Monday, September 29, 2008

Penerjemah Kawakan Itu Telah Wafat

Buat penggemar bioskop di Indonesia, mungkin pernah dengar namanya.

Rashid Rachman, telah wafat pada pertengahan Juni.

Berikut petikan e-mail dari kawan (di mailing list musik-film at yahoogroups ) tentang kepergian beliau.

Tokoh Penterjamah Teks Film Rashid Rahman di Makamkan Di TPU Blender Kebon Pedes Bogor

Kamis, 12-Juni-2008, 20:42:27



Bogornews--- Dunia perfilman nasional kehilangan tokoh penterjemah teks film senior, Rashid Rachman, 72 tahun, meninggal dunia, Rabu (11/6) kemarin di rumahnya yang sederhana di Kampung Babakan Peundeuy, kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor. Jenazahnya Rashid dikebumikan di Pemakaman Umum Blender, Kamis (12/6) pagi.

Sebelumnya Jenazah almarhum disemayamkan di rumah kakaknya ibu Rahardjo di Jalan Rumah Sakit II, samping
Kampus IPB Baranangsiang. Di rumah tersebut terlihat adik kandungnya Prof Arief Rachman Hakim, pakar pendidikan Indonesia.

Menurut keluarga diperkirakan Rashid meninggal karena serangan jantung. “Kita kehilangan salah satu tokoh penterjemah film. Kami juga sekeluarga sangat kehilangan beliau yang sangat low profil, “ kata Prof Arief Rachman usai acara pemakaman.

Rashid Rachman lahir di Jakarta, 23 Juli 1936, dia mulai menterjemahkan film asing mulai tahun 1963. Dari kepiawaiannya sampai awal pekan ini dia sudah menterjemahan ribuan teks film, “Film terakhir yang diterjemahkan yakni Gets Smart yang akan di putar di bioskop,” ujar Enday, asisten setia Rashid.

Selama berprofesi hampir semua film besar dan kolosal dari luar negeri teksnya diterjemahkan oleh Rashid. Seperti film
Benhur, The Ten Command Men, Kingkong (1993), Superman 1 sampai 4, serial film Jepang Oshin, The God father Jurassic Park, Harry Potter 1,2, 3, Gladiator, Troy, Kingkong (2005), The Lord of the ring, Iron Man, terakhir What Heaven in Vegas dan Gets Smart.(iso)

Reza, kemaren ponakannya aja sampe salah kasih tahu...bilangnya 1.5 bulan yang lalu perginya...So, I can tell how busy each one of them is in daily life...hehehe...

Yah sekitar tahun 90-an dech aku pernah ketemu almarhum di rumah adiknya di suatu acara ulang tahun...Almarhum memang dedikasi banget ke profesinya dan tidak pernah menikah hingga akhir hayatnya...Kita kehilangan legenda nih...juniorsnya almarhum belum sebagus beliau terjemahannya...Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Amin...

0 comments: