Sunday, November 26, 2006

Cara Gantung Diri yang baik dan Benar

Dari seorang kawan di Ajangkita.

Belakangan ini kasus bunuh diri semakin marak terjadi, rata-rata para pelaku menggunakan cara2 yang sangat tradisional misalnya minum baygon, gantung diri atau terjun dari puncak gedung.
Sebetulnya dari semua cara-cara tersebut, gantung diri adalah cara yang menurut saya sangat menarik. Gantung diri itu kelihatannya mudah namun pelaksanaannya tidaklah sederhana.
Sejak jaman dulu, dunia sudah menerapkan berbagai cara untuk menghukum mati seseorang. Selain dengan cara digantung ada juga yang di tembak, dipenggal, diracun atau bahkan dibakar.
Timur tengah, penggal kepala/pancung adalah cara hukuman mati yang paling umum. Cara ini sangat cepat dan bila dilakukan dengan tepat maka tidak akan terlalu menyakitkan.
Tapi ingat, harus dilakukan dengan tepat !
Kenyataannya, sering kali bila Algojo yang melakukan eksekusi kurang berpengalaman maka hukuman pancung akan menjadi sangat menyakitkan. Kadang-kadang tebasan pedang/golok tidak tepat dileher melainkan di pundak atau di kepala.
(wuiih... makanya harus pintar-pintar memilih Algojo)
Menurut cerita, bila orang dipancung terlalu rendah (dileher dekat pundak) maka kepala yang terputus itu masih sadar untuk beberapa saat!
Algojo yang ahli tidak akan melakukan kesalahan2 konyol seperti itu, mereka bekerja secara profesional, cepat dan tepat.
Maka, untuk urusan penting sebaiknya serahkan saja pada ahlinya.
Lalu bagaimana dengan hukuman gantung ?
Prosedur pelaksanaan hukuman ini sangat mudah. Hanya diperlukan sebuah tiang gantungan dan seutas tali serta seorang algojo. Namun kematian tidak selalu datang dengan cepat, seringkali si terhukum harus menderita selama 2-7 menit baru tewas.
Bahkan bila tiang atau tali yang digunakan putus karena kurang kuat, maka si terdakwa tidak jadi mati hingga hukuman harus diulangi sekali lagi.
Namun ada seorang Ahli di Inggris, William Marwood, yang akhirnya mampu mengubah total paradigma hukuman gantung.
Ia mengamati bahwa kadang ada terhukum yang mati dengan cepat namun ada juga yang harus menderita dahulu baru mati. Setelah meneliti dengan seksama, Marwood mengambil kesimpulan yaitu "Ada dua macam kematian akibat hukuman gantung".
Yang pertama adalah kematian akibat jeratan tali dileher yang menutup aliran udara dan darah. Kematian macam ini sangat menyakitkan dan butuh waktu lama.
Namun ada kematian macam kedua pada hukuman gantung, yaitu bila terjadi patah tulang leher maka si terhukum akan mati dalam waktu yang sangat singkat, hanya 7 atau 8 detik, tanpa rasa sakit.
Orang yang mengalami patah leher (dipangkal batang otak), langsung kehilangan kesadarannya saat itu juga sehingga tidak merasakan sakit atau penderitaan.
Maka setelah hasil penelitiannya itu dipublikasikan, pemerintah Inggris (kemudian diikuti oleh negara2 lain) mengambil sikap untuk mengusahakan kematian cepat dalam hukuman gantung sebagai alasan kemanusiaan.
Menurut Marwood, bila si terhukum dijerat tali lalu dikatrol keatas, maka tulang lehernya tidak mungkin patah, sehingga ia dipastikan akan mati terjerat.
Cara terbaik untuk mematahkan tulang leher adalah dengan sentakan yang cukup keras.

Tekniknya adalah, terhukum harus dijatuhkan sejauh beberapa meter dulu sebelum lehernya tersentak oleh tali gantungan.
"Jarak Jatuh" yang tepat untuk setiap orang itu berbeda-beda.

Orang yang gemuk hanya membutuhkan Jarak Jatuh yang pendek, sedangkan orang yang kurus harus dijatuhkan lebih jauh agar didapatkan kecepatan jatuh yang cukup untuk mematahkan tulang lehernya.

Bagi mereka yang sangat kurus, harus diberi tambahan beban yang diikat dikakinya.
Menurut perhitungan Marwood, seorang Pria dengan berat 70 Kg membutuhkan jarak jatuh 2,5 meter.
Namun dalam pelaksanaannya masih saja sering terjadi kekeliruan.
Misalnya bila si terhukum berontak, maka kemungkinan akan terjadi gerakan ayun yang mengurangi kekuatan hentakan sehingga beresiko terjadi batalnya patah tulang leher.

Selain itu, tali yang diameternya kurang besar bisa mengakibatkan luka pada leher dan juga mengurangi kekuatan hentakan.
Maka, komisi hukuman mati di negara-negara maju kemudian menetapkan standar baku pelaksanaan hukuman mati yg harus diikuti secara ketat, demi kebaikan si terhukum itu sendiri.
Hukuman mati sudah dihapuskan dari negara-negara Eropa.
Di Amerika, beberapa negara bagian masih melaksanakannya dengan cara kursi listrik atau suntikan racun.

Hukuman gantung masih berlaku di Asia, yang saya tahu di Singapura dan Malaysia.
(Di Indonesia pakai hukuman tembak satu peluru di jantung, sangat barbar)
Meskipun negara sudah memiliki standar baku pelaksanaan hukuman gantung yang baik dan benar, namun sayang sekali teknik ini masih sangat kurang disosialisasikan di masyarakat.
Sering kali saya lihat ditelevisi, orang masih saja gantung diri dengan naik kursi dan menggunakan tali rafia atau tali jemuran yang ditambatkan di plafon atau kusen pintu.
Wah itu nekad sekali dan sangat tidak dianjurkan. Hasilnya pasti sangat menyakitkan, kemungkinan besar si pelaku akan menyesal ditengah-tengah proses bunuh diri itu, karena kesakitan.

Menurut saya, ini semua adalah salah pemerintah yang tidak mendidik rakyatnya dengan baik.
Harusnya pemerintah turun tangan dan memberikan penyuluhan bagaimana cara membunuh diri dengan lancar dan sukses.

Atau bila perlu seharusnya ada kurikulum khusus di sekolah-sekolah mengenai ilmu ini sehingga masyarakat tidak lagi terjebak dijalan yang salah dan melakukan bunuh diri dengan cara sembarangan, setuju bukan?
Kesimpulan :
Cara Gantung diri yang baik dan benar :
1. Gunakan tali yang kuat
2. Diameter tali harus cukup besar, kalau perlu lapisi dengan kain yang lembut agar tidak mengakibatkan luka atau iritasi di kulit.
3. Jangan gunakan tali yang terlalu lentur, anda mau gantung diri bukan bungie jumping
4. Gantungkan di tempat yang kokoh
5. Hitung Jarak Jatuh yang sesuai dengan Berat Badan anda, sempatkanlah untuk menimbang diri anda dulu sehingga anda memiliki angka update terbaru yang masih signifikan
6. Ingat, kesalahan dalam menghitung poin no 4 bisa berakibat fatal, ajaklah teman anda yang jago matematika untuk membantu anda dalam menentukan Jarak Jatuh yang benar
7. Bagi anda yang rajin berolah raga dan minum susu secara teratur, tentunya anda membutuhkan Jarak Jatuh yang lebih jauh karena tulang anda kuat dan padat. Ada baiknya anda konsultasi dulu dengan dokter untuk menentukan tingkat kepadatan tulang. (Bagi penderita Osteoporosis, Jarak Jatuh boleh dikurangi sedikit)
8. Gunakan pakaian yang sopan dan jangan terlalu seksi, kemungkinan besar anda akan diliput di berita kriminal di teve jadi jangan bikin malu dengan mengenakan celana dalam yang sudah bolong-bolong, ingat, penampilan itu mencerminkan siapa diri kita.
Nah itu saja pesan dari saya, semoga bermanfaat bagi anda sekalian. Bila saat ini anda tidak berminat untuk bunuh diri, jangan buang tulisan saya ini siapa tahu suatu hari nanti anda akan membutuhkannya.
Atau bila ada sahabat atau kerabat yang hendak melakukan bunuh diri, tolonglah mereka dengan tulus, sharingkan poin-poin diatas kepada mereka agar mereka dapat melaksanakan semuanya dengan baik dan lancar.
The End.


4 comments:

Anang said...

hayoo siapa mau nyoba??

MaIDeN said...

pake tali kolor ;)
Byar matinya luammmmma ...

black_hack said...

maaf mas, tulisan ini saya simpan saja, saya belum mau mati...:)

jpmrblood said...

Lha busyet...
kalo lo ud punya temen ahli matematika atopun teman yang laen yang *peduli* sama lo, buat apa lagi lo bunuh diri?