Wednesday, April 27, 2016

Tentang 'Aliran Sesat' di Jembrana Bali (komentar pendek)

Berdasarkan kasus "aliran sesat" di Jembrana, Bali kemarin, saya baru tahu bahwa masih ada yang menyembah Dewi Durga di bumi nusantara ini.
Sementara itu, bagaimana jika seandainya ada satu agama, yang percaya bahwa ada sosok yang jatuh dari Surga karena kesombongannya dan mereka memuja si malaikat jatuh ini?
Buat orang-orang Daulat Islamiyah, fiqih mereka jelas, yang pria mesti dibunuh dan ceweknya harus diperbudak. Apa iya hanya karena kepercayaan yang berbeda maka harus diterapkan kebijakan seperti itu.
Bicara tentang 'aliran sesat' sebenarnya juga mesti hati-hati. Misalnya, salah satu penganut agama resmi Indonesia pernah ngobrol ngalor ngidul denganku, membahas tentang aqidah Islam dari ajaran agamanya dan... percaya deh, kalau FPI mendengar pasti bakal ambil pentung.
Bukan! Si fulan yang menganalisis Islam dari ajaran agamanya ini bukan Kristen atau Katolik. Intinya, buat ajaran agama lain pun yang bahkan bukan dari rumpun agama semitik, agama yang kupeluk pun juga dipandang sesat. (Buat yang penasaran, petunjuk, sisi mitologi agama ini tampaknya menginspirasi trilogi His Dark Material-nya Phillip Pullman).
Kurasa, negeri ini mesti punya sebuah indikator apakah sebuah ajaran agama berbahaya untuk kelangsungan negara in atau tidak. Yang jelas indikatornya tidak boleh sekedar dari "berbeda dengan agama resmi" seperti Penetapan Presiden No 1 tahun 1965 karena dari sisi sesama agama resmi pun bisa sesat-menyesatkan.

Salah satu perdebatan tentang kasus di Jembrana ada di FB Tribun Bali.

Sunday, March 27, 2016

[SPOILER] Mengunjungi Adegan Usaha Perampokan Bermobil dalam Film Batman vs Superman



Tampaknya saya masih benar-benar marah dengan Zack Snyder yang merusak karakter Batman. Kali ini saya mau membahas salah satu adegan yang juga dipuji oleh para kritikus yang negatif sekalipun walau mereka kaget betapa tidak bermoralnya Batman di adegan ini. Mari lupakan moralitas. Saya hanya mau menunjukkan bahwa Batman tidak cerdas di adegan ini dan Zack Snyder hanyalah sutradara tak bervisi, yang mementingkan visual tetapi sebagai dalang tidak paham karakter-karakter yang ia gerakkan.

Alkisah,
Batman mau merebut Kryptonite yang diimpor oleh Lex Luthor. Jadi ia merencanakan pembajakan atas Kryptonite tersebut dalam perjalanannya ke tempat Luthor.

Yang pertama ia lakukan adalah mengintai di pelabuhan. Setelah mendapat kepastian truk yang akan digunakan, ia sengaja menunggu pintu truk ditutup lalu menembakkan alat pelacak. Kemudian ia pergi ke batmobile-nya dan mulai beraksi.

Yang pertama ia lakukan adalah menabrak salah satu mobil hingga terlempar ke atas. Gak puas dengan tingkat sadisme seperti itu, ia menyeret mobil tersebut, menghantam sana-sini sambil mengejar truk pembawa Kryptonite. Dan di satu titik, mobil malang itu sengaja ia lepas untuk menghantam mobil lainnya. Selanjutnya ia masih meneruskan pembantaian massal terhadap para pengawal truk tersebut. Di satu titik, setelah berhasil mendesak salah satu pengawal truk menghantam truk bahan bakar, ia menerobos masuk bangunan. Sementara itu, para pengawal truk bingung ke mana Batman dan tiba-tiba Batmobile pun muncul dari atas merusak atap truk.

Namun ternyata hal itu tidak menghentikan truk yang tetap melaju, sementara Batmobile menghantam tiga atau empat perahu berturut-turut. Setelah menghasilkan kerusakan seperti itu, pengawal menembakan rudal namun berhasil diledakkan secara dini oleh fasilitas pencegat rudal Batmobile. Setelah berbelok, tiba-tiba Superman muncul dan Batman pun terkejut lalu menabrak figur Superman dan terpental ke dinding.

Keren?
Iya.
Pintar?
Tidak.

