Sunday, March 15, 2009

Puisi Bulan Ramadan 2006 lalu

Kutulis ulang di sini..
buat mengingatkanku, masih banyak orang-orang menderita di negeriku
biar aku tidak berlama-lama larut dalam sendu pribadi
karena masih ada yang membutuhkanku

A Pregnant Woman in the Night

only a hundred meter
from a group of polices
starving of traffic offender


a woman
a pregnant woman
stood among other women
in a red-light district


some men came
interested to her beauty
but she denied all of them
unless they offer the job
which did not require
her pants to be undressed


a woman
a pregnant woman
with an eight-months old male-fetus
in her womb


waiting for lustful males
giving their money
to be kept
for hospital cost later


a wannabe mother
afraid of raid
but stood brave
in the middle of night
looking for money
for her future baby



=============================================



A condolence for taxi driver whose initial were S M,
whose daughter died on labour in Karawang in 2000
because she didn't have money to pay hospital.

3 comments:

edratna said...

Untuk menolong sesama, kita bisa membagi sebagian rejeki kita untuk mereka (min 2,5% dari gaji/pendapatan). Dan akan lebih baik lagi, jika kita juga makin berhasil, karena semakin banyak rejeki yang bisa disumbangkan.

Namun demikian, akan lebih baik lagi, jika kita seperti memberikan pancing, dan bukan ikan. Selain memberi rejeki, perlu memberikan ketrampilan untuk mandiri, sehingga suatu ketika akan lepas dari ketergantungan.

Biaya melahirkan memang mahal, untuk memutuskan punya anak, dulu ibu juga harus menabung dulu, karena tanpa itu akan membuat anaknya terbengkalai dan risiko bagi ibu yang melahirkan.
Semoga engkau makin dewasa dalam menyikapi semuanyas

kunderemp said...

Memberi pancing terdengar indah tetapi kenyataannya ide utopis memberi pancing sering jadi pembenaran untuk bersikap tak acuh.

Yang benar seharusnya memberi ikan bila dirasakan mendesak dan kemudian memberikan pancing.

edratna said...

Jika belajar memahami micro financing, ada mikro yang diberikan untuk yang benar-benar poor...kemudian nanti ditingkatkan menjadi productive poor. Jadi poor diberikan dengan subsidi, tapi tetap dimonitor, ada jaminan kelompok....ini yang penting.
Tahu nggak, rasanya miris membaca berita atau komentar orang yang hanya menunggu subsidi.

Pengalaman ibu, selama 27 tahun, pemberian tetap harus dilakukan pemantauan, agar orang yang diberi bantuan, juga meningkat kehidupannya.