Monday, November 19, 2007

Beowulf -- bukan pengekor '300' atau 'Troy'


Pertama-tama,
aku mengritik resensi di Detik.com
http://www.detikhot.com/index.php/tainment.readResensi/id/HKPA11049076/y/2007/m/11/d/16/

Meski sempurna dalam hal kecanggihan teknologi, untuk segi cerita ada beberapa kelemahan. Zemeckis yang pernah menyutradarai 'The Polar Express' itu tak memberi gambaran beberapa latar belakang karakternya. Misalnya soal mengapa Raja Hrothgar bisa punya anak dari ibu Grendel? Siapakah ibu Grendel sehingga ia terus-menerus menyerang kerajaan yang ditinggali Hrothgar dan Beowulf?. Di akhir cerita pun penonton masih dibuat penasaran oleh monster seksi itu. Akankah ada 'Beowulf 2'?


Jujur saja, sampai sekarang aku heran. Kenapa di masa Google dan Wikipedia seperti sekarang, namanya wartawan penulis film (termasuk majalah Tempo dan Kompas) selalu malas mencari referensi. Sudah begitu, seringkali mereka mencoba membuat pembaca terkesan dengan bergaya sok mengritik film namun kritikannya tidak tepat.

Beowulf adalah salah satu kumpulan puisi-puisi terawal dalam Bahasa Inggris Kuno (dengarkanlah kosakata Grendel [salut buat Crispin Glover] di film ini) walaupun setting ceritanya di Eropa Utara. Karena itu, Beowulf sering digunakan oleh para linguist untuk menelusuri jejak asal-usul Bahasa Inggris dan ceritanya cukup umum buat mereka yang berbahasa Inggris. Dengan demikian pertanyaan2 kritik tadi sebenarnya bisa terjawab dengan mudah.

mengapa Raja Hrothgar bisa punya anak dari ibu Grendel?
Alasan yang sama mengapa Beowulf bisa punya anak dari ibu Grendel. Bagian tersebut cukup dijelaskan dari filmnya ketika Raja Hrothgar terbelalak menyadari bahwa Beowulf melakukan kesalahan yang sama dengan dirinya di masa lampau.

Siapakah ibu Grendel sehingga ia terus-menerus menyerang kerajaan yang ditinggali Hrothgar dan Beowulf?
Bacalah ceritanya. Intinya, Ibu Grendel mewakili sosok iblis yang selalu menggoda manusia. Sebenarnya, dalam cerita aslinya, mengapa Grendel menyerang Heorot dan berhenti pada saat nyaris mendekati tahta di mana Raja Hrothgar berada menjadi misteri dan selalu diinterpretasikan berbeda-beda dalam setiap adaptasinya. Dalam film Beowulf yang terbaru, Neil Gaiman dan Roger Avary menginterpretasikan hubungan keluarga.

Di akhir cerita pun penonton masih dibuat penasaran oleh monster seksi itu. Akankah ada 'Beowulf 2'?
Tidak ada.. Mengharapkan Beowulf 2 sama halnya mengharapkan Frank Miller's 300 episode 2. Tentu saja aku bisa salah seperti halnya saat menerka bahwa tidak akan ada sekuel untuk The Matrix ketika pertama kali menontonnya di tahun 1999. Aku salah namun aku tidak keliru secara total. Baik The Matrix Reloaded dan The Matrix Revolution sebenarnya tidak lebih dari penegasan tema di film pertama. Mereka yang tidak memahami akhir cerita The Matrix yang pertama tidak akan bisa menikmati akhir cerita The Matrix Revolution.

Akhir Beowulf memang dibiarkan menggantung (dalam cerita asli, Ibu Grendels sudah tewas saat Beowulf membalas dendam) karena temanya adalah 'godaan selalu ada dan mengincar kita di saat lemah'.

Kalaupun kelak akan ada sekuelnya, aku meragukan bahwa sekuel tersebut berjudul Beowulf 2. Aku juga meragukan karakter Beowulf ada di sekuel tersebut. Kemungkinan adalah karakter lain, mungkin Wiglaf, dengan tema yang sama.

Jadi bagaimana menurutmu, cerita Beowulf secara keseluruhan?
Jujur saja, tadinya aku kecewa di awal-awal cerita. Aku tidak percaya bahwa Robert Zemeckis yang kukenal semenjak Back To The Future membuat film seburuk Troy dan 300. Namun pandanganku berubah setelah adegan Beowulf menghadapi Ibu Grendel.

Michael Crichton pernah mengatakan bahwa, Beowulf akan menjadi cerita menarik bila diceritakan dengan benar. Bila Crichton menafsirkan Grendel dan Ibunya menjadi mahluk Neanderthal yang tak butuh alasan untuk berbuat keji di Eaters of The Dead (atau The Thirteenth Warrior), maka Gaiman-Avary menginterpretasikan Ibu Grendel sebagai iblis yang selalu menggoda manusia dan anak-anaknya adalah kehancuran yang harus dialami manusia akibat nafsunya.

Dan jujur saja,
pilihan interpretasi Gaiman-Avary adalah pilihan menarik dan mengangkat kualitas film Beowulf yang tadinya kukira bakal sekelas 300 menjadi lebih tinggi. Versi cerita asli, digambarkan sebagai bualan Beowulf untuk membuat orang lain terkesan.


Bagaimana dengan Efek Spesialnya?
Yang bertanggung jawab atas 3D di film ini adalah Sony Pictures Imageworks, dan ini menambah panjang daftar karya mereka setelah manusia-pasir di Spiderman 3, efek api di Ghostrider (efek api paling realistis tapi sayangnya efek api yang tenang di Beowulf kurang terasa realistis namun efek api dahsyat seperti adegan naga termasuk bagus), dan Surf's Up.

Sejujurnya, pada saat adegan dengan cahaya minim (seperti adegan pembantaian yang dilakukan Grendel) atau adegan dengan cepat (seperti melintasi hutan), animasinya cukup realistis dan mungkin itu juga yang mengecohku saat pertama kali melihat poster teaser-nya (yang menampilkan Angelina Jolie dari belakang). Namun di saat cahaya cukup (saat adegan pesta di Aula Heorot atau di siang hari di padang salju), efek realistisnya menurun drastis hingga mirip film kartun Shrek atau bahkan di beberapa bagian mirip game.

Ada yang mengganjal saat melihat wajah Angelina Jolie dan sampai sekarang aku tidak bisa menebaknya. Tetapi ada sesuatu yang kita langsung tahu bahwa itu bukan Angelina Jolie. Saudari-saudariku berteori bahwa itu mungkin karena gerakan bibir yang kurang realistis tetapi aku yakin lebih dari itu karena dari sekian banyak wajah di filmnya, wajah Ibu Grendel yang paling terasa janggal.


Jadi apa kutipan favoritmu?
"You are the hero. You slay monsters"
-- Wiglaf
"Now.. we are the monster"
-- Beowulf



Tambahan
Jangan sekali-kali membawa anak kecil menonton film ini. Tema seks (walau tidak ada hubungan seks secara eksplisit), telanjang (walau 'ala Austin Power -- alias Austinpowerism menurut Roger Ebert), dan kekerasan cukup banyak di film ini. Bahkan pada adegan pembantaian oleh Grendel, tema kekerasan cukup mengerikan. Dan percayalah.. Robert Zemeckis tidak bermaksud memperindah kekerasan seperti yang dilakukan Zack Snyder di 300.

5 comments:

ika said...

saya dah beli dvd na (bajakan ;p,,ups),,cuman belum tak tonton,,,hehe salam kenal bunk.. :)

Mo said...

wah, yakin tuh bagus?
kalo levelnya lebih tinggi dari 300 boleh lah...

300 bagus menurut gw, cuman ada beberapa bagian yang efeknya keliatan boong. hahaha...

kunderemp said...

'300' itu jelek menurutku. Awal2 sih bagus, tetapi kemudian terlalu propaganda dan ngaco pula.

Padahal berdasarkan kisah nyata (atau lebih tepatnya berdasarkan komik yang berdasarkan film lama yang berdasarkan kisah nyata).

Waktu dalam bentuk komiknya sendiri, Alan Moore (penulis V for Vendetta, Constantine, Leage of Extraordinary Gentlemen) mengritik dialog 300, "belajar sejarah lagi, Frank!"

Nah,
setidaknya di Beowulf, penggambarannya tidak terlalu berlebihan seperti 300. Tokohnya tidak sok heroik seperti di 300.

Mo said...

sok heroik, berlebihan, betul =P aku ga baca komiknya sih, tapi emang betul ya si raja persia dalam komiknya juga seperti itu? tindikan2nya bikin pengen narik.

bicara lagi soal efek, kuharap efek digital di Beowulf ga seperti 300. karena itu mengganggu kenyamanan nonton juga ^^;

Puru said...

Hey Narpati, apakah kau belum lulus? *Berusaha mengumpulkan teman senasib*

Buat gw, di awal-awal cerita, Beowulf keliatan kayak cerita action keren (murah(an)) ala "300" (ya ya betul pasti banyak yang ga setuju, tapi "300" itu jelek, hanya memuaskan hasrat lelaki semata). Tapi ternyata setelah masuk pertengahan film (setelah Beowulf ketemu Grendel's Mother), ceritanya berubah jadi mendalam.

Ini semua berkat: Neil Gaiman! Pokoknya Neil Gaiman keren bgt lah. Ciri khas karyanya dia adalah terlalu banyak misteri dan latar belakang yang ga dijelaskan --> Harus cari sendiri referensinya. Makanya "kritik film"-nya si Detik itu ga asik ah.