Ingat, di awal, misinya adalah merebut Kryptonite dan Batman sudah berhasil memasang pelacak. Selain itu, kalau niatnya memang untuk merebut Kryptonite, ada jeda waktu cukup lama ketika paket diangkat dari kapal hingga paket masuk ke truk.

Semua kekerasan tersebut sangat tidak diperlukan kecuali kalau Batman karakter Snyder adalah sosok penderita Obsessive Compulsive Disorder yang merasa butuh membunuh orang dengan berbagai teknik sebelum benar-benar menyelesaikan misinya.

[SPOILER] Mengunjungi Adegan Tawanan Dari Film Batman vs Superman











Sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa Batman vs Superman adalah film Batman terburuk. Yang belum saya lakukan adalah membahas salah satu adegan yang mengganggu saya saat menontonnya tetapi sering dipuji sebagai bukti Ben Affleck adalah Batman terbaik, yakni adegan penuh laga dan pertarungan membebaskan seorang tawanan.

Mari kita singkirkan moralitas Batman di sini mengingat Batman tak bermoral di film ini, dan ini bukan sekedar masalah 'membunuh'. Mari kita terimalah kenyataan tersebut dan melepaskannya dari faktor kritikan. Batman tetap harus punya satu karakter lagi, cerdas bin pintar. Ini faktor yang ada dari zaman Batman 60an, Burton, Schumache, dan tentu saja Nolan. Tentu saja, kadar kecerdasan berbeda-beda di setiap tafsirnya tetapi tidak bisa disangkal, dalam mitologinya, Batman adalah sosok cerdas.

Batman di versi Snyder adalah sosok dungu dan ini bisa dilihat dari strateginya membebaskan tawanan. Dalam adegan-adegan dan dialog-dialog sebelumnya hingga menjelang aksi tersebut, kita sudah mendapatkan fakta:
1. Batman punya pesawat (sebut saja Batwing...atau Batplane? Atau The Bat? Apapun lah);
2. Batman punya tali grappling gun yang cukup kuat dan bisa bergerak cepat dengan itu;
3. Batman punya kemampuan menyusup yang bagus;
4. Batwing eh Batplane punya fitur thermal-imaging yang bisa mendeteksi panas tubuh, sehingga bisa berfungsi mendeteksi orang di balik dinding.


Setelah menghancurkan mobil-mobil bersenapan otomatis di luar gedung, Batman siap siaga di luar gendung dan loncat ke lantai dua. Sementara itu, setelah mendengar keributan, para kriminal di lantai 3 mengacungkan senjata ke pintu-pintu yang mengarah ke lift dan tangga. Tak disangka, ternyata Batman menghancurkan lantai 3 dari tengah, keluar di antara mereka, menghancurkan senapan-senapan mereka, lalu dengan berbagai teknik 'membunuh' termasuk melempari para kriminal ini dengan peti kayu. Jika harus adil, ada juga yang tewas karena granat yang gagal dilemparnya sendiri. Ada juga kriminal yang sudah pingsan masih dipukuli pelipisnya.




Sementara itu, di dalam ruangan tempat tawanan, yang kebetulan berada di dekat jendela, dua kriminal yakni Anatoli 'KGB Beast' Knyazev dan temannya berjaga. Temannya mengacungkan senjata ke pintu sementara Anatoli mengacungkan senjata penyembur apinya ke tawanan. Tiba-tiba dinding rusak dan Batman muncul, melumpuhkan kawan Anatoli dan merebut kendali senapannya lalu mengarahkannya ke Anatoli. Anatoli mengancam membakar tawanan dan Batman berkata "Aku mempercayaimu" lalu menembak tanki gas senjata Anatoli yang membuatnya meledak dan di saat yang bersamaan Batman langsung melindungi tawanan dari ledakan.

Keren?
Iya.
Cerdas?
Tidak.
Sebaliknya. Sangat bodoh dan tidak efisien.

Cukup dengan gambar Thermal Imaging yang cukup rinci, seharusnya Batman sudah bisa memperkirakan di mana posisi tawanan saat itu. Apalagi ternyata tawanan berada di dekat jendela, yang seharusnya sudah cukup untuk meraihnya dengan singkat. Yang dilakukan Batman versi Snyder adalah berpelesir ria sambil menggebuki penjahat satu-satu seakan-akan setiap kali melihat nyawa melayang, otaknya mendapatkan kadar dopamine yang menggairahkan. Selain itu, memukuli pelipis penjahat yang sebenarnya sudah pingsan sudah cukup sebagai bukti bahwa Batman versi Snyder ini tidak efisien.

Sebagian dari adegan ini tampaknya terinspirasi dari dua adegan terpisah di komik The Dark Knight Returns yakni adegan penangkapan perampok Bank dan adegan penculikan anak. Dan dalam dua adegan ini, Batman menggunakan kemampuan menyusupnya sebaik mungkin. Ia menghindari pertempuran panjang dan terbuka. Berbeda dengan versi Snyder yang tiba-tiba berada di ruang terbuka tanpa tujuan dan menyakiti satu persatu.

Batman versi Snyder adalah Batman yang emang ingin mukulin orang, tidak memakai otak!

Friday, March 25, 2016

Zack Snyder Adalah Sutradara Film Batman Terburuk! [penuh spoiler]


Ada tiga cara memandang film Zack Snyder terbaru, Batman vs Superman:
1. sebagai film Batman;
2. sebagai film Superman;
3. sebagai film Justice League;

Sebagai film Justice League, BvS adalah langkah efisien dan penampilan Wonder Woman yang memikat sudah cukup untuk membuat penonton penasaran baik kisah Wonder Woman sebagai film tersendiri maupun ketika tiga karakter utama DC ini memimpin para superhero-superhero lainnya. Petunjuk musuh yang akan datang cukup jelas bahkan terlalu berlebihan sehingga malah mengganggu film ini sebagai sebuah film utuh.

Sebagai film Superman, BvS adalah film yang lebih baik dari Man of Steel namun sayangnya, Superman juga belum matang-matang juga menjadi Superman yang kita kenal. Ketika jubah dikenakan, kita masih melihat sosok Kal-El yang emosional sama seperti film Man of Steel. Alih-alih sosok Superman, saya melihat karakternya sebagai karakter korban risak (bully). Saya memang jadi bersimpati terhadap Kal-El tetapi saya tidak akan bergabung ke #TeamSuperman dan tetap dalam posisi saya semula, #TeamBatman setelah film ini.

Sebagai film Batman,
ini adalah film Batman terburuk yang pernah saya lihat. Jangan salah, Ben Affleck, bermain sangat bagus sebagai Batman di sini namun Zack Snyder seperti anak kecil yang bermain-main dengan buku komik ayahnya, memprioritaskan sisi visual yang justru malah merusak logikanya sendiri. Bagaikan anak kecil, menggunting halaman-halaman komik Frank Miller lalu menempelkannya, menjadi cerita baru yang tidak logis.


Mari kita membahas film ini dari sudut pandang cerita Batman.
Adegan pertama, diawali dengan dua adegan saling tumpang tindih yakni adegan Bruce Wayne terjatuh ke gua kelelawar serta adegan pembunuhan kedua orang tuanya. Ini adegan yang sudah berkali-kali ditayangkan di layar lebar, ditafsirkan dan dipaparkan oleh sutradara yang berbeda-beda sejak dari zaman Burton, Schumacher, Nolan, dan Snyder sendiri. Versi Snyder adalah tafsir terburuk yang pernah dilakukan terhadap adegan-adegan terkenal.

Apa yang salah dari versi Snyder terhadap dua adegan ini?
Dalam adegan kematian orang tua Bruce Wayne, Thomas walau tertembak dahulu, masih hidup dan sekarat setelah istrinya juga ikut tertembak. Tak ada masalah untuk hal ini karena Nolan pun juga demikian. Namun kemudian saya sangat kecewa dengan ucapan yang keluar dari mulutnya ... "Martha!".

APAAAAAAAA??!

Saya mengerti bahwa "Martha" ada sosok vital dalam film Batman vs Superman di mana baik Bruce maupun Clark sama-sama memiliki ibu bernama Martha. Namun satu hal yang dilupakan Snyder adalah, hubungan Ayah dan Anak dalam mitologi Batman adalah hubungan sangat sakral di mana Bruce benar-benar mencintai ayahnya. Sangat ganjil, sebagai ayah yang sekarat, melihat anaknya masih selamat dan istrinya telah tewas, dan ia lebih memperdulikan istrinya daripada anaknya sendiri.

Sama seperti versi Schumacher, adegan Bruce terjatuh ke gua kelelawar terjadi saat pemakaman orang tuanya. Bruce yang tak sanggup melihat pemakaman orang tuanya, berlari memisahkan diri dan jatuh ke dalam lubang. Kemudian dari kegelapan muncul kelelawar yang menakutinya.

Berbeda dengan versi Schumacher, jumlah kelelawar di sini sangat banyak, sama seperti versi Nolan. Bruce ketakutan namun dengan cepat menjadi tenang lalu berdiri, merentangkan tangannya terbuka, dan merasakan kedamaian seakan-akan kelelawar-kelelawar yang banyak itu membaptisnya dan menerbangkannya ke angkasa (sudut pandang dari bawah).

