Tuesday, June 28, 2016

Taharrush Gamea, Tradisi Arab Berabad-Abad Atau Propaganda Xenophobia?

Kemarin, tanggal 27 Juni 2016,
akun FB Antropologi Agama menyebarkan video kontroversial dengan kata-kata pengantar yang juga kontroversial

Metode pemerkosaan "Taharrush" mulai diperkenalkan oleh para imigran Arab di Eropa
Invasi imigran Timur Tengah secara besar-besaran ke Eropa membawa sebuah tradisi Arab bernama "Taharrush Gamea" yang cukup mengagetkan bagi bangsa Eropa dan belum pernah mereka kenal sebelumnya.

Taharrush merupakan sebuah tradisi permainan kuno bangsa Arab dimana seorang perempuan ditelanjangi dan diperkosa ramai-ramai (ala gangbang). Perempuan yang diperkosa tersebut dikerumuni banyak pria yang membentuk formasi lingkaran, sehingga tidak ada orang yang bisa menolong karena terhalang oleh kerumunan.

Dengan metode formasi Taharrush ini, mustahil ada wanita yang tidak bisa diperkosa, dan mustahil ada wanita yang bisa diselamatkan dari pemerkosaan. Karena metode Taharrush ini sudah dikembangkan ribuan tahun efektifitasnya oleh bangsa Arab kuno dan kini metode klasik tersebut mulai dibangkitkan lagi di Eropa oleh para imigran.Dengan metode formasi Taharrush ini, mustahil ada wanita yang tidak bisa diperkosa, dan mustahil ada wanita yang bisa diselamatkan dari pemerkosaan. Karena metode Taharrush ini sudah dikembangkan ribuan tahun efektifitasnya oleh bangsa Arab kuno dan kini metode klasik tersebut mulai dibangkitkan lagi di Eropa oleh para imigran.Dalam budaya Arab kuno, memperkosa wanita bukanlah suatu tindak kriminal tingkat tinggi, bahkan pemerkosaan malah dijadikan sebagai suatu jenis permainan bernama Taharrush ini.

Di era Arab modern sekalipun, hukuman bagi pemerkosa sangat sulit diterapkan, karena aturan di Arab yang mensyaratkan 4 saksi. Jadi bila pemerkosaan dilakukan di ruangan kosong misalnya, mustahil bisa dituntut karena tidak adanya saksi. Begitupula dalam sebuah pemerkosaan berkelompok mustahil juga para pelakunya mau bersaksi melawan rekannya, yang pada akhirnya akan menyebabkan tuntutan pemerkosaan tetap gagal di jalur hukum.

Aturan bangsa Arab yang menguntungkan pemerkosa ini disebabkan karena dalam budaya Arab terkandung faham "misogyny" yaitu faham yg menganggap perempuan derajatnya lebih rendah daripada pria, dan wanita bisa dianggap seperti budak yang pantas dihukum. Sehingga dalam faham misogyny, seorang pria sangat boleh & sangat berhak memperkosa wanita.

Faham misogyny dalam budaya Arab kuno yang dibawa para imigran ini ini tentu sangat mengagetkan bagi bangsa eropa yg menganut faham emansipasi wanita.
Dalam budaya Arab kuno, perempuan wajib hukumnya menggunakan busana tertutup. Sehingga perempuan berbusana minim yg banyak berkeliaran di Eropa dianggap sangat boleh dan sangat pantas dihukum dengan cara diperkosa. Pemerkosaan secara perseorangan maupun berkelompok (Taharrush) dianggap sebagai "penghukuman" bagi wanita-wanita yang tidak mengenakan busana tertutup.

Dalam video ini terdapat cuplikan video Taharrush yang terjadi di Eropa dan juga wanita-wanita korban perkosaan ala Taharrush. Juga ada kesaksian dari reporter wanita cantik yang sempat jadi korban Taharrush


Sementara kasus pemerkosaannya memang nyata dan kita mengenal beberapa kasus pelecehan seksual di Timur Tengah, apakah benar ada budaya "Taharrush Gamea" itu?

Kesimpulan saya membaca artikel tahun 2013 tentang pemerkosaan di Mesir menyatakan tidak.

Pertama, tentang nama "Taharrush Gamea" itu sendiri

The word taharrush (harassment) is a relatively new term in the daily lexicon. Until recently, sexual harassment was referred to as mu‘aksa (flirtation). That term alone reveals the multiple layers of denial, misogyny, and violence Egyptians must confront in tackling sexual harassment. In addition to rape and physical assault we must equally tackle name-calling, groping, and the barraging of women with sexual invitations. All of these acts normalize violence and hatred against women and they must become socially unacceptable.

Artinya,
walaupun bentuk pelecehan seksual itu ada tetapi tidak pernah dinamai 'taharrush' (transliterasi Indonesia: taharrusy ) . Sukar diterima oleh nalar bahwa ada budaya yang sudah dilakukan ribuan tahun menggunakan nama yang baru dikenal belakangan.

Istilah gamea pun bukan istilah Arab. Kemungkinan besar adalah salah ketik dari kata gama'i yang merupakan aksen Afrika Utara untuk kata jama'i.

Kedua, apakah benar budaya pemerkosaan massal tersebut ditujukan untuk wanita-wanita yang tidak menutupi auratnya?

Group sexual assaults in public are not a recent phenomenon in Egypt. Over the holiday festivities in 2006, following Ramadan, Egyptian bloggers reported cases of group sexual assault in downtown Cairo, where large groups of men groped veiled and unveiled women, and in some cases ripped their clothes off. This crime continues to occur in public spaces, especially during public holidays, and lately during political protests. 

