Wednesday, March 01, 2006

hati hati dengan ibn Shadiq...

Dicari:
Abu Muhammad Ibn Shadiq

Tuduhan:
Tersangka dicurigai melakukan aktivitas pembuatan hoax

Korban:
Umat Muslim di Indonesia

Modus:
1. menyamarkan artikel buatan dengan dalih menerjemahkan. Teknik ini dapat menipu pembaca, seakan-akan artikel tersebut berasal dari sumber terpercaya dari luar negeri,

2. menggunakan nama-nama palsu seperti Prof. Dr. Zaghlul al-Najar dan Samy Unqowy, Eng. untuk mengesankan keilmiahan artikel yang ia buat,

3. menggunakan hadits yang sudah dinyatakan dhaif (lemah) dan sengaja mengait-kaitkan ayat-ayat AlQuran untuk mengesankan kebenaran hoax yang ia buat

Aktivitas:
Berdasarkan pencarian Google.com, Abu Muhammad Ibn Shadiq pernah tercatat sebagai anggota diskusi di alsofwah.or.id dan memposting 9 kali sekitar Desember 2004. Sisa pencarian hanya menunjukkan artikel-artikel yang ia buat, yang di-forward oleh kaum muslimin kepada forum-forum lain atau blognya karena ketidaktahuan si pem-forward.

Bagaimana ia dicurigai:
1. Pencarian di google tentang beberapa nama yang disebut dalam artikel terjemahannya hanya menghasilkan artikel-artikelnya. Nama-nama tersebut tidak pernah muncul dalam artikel lain.

2. Selain itu, ketika Ibn Shadiq hanya mengaku sebagai penerjemah, sementara salah satu karakter fiktifnya konon berasal dari Inggris, tidak ada satupun artikel berbahasa Inggris yang memuatnya. Semuanya berbahasa Indonesia dan berasal dari artikel yang sama.

Tuntutan:
1. Ibn Shadiq harus mengakui bahwa ia telah menulis berita bohong yang menyesatkan umat,

2. bila Ibn Shadiq memang benar-benar menerjemahkan, maka Ibn Shadiq harus menunjukkan artikel aslinya dalam bahasa aslinya,

3. Umat muslim di Indonesia, dianjurkan untuk tidak mem-forward artikel-artikelnya hingga jelas apakah artikelnya hoax atau bukan.

5 comments:

hendra said...

artikelnya apa sih? Blum pernah dapet :)

Anonymous said...

Yup.. Gw baru dapet nih artikelnya dari temen sekostan. Dia dapet dari milist jurusannya. Emang sih bagus artikelnya, dah kepikiran untuk ngeforward ke email-email temen dan mau gw tulis di blog gw juga.

Tapi sebelum itu, gw pengen ngecek kebenaran artikel itu lewat internet. Hal yang pertama kali gw cek itu ya nama "tokoh utamanya". Eh, googling gak dapet, lewat wikipedia, yang hampir semua tokoh terkenal ada disini, gak ada juga "dia". dan di halaman ke 5 gw nemu web ini dah. :D

gw masih berusaha cari tau lebih lanjut dulu nih.. cari tau lebih banyak lagi.. :D

harisman said...

Alhamdulillah, benar saudaraku, penerjemah ini harus dicari dan dituntut untuk menjelaskan sumber terjemahannya (kalau memang ada).

Kalaupun ada, sumber terjemahan tersebut juga kita harus tuntut untuk menjelaskan sumber awal beritanya.

Dari hasil search comment di Internet terhadap artikel tersebut, sudah terlalu banyak yang terjebak dan menyatakan "tambah beriman" dengan informasi tersebut.

Kalau seandainya informasi sebenarnya diketahui oleh yang menyatakan telah "tambah beriman" tersebut, bisa malah mengakibatkan kegoncangan Iman.

Agar tidak tergelincir kepada penyebarluasan informasi yang “belum” bisa dipertanggungjawabkan, sifat awas, kritis, dan hati-hati mutlak kita miliki.

Mohon maaf kalau ada yang salah, ini adalah kontribusi untuk sekedar saling mengingatkan.

mharisman . blogspot. com
/2008/10/moon-rille.html

Jazakallah Khairan.

Femin said...

yes

Anonymous said...

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar beneran ada kok