APAAAAAAAAAAA??!

Ingat, adegan ini adalah adegan Bruce kecil yang masih trauma dan dia tiba-tiba berubah menjadi sosok 'tercerahkan' yang tenang bagaikan orang suci yang sudah berhasil melepaskan diri dari dosa-dosa.
ABSUUURD!


Adegan selanjutnya,
adalah adegan film Superman walaupun dari sudut pandang Bruce di mana kita melihat adegan kehancuran Metropolis dari babak terakhir Man of Steel. Tidak ada adegan salah dari film ini walau jujur agak aneh Bruce Wayne sendirian ke pusat pertempuran tanpa membawa atau mengajak bala bantuan.


Adegan berikutnya adalah adegan pertama kita melihat Batman beraksi.
Diawali dari laporan bunyi tembakan, dua polisi mengecek sebuah rumah "kosong" yang ternyata memiliki penjara bawah tanah berisi para wanita-wanita asing yang diculik. Para wanita-wanita ini sudah bisa bebas tetapi mereka ketakutan dan memilih tetap meringkuk dalam penjara mereka karena pahlawan mereka adalah 'setan' yang masih berada di lantai atas di rumah tersebut. Salah satu polisi mengecek ke lantai atas dan menemukan penjahat yang terikat dan... ia terkejut melihat Batman dan kalap menembak sana-sini bahkan nyaris melukai rekannya yang baru saja menyusulnya.

Adegan ini sebenarnya keren dan saya tak punya keluhan sama sekali namun satu adegan ini akan bertabrakan dengan adegan-adegan lain di film ini.

Sebaiknya, saya jelaskan dahulu tentang komik The Dark Knight Returns yang menjadi inspirasi film ini untuk memahami mengapa saya katakan Snyder seperti anak kecil yang menggunting-gunting komik bapaknya untuk bikin cerita baru yang keren secara visual tetapi dangkal secara cerita.

Di komik The Dark Knight Returns yang legendaris itu, Batman sudah lama tak beroperasi pasca kematian Robin. Ia mencoba hidup tenang, baik-baik, bercengkerama dengan polisi Gordon yang dahulu sering dibantunya, menyumbangkan uang untuk menyembuhkan Harvey Dent. Dan ternyata, langkahnya juga membawa Joker, musuh utamanya, menjadi pasif dan memilih bungkam di RSJ di bawah pengawasan dr. Bartholomew Wolper.

Sayangnya,
kelompok kejahatan baru yang menamakan dirinya Gang Mutan, merajalela dan membuat kota Gotham kembali tidak nyaman. Mereka tidak takut kepada para penegak hukum dan melakukan tindakan kejahatan kekerasan di mana-mana. Bruce Wayne yang tadinya berharap kepolisian Gotham bisa menyelesaikannya sendiri, ternyata malah teringat lagi traumanya akibat usaha perampokan gagal yang terjadi kepadanya. Bimbang dan dibayang-bayangi mimpi buruk yang sudah lama tak kembali, ia akhirnya memutuskan untuk mencukur kumis dan kembali beraksi menjadi Batman.

Warga kota, terbagi menjadi dua menyikapi kembalinya Batman.
Generasi tua seperti Lana Lang dan Polisi Gordon, menyambut kehadiran Batman dengan baik dan suka cita.
Generasi muda seperti Bartholomew Wolper dan Ellen Yindel, menyerang keberadaan Batman sebagai ancaman yang dikhawatirkan akan membuat kejahatan semakin meningkat.

Kekhawatiran generasi muda Gotham memang beralasan. Pasca kemunculan Batman, muncul ancaman bom dari musuh Batman yang lama, Two-Face. Kemudian kelompok Mutan pun semakin mengganas. Bahkan ketika ancaman Mutan dan Two-Face berhasil diselesaikan, musuh paling menyeramkan, The Joker, kembali aktif dan membantai orang-orang. Dan Batman, diduga "membunuh" Joker!

Pasca kematian Joker dan bubarnya Geng Mutan, para anak-anak berandalan ini ada yang "insyaf" menjadi "Son of Batman" tetapi ada yang tetap menjadi garang dan menciptakan kelompok-kelompok gang-nya sendiri. Bahkan kelompok "insyaf" seperti Son of Batman pun masih menjadi problem kekerasan karena mereka tidak hanya melukai para penjahat tetapi juga para pemilik toko yang mereka anggap terlalu pasif.

Karakter Batman di komik The Dark Knight Returns-nya Frank Miller adalah:
1. kejam dan ganas, tidak segan-segan mematahkan tulang jari;
2. namun ternyata diam-diam masih konservatif dan tidak mau membunuh, bahkan ketika orang lain menyangka dia telah membunuh
3. ada masa cuti di mana dia bebas  dari mimpi buruknya dan bisa menikmati hidup bahkan sampai dia bosan dan mencoba mengalihkan ke olahraga ekstrim seperti balap mobil.
4. memiliki dukungan penuh kepolisian hingga tangan kepemimpinan beralih dari Gordon ke generasi muda, Yindell.

Tentu saja, pasca 2000, Frank Miller tampaknya menjadi gila dan komik-komik Batman setelah itu (The Dark Knight Strikes Again dan All-Star Batman & Robin) bisa digolongkan sebagai sampah. Sebenarnya sebelumnya pun juga ada kasus di mana Frank Miller menulis adaptasi Year One namun tidak disukai produser film karena Bruce Wayne menjadi sosok cengeng. Karena itu, mari kita fokus pada Batman versi The Dark Knight Returns saja bukan pada Frank Miller karena ada perbedaan versi antara Frank Miller 80an dengan Frank Miller dekade 2000an.

Kembali kepada cerita Batman vs Superman versi Snyder,
adegan-adegan dialog Bruce Wayne dan Alfred Pennyworth bisa membantu kita membuat kesimpulan bahwa Batman versi Snyder adalah Batman yang sangat jauh berbeda dengan Batman versi komik TDKR.

1. Batman tak pernah mengalami masa damai. Alih-alih menarik diri dari pergaulan pasca kematian Robin, tampaknya Batman semakin kejam dan menjadi-jadi;
2. Batman tak pernah mendapat dukungan dari kepolisian. Terbukti ia langsung melarikan diri begitu ada polisi. Catat! Batman tidak melarikan diri dari polisi di The Dark Knight Returns kecuali setelah kepemimpinan berpindah ke generasi mudanya;
3. Batman tidak pernah menggunakan alter-ego alternatif sebagai Matches Malone untuk keperluan menyamar di dunia kejahatan. Batman cukup hanya menjadi sosok Bruce Wayne.

Ya,
Bruce Wayne di sini adalah karakter yang menghabiskan hidupnya dengan berjudi termasuk perjudian gelap gladiator. Bruce Wayne juga adalah karakter yang meniduri banyak wanita. Ini adalah Bruce Wayne yang mirip seperti Tony Stark versi komik.

Ada masalah dengan karakterisasi itu?
Sebenarnya gak ada masalah. Malah saya tertarik untuk menonton Batman versi Ben Affleck selanjutnya.

Yang jadi problem adalah, ketika dibenturkan dengan cerita Superman (ingat, judulnya 'Batman v Superman'), tiba-tiba semua karakterisasi tadi lenyap begitu saja. Tiba-tiba, Clark Kent mengatakan bahwa Batman didukung kepolisian (yang sangat kontradiksi dengan adegan-adegan sebelumnya). Lalu sebagai Superman, ia mengancam "lain kali lampu-mu menyala, jangan dijawab" yang menunjukkan Batman adalah seorang pahlawan yang disetujui Gotham, pernyataan yang sangat kontradiksi dengan karakterisasi yang sudah dibangun sebelumnya.

Errrr...

Jadi film ini berbicara tentang Batman yang gelap, pesimistis, "selalu menjadi kriminal" atau tentang Batman ceria yang didukung kepolisian sampai punya lampu sinyal sendiri sih?

Dan lalu pertarungan terjadi, yada-yada... saya tidak akan terlalu membahas karena film sudah berpindah menjadi cerita di sisi Superman dan Justice League. Namun saya lebih tertarik membahas adegan terakhir film ini di mana Lex Luthor dipenjara.

Pikirkan baik-baik posisi penjara Lex Luthor.
Ia adalah warga Metropolis.
Ia merusak kota di bagian Metropolis.
Ia tertangkap di kota Metropolis.
Jadi kemungkinan ia berada di penjara wilayah Metropolis atau maksimal di penjara Federal. Kecil kemungkinan ia berada di penjara Gotham.

Sipir penjara, menyuruh Lex Luthor berbalik menghadap dinding agar mereka bisa memborgol Lex dan tiba-tiba lampu mati. Lalu lampu menyala dan sipir tersebut hilang dan muncul Batman yang kemudian menginterogasi Lex dengan nyaman tanpa gangguan.


Tunggu.. tunggu.. tunggu sebentar.
Apakah Batman, kriminal tanpa dukungan kepolisian Gotham, bisa dengan mudah bekerja sama sipir penjara kota lain?
Tidak masuk akal!