Dengan kata lain, di "Arab" (dalam hal ini Mesir, walau sebenarnya Mesir bukan bangsa Arab tetapi budayanya terpengaruh Arab) sendiri, pemerkosaan massal tersebut juga mencakup wanita-wanita yang menutupi aurat.

Dari sini saja sudah jelas, tidak pernah ada budaya taharrus gamea untuk menghukum wanita-wanita yang tak menutupi aurat.

Ketiga,
apakah benar budaya pemerkosaan tersebut tidak ada di negara Eropa sendiri sehingga mengagetkan Eropa?

Tidak juga,
Misalnya tradisi Oktoberfest sudah memakan korban pemerkosaan berkali-kali antara lain:

  • di tahun 2002 ada 6 kasus pemerkosaan dan 11 kasus serangan seksual yang dilaporkan walau diperkirakan kasus sesungguhnya ada 120 kasus; 
  • di tahun 2012 ada 91 kasus serangan seksual yang dialami di festival yang sama dan dilaporkan ke titik bantuan;
  • di tahun 2014, bahkan ada seorang pria dari Leeds, UK, diperkosa oleh dua pria di Oktoberfest;


Dengan kata lain,
Jerman, negara di mana isu taharrus gamea ini bermula, pun punya masalah dengan budaya pemerkosaannya.

Tulisan ini tidak membela pelaku pemerkosaan massal di manapun berada. Namun menggunakan kasus pemerkosaan untuk memancing sentimen ras dan anti asing tidak bisa dibenarkan.



Sumber:

tulisan Antropologi Agama:
https://www.facebook.com/wacana.antropologi.agama/videos/298684980476244/

tulisan tahun 2013 tentang kekerasan seksual di Mesir
http://www.jadaliyya.com/pages/index/13007/sexual-violence-in-egypt_myths-and-realities-

tulisan tahun 2003 tentang kekerasan seksual di Oktoberfest
http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/europe/germany/1442185/Sex-sanctuary-set-up-at-Oktoberfest.html

tulisan tahun 2012 tentang kekerasan seksual di Oktoberfest
http://www.thelocal.de/20121004/45349

