Monday, February 20, 2017

Terus kamu rela Jakarta dipimpin Anies?

"Setidaknya, yang memilih Anies tidak fanatik, tidak 'pejah gesang nderek Anies', tahu rekam jejak inkonsistensi-nya Anies. Jika kelak ia dikritik, tidak akan ada pasukan buzzer atau relawan yang melakukan propaganda membohongi publik dengan cantik. Akan lebih mudah mengritik Anies daripada mengritik Basuki, sang manusia setengah dewa yang 'tak-pernah-salah'. Indonesia sudah pernah dua kali mengalami masa diktator penuh propaganda dengan para pecintanya yang setengah mati membela sang junjungan. Jakarta gak butuh pemimpin kharismatik. Jakarta gak butuh pemimpin yang penuh pesona menyihir para pecintanya. Jakarta gak butuh pemimpin yang berhasil menumpulkan hati para warganya karena keahliannya menampilkan data-data dan foto-foto kota yang cantik dan menawan"



PS: putaran kedua kemungkinan besar saya tak memilih karena satu dan lain hal.

Tuesday, February 14, 2017

Haruskah Islam Dilepas dari Politik ?

Islam itu bukan sekedar agama untuk pribadi tetapi juga panduan dalam berpolitik, sebuah ideologi. Jadi Islam sejak awal dalam sejarahnya tak terpisahkan dari politik.

Ketika Islam lepas dari politik, maka hasilnya adalah koruptor yang merasa dirinya sudah cukup dengan ibadah-badah ritual tetapi saat menjalankan kekuasaan ia seakan lupa bahwa ada Allah yang mengawasinya. Padahal Islam, sesuai namanya, mengisyaratkan ketertundukan manusia pada Allah semata, tidak pada setan, tidak pada hawa nafsunya sendiri.

Ketika Islam tak lepas dari politik, maka hasilnya adalah orang-orang macam Umar bin Khattab, Umar ibn Abdul Aziz, Faisal ibn Abdulaziz al-Saud. Atau jika di Indonesia, ketika Islam tak lepas dari politik maka hasilnya adalah orang-orang macam Mohammad Hatta, Natsir, Agus Salim, bahkan Hakim Bismar Siregar atau Jaksa Agung Baharuddin Lopa.

Nah, yang membedakan adalah, bagaimana masing-masing tokoh itu menafsirkan ideologi tersebut dan menerapkannya dalam masyarakat. Itu sebabnya "ijtihad", "tafsir", dengan demikian Islam menjadi luwes. Begitu juga dalam sejarah politik Islam, musyawarah dan perjanjian damai juga merupakan bagian dari ajaran Islam.

Apa kalian kira, ketika Mohammad Hatta membujuk kelompok Islam untuk menanggalkan 6-7 kata dari Piagam Jakarta itu karena beliau memisahkan politik dari Islam ? Tidak, dia menggunakan teladan Rasulullah ketika membuat perjanjian Hudaibiyah dan mencari 'kalimatun sawa'. Dan ulama-ulama seperti Daud Bereuh (Aceh) dan Hasyim Asyari (Jawa Timur) pun menyadari pola pikir ini ketika mereka memutuskan untuk bergabung, berjuang bersama Pemerintah Republik Indonesia di masa perang.

Bung Karno, ketika pidato 1 Juni 1945 pun juga menyadari bahwa Islam tidak lepas dari politik. Dalam pidato tersebut ia mengatakan, "Jikalau memang kita rakyat Islam, marilah kita bekerja sehebat-hebatnya, agar supaya sebagian yang terbesar daripada kursi-kursi badan perwakilan rakyat yang kita adakan, diduduki oleh utusan-utusan Islam. Jikalau memang rakyat Indonesia rakyat yang bagian besarnya rakyat Islam, dan jikalau memang Islam di sini agama yang hidup berkobar-kobar di dalam kalangan rakyat, marilah kita pemimpin-pemimpin menggerakkan segenap rakyat ini agar supaya mengerahkan sebanyak mungkin utusan-utusan Islam kdalam badan perwakilan ini.".

Jadi himbauan melepaskan agama dari politik, dalam masyarakat Islam adalah himbauan ahistoris, himbauan yang tidak memahami ajaran Islam.

Nah, terkait pemilihan pemimpin,
tak perlu dikhawatirkan. Umat Islam sudah menyepakati dalam bentuk undang-undang bahwa tidak ada persyaratan agama sebagai calon pemimpin dan pemimpin dipilih rakyat. Perkara apakah rakyat memutuskan apakah awliya itu berlaku dalam konteks pemimpinan modern, serahkan pada rakyat. Nahdlatul Ulama, salah satu ormas Islam yang memiliki massa besar, membuka kemungkinan non-muslim menjadi pemimpin walau dengan syarat kekhususan yang ketat. Partai Keadilan Sejahtera, salah satu partai Islam, sudah pernah mencalonkan kandidat non-muslim.

Friday, January 27, 2017

Paradigma Pelebaran Sempadan Kali Dalam Kota



Bolehkah saya iseng ngobrolin kali walaupun saya sebenarnya gak punya ilmunya?

Dahulu, saya sering tidak mengerti dengan Komunitas Ciliwung (ini beda dengan Ciliwung Merdeka-nya Romo Sandyawan yah) yang terus-terusan mengritik tentang pembangunan turap (beton) di sekitar kali.

Nah, ternyata, katanya di beberapa negara maju memang sudah mulai berubah paradigma-nya. Kalau kalian ingat debat (non-resmi) cagub yang pertama, si Nirwono Joga si panelis mengritik Basuki di situ. Dia bilang, sekarang itu, trend-nya bukan mengalirkan air secepatnya ke laut melainkan bagaimana kota menampung air sebesar-besarnya ke dalam tanah.

Benar, salah satu penanggulangan sungai adalah penataan sungai dan baik model turap + jalan inspeksi maupun model alternatif yakni pelebaran sempadan, ada kemungkinan melibatkan pemindahan penduduk dari pinggir kali (ntar dijelaskan nanti).  Namun sekarang kita bicara tentang pelebaran sempadan.

Nah, salah satu yang mulai  menerapkan paradigma itu adalah Singapura, dengan Taman Bishan Ang Mo Kio di sekitar Sungai Kallang. Berikut adalah sketsa menunjukkan pelebaran sempadan alih-alih menggunakan turap.





Dan berikut adalah tampilan Sungai Kallang sebelum dilakukan perubahan paradigma tadi:


Dan berikutnya adalah tampilan Sungai Kallang setelah diterapkan perubahan paradigma. Bisa dilihat, sungai jauh lebih 'normal' dan lebih alami.




Pertanyaannya, kalau ada luapan air sehingga banjir bagaimana bentuknya?


Saya yakin, yang terpikir pasti adalah "yah.. kok tetap banjir? Kenapa tidak buat tanggul yang tinggi?"

Sebenarnya, banjirnya sudah diantisipasi... ada penanda merah untuk batas.



Jadi apakah keunggulannya memperlebar sempadan alih-alih menggunakan tanggul?
Walau sebenarnya sama-sama untuk menanggulangi air sungai yang meluap, model memperlebar sempadan ini :

1. ramah terhadap ekosistem. Di Taman  Bishan Ang Mo Kio , biodiversity (keanekaragaman flora dan fauna) meningkat 30%. Telah muncul beberapa hewan di sekitar sungai.

2. Tak ada ancaman tanggul jebol seperti yang beberapa kali terjadi di Jakarta tahun lalu. (daripada capek-capek teriak "sabotase! sabotase!")

Sekarang lihat lagi foto banjir terbaru di taman.



Itu tampilan "banjir" di Taman Bishan Ang Mo Kio beberapa hari lalu. Perhatikan, jembatan masih berfungsi karena memang sudah diperkirakan luapan airnya.

Semua foto-foto di atas berasal dari http://mothership.sg/2017/01/heres-why-you-shouldnt-be-alarmed-by-pictures-of-flooding-in-bishan-ang-mo-kio-park/


Nah, kalau Ciliwung Merdeka (sekarang kayaknya jadi Forum Kampung Kota), idenya nyeleneh, nimbrung dari paradigma tadi. Seperti yang kubilang, untuk ide tadi, mau gak mau rumah di pinggir kali pun harus digusur. Namun kawan-kawan Ciliwung Merdeka yang anti penggusuran mencoba berkompromi dengan paradigma baru ini.

Model mereka agak mirip rumah panggung. Ketika banjir, ya biarkan kebanjiran.


Sebenarnya, ini yang dimaksud dengan "kota apung" versi Agus Harimurthi Yudhoyono walaupun istilah "apung" itu menyesatkan.

Setahu saya, konsep ini belum diterapkan di kota manapun, setidaknya, belum diterapkan pada air yang mengalir.

Tentu saja masih bisa diperdebatkan seperti... adakah landasan hukum yang membolehkan bangunan permanen di atas sungai.


Untuk lebih tahu tentang versi Ciliwung Merdeka (tampaknya sekarang sudah menjadi Forum Kampung Kota ya?), bisa lihat
https://medium.com/forumkampungkota/kampung-susun-manusiawi-kampung-pulo-4eb363c74b31#.sxf2kfvy7


Saya baru mengetahui, ternyata Ridwan Kamil diam-diam juga sedang tertarik dengan konsep itu. Ada kawan yang menyuruh saya mengintip Instagram beliau.



Penjelasan Kang Emil:
"Bulan ini sudah dimulai lelang beberapa proyek danau retensi utk menangani banjir Pagarsih dll. Ini adalah danau retensi di area Sirnaraga. Jika kemarau jadi lap olahraga warga, jika musim penghujan menjadi parkir air sungai Citepus. Doakan lancar agar tengah tahun sdh selesai. Nuhun. *jika kolamnya penuh dgn lumpur, cocok buat membuang mantan."

Bisa dibaca di https://www.instagram.com/p/BPbcx04AJQ2/


Konsep Kang Emil, sedikit mengingatkanku pada rencana di Kopenhagen.


bisa dilihat di: http://citiscope.org/story/2016/why-copenhagen-building-parks-can-turn-ponds

Saya agak penasaran, terbuat dari apa ya  alasnya? Kalau di Kopenhagen, nantinya ada alat pompa yang penggeraknya adalah energi anak-anak (yup... Perbudakan Anak-Anak versi modern ! ☺☺☺☺☺)

Hmmm... mungkinkah untuk konsepnya Ridwan Kamil alas-nya pakai material semacam ThruCrete, beton yang bisa menyerap air? Bahan ini digunakan untuk pembuatan trotoar di Melawai.


Cukup sekian saja ngobrolin kalinya.


Monday, January 23, 2017

Meragukan Tulisan Selamat Genting Republika Tentang Tentara India Non-Muslim

Agak terkejut membaca tulisan di Republika yang di-forward teman karena bertentangan dengan beberapa cerita sikap pasukan India yang saya dengar di berbagai cerita. Tulisannya cukup panjang tetapi saya ambil satu bagian saja untuk membuktikan bagaimana tulisan di Republika menampilkan versi yang berbeda sendiri yakni versi Republika terang-terangan mengatakan "India non-Muslim" sementara versi-versi lain tak pernah menyatakan demikian.
Kesimpulan sementara, saya sangat meragukan versi jurnalis senior Republika ini bukan sekedar saya tak menemukan versi bagian cerita yang sesuai dengan tulisannya, namun keseluruhan temanya pun bertentangan dengan semua cerita tentang tentara India yang pernah saya dengar. Tema tulisannya bahkan bertentangan dengan akhir tulisan si Jurnalis sendiri yang mengakui bahwa India pernah mengusir kapal-kapal Belanda dari pelabuhannya untuk sebagai bentuk solidaritas terhadap Indonesia.

1. Versi Selamat Ginting, Jurnalis Senior Republika 23 Januari 2017:
Pada saat itu di rumah Tabib Sher sedang berkumpul beberapa orang serdadu Pakistan. Seketika pasukan Pakistan segera meluncur dan memerintahkan tentara NICA agar menyingkir. Kedua serdadu sudah dalam posisi ‘steeling’ dan mengokang senjata. Posisi tentara India Muslim itu lebih menguntungkan, karena mengepung pasukan NICA dari India non-Muslim. Pasukan India non-Muslim itu pun akhirnya keluar dari rumah dokter Soeharto. Nyawa Sukarno yang sudah di ujung tanduk itu, terselamatkan.

