan Bank Tanah.
Bank Tanah adalah sebuah program di mana pemerintah, melalui BUMD, mengendalikan harga tanah melalui kegiatan jual beli tanah dengan pendataan administrasi, yang akuntabel untuk dimanfaatkan bagi tujuan pembangunan (termasuk untuk pembangunan hunian).
Manfaat dari adanya Bank Tanah ini  antara lain membuat harga tanah menjadi lebih murah dan memungkinkan sebagai alat mempengaruhi pola pengembangan suatu daerah.]

Kami berharap adanya peran aktif dari seluruh elemen pemerintahan, legislatif dan masyarakat untuk merealisasikan berbagai program tsb.

Program Kampanye Pasangan Calon no 1 DKI Jakarta Agus - Silvy






1. Bantuan langsung ke warga miskin
2. Pengurangan pengangguran dan menciptakan lapangan kerja.
3. Peningkatan pendidikan dan kesejahteraan guru.
4. Peningkatan Kesehatan.
5. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan investasi modal
6. Peningkatan infrastruktur dan perumahan
7. Jakarta menjadi Kota pintar, kreatif dan ramah lingkungan.
8. Peningkatan kemanan kota dan kerukunan warga
9. Penegakan hukum bagi semua
10. Peningkatan kualitas pmerintahan dan birokrasi





BANTUAN LANGSUNG KEPADA GOLONGAN MISKIN DAN KURANG MAMPU
(Anggaran tambahan Rp 15 Triliun)
- untuk tingkatkan daya beli masyarakat
- untuk balita & lansia
- penguatan jaringan pengaman sosial lainnya

PENINGKATAN PENDIDIKAN DAN KESEJAHTERAAN GURU
- Peningkatan besaran KJP
- Peningkatan beasiswa miskin
- Peningkatan beasiswa prestasi
- Bantuan pendidikan sekolah negeri, swasta, madrasah, & agama lainnya
- Peningkatan kesejahteraan guru
- Mendirikan SMA Unggulan gratis untuk keluarga miskin


PENINGKATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN PERUMAHAN
- Percepatan & Penambahan infrastruktur jalan
- Peningkatan prasarana perumahan rakyat
- Peningkatan prasarana air bersih

PENINGKATAN KUALITAS PEMERINTAHAN DAN BIROKRASI
- Pembangunan good governance dan birokrasi yang responsif
- Pencegahan penyalahgunaan makna diskresi oleh pemimpin
- Penjagaan hubungan yang sehat dan produktif antara Gubernur dan DPRD
- Peningkatan gaji dan kesejahteraan jajaran pemerintahan
- Pengurangan dana operasional Gubernur hingga 30%

PENEGAKKAN HUKUM DAN KEADILAN BAGI SEMUA
- Pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih
- Pemberantasan kriminalitas kota
- Pemberantasan narkoba

PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI, DAN STABILISASI HARGA
(Sasaran Pertumbuhan 6,7%)
- Investasi termasuk pangan, energy, & air bersih
- Perbaikan penyerapan anggaran Jakarta yang rendah
- Menjaga daya beli rakyat
- Stabilisasi harga

PENINGKATAN KEAMANAN KOTA DAN KERUKUNAN WARGA
- Pemeliharaan keamanan lingkungan
- Neighbourhood Watch & Pemberdayaan Kelurahan, RW, & RT
- Pemeliharaan Toleransi dan kerukunan masyarakat



MENJADIKAN JAKARTA SEBAGAI KOTA PINTAR, KREATIF, & RAMAH LINGKUNGAN
- Penambahan transportasi publik & manajemen lalu lintas untuk kurangi kemacetan
- Pelayanan publik yang cepat, berkualitas, & murah
- Aplikasi ICT untuk pemerintahan, jasa, bisnis, & pendidikan
- Pengembangan industri kreatif dengan daya inovasi tinggi
- Tata ruang sehat yang sehat, ramah lingkungan, ramah rakyat, & ramah pedagang kaki lima
- Pengelolaan sampah & konversi ke energi listrik
- Penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan
- Penguatan pemberdayaan pasukan oranye & peningkatan kesejahteraannya
- Peningkatan efektivitas upaya mengatasi banjir
- Pembangunan ruang terbuka hijau & prasarana olahraga & rekreasi
- Pengembangan wisata kota, zona PKL, & kesenian, kerajinan & kuliner Betawi
- Penghijauan & penanaman 5 juta pohon

PENINGKATAN KESEHATAN
- Peningkatan besaran KJS
- Pembebasan bayaran BPJS layanan kategori kelas 3
- Penambahan Puskesmas, Posyandu, & fasilitas rawat inap puskesmas
- Penambahan mobil ambulans
- Pengadaan motor ambulans

PENGURANGAN PENGANGGURAN DAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA
(anggaran tambahan Rp 10 Triliun)
- Pelatihan kerja & kewirausahaan
- Bantuan dana bergulir
- Pengembangan Koperasi dan UMKM
- Pengembangan ekonomi berbasis komunitas


Tambahan Program:
1 Milyar untuk pemberdayaan komunitas RT/RW

Friday, October 28, 2016

Informasi Yang Tak Akan Kusebarkan Walau Sumbernya Terpercaya

Ada empat jenis informasi yang tak bisa saya sebarkan walaupun saya percaya pada integritas sumbernya (bukan abal-abal)

1. INFORMASI YANG TAK BISA SAYA CEK LEWAT SUMBER LAIN
Biasanya sumber informasi saya adalah orang dalam yang tahu beberapa informasi yang tak semua tahu. Saya kenal dengan orangnya jadi saya tak perlu menudingnya sebagai pembohong. Namun sayangnya, informasi yang diberikan tak bisa diverifikasi lewat sumber lain sehingga saya memutuskan untuk menyimpan informasi itu untuk diri sendiri. Biasanya nanti akan terungkap apakah benar informasi tersebut.

Biasanya informasi yang masuk kategori ini mencakup bidang:
- gosip politik;
- gosip agama;
- gosip perfilman;


2. INFORMASI YANG MEMANG RAHASIA
Biasanya sumber informasinya sama dengan yang di atas, mampu memberikan bukti-bukti. Sayangnya sebelumnya sudah dinyatakan bahwa informasi tersebut adalah rahasia. Mau tak mau ya, saya tak akan sebarkan.

Biasanya informasi yang masuk kategori ini mencakup bidang:
- politik;
- gosip agama;
- perfilman;

3. INFORMASI YANG SAYA TAK PUNYA WEWENANG ATAU SAYA TAK PAHAM
Biasanya sumber informasinya sama dengan nomor satu, memberikan bukti, membolehkan informasinya disebarkan, kemudian saya juga menemukan beberapa petunjuk dari sumber lain yang membuat saya yakin informasinya benar. Sayangnya, saat membaca semua informasi tersebut terlalu banyak pertanyaan di kepala saya sehingga saya khawatir belum memahami informasi tersebut dengan benar. Selain itu, kadang juga saya merasa bukan saya yang layak komentar dengan informasi macam itu.

Biasanya informasi yang masuk kategori ini mencakup bidang:
- kebijakan publik;
- agama

4. INFORMASI YANG AKAN BIKIN RUSUH
Saya tahu sumbernya, saya punya sumber lain yang menegaskan hal sama, saya paham permasalahannya, tetapi bila saya menyebarkan, mengingat keanekaragaman kawan-kawan saya, bisa ditanggapi bermacam-macam tergantung latar belakang kawan-kawan. Lebih sial lagi kalau kebetulan topiknya sedang hangat dan diskusi di berbagai tempat memanas. Saya mending diam saja.

Biasanya informasi yang masuk kategori ini mencakup bidang:
- agama


Yang paling menyebalkan adalah,
bahkan ketika saya tak menyebarkan informasi-informasi tersebut,
semuanya menumpuk di kepala dan bikin gatal untuk mengomentari saat topiknya muncul di depan mata apalagi bila ada kawan-kawan yang sok tahu, yang tidak berusaha menelusuri berita, yang sekedar asal meneruskan meme, video, berita walau sumbernya tak jelas.

Tuesday, June 28, 2016

Taharrush Gamea, Tradisi Arab Berabad-Abad Atau Propaganda Xenophobia?

Kemarin, tanggal 27 Juni 2016,
akun FB Antropologi Agama menyebarkan video kontroversial dengan kata-kata pengantar yang juga kontroversial

Metode pemerkosaan "Taharrush" mulai diperkenalkan oleh para imigran Arab di Eropa
Invasi imigran Timur Tengah secara besar-besaran ke Eropa membawa sebuah tradisi Arab bernama "Taharrush Gamea" yang cukup mengagetkan bagi bangsa Eropa dan belum pernah mereka kenal sebelumnya.

Taharrush merupakan sebuah tradisi permainan kuno bangsa Arab dimana seorang perempuan ditelanjangi dan diperkosa ramai-ramai (ala gangbang). Perempuan yang diperkosa tersebut dikerumuni banyak pria yang membentuk formasi lingkaran, sehingga tidak ada orang yang bisa menolong karena terhalang oleh kerumunan.

Dengan metode formasi Taharrush ini, mustahil ada wanita yang tidak bisa diperkosa, dan mustahil ada wanita yang bisa diselamatkan dari pemerkosaan. Karena metode Taharrush ini sudah dikembangkan ribuan tahun efektifitasnya oleh bangsa Arab kuno dan kini metode klasik tersebut mulai dibangkitkan lagi di Eropa oleh para imigran.Dengan metode formasi Taharrush ini, mustahil ada wanita yang tidak bisa diperkosa, dan mustahil ada wanita yang bisa diselamatkan dari pemerkosaan. Karena metode Taharrush ini sudah dikembangkan ribuan tahun efektifitasnya oleh bangsa Arab kuno dan kini metode klasik tersebut mulai dibangkitkan lagi di Eropa oleh para imigran.Dalam budaya Arab kuno, memperkosa wanita bukanlah suatu tindak kriminal tingkat tinggi, bahkan pemerkosaan malah dijadikan sebagai suatu jenis permainan bernama Taharrush ini.

Di era Arab modern sekalipun, hukuman bagi pemerkosa sangat sulit diterapkan, karena aturan di Arab yang mensyaratkan 4 saksi. Jadi bila pemerkosaan dilakukan di ruangan kosong misalnya, mustahil bisa dituntut karena tidak adanya saksi. Begitupula dalam sebuah pemerkosaan berkelompok mustahil juga para pelakunya mau bersaksi melawan rekannya, yang pada akhirnya akan menyebabkan tuntutan pemerkosaan tetap gagal di jalur hukum.

Aturan bangsa Arab yang menguntungkan pemerkosa ini disebabkan karena dalam budaya Arab terkandung faham "misogyny" yaitu faham yg menganggap perempuan derajatnya lebih rendah daripada pria, dan wanita bisa dianggap seperti budak yang pantas dihukum. Sehingga dalam faham misogyny, seorang pria sangat boleh & sangat berhak memperkosa wanita.

Faham misogyny dalam budaya Arab kuno yang dibawa para imigran ini ini tentu sangat mengagetkan bagi bangsa eropa yg menganut faham emansipasi wanita.
Dalam budaya Arab kuno, perempuan wajib hukumnya menggunakan busana tertutup. Sehingga perempuan berbusana minim yg banyak berkeliaran di Eropa dianggap sangat boleh dan sangat pantas dihukum dengan cara diperkosa. Pemerkosaan secara perseorangan maupun berkelompok (Taharrush) dianggap sebagai "penghukuman" bagi wanita-wanita yang tidak mengenakan busana tertutup.

Dalam video ini terdapat cuplikan video Taharrush yang terjadi di Eropa dan juga wanita-wanita korban perkosaan ala Taharrush. Juga ada kesaksian dari reporter wanita cantik yang sempat jadi korban Taharrush


Sementara kasus pemerkosaannya memang nyata dan kita mengenal beberapa kasus pelecehan seksual di Timur Tengah, apakah benar ada budaya "Taharrush Gamea" itu?

Kesimpulan saya membaca artikel tahun 2013 tentang pemerkosaan di Mesir menyatakan tidak.

Pertama, tentang nama "Taharrush Gamea" itu sendiri

The word taharrush (harassment) is a relatively new term in the daily lexicon. Until recently, sexual harassment was referred to as mu‘aksa (flirtation). That term alone reveals the multiple layers of denial, misogyny, and violence Egyptians must confront in tackling sexual harassment. In addition to rape and physical assault we must equally tackle name-calling, groping, and the barraging of women with sexual invitations. All of these acts normalize violence and hatred against women and they must become socially unacceptable.

Artinya,
walaupun bentuk pelecehan seksual itu ada tetapi tidak pernah dinamai 'taharrush' (transliterasi Indonesia: taharrusy ) . Sukar diterima oleh nalar bahwa ada budaya yang sudah dilakukan ribuan tahun menggunakan nama yang baru dikenal belakangan.