Atau mari coba sudut pandang lain,
Batman masuk tanpa restu dan sipir tersebut di-"culik" tanpa jejak dengan cepat. Seharusnya, tetap ada bekas pembobolan yang bikin panik sipir. Seharusnya ada ketegangan di wajah sipir untuk menunjukkan ada usaha penyusupan.

Sayangnya, tidak ada. Sipir tampak damai-damai saja sebelum kemunculan Batman seakan-akan mereka bekerja sama.

ABSUUURDDDD!!!


Dengan banyaknya kejanggalan cerita Batman di film Batman versus Superman,
maka saya katakan Zack Snyder adalah sutradara film Batman terburuk.

Setidaknya, Joel Schumacher, sudah menyadari film Batman terakhirnya main-main. Ia tidak berusaha membuatnya "sok keren" apalagi "sok gelap".
Zack Snyder, hanya sutradara yang memiliki pandangan seperti anak kecil, yang suka gambar-gambar keren dari komik lalu memotong dan merekat ulang menjadi kisah baru nan dangkal.


[Buat Orang Tua] tentang Batman vs Superman

Buat kawan-kawan yang memiliki anak,
[catatan, di bawah ada spoiler yang ditunjukkan sebagai panduan untuk orang tua yang mengajak anak]
[UPDATE 26 Maret 2016 -- Saat saya menonton lagi, LSF telah mengubah ratingnya dari 17+ menjadi 13+, hal yang sangat saya sesalkan]
Batman vs Superman adalah film Dewasa (17+) sesuai dengan ketentuan LSF baik di situs LSF maupun layar peringatan LSF yang tayang sebelum film.
Tiga jejaring bioskop, 21Cineplex, CGV Blitz, Cinemaxx, dengan sengaja, mengabaikan LSF, membuat penilaian sendiri tanpa memberitahu publik secara terbuka bahwa itu penilaian mereka sendiri, demi meraih keuntungan.
Sebagai seorang individu pecinta film,
saya acap kali tidak selalu sepakat dengan rating yang diberikan oleh LSF tetapi saya sangat tidak setuju bila tiga raja bioskop, mengumumkan rating yang berbeda dengan LSF tanpa pernyataan terbuka bahwa mereka berbeda pendapat dengan institusi resmi. Ini sama saja dengan pembohongan kepada publik.
Apakah Batman vs Superman adalah film Dewasa?
Secara teknis, film ini seharusnya film remaja, kekerasan tanpa darah, tidak ada adegan seks (dan yup, adegan bathtub dihapus dari versi Indonesia).
Walau demikian,
menurut saya, kekerasan tanpa darah yang diperlihatkan di sini adalah tipe kekerasan yang tidak seharusnya dicontoh oleh anak-anak SD kelas 5 atau 6 SD (alias 11-12 tahun) apalagi yang lebih muda. Ya, kekerasan "PG-13" di sini lebih parah daripada film Captain America: Winter Soldier.
Mempertimbangkan kebiasaan orang tua Indonesia untuk mengabaikan rating remaja dan membawa anak kecil (jujur, saya termasuk yang acapkali mengabaikan), saya sangat setuju dengan keputusan LSF untuk memberikan rating Dewasa.
Mungkin rating versi Australia, MA 15+, lebih tepat untuk film seperti Batman v Superman. Tak terlalu masalah ditonton anak SMP kelas 3 tahun tetapi sangat tidak layak untuk ditonton anak SD kelas 6.
Buat yang sudah terlanjur berjanji pada anaknya untuk mengajak nonton, saya berikan bagian yang harus anda waspadai untuk tidak ditonton putra-putri anda (dan ya, ini spoiler)
1. adegan Bruce Wayne terbangun dari mimpi buruk. Ada wanita di sampingnya. Memang tidak ada adegan seks atau ciuman dan sebangsanya tetapi mungkin akan membuat putra-putri anda bertanya-tanya "siapa cewek itu?" dan anda harus memilih antara mengelak atau menjelaskan konsep "one-night-stand";
2. adegan perjudian gladiator manusia. Adegannya cukup singkat. Anda harus menyiapkan mental putra-putri anda bahwa ada tipe kejahatan perjudian yang sengaja mengadu manusia;
3. adegan kedua Batman vs Superman saat Batman menggunakan baju besinya. Di awal, di atas gedung, adegan ini masih ramah untuk anak-anak. Tetapi ketika sudah masuk ke dalam gedung, bersiap-siaplah untuk pertarungan brutal di mana Batman berusaha membunuh Superman dengan cara apapun. Beberapa bagian bertarungnya, sebaiknya jangan ditiru oleh anak-anak;
4. adegan Batman menyerbu masuk gedung setelah dari Batwing. Hingga adegan yang tampil di versi iklan, yakni ia menerobos dari bawah, menembak senapan-senapan penjahat, dan membanting satu serta melempar, masih bisa ditonton anak-anak. Namun kemudian ada permainan pisau dan ada adegan memukuli kepala berkali-kali walau penjahat sudah pingsan.
Di luar adegan-adegan itu,
saya rasa tergolong aman untuk anak walaupun cukup menyeramkan seperti adegan militan menembak agen rahasia dari jarak sangat dekat.