2. Versi Roso Daras (seorang fans Soekarno) di blog pribadi 1 Juni 2009:
Peristiwa itu, sontak menggegerkan masyarakat yang melihatnya. Kabar tersebar begitu cepat, laksana tertiup angin. Salah satu menerima kabar adalah Tabib Sher, seorang tabib asal India yang membuka praktek di Jl. Senen Raya, tak jauh dari Jl. Kramat Raya. Kebetulan, saat kabar diterima, di situ tengah berkumpul para serdadu Sekutu yang beretnis India muslim.
Tabib Sher yang memang pro kemerdekaan Indonesia, dan juga pendukung Sukarno, kontan mengajak para serdadu Sekutu India muslim dan sejumlah pejuang, menuju TKP (tempat kejadian perkara). Terjadilah pemandangan sengit, ketika tentara Sekutu India Muslim menodongkan senapannya ke arah rekan tentara Sekutu gabungan Inggris dan Belanda. Tentara Nica Sekutu diperintahkan meletakkan senapan dan mengangkat tangan. Perang mulut tak terhindarkan. Nica semula bersikukuh hendak menghabisi, setidaknya merangsek Bung Karno sebagai “musuh nomor satu” Nica.

3. Versi Zahir Khan saat diwawancara Inti Jaya News (terverifikasi secara administrasi di Dewan Pers) 7 Juni 2015:
Begitu tahu tentara muslim asal Pakistan yang sedang kumpul di rumah Tabib Sher di Senen langsung mengajak teman-temanya yang lain untuk menolong Bung Karno maka terjadilah perdebatan seru antara serdadu Nica yang menodongkan senjata kepada Bung Karno dengan pasukan muslim dari Pakistan yang jumlahnya jauh lebih banyak sambil mengarahkan laras panjang ke tentara Belanda. Meskipun tentara Nica mengatakan Bung Karno adalah musuh,tentara muslim tetap memerintahkan agar tentara Nica meletakan senjata dan mengangkat tangan kalau tidak menurut akan ditembak habis akhirnya serdadu Nica mundur ambil memaki-maki. 

4. versi Zahir Khan yang dikutip situs Majalah Fakta (terdaftar di Dewan Pers tetapi belum terverifikasi faktual dan administrasi) 8 Maret 2014:
Pada saat itu di rumah Tabib Sher sedang berkumpul beberapa orang serdadu Pakistan dan kemudian langsung diajak menuju rumah Dr Soeharto. Sementara itu di tempat kejadian, serdadu NICA telah pasang steeling dengan senjata ke arah mobil Bung Karno. Maka terjadilah perdebatan seru antara pasukan Pakistan melawan pasukan NICA. Pasukan Pakistan memerintahkan tentara NICA agar menyingkir, akan tetapi serdadu kolonial itu menjawab bahwa Soekarno itu musuhnya. Maka serdadu Pakistan juga pasang steeling dan mengokang senjata. Akhirnya serdadu NICA mundur sambil memaki-maki serdadu Pakistan. Pada kesempatan itu Dr Soeharto keluar rumah menuju Bung Karno, lalu membimbing sang proklamator masuk ke dalam rumahnya.


Sekedar catatan,
saya tidak meragukan dukungan Pakistan, tetapi saya meragukan bagian dari tulisannya yang membahas sikap India kecuali di bagian akhir.

Rujukan: 


3. http://ijn.co.id?p=1011 (dicek 23 Januari 2017)


Wednesday, January 18, 2017

Anomaly in "Repackaging" Jar from SpringBoot Maven Plugin

Springboot Maven Plugin by default, should automatically rewrite Manifest in packaged jar as stated in http://docs.spring.io/spring-boot/docs/current/maven-plugin/usage.html

The original (i.e. non executable) artifact is renamed to .original by default but it is also possible to keep the original artifact using a custom classifier.
The plugin rewrites your manifest, and in particular it manages the Main-Class and Start-Class entries, so if the defaults don't work you have to configure those there (not in the jar plugin).

However, I found case where when I called maven "clean install", it didn't repackage the jar and did not rewrite the Manifest either. Thus, the jar being built was not executable."

The solution is by manually called "spring-boot:repackage" right after "clean install". So instead of maven "clean install", I call maven "clean install spring-boot:repackage".

You can read more about spring-boot:repackage in http://docs.spring.io/spring-boot/docs/current/maven-plugin/repackage-mojo.html.

I haven't found the exact reason why a simple maven "clean install" didn't work but at least now I got the work around.

Thursday, November 17, 2016

Program Kampanye Pasangan Calon No 3 Anies - Sandiaga


UPDATED:
saya ternyata terlalu malas menyalin-rekat.
Tetapi untuk program Anies, silakan ke situs kampanye resmi mereka  di:



Daftar isi:
1. Kontrak politik dengan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu
2. KJP Plus
3. Wira Usaha
4. Kepulauan Seribu
5. Perempuan
6. Perumahan

Kontrak

KONTRAK POLITIK CALON GUBERNUR DKI JAKARTA PERIODE 2017-2022
ANIES BASWEDAN DAN SANDIAGA UNO

Pro Rakyat Miskin, Berbasis Pelayanan, dan Partisipasi Warga untuk Jakarta Beradab
1. Pemenuhan dan Perlindungan hak-hak Warga Kota meliputi:
a. Melegalisasi kampung-kampung yang dianggap ilegal
Kampung-kampung yang sudah ditempati warga selama 20 tahun dan tanahnya tidak bermasalah akan diakui haknya dalam bentuk sertifikasi hak milik;

b. Pemukiman yang kumuh tidak digusur tapi ditata seperti (Kampung Tematik, Kampung Deret, dll)
Pemukiman kumuh yang berada di atas tanah negara (BUMN) akan dilakukan negosiasi yang melibatkan masyarakat. Gubernur akan menjadi mediator supaya warga tidak kehilangan hak atas Tanah sesuai UUD 1945 & UUPA 1960.

c. Perlindungan dan Penataan ekonomi informal: PKL, Becak, Nelayan Tradisional, Pekerja Rumah Tangga, Asongan, Pedagang Kecil, dan Pasar Tradisional

d. Tetap mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal yang sudah ada dan tumbuh di kampung-kampung Jakarta

2. Mengkaji ulang dan merevisi Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi DKI Jakarta dalam hal zonasi peruntukan yang sudah menjadi perkampungan tidak berubah fungsi menjadi pusat perniagaan, apartemen, taman terbuka hijau, dll. Lebih mengutamakan kepentingan warga masyarakat yang menghuni lebih dari 20 tahun.