Istilah gamea pun bukan istilah Arab. Kemungkinan besar adalah salah ketik dari kata gama'i yang merupakan aksen Afrika Utara untuk kata jama'i.

Kedua, apakah benar budaya pemerkosaan massal tersebut ditujukan untuk wanita-wanita yang tidak menutupi auratnya?

Group sexual assaults in public are not a recent phenomenon in Egypt. Over the holiday festivities in 2006, following Ramadan, Egyptian bloggers reported cases of group sexual assault in downtown Cairo, where large groups of men groped veiled and unveiled women, and in some cases ripped their clothes off. This crime continues to occur in public spaces, especially during public holidays, and lately during political protests. 

Dengan kata lain, di "Arab" (dalam hal ini Mesir, walau sebenarnya Mesir bukan bangsa Arab tetapi budayanya terpengaruh Arab) sendiri, pemerkosaan massal tersebut juga mencakup wanita-wanita yang menutupi aurat.

Dari sini saja sudah jelas, tidak pernah ada budaya taharrus gamea untuk menghukum wanita-wanita yang tak menutupi aurat.

Ketiga,
apakah benar budaya pemerkosaan tersebut tidak ada di negara Eropa sendiri sehingga mengagetkan Eropa?

Tidak juga,
Misalnya tradisi Oktoberfest sudah memakan korban pemerkosaan berkali-kali antara lain:

  • di tahun 2002 ada 6 kasus pemerkosaan dan 11 kasus serangan seksual yang dilaporkan walau diperkirakan kasus sesungguhnya ada 120 kasus; 
  • di tahun 2012 ada 91 kasus serangan seksual yang dialami di festival yang sama dan dilaporkan ke titik bantuan;
  • di tahun 2014, bahkan ada seorang pria dari Leeds, UK, diperkosa oleh dua pria di Oktoberfest;


Dengan kata lain,
Jerman, negara di mana isu taharrus gamea ini bermula, pun punya masalah dengan budaya pemerkosaannya.

Tulisan ini tidak membela pelaku pemerkosaan massal di manapun berada. Namun menggunakan kasus pemerkosaan untuk memancing sentimen ras dan anti asing tidak bisa dibenarkan.



Sumber:

tulisan Antropologi Agama:
https://www.facebook.com/wacana.antropologi.agama/videos/298684980476244/

tulisan tahun 2013 tentang kekerasan seksual di Mesir
http://www.jadaliyya.com/pages/index/13007/sexual-violence-in-egypt_myths-and-realities-

tulisan tahun 2003 tentang kekerasan seksual di Oktoberfest
http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/europe/germany/1442185/Sex-sanctuary-set-up-at-Oktoberfest.html

tulisan tahun 2012 tentang kekerasan seksual di Oktoberfest
http://www.thelocal.de/20121004/45349

Thursday, June 02, 2016

[Salin Rekat dari Tempo] Laut Diuruk Sedimen Menumpuk

Sumber: Majalah Tempo edisi 11-17 April 2016 oleh Amri Mahbub
Reklamasi akan membuat sirkulasi arus laut berkurang. Sedimen meningkat. Teluk Jakarta bisa menjadi comberan raksasa.
Perahu kayu milik Nuryadi, 47 tahun, melambat ketika mendekati Pulau G di Teluk Jakarta, Rabu pekan lalu. Dari kejauhan, daratan hasil reklamasi itu tampak seperti bukit pasir yang mengapung di permukaan laut. Di atasnya, lima mesin penggali hidrolik berwarna hijau muda sibuk menguruk.
Pulau buatan itu hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara. Sejak pulau baru tumbuh, banyak nelayan mengeluh. “Cari rajungan dan ikan makin susah karena lautnya makin dangkal,” kata Nuryadi, nelayan sekaligus pemilik perahu yang Tempo tumpangi itu.
Karena terjadi pendangkalan, nelayan terpaksa melaut sejauh 30 kilometer ke Pulau Damar di Kabupaten Kepulauan Seribu. Itu pun tak ada jaminan nelayan bakal memperoleh ikan lebih banyak. Sedangkan risikonya hampir pasti: mesin kapal jadi cepat rusak lantaran kemasukan pasir yang terbawa arus.
Menurut Trisno, 22 tahun, anak buah Nuryadi, pendangkalan di dekat Pelabuhan Muara Angke mulai terasa dua tahun lalu. Kala itu, Pulau D, sekitar dua kilometer dari Pulau G, mulai dibangun. Trisno meyakini pendangkalan terjadi akibat pengurukan pasir di kedua pulau tersebut.
Widodo Setiyo Pranowo, peneliti senior dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengatakan pindahnya habitat ikan akibat pendangkalan sudah diperkirakan jauh sebelum proyek reklamasi berjalan.
Widodo pernah membuat studi dampak pembangunan National Capital Integrated Coastal Development - proyek tanggul laut Jakarta- dan Jakarta Giant Sea Wall. Hasilnya 17 pulau reklamasi dan tanggul raksasa bakal menahan sedimen dari 13 sungai di Jakarta, Karawang, dan Bekasi.
Kajian serupa dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 2013. Menurut riset itu, konsentrasi sedimen yang terhambat bakal tersebar di badan sungai dan kanal di antara pulau-pulau reklamasi. "Sedimentasi bahkan bisa menyatukan semua pulau," ujar Widjo Kongko, peneliti di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai BPPT.
Widjo juga menjelaskan, volume sedimen akan meningkat karena sirkulasi arus laut berkurang. Sedimen juga terus menumpuk karena daya 'flushing'-pembilasan alami oleh pasang-surut laut-menghilang. Menurut perhitungan Widjo, sedimen dasar laut, khususnya di muara sungai, akan bertambah tiga sentimeter setiap sepuluh hari.
Studi yang dilakukan tim Chiba University, Jepang, menunjukkan hasil tak jauh berbeda. Memakai Alos Palsar, teknologi radar beresolusi tinggi, mereka menemukan sedimentasi di utara Jakarta berasal dari dataran tinggi di Jawa Barat yang terbawa sungai-sungai yang bermuara di Jakarta.
Pembangunan tanggul raksasa dan reklamasi Teluk Jakarta akan memperparah sedimentasi. "Kurang dari 40 tahun, wilayah teluk dan daerah pesisir Jakarta akan seperti kolam," kata Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, pakar radar satelit asal Indonesia di Chiba yang memimpin studi tersebut.
Lumpur dan sampah yang dibawa 13 sungai akan terjebak di kolam itu, termasuk polutan berupa logam berat dan limbah industri lain. "Selat reklamasi akan terlihat bak comberan raksasa", ujar Josaphat.
Bangunan di atas pulau reklamasi pun tak lepas dari masalah. Bila tak dirancang dengan padat, Josaphat ameramalkan, tanah pulau reklamasi akan mengalami likuifaksi. Pulau reklamasi bisa "mencair" ketika gempa minimal berkekuatan 6 skala Richter mengguncang. "Akibatnya, gerowong dalam tanah akan terbentuk."
Likuifaksi pernah terjadi di Urayasu, Chiba, Jepang. Sewaktu gempa hebat terjadi di Sendai tahun 2011 yang berujung tsunami, tanah pulau buatan untuk kawasan perumahan elite itu jadi encer. "Bangunannya tidak roboh, tapi miring sekitar 20 derajat," ucap Josaphat.
Likuifaksi memang menjadi dampak paling serius di kebanyakan pulau hasil reklamasi. Meski begitu, menurut Josaphat, masih ada solusi untuk mencegah masuknya air laut ke dalam gerowong di bawah tanah pulau reklamasi.
Salah satu caranya adalah menyedot air laut dari gerowong. Kemudian lubang tersebut disuntik beton cair guna mengembalikan kepadatan fondasi tanah. Yang terakhir adalah menanamkan pelat baja hingga kedalaman 12 meter di sepanjang bibir pantai. Fungsinya untuk mencegah air laut masuk kembali.
World Harbour Project, konsorsium internasional independen pemantau pembangunan kawasan pesisir, mencatat masalah lain dari reklamasi: kerusakan lingkungan. "Salah satunya terbentuk comberan raksasa," kata Widodo. Indonesia dan Singapura masuk konsorsium ini.
Untuk mencegah timbulnya comberan raksasa, Singapura memakai sistem "jebakan sedimen". Cara kerjanya sederhana, yakni memakai alat penangkap sedimen organik dan anorganik, lalu menyebarkannya ke berbagai sudut. "Cukup efektif," ujar Widodo.
Selanjutnya, limbah bisa dinetralkan dengan instalasi penyaring sebelum air laut dibuang kembali ke samudra. Norwegia menerapkan langkah seperti ini. Untuk menyiasati kerusakan habitat biota laut, sementara itu, bisa dipilih beton yang menjadi hunian baru banyak spesies, seperti kerang dan karang.
Hanya, Widodo belum tahu apakah cara ini bisa diterapkan di Teluk Jakarta. Alasannya, desain "jebakan sedimen" dan beton dengan sitrat ramah lingkungan harus dirancang sesuai dengan karakteristik alam setempat. Yang jelas dia menekankan, desain reklamasi wajib memikirkan semua dampak bagi daerah sekitarnya. "Termasuk mitigasi bencana dan konsep ramah lingkungan."
Di Teluk Jakarta, derap reklamasi baru mulai. Tapi dampaknya sudah dirasakan para nelayan. Karena nelayan harus menjala ikan lebih jauh, sewaktu mereka pulang ke darat, harga ikan sudah turun. "Kami datang telat, ikan tak segar lagi," kata Trisno sambil menambatkan kapal.

