Wednesday, June 04, 2008

Telah dan Akan Terjadi Pembusukan Kasus Penyerangan oleh FPI

Lihatlah kata Kapolri kemarin


Kapolri Jendral Sutanto mengritik media massa telah bertindak tidak fair dalam pemberitaan peristiwa bentrokan antara Front Pembela Islam dengan massa AKKBB. Media hanya menyudutkan Polri, tanpa mau melihat kesalahan yang dilakukan massa AKKBB yang telah membelot dari rute yang telah ditentukan.

"Semua pihak telah menyepakati rute. Petugas telah menyiapkan pengamanan sesuai dengan rute yang telah
disepakati. Tetapi mereka tidak patuh dan memilih rute lain. Sehingga petugas terlambat, karena adanya
perubahan rute di luar kesepakatan ini," kata Kapolri, Selasa (3/6).

http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/04/00472011/kapolri.media.tidak.fair

Ingat,
hari-hari sebelumnya para pejabat kepolisian bersaksi bahwa mereka tidak menerima izin dari AKK-BB
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/01/time/153827/idnews/948487/idkanal/10
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/01/time/141314/idnews/948459/idkanal/10



Dan janggal kalau dibilang AKK-BB menyimpang dari rute yang ditentukan. Karena saat diserang, mulai saja belum.
http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2008/06/kronologi-satu-juni-versi-salah-satu.html



"Kita memang ingin longmarch dari Monas ke Bundaran Hotel Indonesia(HI). Kita ini baru kumpul-kumpul saja, karena aksi baru mulai jam 14.00", ungkap Ahmad.

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/01/time/153827/idnews/948487/idkanal/10


"Waktu itu kami kalau dibilang soal Ahmadiyah, kami belum orasi.
Selebaran-selebaran kami juga masih ada di mobil, juga spanduk
besar masih di mobil", beber Anick.

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/03/time/153549/idnews/949735/idkanal/10


Jujur saja, aku mulai merasa ada pembusukan barang bukti.
Aku mulai merasa akan ada bukti-bukti palsu, yang dibuat untuk menghindar. Aku mulai merasa, penangkapan sengaja ditunda-tunda agar para tersangka bisa membalikkan kasus dan tuduhan, membuat status jadi tersangka menjadi korban. Aku merasa beberapa anggota DPR sengaja mengalihkan kasus kekerasan menjadi kasus Ahmadiyah.

Seandainya Hitler hidup di Indonesia, mungkin ia tidak perlu bunuh diri. Karena alih-alih ia ditangkap atas pembunuhan jutaan jiwa. Yang ada malah, anggota DPR dan kepolisian menuduh korban sebagai pihak yang melanggar hukum dan Hitler cuma kelewat bersemangat menegakkan hukum.

Kita sedang melihat dagelan tidak lucu minggu ini

2 comments:

antian ermawan said...

hmm...anak kecil juga bisa bikin cerita gini...bubarkan Ahmadiyah...AKK-BB provokator!

Kunderemp said...

Hanya orang-orang dungu yang terprovokasi. Hanya orang-orang dungu yang mau dicocok hidungnya dengan dusta FPI. Hanya orang-orang yang buta hatinya yang memaksakan keyakinan.