Thursday, June 02, 2016

[Salin Rekat dari Tempo] Laut Diuruk Sedimen Menumpuk

Sumber: Majalah Tempo edisi 11-17 April 2016 oleh Amri Mahbub
Reklamasi akan membuat sirkulasi arus laut berkurang. Sedimen meningkat. Teluk Jakarta bisa menjadi comberan raksasa.
Perahu kayu milik Nuryadi, 47 tahun, melambat ketika mendekati Pulau G di Teluk Jakarta, Rabu pekan lalu. Dari kejauhan, daratan hasil reklamasi itu tampak seperti bukit pasir yang mengapung di permukaan laut. Di atasnya, lima mesin penggali hidrolik berwarna hijau muda sibuk menguruk.
Pulau buatan itu hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara. Sejak pulau baru tumbuh, banyak nelayan mengeluh. “Cari rajungan dan ikan makin susah karena lautnya makin dangkal,” kata Nuryadi, nelayan sekaligus pemilik perahu yang Tempo tumpangi itu.
Karena terjadi pendangkalan, nelayan terpaksa melaut sejauh 30 kilometer ke Pulau Damar di Kabupaten Kepulauan Seribu. Itu pun tak ada jaminan nelayan bakal memperoleh ikan lebih banyak. Sedangkan risikonya hampir pasti: mesin kapal jadi cepat rusak lantaran kemasukan pasir yang terbawa arus.
Menurut Trisno, 22 tahun, anak buah Nuryadi, pendangkalan di dekat Pelabuhan Muara Angke mulai terasa dua tahun lalu. Kala itu, Pulau D, sekitar dua kilometer dari Pulau G, mulai dibangun. Trisno meyakini pendangkalan terjadi akibat pengurukan pasir di kedua pulau tersebut.
Widodo Setiyo Pranowo, peneliti senior dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengatakan pindahnya habitat ikan akibat pendangkalan sudah diperkirakan jauh sebelum proyek reklamasi berjalan.
Widodo pernah membuat studi dampak pembangunan National Capital Integrated Coastal Development - proyek tanggul laut Jakarta- dan Jakarta Giant Sea Wall. Hasilnya 17 pulau reklamasi dan tanggul raksasa bakal menahan sedimen dari 13 sungai di Jakarta, Karawang, dan Bekasi.
Kajian serupa dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 2013. Menurut riset itu, konsentrasi sedimen yang terhambat bakal tersebar di badan sungai dan kanal di antara pulau-pulau reklamasi. "Sedimentasi bahkan bisa menyatukan semua pulau," ujar Widjo Kongko, peneliti di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai BPPT.
Widjo juga menjelaskan, volume sedimen akan meningkat karena sirkulasi arus laut berkurang. Sedimen juga terus menumpuk karena daya 'flushing'-pembilasan alami oleh pasang-surut laut-menghilang. Menurut perhitungan Widjo, sedimen dasar laut, khususnya di muara sungai, akan bertambah tiga sentimeter setiap sepuluh hari.
Studi yang dilakukan tim Chiba University, Jepang, menunjukkan hasil tak jauh berbeda. Memakai Alos Palsar, teknologi radar beresolusi tinggi, mereka menemukan sedimentasi di utara Jakarta berasal dari dataran tinggi di Jawa Barat yang terbawa sungai-sungai yang bermuara di Jakarta.
Pembangunan tanggul raksasa dan reklamasi Teluk Jakarta akan memperparah sedimentasi. "Kurang dari 40 tahun, wilayah teluk dan daerah pesisir Jakarta akan seperti kolam," kata Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, pakar radar satelit asal Indonesia di Chiba yang memimpin studi tersebut.
Lumpur dan sampah yang dibawa 13 sungai akan terjebak di kolam itu, termasuk polutan berupa logam berat dan limbah industri lain. "Selat reklamasi akan terlihat bak comberan raksasa", ujar Josaphat.
Bangunan di atas pulau reklamasi pun tak lepas dari masalah. Bila tak dirancang dengan padat, Josaphat ameramalkan, tanah pulau reklamasi akan mengalami likuifaksi. Pulau reklamasi bisa "mencair" ketika gempa minimal berkekuatan 6 skala Richter mengguncang. "Akibatnya, gerowong dalam tanah akan terbentuk."
Likuifaksi pernah terjadi di Urayasu, Chiba, Jepang. Sewaktu gempa hebat terjadi di Sendai tahun 2011 yang berujung tsunami, tanah pulau buatan untuk kawasan perumahan elite itu jadi encer. "Bangunannya tidak roboh, tapi miring sekitar 20 derajat," ucap Josaphat.
Likuifaksi memang menjadi dampak paling serius di kebanyakan pulau hasil reklamasi. Meski begitu, menurut Josaphat, masih ada solusi untuk mencegah masuknya air laut ke dalam gerowong di bawah tanah pulau reklamasi.
Salah satu caranya adalah menyedot air laut dari gerowong. Kemudian lubang tersebut disuntik beton cair guna mengembalikan kepadatan fondasi tanah. Yang terakhir adalah menanamkan pelat baja hingga kedalaman 12 meter di sepanjang bibir pantai. Fungsinya untuk mencegah air laut masuk kembali.
World Harbour Project, konsorsium internasional independen pemantau pembangunan kawasan pesisir, mencatat masalah lain dari reklamasi: kerusakan lingkungan. "Salah satunya terbentuk comberan raksasa," kata Widodo. Indonesia dan Singapura masuk konsorsium ini.
Untuk mencegah timbulnya comberan raksasa, Singapura memakai sistem "jebakan sedimen". Cara kerjanya sederhana, yakni memakai alat penangkap sedimen organik dan anorganik, lalu menyebarkannya ke berbagai sudut. "Cukup efektif," ujar Widodo.
Selanjutnya, limbah bisa dinetralkan dengan instalasi penyaring sebelum air laut dibuang kembali ke samudra. Norwegia menerapkan langkah seperti ini. Untuk menyiasati kerusakan habitat biota laut, sementara itu, bisa dipilih beton yang menjadi hunian baru banyak spesies, seperti kerang dan karang.
Hanya, Widodo belum tahu apakah cara ini bisa diterapkan di Teluk Jakarta. Alasannya, desain "jebakan sedimen" dan beton dengan sitrat ramah lingkungan harus dirancang sesuai dengan karakteristik alam setempat. Yang jelas dia menekankan, desain reklamasi wajib memikirkan semua dampak bagi daerah sekitarnya. "Termasuk mitigasi bencana dan konsep ramah lingkungan."
Di Teluk Jakarta, derap reklamasi baru mulai. Tapi dampaknya sudah dirasakan para nelayan. Karena nelayan harus menjala ikan lebih jauh, sewaktu mereka pulang ke darat, harga ikan sudah turun. "Kami datang telat, ikan tak segar lagi," kata Trisno sambil menambatkan kapal.

Wednesday, June 01, 2016

PANCASILA, Dasar Negara yang Belum Usai Dibahas

Satu Juni, akhirnya setelah bertahun-tahun cuci otak orde baru, mulai dikenang kembali sebagai hari lahirnya Pancasila. Sayangnya, perayaan lahirnya Pancasila terjebak pada pemujaan tokoh figur Soekarno belaka. Yang perlu disadari, walau istilah Pancasila lahir di tanggal 1 Juni 1945 (sebenarnya nama ini diambil dari konsep agama Buddha) dan prinsip-prinsipnya berasal dari pidato Bung Karno saat itu, Pancasila yang kita kenal sekarang merupakan hasil penggodokan ulang  pidato Bung Karno yang dilakukan oleh tim kecil dengan meracik, mengubah urutan, bahkan mengubah pilihan kata, dan kemudian ditaruh ke dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Prakteknya, sementara di tahun 1945-1950, Pancasila diterima sebagai dasar negara tanpa diutak-atik (misal: Daud Bereuh dari PUSA pun bergabung dengan Indonesia karena keberadaan Pancasila), di era 50an, keberadaan Pancasila mulai dipertanyakan lagi. Perdebatan pra-1 Juni 1945 pun kembali dalam sidang konstituante. Tidak ada pihak yang memenuhi kuorum namun sebagian tentara mulai gerah dan membujuk Bung Karno untuk mengeluarkan dekrit, kembali ke presidensiil, dan membubarkan konstituante. Langkah ini disesali oleh mantan wapresnya, Moh. Hatta, yang mengeluarkan uneg-unegnya dalam buku Demokrasi Kita di tahun 1960.

Di masa orde baru, di bawah dominasi militer, Pancasila menjadi azas tunggal dan rezim hanya memperbolehkan satu partai Islam yakni Partai Persatuan Pembangunan. Partai lain seperti Masyumi atau bahkan yang baru berupa konsep seperti Partai Demokrasi Islam dilarang oleh rezim.