3. Keterbukaan dan penyebarluasan informasi kepada warga kota.



KJP Plus
ANIES [7 November Twitter]:
Selamat siang, Teman2. Mulai hari ini sampai 23 hari ke depan, saya akan twit Janji Kerja Anies-Sandi untuk kt kaji, diskusi & perdebatkan.

Janji Kerja ini bukan dalam arti konvensional di mana kandidat ucapkan saat kampanye lalu semua menanti realisasinya sesudah menang.

Tapi Janji Kerja ini kami tawarkan utk jadi ikrar bersama antara kandidat & warga, jadi agenda kerja bagi kita smua sebagai pelaku proaktif.

Janji Kerja tidak tempatkan warga sebagai objek tapi sebagai subjek #MajuBersama. Karena Pilkada bukan kisah tentang Anies-Sandi tapi tentang hikayat semua warga.

Untuk hari pertama ini, kami tawarkan janji kerja Kartu Jakarta Pintar Plus utk Semua. Silahkan disimak.

[23 Janji Kerja Anies - Sandi
Kartu Jakarta Pintar Plus untuk Semua!]


[ Merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Plus untuk semua anak usia sekolah (6-21 tahun), yang juga dapat digunakan untuk Kelompok Belajar Paket A, B, dan C, pendidikan madrasah, pondok pesantren, dan kursus keterampilan serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu ]

Analisis kami thdp kondisi KJP saat ini dan terobosan yg kami tawarkan utk #KJPPlusAniesSandi bisa dilihat sbg berikut:

[KEADAAN SAAT INI
* Saat ini KJP hanya menyasar anak-anak yang sudah ada di sekolah. Sedangkan untuk anak yang tidak sekolah belum menerima manfaat KJP,

* Angka Partisipasi Murni tingkat SMA sederajat di DKI Jakarta adalah 65% (Neraca Pendidikan Daerah). Ini artinya ada sekitar 35% anak-anak usia SMA di DKI Jakarta ( yang seharusnya berada di bangku sekolah ) yang tidak bersekolah,

* Dengan bentuk kartu elektronik, KJP masih belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai alat transaksi non-Tunai. Fitur yang saat ini tersedia hanya gratis naik Trans-Jakarta di jam-jam tertentu,

* Tidak semua belanja pendidikan menggunakan transaksi non tunai,

* Pemprov menolak penggunaan KIP di DKI Jakarta. Artinya anak-anak yang tidak sekolah (putus sekolah atau tidak pernah sekolah) terlewat dari skema bantuan pembiayaan pendidikan.

TEROBOSAN YANG AKAN DILAKUKAN
1. Mengintegrasikan KJP dengan KIP terkait pendataan dan distribusi manfaat (tunai dan non tunai),

2. Meningkatkan besaran manfaat penerima KJP bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu,

3. Memberikan KJP untuk semua anak usia sekolah, baik yang sudah bersekolah ataupun yang berada di luar sekolah, dan baik satuan pendidikan formal dan non-formal, termasuk paket A, B, dan C, serta pendidikan keterampilan/kursus,

4. KJP sebagai kartu elektronik diberikan kepada semua anak usia sekolah 6-21 tahun, baik mampu dan tidak mampu,

5. Bagi peserta didik difabel dan yatim, mendapatkan manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan anak,

6. memperluas fitur-fitur KJP  agar bisa digunakan oleh semua anak untuk mendapatkan akses diskon belanja pendidikan, gratis museum, dan wahana pendidikan,

7. pelaporan keuangan otomatis yang dapat dipantau oleh pemerintah, orang tua, dan anak. Hal ini untuk menyederhanakan proses pelaporan yang selama ini membebankan anak, sekolah, dan pemerintah.]

Yuk semarakkan kembali Pilkada DKI Jakarta sbg festival gagasan dan pesta demokrasi.

Wirausaha
ANIES [ 8 November Twitter ]
Siang, Teman2. Hari ini waktunya twit Janji Kerja kami berikutnya. Kali ini tentang #WirausahaAniesSandi. Untuk ini, Bang @sandiuno ahlinya.

SANDIAGA UNO [ 8 November Twitter ]

Terima kasih Mas @aniesbaswedan yang telah memberikan saya kesempatan untuk memaparkan terlebih dulu Janji Kerja Anies-Sandi yang kedua.

Pembangunan besar2an di DKI saat ini gagal menciptakan lapangan pekerjaan. Peningkatan jumlah penduduk tak diimbangi dengan aktivitas perekonomian.

Lapangan pekerjaan pun semakin semakin sempit & tak sebanding dgn pembangunan. Akibatnya, masyarakat miskin tambah miskin, yang kaya tambah kaya.

Kami melakukan sebuah terobosan utk mengatasi kurangnya lapangan pekerjaan di Jakarta. Kami menggagas program Gerakan 200.000 pengusaha baru

[23 Janji Kerja Anies-Sandi

Membuka Akses Lapangan Kerja & Membangun Kewirausahaan (Enterpreneurship)

Membuka 200.000 lapangan kerja baru,
membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan
kewirausahaan warga untuk menghasilkan
200.000 pewirausaha baru, selama lima tahun.]

Bagaimana kami merealisasikannya?

