Tuesday, March 27, 2007

Susahnya Curhat...

Ada seorang wanita, sebut saja namanya Sairin. Ia memiliki warnet di pinggiran Jakarta. Suatu hari, ia menulis di blog-nya dan juga di sebuah forum yang sering dikunjunginya mengenai masalah temannya. Temannya mempunyai masalah dengan cowoknya yang tidak bisa mengungkapkan dan sering uring-uringan sendiri.

Nah,
tiba-tiba,
di forum tersebut, ada anggota lain yang tersinggung, "ini mengenai saya yah? Maaf yah, selama ini saya memang tidak bermanfaat".

Beberapa menit kemudian, Sairin me-sms saya, meminta agar seluruh postingannya di forum tersebut beserta semua jawaban dihapus. Walau di luar wewenang saya sebenarnya, saya akhirnya menyetujui mengedit semua postingan dia beserta jawabannya menjadi kosong, mengunci thread-nya dan saya biarkan moderator yang berwenang yang menghapus thread-nya.

Keesokannya, saya menagih cerita pada Sairin, apa yang terjadi.
Ternyata, cerita tersebut dialami oleh Sairin sendiri, bukan oleh temannya. Bentuk ceritanya pun sudah diubah namun intinya tetap sama, kekesalan Sairin terhadap temannya yang uring-uringan tetapi selalu menyembunyikan apa yang membuat ia uring-uringan.




Betapa susahnya curhat di masa sekarang.
Di masa lalu, semua yang ada di internet adalah anonim. Sedikit yang bisa internet. Bahkan antara saya dengan kawan kampus, saat di internet pun adalah orang tidak saling kenal mengenal. Sangat mudah untuk jatuh cinta di internet dan sangat mudah pula untuk curhat di internet.

Tetapi seiring dengan semakin banyaknya orang yang mengenal internet, seiring dengan banyaknya orang yang sudah tidak perduli dengan anonimitas, dan seiring dengan banyaknya kumpulan fisik yang ikut menyatu dengan komunitas virtual, dunia internet yang tadinya terasa luas lama-lama mulai menyempit.

Tadinya internet adalah lahan curhat, tempat kita bebas menumpahkan segala perasaan selama tidak melanggar netiket. Tetapi kini..

Kenalan kita tahu nama-nama alias kita di internet. Mereka bisa mencarinya di google, menemukan curhat-curhat kita yang sebenarnya tidak kita inginkan diketahui mereka, menemukan kepribadian kita yang lain.

Dan sedihnya..
tudingan "menusuk dari belakang" siap dilontarkan.


Internet tadinya adalah lahan curhat.
Lahan mengeluarkan uneg-uneg yang tidak bisa kita keluarkan di sekitar kita. Karena kita merasa tidak nyaman bila sampai tersebar di lingkungan kita.

Kini...
Internet sudah mulai menyatu, apa yang ada di internet, tetap bisa tersebar kembali ke lingkungan.


Sigh...

3 comments:

Luthfi said...

ikut2an nge-sigh ah
*sigh*

dilLa said...

Yep.
Kmrn smpt "curhat" sebentar di diary online, malah jadi rame. Hihi. Salahnya sendiri knp curhat di tempat publik.

Anonymous said...

humm.. setelah dipikir2 bener juga.. salah satu keindahan internet adalah anonimitasnya.

well, semua punya sisi buruk. di satu sisi nyediain banyak info. bahasa kerennya pas pelajaran PMP "mencerdaskan anak bangsa" :P

~syntia