Wednesday, May 23, 2007

[YouTube] Babylon 5 dan game2 adaptasi

Di pertengahan dekade 90-an, ketika genre space opera masih sedikit dan dikuasai oleh Star Trek dan Star Wars, seorang penulis ambisius, J Michael Straczynski merancang sebuah space opera yang untuk pertamanya mampu membuat drama luar angkasa lepas dari bayang-bayang dua nama besar tadi. Serial televisi tersebut berjudul Babylon 5.

Trailernya bisa dilihat di
http://www.youtube.com/watch?v=wH9lVc-wDOE


Serial ini menjadi serial favoritku dan masih belum ada satu serial TV pun, sebagus apapun yang bisa menggeser kedudukan serial ini. (Subyektif.. hihihihi).

Ada beberapa keunggulan Babylon 5 dibandingkan dengan Star Trek antaranya:
  1. Penduduk Bumi yang beraneka ragam
    Berbeda dengan Star Trek yang tampak seragam, dalam dunia Babylon 5, umat manusia masih merupakan species dengan keanekaragaman yang sangat besar dengan berbagai tradisi budaya dan pemikiran.

    Uniknya, dalam cerita Babylon 5, hanya ras manusia yang mampu memanfaatkan keanekaragaman mereka dan melahirkan ide-ide yang tergolong inovatif untuk ras-ras lain walaupun manusia sebenarnya salah satu ras termuda.

    Misalnya, Babylon Project yang akhirnya melahirkan Stasiun Luar Angkasa Babylon 5 yang berfungsi sebagai pasar antar-ras dan semacam PBB untuk luar angkasa, diajukan oleh ras manusia (atau lebih tepatnya oleh Senator dari Indonesian Consortium [gabungan antara Pakistan, India, Indonesia, dan negara-negara Asia Tenggara] bernama David Indiri). Selain itu, hanya ras manusia yang memiliki ide televisi dan koran untuk komunikasi massal untuk masyarakat. Ide ini kelak akan digunakan oleh pengurus Babylon 5 dalam menyampaikan informasi saat perang Shadow vs Vorlon.

  2. Babylon 5 adalah satu-satunya serial televisi yang mengakui eksistensi negara-negara di Bumi di masa depan.
    Misalnya, salah satu tokoh Babylon 5 adalah Susan Ivanova, Yahudi Rusia. Selain itu, di salah satu berita, disebutkan seorang senator dari Indonesia memrotes tentang kewajiban negara-negara Bumi yang harus membayar upeti pada EarthGov.


  3. Perang antar pesawatnya, man!!
    Salah satu yang menarik dari serial Babylon 5 adalah perang antar pesawatnya. Sebelum serial Babylon 5, perang antar pesawat biasanya sangat jarang dan kalaupun ada, termasuk pelit. Serial Babylon 5 adalah yang pertama kali menggunakan komputer untuk serial televisi dan mereka tidak tanggung-tanggung dalam membuat pertempuran pesawatnya.

    Dan jujur saja, pesawat yang paling terlihat keren adalah Starfury milik ras manusia, karena merupakan pesawat paling lincah, yang bisa berbalik 180 derajat dan berjalan mundur. Jadi gak ada lagi alasan dibuntuti dari belakang. Sayangnya, pesawat Starfury adalah yang terlemah dibandingkan pesawat lain.


  4. Ras-ras dalam cerita Babylon 5 bukanlah sebuah ras tunggal.
    Berbeda dengan cerita Star Trek ataupun Star Wars yang selalu menampilkan ras lain seakan-akan sebagai sebuah kelompok kecil, dalam dunia Babylon 5, masing-masing ras memiliki dilema struktur masyarakat sendiri. Misalnya, Minbari memiliki 3 kasta. Sementara itu, Centauri berbentuk kekaisaran yang kejam (walau ada beberapa pecinta damai yang simpati pada korban kekaisaran Centauri). Narn adalah mantan budak Centauri yang berhasil membebaskan diri dan akhirnya menjadi bangsa yang garang dan hidup dari menjual senjata dan mereka bersedia mengimpor persenjataan apapun dari fisik maupun kemampuan telepati. Adapula Drazi yang bermusuhan hanya karena warna pakaian.

    Selain itu, dalam dunia Babylon 5, ras-ras berkembang dalam waktu yang berbeda-beda. Ras Manusia adalah salah satu ras yang muda, termasuk di antaranya ras-ras kecil. Ras-ras yang lebih tua adalah Minbari, Narn, dan Centauri. Sementara ada ras misterius seperti Vorlon dan Shadow yang ternyata jauh lebih tua. Dan ada para The First Ones, yang berisi ras-ras pertama galaksi, yang tak pernah menua.


  5. Strategi Perang
    Berbeda dengan film-film luar angkasa sejenis, perang-perang dalam dunia Babylon 5 tidak mengandalkan kecanggihan peralatan perang belaka. Strategi dan diplomasi juga menjadi bagian penting, bahkan lebih penting daripada kecanggihan peralatan perang karena manusia dalam cerita ini memiliki persenjataan yang lemah dan jalan satu-satunya adalah bersekutu dengan ras yang lebih kuat tanpa harus kehilangan kebebasan atau kehilangan kepercayaan dari sesama manusia.
Nah, sebagai salah satu serial TV yang cukup berpengaruh, seharusnya cukup banyak game adaptasinya. Alas! Ternyata tidak. Kebanyakan developer game lebih menyukai game berbasis Star Trek atau Star Wars.

Nah, tetapi untungnya, ada yang mau membuat mod-mod untuk game..
sayangnya, aku gak punya game-nya.. hiks hiks...

Nah,
hari ini aku iseng2 surfing di youtube dan nemu beberapa video menarik.

http://www.youtube.com/watch?v=JqX0LyNuJYw

Ngakunya sih, game tahun 1998. Tapi kok tampilannya kayak serialnya yah, dari episode awal2 waktu perang melawan raiders sampai perang melawan Vorlon? Atau ini FMV dari game?


Ada juga game I've Found Her yang gratis (hmmm.. unduh di mana yah?)
http://www.youtube.com/watch?v=ziHpBXCw0MI (trailer)
http://www.youtube.com/watch?v=Qno9IsAAEKk (cuplikan permainan)
cuma agak-agak cupu grafisnya.

Ada juga mod dari game Freespace 2 (belum pernah main)
http://www.youtube.com/watch?v=wLVJIN8hotI (trailer.. tapi kalau kubilang paling mirip dengan perang aslinya. Terutama adegan saat Starfury berputar di detik ke 41)
http://www.youtube.com/watch?v=Q5V47E2vRgY (cuplikan.. tapi tampaknya dari mod yang lain).

Lalu ada game resmi dari Sierra yang akhirnya tidak jadi dibuat
http://www.youtube.com/watch?v=uNzQK5ntfBw
Lumayan bagus untuk detail pesawatnya (terutama waktu adegan Starfury mendekati pesawat Narn di detik 29.. eh atau itu sekedar skin yah?)


Lalu tentu saja, game yang paling cocok untuk dijadikan versi Babylon5... Homeworld!!!. Sayang sekali waktu lagi getol2nya main Homeworld, aku tidak tahu ada mod-nya... hiks. Padahal waktu aku memainkan, aku benar2 teringat dengan Babylon 5
Bisa dilihat di
http://www.youtube.com/watch?v=z2QvfQC98Ss
(video klip yang paling keren yang kulihat hari ini)

5 comments:

priyadi said...

kalo saya tetep masih startrek. tapi mungkin cuma karena kurang terekspos babylon 5. masalahnya genre scifi di indonesia susah dapet jatah prime time. kalo startrek dulu udah sering terekspos sama ST:TNG yang diputer TV3 malaysia di prime time.

dulu sempet bikin petisi onlen buat protes RCTI kenapa mereka nyetel ST:TNG terlalu malam. tapi ya gak digubris.

kalo starwars masih kurang scifi dibanding ST & B5. tetap menikmati sih, tapi bukan sebagai scifi.

kunderemp said...

Kalau Star Trek, karena tidak pernah menonton yang serial aslinya, aku lebih akrab dengan TNG.

Tapi waktu Babylon 5 diputar di SCTV, Star Trek yang ditayangkan adalah yang Voyager dan aku tidak begitu suka. Terutama holodeck-nya yang itu-itu saja (pantai melulu).

Katanya sih, di dunia Star Trek, yang setara dengan Babylon 5 adalah Deep Space Nine dan sempat ada artikel di wikipedia yang membandingkan dua serial tersebut (dan sudah di-delete setelah dilakukan pemungutan suara).

Baca di artikel wikipedia tentang Deep Space Nine, kedua serial ini ternyata pernah bersaing di Hugo Award. Penghargaannya akhirnya jatuh ke tangan Babylon 5.

kunderemp said...

Oh yah..
kalau dari sisi game,
Star Trek jelek kalau buat RTS seperti Homeworld. Kalau buat space-sim kayaknya juga jelek (pernah lihat sih.. dan aneh).

Yang bagus kalau versi kapten-nya seperti game Star Trek: A Bridge Commander. Lucu juga sih, mengendarai kapal tetapi tidak langsung mengemudikan melainkan dengan menyuruh anak buah. Tetapi justru jadi terasa nuansa Star Trek-nya.

pseudo-post-apocalyptic said...

coba lo cek genre film machinima deh sapa tau lo senang liat film2 pendek yang dibuat dari game

kunderemp said...

waaa.. makasih makasih makasih

*langsung cek daftar film pendek machinima dan cek di youtube...

korban pertama: Diary of A Camper