[KEADAAN SAAT INI
* Rata-rata pertumbuhan PDRB per kapita DKI Jakarta selama 2011-2015 sebesar 5.08% dengan tren melambat. Ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan PDRB DKI Jakarta ADH Konstan selama 2011-2015 yang mencapai 6,22%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tambah ekonomi yang diterima oleh setiap penduduk semakin berkurang karena (i) peningkatan jumlah penduduk  yang tinggi, dan  (ii) pelemahan aktivitas perekonomian

* Dalam 5 tahun terakhir, kontribusi tiga sektor ekonomi utama: Industri Pengolahan relatif tidak berubah, sedangkan Perdagangan dan Konstruksi menurun.

* Penurunan ini merupakan konsekuensi dari penurunan pertumbuhan sektor ekonomi utama tersebut dan peningkatan kontribusi sektor-sektor Jasa (terutama Jasa Keuangan).

* Sektor tersier (perdagangan dan jasa-jasa) menguat, sementara sektor primer (pertanian dan pertambangan) serta sekunder (industri pengolahan, konstruksi, listrik, gas, dan air) menurun.

* Akibatnya pertumbuhan ekonomi marak di sektor informal.

* Penurunan pekerja di sektor non-tersier yang relatif lebih cepat, tidak diikuti dengan kecepatan kenaikan  yang setara pada kontribusi sektor ekonomi tersier.

* Kondisi ini menyebabkan tingkat partisipasi angkatan kerja cenderung menurun, yang berarti adanya peningkatan tingkat kesulitan angkatan kerja untuk mendapatkan pekerjaan.


TEROBOSAN YANG AKAN DILAKUKAN
Bersama-sama, kita bisa mengatasi masalah penting Jakarta ini.
Anies-Sandi menggagas beberapa program:
Gerakan 200,000 pengusaha baru, dengan cara:

1. 44 Enterpreneurship Center (di setiap kecamatan)
* Dilakukan dengan membuka enterpreneurship center di setiap kecamatan dengan spesialisasi tertentu.

* Peran pemerintah:
- mendukung modal awal
- mendukung distribusi: hasil produksi UMKM yang lahir dari enterpreneurship tersebut dibantu untuk menemukan pasar di dalam dan di luar Jakarta
- meningkatkan kapasitas pengusaha baru

2. Garasi Inovasi
* Pemprov akan melibatkan perusahaan-perusahaan dan perguruan tinggi di Jakarta untuk membuka "garasi inovasi" di setiap kelurahan;

* Di Garasi Inovasi, anak-anak muda di berbagai pelosok Jakarta dapat bereksperimen dengan berbagai alat dan benda yang dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Inovasi-inovasi dikembangkan untuk memberikan solusi bagi persoalan ibukota.

3. Pendampingan Perencanaan Keuangan untuk UMKN dan Pengusaha Baru
* Bantuan pro-bono bagi para pengusaha baru untuk mengelola dan merencanakan keuangan mereka, termasuk keuangan perusahaan dan keuangan pribadi.

4. Enterpreneur Mentorship
* Yaitu pelibatan para pemimpin bisnis di Jakarta untuk meluangkan waktu mereka menjad mentor bagi para pengusaha bisnis di Jakarta dengan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi

* Membantu memberikan pengetahuan, pengalaman, dan akses bagi para pengusaha muda

* Sekaligus memberi kesempatan pada para pemimpin bisnis untuk melihat mitra potensial atau calon talent untuk posisi manajerial yang mereka butuhkan
]

Kami berharap kedepan, Jakarta mempunyai pemimpin yg mampu memberikan kesempatan kerja lebih banyak sehingga pengangguran dapat berkurang.

Kepulauan Seribu
Anies Baswedan [ 9 November Twitter ]
Pada ultah Kepulauan Seribu ini juga, kami lanjutkan Janji Kerja hari ini, kali ini terkait pembangunan Kepulauan Seribu.

[Kepulauan Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri]

Bgmn kondisi Kepulauan Seribu sekarang? Bagaimana rencana kami menjadikan Kep. Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri? Ini rinciannya.

[Mengatasi kesenjangan Ibukota dengan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri dengan menyediakan infrastruktur, lapangan kerja, fasilitas pendidikan, dan kesehatan bagi segenap warganya dan menjadikannya sebagai pusat inovasi konservasi ekologi.

KONDISI SAAT INI
Belum ada strategi khusus dan arah perubahan signifikan terutama kesehatan, pariwisata, transportasi, dan pembangunan manusia untuk membangkitkan potensi kepulauan.

KESEHATAN
* Hanya ada 1 apoteker dan 2 dokter gigi
* Jumlah bidan berkurang lebih dari 50% (tahun 2014: 71 orang, tahun 2015: 30 orang)
* Hanya ada 1 rumah sakit dengan kapasitas 17 tempat tidur
Sumber: (BPS: Kep. Seribu dalam angka 2016)

PARIWISATA
* Kontribusi sektor Pariwisata masih rendah.
(kontribusi Pajak Hotel dan Restoran sekitar 3,29%)
* Sepanjang 2011 hingga 2015, tidak ada penambahan rumah makan dan resort (masing-masing 56 dan 8).
* Total kunjungan kawasan balai nasional kepulauan seribu adalah 17.473 orang
Sumber ( BPS: Kepulauan Seribu dalam angka 2016 dan Bank Indonesia, Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi DKI Jakarta Triwulan III-2015; diolah)

TRANSPORTASI
* Hanya memiliki 40 kapal kayu
(hanya bertambah 2 unit sejak 2011)
* Hanya memiliki 21 kapal milik pemerintah
(tidak berubah sejak 2011)
* Hanya ada 9 kapal penumpang reguler
(tidak berubah sejak 2011)
* Januari 2016 Kemenhub meresmikan kapal perintis dengan kapasitas 225 penumpang. Namun kapal ini hanya berangkat satu kali dalam satu hari.
Sumber (BPS: Kepulauan Seribu dalam Angka 2016)

