Wednesday, February 08, 2006

Buat Yang Masih Emosional dengan Karikatur Denmark

Salah satu yang kubenci dari orang-orang di sekitarku adalah malasnya mereka memperhatikan kata-kataku dengan teliti. Bahkan mereka cepat sekali tersinggung sehingga alih-alih terjadi diskusi untuk mencari solusi, yang terjadi adalah mencoba membela diri. Bila aku terpancing, maka yang terjadi adalah debat kusir berkepanjangan tiada guna.

Pengirim gambar Karikatur Denmark yang e-mailnya kujadikan landasan untuk mengritik para demonstran melakukan kesalahan yang sama. Ia merasa disalahkan karena mengirim gambar, padahal bukan perbuatannya mengirim gambar yang kukritik.

Aku mencoba menjawab beliau dan berharap semoga jawabanku kali ini lebih bijak

me,
Kunderemp Ratnawati Hardjito A.K.A
Narpati Wisjnu Ari Pradana

====================================================================
e-mail aslinya:
> Mas Narpati, saya memforward gambar ke IISB karena
> IISB bukan media massa yang bisa dilihat semua
> orang, tetapi merupakan grup komunikasi yang sangat
> terbatas dan tertutup sehingga saya meyakini
> jemaahnya akan sangat selektif untuk tidak sembarang
> mem-forward ke orang lain.
> Tadinya sebelum saya melihat gambarnya, saya juga
> tidak habis pikir kenapa demonstrasinya sampai di
> seluruh ujung dunia. Tapi setelah melihat
> karikaturnya sedemikian buruknya...maka saya juga
> memahami kalo terjadi banyak protes di sana-sini.
>
> Saya kira penjelasan saya cukup untuk mas Narpati
> dan maaf kalo mas Narpati kurang berkenan atas
> e-mail saya tersebut.
>
> Wassalam,
> Naryo.


Tanggapanku:
Mas Sunaryo,
sudah saya katakan,
motivasi Mas Sunaryo sama persis dengan media massa Indonesia dan Yaman yang ikut-ikutan diprotes.

Mas Sunaryo juga TIDAK BISA menggunakan dalih bahwa anggota milis ini selektif dalam mem-forward. Terbukti sudah beberapa kali artikel-artikel hoax masuk dalam mailing list ini.

Mas Sunaryo,
baca tulisan saya sekali lagi DENGAN CERMAT!
Kalau tulisan saya sudah terlanjur terhapus di inbox Mas Sunaryo, abang bisa membaca di blog saya (baru bikin) di
sini

Apakah saya memarahi Mas karena Mas mem-forward gambar-gambar karikatur (yang katanya Nabi)? TIDAK! Dan sekali-kali TIDAK!

Saya justru menggunakan e-mail Mas Sunaryo sebagai pijakan untuk mengritik demonstran-demonstran yang tidak punya tujuan jelas selain melampiaskan emosi mereka.

Secara garis besar ada dua yang saya kritik:

Pertama, kecerobohan kita yang melakukan GENERALISASI dari sebuah koran menjadi sebuah negara. Tidakkah sepatutnya kita khawatir telah berbuat tidak adil?

Kedua, demonstrasi-demonstrasi yang semakin tidak jelas tanpa arah. Bahkan di salah satu forum lain, ada yang menulis "WE WON'T ACCEPT YOUR APOLOGIES". Apa maksudnya? Apakah ini ajaran Islam? Dendam berkepanjangan tanpa ada satupun inisiatif untuk mengakhiri perseteruan? Bahkan Rasulullah pun bersedia untuk berunding dengan kaum Quraisy, mengapa umat Islam tidak melakukan hal yang sama?

Hari ini, di TV, Din Syamsuddin mengeluhkan hal yang sama dalam perspektif yang berbeda. Beliau takut demonstrasi yang terjadi didalangi kelompok-kelompok tertentu dan kita terjebak sehingga wajah Islam jadi identik dengan kekerasan di dunia.

Aku tidak separanoid itu,
tetapi... DENGAN SANGAT BERHARAP.. berbuat adillah!!

Barusan di TV, pemerintah Denmark sudah membuka diri untuk dialog. Ini kesempatan kita buat menekan mereka. Ajukan tuntutan! Beri kesempatan kepada mereka untuk dimaafkan sementara kita mendapatkan apa yang kita inginkan.


Wassalammu'alaikum,
Kunderemp Ratnawati Hardjito
A.K.A Narpati Wisjnu Ari Pradana

0 comments: