Tuesday, May 29, 2007

Au'ah gelap...

Kemarin, seorang blogger yang selama ini menggunakan nama wadehel mengumumkan kematiannya.

Pertama kali aku mengetahui blog-nya karena kawanku, Conna memberitahu ada seseorang yang menulis blog yang aku pasti akan suka karena beberapa ide dan keluh kesahnya mirip denganku.

Conna benar, kami memang memiliki persamaan, tetapi kami berbeda.
Wadehel, jujur saja, yang tidak kusuka darimu adalah, kau terlalu dilandasi oleh kebencian. Akhirnya lama-lama tulisanmu monoton dan tidak menarik.

Tapi itu cerita lain...



Jujur saja, Hel...
aku agak kecewa ketika kau tiba-tiba memutuskan untuk mati.
Hey.. you're not even one year old.

Selama ini aku berkali-kali ke blog-mu berharap ada peningkatan tulisan, agar tidak monoton (paling soal IPDN yang akhirnya kau kembali kreatif) tetapi tetap saja kau selalu terjebak ke hal-hal itu. Dan alih-alih kutemui peningkatan, yang terjadi adalah, kau tiba-tiba memutuskan untuk mati begitu saja.


Gue udah berantem berapa kali di internet, selalu pakai nama Kunderemp, sedari awal kumengenalnya (tahun 2000), jauh sebelum aku punya blog ini. Aku punya blog memang menunggu-nunggu bertahun-tahun, apakah blog sekedar trend sesaat™ atau kelak bisa bertahan seperti forum-forum atau mailing list. Aku juga pernah menemui beberapa orang di internet, yang sampai memiliki musuh abadi yang mengejarnya dari satu tempat ke tempat lain.

Tetapi mereka tidak kapok, Hel..
Akupun masih menggunakan nama Kunderemp.

Tentu kau juga kenal Priyadi, kan? Sudah berapa musuh yang ia buat? Sudah berapa pertikaian muncul di komentarnya? Dan ia masih tetap bertengger di sarangnya.


Jujur saja, aku tidak merindukanmu.
Aku malah senang kau tewas, bukan karena aku musuhmu, tetapi karena kau sedang dipuja-puja berlebihan saat ini. Lihat saja, betapa banyak yang merindukanmu, dan betapa banyak yang mensyukuri kematianmu.

Tapi Hel..
jujur saja,
ketika kau bereinkarnasi kembali,
gue harap kau lebih baik dari wadehel yang dulu,
dan lebih kreatif,
tidak monoton.

Karena jujur saja,
aku merindukan ketika kreativitasmu sedang di puncak,
seperti yang terakhir kali kulihat, saat kau membahas IPDN.

5 comments:

edratna said...

Blog Wadehel mati? Sayang sekali?
Sebetulnya saya ingin mengenal, seperti apa sih sebetulnya seorang Wedehel...kelihatannya kok berkeluh kesah saja. Karena dunia ini udah terlalu sesak tanpa ditambahi adanya keluh kesah.

tukang ketik said...

good explanation.. enak dibaca

banyak sekali ternyata yang merasa kehilangan wadehel

priyadi said...

weks. kalo soal musuh kayanya wadehel satu kasta di atas saya. tapi saya bisa ngerti kenapa wadehel begitu. ngeblog dengan style wadehel butuh energi tinggi. selain itu ngeblog juga gak lagi fun karena makin banyak tuntutan dari pembaca. di sisi lain kerjaan kita bukan cuma ngeblog. tapi mungkin yang diperluin cuma 'cuti' 1-2 minggu, bukan mati selamanya.

passya said...

stujuh.... the new wadehel....
klo saya malah lebih senang ketika tulisannya lebih variatif kayak masalah rokok...

emi said...

wagh2...saia salah satu orang yang seneng sm blognya wadehel, wlwpun terbilang baru.

mudah2an para "petinggi" blogger lebih wise n kreatif lg dlm nge-blog...soalnya, saia lg mnuntut ilmu di dunia blogger yg fana ini...

mohon bantuannya...:D