PEMBANGUNAN MANUSIA
* Sepanjang 2011-2015, laju pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Seribu mengalami penurunan dari 4,28 % pada tahun 2011 menjadi 0,23% di tahun 2015.
* Indeks pembangunan manusia di Kepulauan Seribu adalah 68,84 atau berada di bawah Kabupaten Mimika (70,89), Kabupaten Jayapura (70,04)
* Presentasi penduduk miskin 11,56% (pada tahun 2014)
* Tingkat pengangguran 2015 adalah sebesar 5,51 % atau naik dari tahun 2014 sebesar 5,43 %.
* APM SMA sederajat di kepulauan seribu hanya 34,99%
* Nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) Kepulauan Seribu adalah 55,76 atau berada di bawah rata-rata nasional (56,69)
* Hanya ada 1 SMK (SMK 61 Jakarta dengan empat jurusan; akuntansi, administrasi perkantoran, Budidaya Perikanan, dan Nautika Kapal Penangkap Ikan)
Sumber: (BPS: Kepulauan Seribu dalam Angka 2016, Statistik Daerah Kepulauan Seribu 2016, Data Pokok Pendidikan 2014/2015, dan Neraca Pendidikan Daerah, Kemdikbud 2015)]



[TEROBOSAN YANG AKAN DILAKUKAN
Membentuk Desk Kepulauan Seribu yang bertujuan untuk
1. Memperkecil gap pembangunan (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) Kepulauan Seribu dengan kota lainnya di DKI Jakarta

2. Menjadikan Kepulauan Seribu sebagai pusat pendidikan SDM unggulan bidang pariwisata dan kelautan ; menjadikannya pusat inovasi konservasi ekologi, resort apung, yang ramah lingkungan, dan optimal dalam hasil tangkap dan budidaya perikanan

PENDIDIKAN
* memastikan semua anak sekolah berusia 6-21 tahun mendapatkan Kartu KJP Plus untuk meningkatan partisipasi sekolah.
* Mendirikan pusat-pusat belajar masyarakat melalui program Kejar Paket C dan program kursus keterampilan
* Mendirikan SMK Pariwisata dan SMK Kelautan unggulan untuk menyiapkan tenaga kerja pendukung peningkatan ekonomi Kepulauan Seribu
* Memberikan pendampingan peningkatan kualitas guru melalui program guru mentor serta peningkatan frekuensi pelatihan guru.

KESEHATAN
* meningkatkan kapasitas Rumah Sakit dengan memperbanyak jumlah tempat tidur dari 17 menjadi 150  dalam waktu 1 tahun
* Meningkatkan jumlah dokter gigi dan apoteker
* menyediakan 10 unit ambulan apung

TRANSPORTASI
* Menambah kapal reguler penumpang (Bus Laut) dari 9 buah menjadi 30 buah dengan rute terjadwal dan sering.
* Mengintegrasikan sistem pembayaran transportasi laut dengan transJakarta

EKONOMI
* Menjadikan Kepulauan Seribu sebagai pusat inovasi konservasi ekologi
* Mengembangkan resort apung yang ramah lingkungan untuk mengantisipasi terbatasnya lahan
* Mendorong peningkatan hasil tangkapan dan budidaya perikanan melalui pendampingan industri perikanan yang dikelola masyarakat lokal.]


Kami yakin Kepulauan. Seribu berpotensi jadi mandiri, tak tertinggal & brgantung pd wil Jkt lainnya. Selamat 15 tahun Kepulauan Seribu.

Perempuan
ANIES BASWEDAN [ 10 November Twitter ]
Sejarah bertutur, para Ibu buktikan bahwa mereka adalah pahlawan. Mereka tak hanya genapi takdir penciptanya, tapi jadi perempuan berdaya & memberdayakan.

Ibu adalah pejuang dan pahlawan. Maka di Hari Pahlawan ini kami umumkan pula Janji Kerja berikutnya, ttg #BERSAMAmuliakanPerempuan.

[ 23 JANJI KERJA ANIES-SANDI
MEMULIAKAN PEREMPUAN JAKARTA]


[Memuliakan perempuan Jakarta dengan mendukung Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif, memberikan cuti khusus bagi suami selama proses kelahiran anak, serta menyediakan fasilitas-fasilitas publik khusus seperti Ruang Menyusui dan Tempat Penitipan Anak yang dikelola secara sehat, profesional, dan bisa diakses seluruh warga ]

Mulai dr tempat penitipan anak yg terjangkau bg semua, smp cuti melahirkan bg ayah, sila simak Janji Kerja #BERSAMAmuliakanPerempuan ini:


[KEADAAN SAAT INI
TEMPAT PENITIPAN ANAK
Belum ada kebijakan Pemerintah Provinsi yang menyediakan tempat penitipan anak terjangkau bagi warga menengah ke bawah, terutama di wilayah pusat kegiatan ekonomi warga, seperti pasar tradisional dan kantor instansi pemerintah provinsi

CUTI AYAH
Wewenang pemberian cuti PNS bagi pegawai pemprov merupakan kewenangan gubernur (Pergub No. 186 tahun 1986). Namun saat ini belum ada kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait cuti untuk laki-laki yang istrinya melahirkan (paternity leave)

RUANG LAKTASI
Gubernur DKI Jakarta mengakui ruang laktasi di perkantoran masih minim. Pihaknya sekarang ini belum memberikan peraturan daerah sebagai payung hukum. Basuki baru mengeluarkan payung hukum penyediaan ruang laktasi di kantor-kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui instruksi Gubernur Nomor 112 tahun 2012 tentang Penyediaan Ruang Laktasi di Balai Kota dan Walikota

ASI EKSKLUSIF
Belum ada kebijakan khusus yang memberikan perhatian dan upaya khusus agar fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, dan rumah sakit dengan pelayanan persalinan mampu dan mengimplementasikan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).]



[TEROBOSAN YANG AKAN DILAKUKAN
PROGRAM TEMPAT PENITIPAN ANAK
* Melengkapi pasar-pasar tradisional dan kantor instansi Pemerintah Provinsi, seperti kantor kelurahan, kecamatan, dan kantor BUMD dengan fasilitas Tempat Penitipan Anak (TPA)/daycare bersubsidi dengan harga terjangkau dan sesuai standar pelayanan minimal.

* Memberikan insentif kepada seluruh gedung-gedung kantor komersial yang memiliki fasilitas Tempat Penitipan Anak

PROGRAM CUTI ANAK
* Memberlakukan hak cuti bagi ayah pegawai pemprov (paternity leave), satu minggu sebelum melahirkan dan tiga minggu setelah melahirkan. Cuti berlaku untuk kelahiran anak pertama, kedua, dan ketiga.

