Saturday, March 07, 2009

Tukar Cerita 1945

Ini percakapanku dengan Nyonya Kilat dari Amsterdam melalui fitur wall-to-wall di Facebook. Awalnya karena aku penasaran karena 100 tahun Sutan Sjahrir. Tetapi setelah itu dapat beberapa info menarik.


Aku at 11:15am yesterday:
Bunda Kilat, today is 100th birthday of Sutan Sjahrir (our first prime minister). Is it possible to find Sutan Sjahrir trace in Amsterdam? I wonder what happened to his first wife, Maria Johanna Duchateau. I know she married Sjahrir's brother (Sjahsam) after their divorce.

I also wonder what happened with Salomon Tas and Jacques de Kadt.

I also wonder whether what was in the mind of the Dutch's people at the time when they read Indonesische Overpeinzingen in 1940s.

Ooops.. I ask too much. Actually I just want to know whether there are newspaper in Netherland tell his story.. :P

Thank you.




Bunda Kilat at 11:20am yesterday:
Selamat hari ulang tahun Si Sutan Sjahrir ..
Saya sendiri belum pernah mendengar namanya .. terima kasih atas infomasinya.
Hmmm .. orang2 Belanda masih berpikir aneh waktu itu ..
Saya akan mencarikan di internet nanti apakah ada infomasi.




Bunda Kilat at 11:46am yesterday:
Di situs ini banyak foto sejarah Belanda - Indonesia: http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/items/NFA02:cas-10427-3
Salomon Tas menikah dengan Maria Johanna Duchâteau pada tahun 1928, anaknya 2. Lalu dia tercerai dan menikah lagi dengan Judith van Wamelen (bukan anak) pada tahun 1945. Dia pindah ke Perancis pada tahun 1949, karena dia gak suka Belanda. Dia meninggal pada tahun 1976 di Perancis. http://www.iisg.nl/bwsa/bios/tas.html
Jacques de Kadt menjadi anggota parlemen Belanda pada tahun 1948. Dia gak setuju bijaksanaan pemerintah Belanda mengenai Indonesia. Dia meninggal pada tahun 1988 di Belanda. http://www.inghist.nl/Onderzoek/Projecten/BWN/lemmata/bwn4/kadt
Saya akan mencarikan lagi nanti .. makan dulu ;)




Bunda Kilat at 2:50pm yesterday:
Pada tahun 1946 ada partai baru di parlemen Belanda: "PvdA" (Partij van de Arbeid). Semua anggota PvdA ingin kemerdekaan Indonesia.
Anggota partai "ARP" ("Gereformeerd") berpendapat bahwa orang Indonesia ingin jajahan Belanda (hmm ..). Mereka merasa bertanggungjawab pada Indonesia dan tidak percaya Indonesia bisa mandiri ...
Tapi pada tahun 1945 justru banyak penebar agama Kristen (juga kaum "Gereformeerd") ingin kemerdekaan Indonesia. Mereka sering gak ikut partai ARP.
Kaum "Gereformeerd" terkejut waktu Indonesia menjadi merdeka. Mereka sudah tahu ada para nasionalis di Indonesia, tapi mereka selalu dikata oleh pemimpin2 bahwa ada hanya beberapa nasionalis Indonesia .. Kaum "Gereformeerd" di Belanda tidak tahu apapun tentang pikiran para nasionalis itu. Mereka hanya bisa membaca tentang keributan. Tapi mereka notabene gak pernah berfikir keributan itu karena bangsa Indonesia gak puas dengan jajahan Belanda.
Saya yakin banyak orang Belanda terkejut sekali kalau membaca buku itu ..




Bunda Kilat at 3:20pm yesterday:
Tahun2 ke30/40-an kaum Gereformeerd di Belanda sangat menghormati pemimpin Gereformeerd. Mereka percaya kebanyakan yang ditulis pemimpin2 itu. Mereka hanya menarik kepada keagamaan, tidak kepada politik di Hindi-Belanda.
Pada tahun-tahun ke 60-an hampir semua penulis (sejarah) Belanda mengkritik kebijaksanaan Belanda terhadap Indonesia. Tulisan2 itu penuh dengan sesal dan perasaan kesalahan.

Ada artikel menarik tentang sejarah Hindi-Belanda dan tahun-tahun kemudian di sini: http://dare.ubvu.vu.nl/bitstream/1871/12756/5/7209.pdf
Sayangnya hanya dalam bh. Belanda.

Saya belum ketemu artikel tentang 100th birthday of Sutan Sjahrir. Saya akan bertanyakan suamiku, dia membaca lebih banyak.

Mudah-mudahan bisa bermanfaat.




Aku at 5:04pm yesterday:
Whoaa... terimakasih Bunda.
Oh yah. Nama Sutan Sjahrir ada di daftar pustaka dari artikel yang Bunda berikan (halaman 457). Dan surat-suratnya pada istrinya (Maria Johanna Duchateau) juga disebutkan di halaman 15. Saya kutip dari tulisan tersebut, "Als ik voor mijzelf mag spreken – de lectuur van De Kadts De Indonesische tragedie en van Sjahrirs Indonesische overpeinzingen bracht mij jaren geleden voor het eerst aan het twijfelen."




Aku at 5:16pm yesterday:
Di masa Sutan Sjahrir, orang-orang Belanda yang berada di kamp-kamp Jepang dibebaskan. Sutan Sjahrir bahkan mengangkat seorang wanita (Maria Ulfa) menjadi menteri sosial dan memintanya menjadi wakil Indonesia untuk mengurus pembebasan orang-orang Belanda dari kamp-kamp Jepang karena ia percaya bila wanita yang menjadi wakil Indonesia akan lebih dipercaya oleh sekutu dan NICA. (sumber: kenangan Maria Ulfa dalam kumpulan tulisan "Mengenang Sjahrir").