Untuk 'mencegah' salah tafsir Pancasila, Orde Baru, dengan MPR yang saat itu sekedar perpanjang tangan melalui ketetapan MPR nomor II/MPR/1978, melahirkan 36 butir-butir pengamalan Pancasila yang menjadi tafsir resmi. Para pegawai negeri saat itu diwajibkan mengikuti penataran P4.

Pasca Reformasi,
sekali lagi muncul tafsir pancasila yakni melalui ketetapan MPR nomor I/MPR/2003 yang kali ini menambah butir-butir Pancasila hingga berjumlah 45 butir.

Apakah tafsir Pancasila selesai sampai di sini?
Seharusnya tidak! Karena masih ada hal-hal yang mengganjal mengenai Pancasila.

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan menurut saya belum terjawab bahkan dengan keberadaan butir-butir Pancasila sekalipun:

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa.
Untuk mempermudah diskusi, mari kita asumsikan bahwa 'Esa' di sini berasal dari Bahasa Melayu bukan Bahasa Sansekerta.

Apakah kedudukan agama yang agnotis atau tidak menempatkan kepercayaan kepada Tuhan sebagai hal utama sehingga membebaskan penganutnya atheis maupun theis. Saya rasa saya tidak perlu membahas ajaran agama tersebut secara mendalam tetapi cukuplah pengamatan saya menemui beberapa kawan dari agama tersebut ternyata atheis. Tentu saja, ada yang menafsirkan ajaran tersebut dalam kerangka theisme tetapi sesungguhnya penafsiran tersebut pun juga tampaknya tidak diterima mutlak oleh penganut-penganutnya dari generasi muda.

Apakah kedudukan kepercayaan yang pagan alias mempercayai banyak tuhan. Apakah kemudian kepercayaan tersebut dianggap sesat dan harus dilarang di negeri ini?

Pernah saya tanyakan kepada Romo Magniz Suseno yang memilih di Indonesia karena keberadaan sila pertama dan beliau menjawab, "Sila pertama tidak seharusnya diartikan bahwa ateisme dilarang di negeri ini tetapi para ateis itu harus menyadari bahwa masyarakat Indonesia mayoritas ber-Tuhan dan mereka harus menghormati adat dan budaya masyarakat".

Namun itu tafsir pribadi Romo Magniz Suseno, apakah yang lain memiliki pemikiran serupa atau berbeda?

2. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Teks asli Bung Karno mengatakan 'Kebangsaan' namun dalam pembahasan oleh tim kecil, muncul kekhawatiran Indonesia akan dipecah-pecah menjadi beberapa negara. Karena itu, kalimatnya diubah menjadi Persatuan Indonesia walaupun menurut Bung Hatta, kata 'Kebangsaan' sebenarnya lebih tepat.

Pertanyaannya adalah, seberapa 'persatuan' yang diharapkan? Apakah harus sentralisasi ataukah desentralisasi? Apakah persatuan ini harus mengorbankan identitas diri seperti memusnahkan bahasa ibu, menggunakan tafsir tunggal agama dari ulama-ulama yang sudah direstui pemerintah?

3. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sampai sekarang saya masih penasaran, kenapa ada kata 'hikmat' di dalam kalimat tersebut? Tidak cukupkah dengan 'Kebijaksanaan'? Apalagi salah satu arti 'Hikmat' adalah 'Kearifan, Kebijakan'. Atau jangan-jangan yang dimaksud adalah pengertian lain yakni 'kesaktian'?

Kemudian sila ini menyebutkan musyawarah bahkan dalam butir-butir pancasila pun berulang kali menyebut kata musyawarah. Apakah pemilihan langsung kepala negara maupun kepala daerah bertentangan dengan dasar negara ini?


Mungkin hanya itu ganjelan uneg-uneg saya yang saya jumpai tentang Pancasila.
Saya tidak sesadis kawan saya yang bilang, "sudah lah, Pancasila dimasukkan ke kotak saja" tetapi diterapkan pun juga rasanya ada persoalan yang belum terjawab.

Wednesday, April 27, 2016

Tentang 'Aliran Sesat' di Jembrana Bali (komentar pendek)

Berdasarkan kasus "aliran sesat" di Jembrana, Bali kemarin, saya baru tahu bahwa masih ada yang menyembah Dewi Durga di bumi nusantara ini.
Sementara itu, bagaimana jika seandainya ada satu agama, yang percaya bahwa ada sosok yang jatuh dari Surga karena kesombongannya dan mereka memuja si malaikat jatuh ini?
Buat orang-orang Daulat Islamiyah, fiqih mereka jelas, yang pria mesti dibunuh dan ceweknya harus diperbudak. Apa iya hanya karena kepercayaan yang berbeda maka harus diterapkan kebijakan seperti itu.
Bicara tentang 'aliran sesat' sebenarnya juga mesti hati-hati. Misalnya, salah satu penganut agama resmi Indonesia pernah ngobrol ngalor ngidul denganku, membahas tentang aqidah Islam dari ajaran agamanya dan... percaya deh, kalau FPI mendengar pasti bakal ambil pentung.
Bukan! Si fulan yang menganalisis Islam dari ajaran agamanya ini bukan Kristen atau Katolik. Intinya, buat ajaran agama lain pun yang bahkan bukan dari rumpun agama semitik, agama yang kupeluk pun juga dipandang sesat. (Buat yang penasaran, petunjuk, sisi mitologi agama ini tampaknya menginspirasi trilogi His Dark Material-nya Phillip Pullman).
Kurasa, negeri ini mesti punya sebuah indikator apakah sebuah ajaran agama berbahaya untuk kelangsungan negara in atau tidak. Yang jelas indikatornya tidak boleh sekedar dari "berbeda dengan agama resmi" seperti Penetapan Presiden No 1 tahun 1965 karena dari sisi sesama agama resmi pun bisa sesat-menyesatkan.

Salah satu perdebatan tentang kasus di Jembrana ada di FB Tribun Bali.

Sunday, March 27, 2016

[SPOILER] Mengunjungi Adegan Usaha Perampokan Bermobil dalam Film Batman vs Superman



Tampaknya saya masih benar-benar marah dengan Zack Snyder yang merusak karakter Batman. Kali ini saya mau membahas salah satu adegan yang juga dipuji oleh para kritikus yang negatif sekalipun walau mereka kaget betapa tidak bermoralnya Batman di adegan ini. Mari lupakan moralitas. Saya hanya mau menunjukkan bahwa Batman tidak cerdas di adegan ini dan Zack Snyder hanyalah sutradara tak bervisi, yang mementingkan visual tetapi sebagai dalang tidak paham karakter-karakter yang ia gerakkan.

Alkisah,
Batman mau merebut Kryptonite yang diimpor oleh Lex Luthor. Jadi ia merencanakan pembajakan atas Kryptonite tersebut dalam perjalanannya ke tempat Luthor.

Yang pertama ia lakukan adalah mengintai di pelabuhan. Setelah mendapat kepastian truk yang akan digunakan, ia sengaja menunggu pintu truk ditutup lalu menembakkan alat pelacak. Kemudian ia pergi ke batmobile-nya dan mulai beraksi.

Yang pertama ia lakukan adalah menabrak salah satu mobil hingga terlempar ke atas. Gak puas dengan tingkat sadisme seperti itu, ia menyeret mobil tersebut, menghantam sana-sini sambil mengejar truk pembawa Kryptonite. Dan di satu titik, mobil malang itu sengaja ia lepas untuk menghantam mobil lainnya. Selanjutnya ia masih meneruskan pembantaian massal terhadap para pengawal truk tersebut. Di satu titik, setelah berhasil mendesak salah satu pengawal truk menghantam truk bahan bakar, ia menerobos masuk bangunan. Sementara itu, para pengawal truk bingung ke mana Batman dan tiba-tiba Batmobile pun muncul dari atas merusak atap truk.

Namun ternyata hal itu tidak menghentikan truk yang tetap melaju, sementara Batmobile menghantam tiga atau empat perahu berturut-turut. Setelah menghasilkan kerusakan seperti itu, pengawal menembakan rudal namun berhasil diledakkan secara dini oleh fasilitas pencegat rudal Batmobile. Setelah berbelok, tiba-tiba Superman muncul dan Batman pun terkejut lalu menabrak figur Superman dan terpental ke dinding.

Keren?
Iya.
Pintar?
Tidak.

Ingat, di awal, misinya adalah merebut Kryptonite dan Batman sudah berhasil memasang pelacak. Selain itu, kalau niatnya memang untuk merebut Kryptonite, ada jeda waktu cukup lama ketika paket diangkat dari kapal hingga paket masuk ke truk.

Semua kekerasan tersebut sangat tidak diperlukan kecuali kalau Batman karakter Snyder adalah sosok penderita Obsessive Compulsive Disorder yang merasa butuh membunuh orang dengan berbagai teknik sebelum benar-benar menyelesaikan misinya.

[SPOILER] Mengunjungi Adegan Tawanan Dari Film Batman vs Superman











Sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa Batman vs Superman adalah film Batman terburuk. Yang belum saya lakukan adalah membahas salah satu adegan yang mengganggu saya saat menontonnya tetapi sering dipuji sebagai bukti Ben Affleck adalah Batman terbaik, yakni adegan penuh laga dan pertarungan membebaskan seorang tawanan.

Mari kita singkirkan moralitas Batman di sini mengingat Batman tak bermoral di film ini, dan ini bukan sekedar masalah 'membunuh'. Mari kita terimalah kenyataan tersebut dan melepaskannya dari faktor kritikan. Batman tetap harus punya satu karakter lagi, cerdas bin pintar. Ini faktor yang ada dari zaman Batman 60an, Burton, Schumache, dan tentu saja Nolan. Tentu saja, kadar kecerdasan berbeda-beda di setiap tafsirnya tetapi tidak bisa disangkal, dalam mitologinya, Batman adalah sosok cerdas.

Batman di versi Snyder adalah sosok dungu dan ini bisa dilihat dari strateginya membebaskan tawanan. Dalam adegan-adegan dan dialog-dialog sebelumnya hingga menjelang aksi tersebut, kita sudah mendapatkan fakta:
1. Batman punya pesawat (sebut saja Batwing...atau Batplane? Atau The Bat? Apapun lah);
2. Batman punya tali grappling gun yang cukup kuat dan bisa bergerak cepat dengan itu;
3. Batman punya kemampuan menyusup yang bagus;
4. Batwing eh Batplane punya fitur thermal-imaging yang bisa mendeteksi panas tubuh, sehingga bisa berfungsi mendeteksi orang di balik dinding.


Setelah menghancurkan mobil-mobil bersenapan otomatis di luar gedung, Batman siap siaga di luar gendung dan loncat ke lantai dua. Sementara itu, setelah mendengar keributan, para kriminal di lantai 3 mengacungkan senjata ke pintu-pintu yang mengarah ke lift dan tangga. Tak disangka, ternyata Batman menghancurkan lantai 3 dari tengah, keluar di antara mereka, menghancurkan senapan-senapan mereka, lalu dengan berbagai teknik 'membunuh' termasuk melempari para kriminal ini dengan peti kayu. Jika harus adil, ada juga yang tewas karena granat yang gagal dilemparnya sendiri. Ada juga kriminal yang sudah pingsan masih dipukuli pelipisnya.




Sementara itu, di dalam ruangan tempat tawanan, yang kebetulan berada di dekat jendela, dua kriminal yakni Anatoli 'KGB Beast' Knyazev dan temannya berjaga. Temannya mengacungkan senjata ke pintu sementara Anatoli mengacungkan senjata penyembur apinya ke tawanan. Tiba-tiba dinding rusak dan Batman muncul, melumpuhkan kawan Anatoli dan merebut kendali senapannya lalu mengarahkannya ke Anatoli. Anatoli mengancam membakar tawanan dan Batman berkata "Aku mempercayaimu" lalu menembak tanki gas senjata Anatoli yang membuatnya meledak dan di saat yang bersamaan Batman langsung melindungi tawanan dari ledakan.

Keren?
Iya.
Cerdas?
Tidak.
Sebaliknya. Sangat bodoh dan tidak efisien.

Cukup dengan gambar Thermal Imaging yang cukup rinci, seharusnya Batman sudah bisa memperkirakan di mana posisi tawanan saat itu. Apalagi ternyata tawanan berada di dekat jendela, yang seharusnya sudah cukup untuk meraihnya dengan singkat. Yang dilakukan Batman versi Snyder adalah berpelesir ria sambil menggebuki penjahat satu-satu seakan-akan setiap kali melihat nyawa melayang, otaknya mendapatkan kadar dopamine yang menggairahkan. Selain itu, memukuli pelipis penjahat yang sebenarnya sudah pingsan sudah cukup sebagai bukti bahwa Batman versi Snyder ini tidak efisien.

Sebagian dari adegan ini tampaknya terinspirasi dari dua adegan terpisah di komik The Dark Knight Returns yakni adegan penangkapan perampok Bank dan adegan penculikan anak. Dan dalam dua adegan ini, Batman menggunakan kemampuan menyusupnya sebaik mungkin. Ia menghindari pertempuran panjang dan terbuka. Berbeda dengan versi Snyder yang tiba-tiba berada di ruang terbuka tanpa tujuan dan menyakiti satu persatu.

Batman versi Snyder adalah Batman yang emang ingin mukulin orang, tidak memakai otak!

Friday, March 25, 2016

Zack Snyder Adalah Sutradara Film Batman Terburuk! [penuh spoiler]


Ada tiga cara memandang film Zack Snyder terbaru, Batman vs Superman:
1. sebagai film Batman;
2. sebagai film Superman;
3. sebagai film Justice League;

Sebagai film Justice League, BvS adalah langkah efisien dan penampilan Wonder Woman yang memikat sudah cukup untuk membuat penonton penasaran baik kisah Wonder Woman sebagai film tersendiri maupun ketika tiga karakter utama DC ini memimpin para superhero-superhero lainnya. Petunjuk musuh yang akan datang cukup jelas bahkan terlalu berlebihan sehingga malah mengganggu film ini sebagai sebuah film utuh.

Sebagai film Superman, BvS adalah film yang lebih baik dari Man of Steel namun sayangnya, Superman juga belum matang-matang juga menjadi Superman yang kita kenal. Ketika jubah dikenakan, kita masih melihat sosok Kal-El yang emosional sama seperti film Man of Steel. Alih-alih sosok Superman, saya melihat karakternya sebagai karakter korban risak (bully). Saya memang jadi bersimpati terhadap Kal-El tetapi saya tidak akan bergabung ke #TeamSuperman dan tetap dalam posisi saya semula, #TeamBatman setelah film ini.

Sebagai film Batman,
ini adalah film Batman terburuk yang pernah saya lihat. Jangan salah, Ben Affleck, bermain sangat bagus sebagai Batman di sini namun Zack Snyder seperti anak kecil yang bermain-main dengan buku komik ayahnya, memprioritaskan sisi visual yang justru malah merusak logikanya sendiri. Bagaikan anak kecil, menggunting halaman-halaman komik Frank Miller lalu menempelkannya, menjadi cerita baru yang tidak logis.


Mari kita membahas film ini dari sudut pandang cerita Batman.
Adegan pertama, diawali dengan dua adegan saling tumpang tindih yakni adegan Bruce Wayne terjatuh ke gua kelelawar serta adegan pembunuhan kedua orang tuanya. Ini adegan yang sudah berkali-kali ditayangkan di layar lebar, ditafsirkan dan dipaparkan oleh sutradara yang berbeda-beda sejak dari zaman Burton, Schumacher, Nolan, dan Snyder sendiri. Versi Snyder adalah tafsir terburuk yang pernah dilakukan terhadap adegan-adegan terkenal.

Apa yang salah dari versi Snyder terhadap dua adegan ini?
Dalam adegan kematian orang tua Bruce Wayne, Thomas walau tertembak dahulu, masih hidup dan sekarat setelah istrinya juga ikut tertembak. Tak ada masalah untuk hal ini karena Nolan pun juga demikian. Namun kemudian saya sangat kecewa dengan ucapan yang keluar dari mulutnya ... "Martha!".

APAAAAAAAA??!

Saya mengerti bahwa "Martha" ada sosok vital dalam film Batman vs Superman di mana baik Bruce maupun Clark sama-sama memiliki ibu bernama Martha. Namun satu hal yang dilupakan Snyder adalah, hubungan Ayah dan Anak dalam mitologi Batman adalah hubungan sangat sakral di mana Bruce benar-benar mencintai ayahnya. Sangat ganjil, sebagai ayah yang sekarat, melihat anaknya masih selamat dan istrinya telah tewas, dan ia lebih memperdulikan istrinya daripada anaknya sendiri.

Sama seperti versi Schumacher, adegan Bruce terjatuh ke gua kelelawar terjadi saat pemakaman orang tuanya. Bruce yang tak sanggup melihat pemakaman orang tuanya, berlari memisahkan diri dan jatuh ke dalam lubang. Kemudian dari kegelapan muncul kelelawar yang menakutinya.

Berbeda dengan versi Schumacher, jumlah kelelawar di sini sangat banyak, sama seperti versi Nolan. Bruce ketakutan namun dengan cepat menjadi tenang lalu berdiri, merentangkan tangannya terbuka, dan merasakan kedamaian seakan-akan kelelawar-kelelawar yang banyak itu membaptisnya dan menerbangkannya ke angkasa (sudut pandang dari bawah).

APAAAAAAAAAAA??!

Ingat, adegan ini adalah adegan Bruce kecil yang masih trauma dan dia tiba-tiba berubah menjadi sosok 'tercerahkan' yang tenang bagaikan orang suci yang sudah berhasil melepaskan diri dari dosa-dosa.
ABSUUURD!


Adegan selanjutnya,
adalah adegan film Superman walaupun dari sudut pandang Bruce di mana kita melihat adegan kehancuran Metropolis dari babak terakhir Man of Steel. Tidak ada adegan salah dari film ini walau jujur agak aneh Bruce Wayne sendirian ke pusat pertempuran tanpa membawa atau mengajak bala bantuan.


Adegan berikutnya adalah adegan pertama kita melihat Batman beraksi.
Diawali dari laporan bunyi tembakan, dua polisi mengecek sebuah rumah "kosong" yang ternyata memiliki penjara bawah tanah berisi para wanita-wanita asing yang diculik. Para wanita-wanita ini sudah bisa bebas tetapi mereka ketakutan dan memilih tetap meringkuk dalam penjara mereka karena pahlawan mereka adalah 'setan' yang masih berada di lantai atas di rumah tersebut. Salah satu polisi mengecek ke lantai atas dan menemukan penjahat yang terikat dan... ia terkejut melihat Batman dan kalap menembak sana-sini bahkan nyaris melukai rekannya yang baru saja menyusulnya.

Adegan ini sebenarnya keren dan saya tak punya keluhan sama sekali namun satu adegan ini akan bertabrakan dengan adegan-adegan lain di film ini.

Sebaiknya, saya jelaskan dahulu tentang komik The Dark Knight Returns yang menjadi inspirasi film ini untuk memahami mengapa saya katakan Snyder seperti anak kecil yang menggunting-gunting komik bapaknya untuk bikin cerita baru yang keren secara visual tetapi dangkal secara cerita.

Di komik The Dark Knight Returns yang legendaris itu, Batman sudah lama tak beroperasi pasca kematian Robin. Ia mencoba hidup tenang, baik-baik, bercengkerama dengan polisi Gordon yang dahulu sering dibantunya, menyumbangkan uang untuk menyembuhkan Harvey Dent. Dan ternyata, langkahnya juga membawa Joker, musuh utamanya, menjadi pasif dan memilih bungkam di RSJ di bawah pengawasan dr. Bartholomew Wolper.

Sayangnya,
kelompok kejahatan baru yang menamakan dirinya Gang Mutan, merajalela dan membuat kota Gotham kembali tidak nyaman. Mereka tidak takut kepada para penegak hukum dan melakukan tindakan kejahatan kekerasan di mana-mana. Bruce Wayne yang tadinya berharap kepolisian Gotham bisa menyelesaikannya sendiri, ternyata malah teringat lagi traumanya akibat usaha perampokan gagal yang terjadi kepadanya. Bimbang dan dibayang-bayangi mimpi buruk yang sudah lama tak kembali, ia akhirnya memutuskan untuk mencukur kumis dan kembali beraksi menjadi Batman.

Warga kota, terbagi menjadi dua menyikapi kembalinya Batman.
Generasi tua seperti Lana Lang dan Polisi Gordon, menyambut kehadiran Batman dengan baik dan suka cita.
Generasi muda seperti Bartholomew Wolper dan Ellen Yindel, menyerang keberadaan Batman sebagai ancaman yang dikhawatirkan akan membuat kejahatan semakin meningkat.

Kekhawatiran generasi muda Gotham memang beralasan. Pasca kemunculan Batman, muncul ancaman bom dari musuh Batman yang lama, Two-Face. Kemudian kelompok Mutan pun semakin mengganas. Bahkan ketika ancaman Mutan dan Two-Face berhasil diselesaikan, musuh paling menyeramkan, The Joker, kembali aktif dan membantai orang-orang. Dan Batman, diduga "membunuh" Joker!

Pasca kematian Joker dan bubarnya Geng Mutan, para anak-anak berandalan ini ada yang "insyaf" menjadi "Son of Batman" tetapi ada yang tetap menjadi garang dan menciptakan kelompok-kelompok gang-nya sendiri. Bahkan kelompok "insyaf" seperti Son of Batman pun masih menjadi problem kekerasan karena mereka tidak hanya melukai para penjahat tetapi juga para pemilik toko yang mereka anggap terlalu pasif.

Karakter Batman di komik The Dark Knight Returns-nya Frank Miller adalah:
1. kejam dan ganas, tidak segan-segan mematahkan tulang jari;
2. namun ternyata diam-diam masih konservatif dan tidak mau membunuh, bahkan ketika orang lain menyangka dia telah membunuh
3. ada masa cuti di mana dia bebas  dari mimpi buruknya dan bisa menikmati hidup bahkan sampai dia bosan dan mencoba mengalihkan ke olahraga ekstrim seperti balap mobil.
4. memiliki dukungan penuh kepolisian hingga tangan kepemimpinan beralih dari Gordon ke generasi muda, Yindell.

Tentu saja, pasca 2000, Frank Miller tampaknya menjadi gila dan komik-komik Batman setelah itu (The Dark Knight Strikes Again dan All-Star Batman & Robin) bisa digolongkan sebagai sampah. Sebenarnya sebelumnya pun juga ada kasus di mana Frank Miller menulis adaptasi Year One namun tidak disukai produser film karena Bruce Wayne menjadi sosok cengeng. Karena itu, mari kita fokus pada Batman versi The Dark Knight Returns saja bukan pada Frank Miller karena ada perbedaan versi antara Frank Miller 80an dengan Frank Miller dekade 2000an.

Kembali kepada cerita Batman vs Superman versi Snyder,
adegan-adegan dialog Bruce Wayne dan Alfred Pennyworth bisa membantu kita membuat kesimpulan bahwa Batman versi Snyder adalah Batman yang sangat jauh berbeda dengan Batman versi komik TDKR.

1. Batman tak pernah mengalami masa damai. Alih-alih menarik diri dari pergaulan pasca kematian Robin, tampaknya Batman semakin kejam dan menjadi-jadi;
2. Batman tak pernah mendapat dukungan dari kepolisian. Terbukti ia langsung melarikan diri begitu ada polisi. Catat! Batman tidak melarikan diri dari polisi di The Dark Knight Returns kecuali setelah kepemimpinan berpindah ke generasi mudanya;
3. Batman tidak pernah menggunakan alter-ego alternatif sebagai Matches Malone untuk keperluan menyamar di dunia kejahatan. Batman cukup hanya menjadi sosok Bruce Wayne.

Ya,
Bruce Wayne di sini adalah karakter yang menghabiskan hidupnya dengan berjudi termasuk perjudian gelap gladiator. Bruce Wayne juga adalah karakter yang meniduri banyak wanita. Ini adalah Bruce Wayne yang mirip seperti Tony Stark versi komik.

Ada masalah dengan karakterisasi itu?
Sebenarnya gak ada masalah. Malah saya tertarik untuk menonton Batman versi Ben Affleck selanjutnya.

Yang jadi problem adalah, ketika dibenturkan dengan cerita Superman (ingat, judulnya 'Batman v Superman'), tiba-tiba semua karakterisasi tadi lenyap begitu saja. Tiba-tiba, Clark Kent mengatakan bahwa Batman didukung kepolisian (yang sangat kontradiksi dengan adegan-adegan sebelumnya). Lalu sebagai Superman, ia mengancam "lain kali lampu-mu menyala, jangan dijawab" yang menunjukkan Batman adalah seorang pahlawan yang disetujui Gotham, pernyataan yang sangat kontradiksi dengan karakterisasi yang sudah dibangun sebelumnya.

Errrr...

Jadi film ini berbicara tentang Batman yang gelap, pesimistis, "selalu menjadi kriminal" atau tentang Batman ceria yang didukung kepolisian sampai punya lampu sinyal sendiri sih?

Dan lalu pertarungan terjadi, yada-yada... saya tidak akan terlalu membahas karena film sudah berpindah menjadi cerita di sisi Superman dan Justice League. Namun saya lebih tertarik membahas adegan terakhir film ini di mana Lex Luthor dipenjara.

Pikirkan baik-baik posisi penjara Lex Luthor.
Ia adalah warga Metropolis.
Ia merusak kota di bagian Metropolis.
Ia tertangkap di kota Metropolis.
Jadi kemungkinan ia berada di penjara wilayah Metropolis atau maksimal di penjara Federal. Kecil kemungkinan ia berada di penjara Gotham.

Sipir penjara, menyuruh Lex Luthor berbalik menghadap dinding agar mereka bisa memborgol Lex dan tiba-tiba lampu mati. Lalu lampu menyala dan sipir tersebut hilang dan muncul Batman yang kemudian menginterogasi Lex dengan nyaman tanpa gangguan.


Tunggu.. tunggu.. tunggu sebentar.
Apakah Batman, kriminal tanpa dukungan kepolisian Gotham, bisa dengan mudah bekerja sama sipir penjara kota lain?
Tidak masuk akal!

Atau mari coba sudut pandang lain,
Batman masuk tanpa restu dan sipir tersebut di-"culik" tanpa jejak dengan cepat. Seharusnya, tetap ada bekas pembobolan yang bikin panik sipir. Seharusnya ada ketegangan di wajah sipir untuk menunjukkan ada usaha penyusupan.

Sayangnya, tidak ada. Sipir tampak damai-damai saja sebelum kemunculan Batman seakan-akan mereka bekerja sama.

ABSUUURDDDD!!!


Dengan banyaknya kejanggalan cerita Batman di film Batman versus Superman,
maka saya katakan Zack Snyder adalah sutradara film Batman terburuk.

Setidaknya, Joel Schumacher, sudah menyadari film Batman terakhirnya main-main. Ia tidak berusaha membuatnya "sok keren" apalagi "sok gelap".
Zack Snyder, hanya sutradara yang memiliki pandangan seperti anak kecil, yang suka gambar-gambar keren dari komik lalu memotong dan merekat ulang menjadi kisah baru nan dangkal.