PROGRAM RUANG LAKTASI
* Mewajibkan keberadaan ruang laktasi di mal dan perkantoran
* Memnberikan penghargaan bagi tempat kerja atau sarana umum yang menyediakan ruang laktasi nyaman agar mendorong jumlah karyawati yang memberikan ASI eksklusif

PROGRAM ASI EKSKLUSIF
Target: Mencapai 80% Ibu yang mengimplementasikan ASI eksklusif dalam 5 tahun
* Memberi tugas khusus SKPD Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui
* Memperbanyak pelatihan tenaga kesehatan
* Merekrut dan menambah jumlah konselor menyusui di puskesmas dan rumah sakit
* Memberikan pelayanan 10 menit membaca Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas dan rumah sakit untuk menggencarkan sosialisasi]

Itu tadi adalah sebagian dari rangkaian janji kerja ttg perlindungan & pemberdayaan perempuan, anak & kelrg. Kami akan lanjutkan di hari2 berikutnya.




Perumahan
SANDIAGA UNO [ 11 November Twitter ]
Selamat sore Jakarta, saya & @aniesbaswedan akan memaparkan Janji Kerja kami yg ke-5: Mengatasi Besarnya Kekurangan Hunian Warga Jakarta.


[23 Janji Kerja Anies-Sandi
Mengatasi Besarnya Kekurangan Hunian Warga Jakarta

Meningkatkan Ketersediaan Hunian sesuai Kebutuhan Warga dengan mendorong inisiatif warga mengadakan bank tanah, dan mempermudah pemilikan hunian untuk warga kurang mampu melalui kredit murah berbasis tabungan.]

DKI Jakarta merupakan provinsi kedua dgn perumahan terbesar di Indonesia. Tapi, sebanyak 1,3jt rumah tangga belum memiliki rumah (BPS 2014).


[KEADAAN SAAT INI
* DKI Jakarta merupakan provinsi kedua dengan backlog perumahan terbesar di Indonesia. Sebanyak 1,3 juta rumah tangga belum memiliki rumah (BPS 2014)
* Harga tanah semakin mahal di DKI Jakarta. Harga lahan di DKI Jakarta tumbuh hingga 16% per tahun, sedangkan upah riil pekerja tumbuh di bawah 10%. Banyak pekerja kelas menengah bawah yang akhirnya harus tinggal di pinggiran DKI Jakarta.
* Hanya 51% penduduk DKI Jakarta yang memiliki rumah sendiri. Sisanya masih kontrak/sewa (34%), bebas sewa (13%), rumah dinas dan lainnya. (SUSENAS 2015)
* Para pekerja dan kelas menengah saat ini masih banyak yang kesulitan untuk membayar Down Payment (DP) apalagi memiliki rumah.]

Dulu, Jakarta diakui oleh dunia karena berhasil menata kampung melalui Program Muhammad Husni Thamrin. #Hunian3majuBersama



[ PERMASALAHAN DAN SOLUSI
1. PENATAAN KAMPUNG
PERMASALAHAN:
Dulu Jakarta diakui oleh dunia karena berhasil menata kampung melalui Program Muhammad Husni Thamrin (Kampung Improvement Program). Sekarang Jakarta dilihat dunia sebagai suatu metropolitan yang kumuh akibat inisiatif warga mengenai kampung deret tak terealisasi.

SOLUSI
* Memulai kembali program MH Thamrin Plus yang mengintegrasikan perbaikan infrastruktur dasar (saluran, infrastruktur air bersih, pengolahan sampah, dan sebagainya) dengan pemberdayaan sosial ekonomi warga kampung
* Merealisasikan kampung deret dengan melibatkan warga sejak perencanaan hingga pengelolaan]

Sekarang, Jakarta dilihat dunia sebagai suatu metropolitan yang kumuh akibat inisiatif kampung deret tidak terealisasi.


[PERMASALAHAN DAN SOLUSI
2. INSENTIF RUMAH SEWA
PERMASALAHAN:
Saat ini 47% masyarakat di DKI Jakarta masih tinggal di Rumah Sewa, baik kontrak/kost (34%), bebas sewa (13%). Namun, sebagian besar rumah sewa ini kondisinya mengkhawatirkan. Hanya sebagian kost-kostan yang memiliki fasilitas memadai, itupun harganya cukup mahal, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

SOLUSI:
Ada Program yang meningkatkan kualitas rumah sewa, yaitu:
* Bantuan perbaikan dan peningkatan kualitas rumah sewa, terutama yang berada di kawasan kumuh.
* Kemudahan pajak bagi rumah-rumah yang berada di sekitar kawasan perkantoran dalam mengalihfungsikan rumah/bangunannya menjadi rumah sewa
* Membuat sistem informasi rumah sewa berbasis aplikasi untuk memberikan kemudahan informasi ketersediaan dan harga rumah sewa serta mengawasi pengelolaannya. ]

Oleh karena itu, kami mencanangkan berbagai program, dan kami berharap program-program ini akan berjalan dengan cepat.


[PERMASALAHAN DAN SOLUSI
3. KREDIT MURAH BERBASIS TABUNGAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN MENENGAH KE BAWAH
PERMASALAHAN:
Pekerja dan Kelas Menengah di DKI Jakarta hingga saat ini masih kesulitan membayar DP rumah (30% dari harga rumah). Sehingga mereka kesulitan untuk memperoleh KPR dari Bank.

SOLUSI:
Mendorong Bank DKI untuk mengganti persyaratan DP dengan jumlah tabungan calon konsumen yang disesuaikan dengan harga rumah (misal jumlah tabungan sebesar 10% dari harga jual jumlah rumah). Sehingga calon pembeli tidak perlu mengumpulkan DP, asalkan memiliki jumlah tabungan yang cukup selama masa tertentu (misal 6 sampai 12 bulan).]

Kami akan meningkatkan ketersediaan hunian sesuai kebutuhan warga dengan mendorong inisiatif warga, mengadakan bank tanah, dan...


[PERMASALAHAN DAN SOLUSI
4. MEMPERMUDAH INVESTASI RUMAH SUSUN
PERMASALAHAN:
* Ketentuan pembangunan rumah susun yang ada pada Peraturan Daerah Provinsi DKI No 1/2014 tentang RDTR & Peraturan Zonasi saat ini sangat memberatkan bagi pengembang, karena harga lahan yang mahal dan terbatas
* Masih berbelitnya prosedur investasi bagi pengembang rumah susun

SOLUSI:
* Perlu adanya deregulasi dalam investasi rusun di ibukota, untuk mempermudah minat investasi rumah susun.
* Pemerintah secara aktif membangun rumah susun , terutama untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. ]

mempermudah pemilikan hunian untuk warga kurang mampu melalui kredit murah berbasis tabungan.


[PERMASALAHAN DAN SOLUSI
5. MENGADAKAN BANK TANAH
PERMASALAHAN:
Mahalnya harga tanah berimbas pada harga jual rumah, sehingga diperlukan intervensi dari Pemerintah untuk mengendalikan harga tanah.

SOLUSI:
Mengadakan Bank Tanah.
Bank Tanah adalah sebuah program di mana pemerintah, melalui BUMD, mengendalikan harga tanah melalui kegiatan jual beli tanah dengan pendataan administrasi, yang akuntabel untuk dimanfaatkan bagi tujuan pembangunan (termasuk untuk pembangunan hunian).
Manfaat dari adanya Bank Tanah ini  antara lain membuat harga tanah menjadi lebih murah dan memungkinkan sebagai alat mempengaruhi pola pengembangan suatu daerah.]

Kami berharap adanya peran aktif dari seluruh elemen pemerintahan, legislatif dan masyarakat untuk merealisasikan berbagai program tsb.

Program Kampanye Pasangan Calon no 1 DKI Jakarta Agus - Silvy






1. Bantuan langsung ke warga miskin
2. Pengurangan pengangguran dan menciptakan lapangan kerja.
3. Peningkatan pendidikan dan kesejahteraan guru.
4. Peningkatan Kesehatan.
5. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan investasi modal
6. Peningkatan infrastruktur dan perumahan
7. Jakarta menjadi Kota pintar, kreatif dan ramah lingkungan.
8. Peningkatan kemanan kota dan kerukunan warga
9. Penegakan hukum bagi semua
10. Peningkatan kualitas pmerintahan dan birokrasi





BANTUAN LANGSUNG KEPADA GOLONGAN MISKIN DAN KURANG MAMPU
(Anggaran tambahan Rp 15 Triliun)
- untuk tingkatkan daya beli masyarakat
- untuk balita & lansia
- penguatan jaringan pengaman sosial lainnya

PENINGKATAN PENDIDIKAN DAN KESEJAHTERAAN GURU
- Peningkatan besaran KJP
- Peningkatan beasiswa miskin
- Peningkatan beasiswa prestasi
- Bantuan pendidikan sekolah negeri, swasta, madrasah, & agama lainnya
- Peningkatan kesejahteraan guru
- Mendirikan SMA Unggulan gratis untuk keluarga miskin


PENINGKATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN PERUMAHAN
- Percepatan & Penambahan infrastruktur jalan
- Peningkatan prasarana perumahan rakyat
- Peningkatan prasarana air bersih

PENINGKATAN KUALITAS PEMERINTAHAN DAN BIROKRASI
- Pembangunan good governance dan birokrasi yang responsif
- Pencegahan penyalahgunaan makna diskresi oleh pemimpin
- Penjagaan hubungan yang sehat dan produktif antara Gubernur dan DPRD
- Peningkatan gaji dan kesejahteraan jajaran pemerintahan
- Pengurangan dana operasional Gubernur hingga 30%

PENEGAKKAN HUKUM DAN KEADILAN BAGI SEMUA
- Pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih
- Pemberantasan kriminalitas kota
- Pemberantasan narkoba

PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI, DAN STABILISASI HARGA
(Sasaran Pertumbuhan 6,7%)
- Investasi termasuk pangan, energy, & air bersih
- Perbaikan penyerapan anggaran Jakarta yang rendah
- Menjaga daya beli rakyat
- Stabilisasi harga

PENINGKATAN KEAMANAN KOTA DAN KERUKUNAN WARGA
- Pemeliharaan keamanan lingkungan
- Neighbourhood Watch & Pemberdayaan Kelurahan, RW, & RT
- Pemeliharaan Toleransi dan kerukunan masyarakat



MENJADIKAN JAKARTA SEBAGAI KOTA PINTAR, KREATIF, & RAMAH LINGKUNGAN
- Penambahan transportasi publik & manajemen lalu lintas untuk kurangi kemacetan
- Pelayanan publik yang cepat, berkualitas, & murah
- Aplikasi ICT untuk pemerintahan, jasa, bisnis, & pendidikan
- Pengembangan industri kreatif dengan daya inovasi tinggi
- Tata ruang sehat yang sehat, ramah lingkungan, ramah rakyat, & ramah pedagang kaki lima
- Pengelolaan sampah & konversi ke energi listrik
- Penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan
- Penguatan pemberdayaan pasukan oranye & peningkatan kesejahteraannya
- Peningkatan efektivitas upaya mengatasi banjir
- Pembangunan ruang terbuka hijau & prasarana olahraga & rekreasi
- Pengembangan wisata kota, zona PKL, & kesenian, kerajinan & kuliner Betawi
- Penghijauan & penanaman 5 juta pohon

PENINGKATAN KESEHATAN
- Peningkatan besaran KJS
- Pembebasan bayaran BPJS layanan kategori kelas 3
- Penambahan Puskesmas, Posyandu, & fasilitas rawat inap puskesmas
- Penambahan mobil ambulans
- Pengadaan motor ambulans

PENGURANGAN PENGANGGURAN DAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA
(anggaran tambahan Rp 10 Triliun)
- Pelatihan kerja & kewirausahaan
- Bantuan dana bergulir
- Pengembangan Koperasi dan UMKM
- Pengembangan ekonomi berbasis komunitas


Tambahan Program:
1 Milyar untuk pemberdayaan komunitas RT/RW