Thursday, March 24, 2016

Pengalaman Mencoba Blue Bird Gratisan Paska Demo anti-Uber

Semalam saya sengaja mencoba Blue Bird.

Pukul 20.35, saya mulai menunggu di halte BEJ yang menghadap ke arah Pacific Place. Antrian banyak dan taksi Blue Bird sangat jarang ada. Begitu lewat, rata-rata dengan lampu mati. Ada yang lampu nyala tetapi bahkan tidak menepi, kemungkinan karena sudah dipesan di tempat lain.

Pukul 21.10, saya mulai bergeser tempat menunggu, kini di Jalan Jenderal Sudirman, yakni di depan Plaza Bapindo. Masih sama, taksi-taksi Blue Bird nyaris semua lewat jalur cepat.

Pukul 21.19, ada taksi Blue Bird nyala dan menepi mengambil penumpang sebelum saya tetapi entah mengapa tidak jadi, lalu kemudian taksi tersebut menghampiri saya. Saya membuka pintu, sebelum duduk ditanya sopir, "mau ke mana Pak?", saya jawab "ke belakang Cilandak Town Square", dan sopirnya menolak, "Waduh, Pak, saya mencari yang searah dengan saya, sekalian pulang". Saya tutup dan saya hafalkan nomor taksinya,  CDJ 5190.

Dua menit kemudian, pukul 21.21, ada taksi Blue Bird menyala dan berada di jalur lambat dan kebetulan agak tengah. Saya mencoba agresif untuk memanggilnya dengan sengaja ke tengah jalan. Taksi tersebut langsung menghindar ke arah kanan dan berpura-pura tidak melihat saya. Saya cuma kesal dan iseng menghafal nomor taksinya, CYR 3060.

Akhirnya pukul 21.30, saya bergeser lagi ke arah halte bus TransJakarta Gelora Bung Karno (depan gedung CIMB Niaga). Setelah melihat banyaknya taksi-taksi Blue Bird kosong melompong melaju kencang di jalur cepat, saya putuskan memasang aplikasi My Blue Bird. Jaringan internet Indosat Ooredo di daerah tersebut cukup cepat sehingga tak ada kesusahan memasang aplikasi ini. Namun sayangnya, saat verifikasi nomor telepon, tampaknya ada kendala untuk server Blue Bird mengirimkan kode ke ponsel saya.

Pukul 21.35, akhirnya saya mencari call center Blue Bird di website resmi Blue Bird. Nomor yang pertama saya hubungi adalah 021-79171234 dan selalu terputus. Apakah ini nomor valid?

Pukul 21.37, saya mencoba nomor lain call center Blue Bird yakni 021-7941234 dan berhasil tersambung. Operator mengatakan dia akan mencoba mengarahkan taksi ke tempat saya menunggu.

Pukul 22.17, saya menelpon kembali call center Blue Bird. Mas-nya bilang bahwa memang masih belum ada yang bisa diarahkan ke tempat saya tetapi meminta saya bersabar menunggu 5-10 menit lagi.

Pukul 22.18, akhirnya salah satu taksi Blue Bird kosong ada di jalur lambat dan begitu saya memanggil ia, walau penuh perjuangan karena banyak motor di samping kirinya, berusaha menepi. Nomor taksinya, CD 6644. Saya tidak terkena biaya sama sekali menggunakan taksi ini walaupun argo menunjukkan bilangan 40ribuan.



Kesimpulan:
1. masyarakat kita memang menginginkan pelayanan semurah mungkin. Antrian taksi Blue Bird di Cilandak Town Square pukul 17.15 kemarin tiba-tiba panjang sementara tiada taksi Blue Bird yang ada di pangkalan maupun lewat TB Simatupang. Sopir taksi Blue Bird yang kemarin juga mengakui bahwa beberapa dari penumpangnya tidak pernah naik taksi sama sekali sebelumnya tetapi biasa naik angkutan umum massal;

2. Blue Bird perlu mendisiplinkan sopir-sopir yang memilah-milah penumpang. Saya penasaran, memangnya waktu pergantian shift Blue Bird sehingga pada pukul 21.19 saya ditolak diantar oleh sopir taksi karena "tidak searah perjalanan pulang"? Bukannya pukul 1 malam ya biasanya?