Wednesday, June 01, 2016

PANCASILA, Dasar Negara yang Belum Usai Dibahas

Satu Juni, akhirnya setelah bertahun-tahun cuci otak orde baru, mulai dikenang kembali sebagai hari lahirnya Pancasila. Sayangnya, perayaan lahirnya Pancasila terjebak pada pemujaan tokoh figur Soekarno belaka. Yang perlu disadari, walau istilah Pancasila lahir di tanggal 1 Juni 1945 (sebenarnya nama ini diambil dari konsep agama Buddha) dan prinsip-prinsipnya berasal dari pidato Bung Karno saat itu, Pancasila yang kita kenal sekarang merupakan hasil penggodokan ulang  pidato Bung Karno yang dilakukan oleh tim kecil dengan meracik, mengubah urutan, bahkan mengubah pilihan kata, dan kemudian ditaruh ke dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Prakteknya, sementara di tahun 1945-1950, Pancasila diterima sebagai dasar negara tanpa diutak-atik (misal: Daud Bereuh dari PUSA pun bergabung dengan Indonesia karena keberadaan Pancasila), di era 50an, keberadaan Pancasila mulai dipertanyakan lagi. Perdebatan pra-1 Juni 1945 pun kembali dalam sidang konstituante. Tidak ada pihak yang memenuhi kuorum namun sebagian tentara mulai gerah dan membujuk Bung Karno untuk mengeluarkan dekrit, kembali ke presidensiil, dan membubarkan konstituante. Langkah ini disesali oleh mantan wapresnya, Moh. Hatta, yang mengeluarkan uneg-unegnya dalam buku Demokrasi Kita di tahun 1960.

Di masa orde baru, di bawah dominasi militer, Pancasila menjadi azas tunggal dan rezim hanya memperbolehkan satu partai Islam yakni Partai Persatuan Pembangunan. Partai lain seperti Masyumi atau bahkan yang baru berupa konsep seperti Partai Demokrasi Islam dilarang oleh rezim.

Untuk 'mencegah' salah tafsir Pancasila, Orde Baru, dengan MPR yang saat itu sekedar perpanjang tangan melalui ketetapan MPR nomor II/MPR/1978, melahirkan 36 butir-butir pengamalan Pancasila yang menjadi tafsir resmi. Para pegawai negeri saat itu diwajibkan mengikuti penataran P4.

Pasca Reformasi,
sekali lagi muncul tafsir pancasila yakni melalui ketetapan MPR nomor I/MPR/2003 yang kali ini menambah butir-butir Pancasila hingga berjumlah 45 butir.

Apakah tafsir Pancasila selesai sampai di sini?
Seharusnya tidak! Karena masih ada hal-hal yang mengganjal mengenai Pancasila.

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan menurut saya belum terjawab bahkan dengan keberadaan butir-butir Pancasila sekalipun:

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa.
Untuk mempermudah diskusi, mari kita asumsikan bahwa 'Esa' di sini berasal dari Bahasa Melayu bukan Bahasa Sansekerta.

Apakah kedudukan agama yang agnotis atau tidak menempatkan kepercayaan kepada Tuhan sebagai hal utama sehingga membebaskan penganutnya atheis maupun theis. Saya rasa saya tidak perlu membahas ajaran agama tersebut secara mendalam tetapi cukuplah pengamatan saya menemui beberapa kawan dari agama tersebut ternyata atheis. Tentu saja, ada yang menafsirkan ajaran tersebut dalam kerangka theisme tetapi sesungguhnya penafsiran tersebut pun juga tampaknya tidak diterima mutlak oleh penganut-penganutnya dari generasi muda.

Apakah kedudukan kepercayaan yang pagan alias mempercayai banyak tuhan. Apakah kemudian kepercayaan tersebut dianggap sesat dan harus dilarang di negeri ini?

Pernah saya tanyakan kepada Romo Magniz Suseno yang memilih di Indonesia karena keberadaan sila pertama dan beliau menjawab, "Sila pertama tidak seharusnya diartikan bahwa ateisme dilarang di negeri ini tetapi para ateis itu harus menyadari bahwa masyarakat Indonesia mayoritas ber-Tuhan dan mereka harus menghormati adat dan budaya masyarakat".

Namun itu tafsir pribadi Romo Magniz Suseno, apakah yang lain memiliki pemikiran serupa atau berbeda?

2. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Teks asli Bung Karno mengatakan 'Kebangsaan' namun dalam pembahasan oleh tim kecil, muncul kekhawatiran Indonesia akan dipecah-pecah menjadi beberapa negara. Karena itu, kalimatnya diubah menjadi Persatuan Indonesia walaupun menurut Bung Hatta, kata 'Kebangsaan' sebenarnya lebih tepat.

Pertanyaannya adalah, seberapa 'persatuan' yang diharapkan? Apakah harus sentralisasi ataukah desentralisasi? Apakah persatuan ini harus mengorbankan identitas diri seperti memusnahkan bahasa ibu, menggunakan tafsir tunggal agama dari ulama-ulama yang sudah direstui pemerintah?

3. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sampai sekarang saya masih penasaran, kenapa ada kata 'hikmat' di dalam kalimat tersebut? Tidak cukupkah dengan 'Kebijaksanaan'? Apalagi salah satu arti 'Hikmat' adalah 'Kearifan, Kebijakan'. Atau jangan-jangan yang dimaksud adalah pengertian lain yakni 'kesaktian'?

Kemudian sila ini menyebutkan musyawarah bahkan dalam butir-butir pancasila pun berulang kali menyebut kata musyawarah. Apakah pemilihan langsung kepala negara maupun kepala daerah bertentangan dengan dasar negara ini?


Mungkin hanya itu ganjelan uneg-uneg saya yang saya jumpai tentang Pancasila.
Saya tidak sesadis kawan saya yang bilang, "sudah lah, Pancasila dimasukkan ke kotak saja" tetapi diterapkan pun juga rasanya ada persoalan yang belum terjawab.

Wednesday, April 27, 2016

Tentang 'Aliran Sesat' di Jembrana Bali (komentar pendek)

Berdasarkan kasus "aliran sesat" di Jembrana, Bali kemarin, saya baru tahu bahwa masih ada yang menyembah Dewi Durga di bumi nusantara ini.
Sementara itu, bagaimana jika seandainya ada satu agama, yang percaya bahwa ada sosok yang jatuh dari Surga karena kesombongannya dan mereka memuja si malaikat jatuh ini?
Buat orang-orang Daulat Islamiyah, fiqih mereka jelas, yang pria mesti dibunuh dan ceweknya harus diperbudak. Apa iya hanya karena kepercayaan yang berbeda maka harus diterapkan kebijakan seperti itu.
Bicara tentang 'aliran sesat' sebenarnya juga mesti hati-hati. Misalnya, salah satu penganut agama resmi Indonesia pernah ngobrol ngalor ngidul denganku, membahas tentang aqidah Islam dari ajaran agamanya dan... percaya deh, kalau FPI mendengar pasti bakal ambil pentung.
Bukan! Si fulan yang menganalisis Islam dari ajaran agamanya ini bukan Kristen atau Katolik. Intinya, buat ajaran agama lain pun yang bahkan bukan dari rumpun agama semitik, agama yang kupeluk pun juga dipandang sesat. (Buat yang penasaran, petunjuk, sisi mitologi agama ini tampaknya menginspirasi trilogi His Dark Material-nya Phillip Pullman).
Kurasa, negeri ini mesti punya sebuah indikator apakah sebuah ajaran agama berbahaya untuk kelangsungan negara in atau tidak. Yang jelas indikatornya tidak boleh sekedar dari "berbeda dengan agama resmi" seperti Penetapan Presiden No 1 tahun 1965 karena dari sisi sesama agama resmi pun bisa sesat-menyesatkan.

Salah satu perdebatan tentang kasus di Jembrana ada di FB Tribun Bali.