Sutan Sjahrir juga yang berusaha mencegah semangat kemerdekaan berubah menjadi rasisme. Di masa dia pula, perjanjian pertama Indonesia dengan Belanda terjadi, yakni Linggarjati.




Bunda Kilat at 6:38pm yesterday:
Saya tahu namanya Maria Ulfa .. saya juga mendengar orang2 Belanda yang berada di camp2 Jepang diberikan 1 minggu untuk berangkat dari Sumatera. Perjalanan itu sangat berbahaya kata ibu saya, karena ada pemuda nasionalis yang berusaha membunuh semua bule. Mereka naik truk2 melalui kelok 9 dan jarang diperbolehkan berhenti, karena terlalu berbahaya. Mereka dijaga oleh orang2 Belanda, orang2 Indonesia dan malah orang2 Jepang .. Masa itu aneh sekali ...
Saya membaca bahwa pemerintah bersedia untuk bermusyawarah dengan Sutan Sjahrir karena beliau tidak pernah bekerja bersama orang2 Jepang. Masa itu Jepang musuh Belanda.
Mungkin sekali ortu saya tahu lebih banyak. Saya tahu ayah saya sudah sering terkejut karena tulisan2 tentang jajahan Belanda. Dulu beliau juga belum tahu semuanya..tentu saja ia masih anak masa itu ... tapi semakin banyak ia tahu, semakin marah ia menjadi kepada pemerintah Belanda.
Jangan percaya pemerintah2 ...




Aku at 11:53am:
Iyah.. Saat-saat itu sangat berbahaya untuk orang-orang asing di Indonesia. Saya baca di bukunya Audrey Kahin, di Minang, ada perawat wanita diperkosa dan serdadu di sampingnya dibunuh.

Ruslan Abdul Gani (veteran Surabaya) pernah bercerita betapa terkejutnya ia di tahun 1945 ketika tiba-tiba salah satu anak buahnya dengan bangga berhasil membunuh Brigadir Jendral Mallaby dari tentara sekutu.

Itu sebabnya Sutan Sjahrir berjasa. Seandainya tidak dia, mungkin bakal ada pembantaian massal. Dengan berani, dia mengambil sikap berseberangan dengan kawan-kawannya, menentang segala bentuk fasisme dan rasisme.

Pernah suatu saat, ketika dalam perjalanan, serdadu NICA yang tak mengetahui siapa dirinya membentak dan memukul kepalanya dengan gagang senapan. Keesokan harinya, wartawan republik yang marah menyiarkan melalui RRI. Sutan Sjahrir langsung melarang penyiaran berita itu karena ia tak ingin rakyat Indonesia murka dan kemudian bertindak zalim pada orang-orang Belanda di kamp-kamp Jepang.



Bunda Kilat at 12:41pm:
wow .. sebenarnya Sutan Sjahrir menyelamatkan seluruh keluarga saya ..
Terima kasih dik atas infomasinya. Saya akan bertanya ortu saya apakah mereka tahu Sutan Sjahrir .. pada tahun 1947 mereka baru berumur 15 tahun dan hanya ingin dilepaskan dari kamp Jepang .. sebenarnya mereka gak mau ke Belanda, karena mereka hanya beberapa kali di Belanda buat liburan ..
Iya.. jika bangsa dijajahan .. akhirnya bangsa itu akan menjadi marah sekali .. sayangnya selalu ada juga korban yang gak berbuat salah apapun .. di kedua pihak ..
Buat ayah saya masih selalu sulit .. perang dengan Jepang diakhir karena bom di Nagasaki .. banyak orang biasa meninggal karena bom itu ..




Bunda Kilat at 3:06pm:
Yang ini adalah situs tertarik sekali, dengan foto2 dan video2 tentang sejarah Belanda, termasuk masa Hindi-Belanda dan kemerdekaan: http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/themas/geschiedenis_en_samenleving/kolonien
Foto2 kemerdekaan Indonesia: http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultaten/pagina/1/Indonesië%20onafhankelijk%20-%20foto's%201947-1953/(isPartOf%20any%20'NFA02')/&colcode=NFA02
Foto2 jajahan2 Belanda:
http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultaten/pagina/1/Pioniersfotografie%20uit%20Nederlands-Indië/(isPartOf%20any%20'PKL01')/&colcode=PKL01
http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultaten/pagina/1/Nederlands-Indië%20in%20foto's,%201860-1940/(isPartOf%20any%20'KITLV01')/&colcode=KITLV01
http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultaten/pagina/1/Koloniale%20wereldtentoonstellingen/(isPartOf%20any%20'KIT01')/&colcode=KIT01




Bunda Kilat at 3:23pm:
Ribuan foto2 tua di situs itu, malah ada film2 tua: http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultaten/pagina/1/film%20indie/%28%27film%20indie%27%20%2A%29%20and%20%28type%20any%20%27image%20video%20audio%20text%27%29/&wst=film%20indie
Gambar2 masa Hindi-Belanda: http://www.onderwijsbeeldbank.geheugenvannederland.nl//component/option,com_bbkb/task,collectionoverview/vak,geschiedenis/hoofdthema,4/




Hmmm.. kayaknya kalau ada kesempatan mesti berkunjung ke TKP nih.. :P

2 comments:

edratna said...

Siapakah bunda kilat?

Kunderemp said...

Bunda Kilat adalah salah satu anggota Ajangkita. Berasal dari Belanda. Orang tuanya dahulu pernah di Indonesia.

Kilat adalah nama kucingnya dan karena itu ketika di Ajangkita, nickname-nya mengambil nama "Kilat"