3. Tidak adakah tombol mematikan lampu jika seandainya taksi Blue Bird sedang dalam keadaan menerima pesanan? Saya cukup terganggu melihat banyaknya taksi-taksi kosong dengan lampu menyala tetapi tidak menarik penumpang.

4. Taksi Blue Bird juga perlu memperbaiki komunikasi dengan sopir terutama jika ada kebijakan mendadak. Misalnya, sopir yang mengantarkan saya, tidak tahu apakah komisi untuk dia nanti juga akan dikasih atau tidak karena belum ada kejelasan, yang jelas argo dinyalakan untuk bukti dia narik penumpang.

5. Dari ngobrol-ngobrol dengan sopir taksi (yang di hari demo kebetulan tidak narik maupun ikut demo karena mengurus KTP), pelaku penyerangan Gojek justru dimulai oleh sopir Bajaj. Sopir-sopir taksi sebenarnya tidak bermusuhan dengan Go-jek tetapi karena situasi panas dan provokator, akhirnya juga ikut.

Jadi konflik bukan sekedar taksi konvensional versus 'taksi aplikasi' tetapi antara pengemudi Bajaj dan ojek berbasis aplikasi.

Sunday, March 20, 2016

Trik User dan Akses Postgresql

Sekedar untuk catatan lagi.

0. CHANGE PASSWORD FOR USER POSTGRES
(by default, Ubuntu don't give the password for postgres while iDempiere somehow ask dbadmin password)
sudo -u postgres psql postgres
\password postgres

1. IF WE WANT DATABASE IS ACCESSIBLE FROM REMOTE HOST
cek /etc/postgresql/[ver]/main/pg_hba.conf
host       database  user  address  auth-method  [auth-options]
dan address untuk menerima semua IP = 0.0.0.0/0
auth-method disarankan md5

cek /etc/postgresql/[ver]/main/postgresql.conf
cek listen_addresses and change localhost to *

2. IF WE WANT READ-ONLY USER
CREATE USER userviewonly WITH NOCREATEDB NOCREATEROLE NOCREATEUSER PASSWORD 'p455w0rd';
CREATE USER username ENCRYPTED PASSWORD 'p455w0rd';

GRANT CONNECT ON DATABASE databasenameTO userviewonly ;
GRANT USAGE ON SCHEMA schemaname TO userviewonly ;
GRANT SELECT ON  ALL TABLES IN SCHEMA schemaname TO userviewonly ;
GRANT SELECT ON ALL SEQUENCES IN SCHEMA schemaname TO userviewonly ;

-- connect as userviewonly ;
-- SHOW search_path;
-- SET search_path TO adempiere, public;

ALTER ROLE userviewonly WITH LOGIN;
ALTER ROLE username WITH LOGIN;

-- if we want -- a role part of member another role group
GRANT group_role TO role1, ... ;
REASSIGN OWNED BY old_role [, ...] TO new_roles

-- example
ALTER ROLE username WITH SUPERUSER;

_________ some discussion _________________________________________________________
The search path that you edit using the SET command only persists for the session.
In order to persist your schema in the list of default schemas permanently,
you will have to edit the following entry in the postgresql.conf
(located at \data\postgresql.conf e.g. C:\edb-2005\8.0.4.15\data\postgresql.conf): 

search_path = '$user,public,sys,dbo' # schema names

Please append your schema to this list, and restart (stop/start) the database service
from your start Menu. You should now be able to refer your
without specifying schema with it. 



Hope this helps...

==============================================================================================
Create the database
==============================================================================================

0. cek database
psql -h localhost -U postgres -W
password: postgres
#check database
\l
\connect databasename
#select schema
select schema_name
from information_schema.schemata;
#akan ada schema
select * from pg_roles;
#show tables;
SELECT * FROM pg_catalog.pg_tables

5. insert database (if binary file?)
pg_restore -U postgres -W -h localhost -d idempiere erp20150105.backup 2> error.log


6. grant access
GRANT ALL PRIVILEGES ON DATABASE databasename TO username;
GRANT ALL PRIVILEGES ON ALL TABLES IN SCHEMA schemaname to username;
GRANT ALL PRIVILEGES ON ALL SEQUENCES IN SCHEMA schemaname to username;
GRANT ALL PRIVILEGES ON SCHEMA schemaname TO username;