Monday, November 06, 2006

Apa yang kau takutkan, Narpati?

Apa yang terjadi padaku kemarin adalah cermin sikapku sehari-hari.
Begitu lama waktu yang kubutuhkan untuk memutuskan terjun bebas tiga meter.

Padahal aku tahu kalau itu aman-aman saja. Padahal aku melihat sendiri betapa banyak yang melakukan hal serupa dan selamat. Bahkan kalaupun terjadi padaku, seperti kematian misalnya, maka seharusnya hal seperti itu tak menakutkanku. So what gitu loh..


Begitu pula sikapku dalam kehidupan sehari-hariku. Aku begitu peragu dan butuh waktu lama untuk bergerak. Padahal aku tahu tak ada apapun yang akan terjadi. There is nothing to lose. Namun ketakutan semu begitu menghantui sehingga memperlambat langkahku, apapun jenis kegiatan yang kulakukan. Sekolah, Kuliah, Kastrat, hubungan pribadi.


Aku baru meloncat setelah wanita yang berusaha memberanikan diriku justru nyaris terjatuh seandainya tidak kutolong. Dan sejujurnya, aku melompat lebih cenderung didasari karena perasaan bersalah, bukan karena keberanian. Aku terjun meniadakan seluruh ketakutanku karena aku telah membuat seorang wanita nyaris celaka.


Begitu pula sikapku dalam kehidupan sehari-hariku. Aku sering tak berani maju walaupun lingkunganku sekitar berusaha mendorongku, baik secara halus maupun sindiran atau bahkan tantangan yang menyakitkan hati. Tak ada yang berhasil mendorongku. Namun ketika seseorang terluka oleh diamnya aku, barulah aku merasa bersalah dan aku maju.



Beberapa kawan mengatakan aku seorang idealis, seorang yang berani.


Namun..
peristiwa di air terjun Curug Panjang kemarin menyadarkanku bahwa aku tak lebih dari seorang PAHLAWAN KESIANGAN.


Makasih buat kawan2 2002, terutama panitia dan 13 orang yang mengajakku ke air terjun.
Terimakasih buat orang-orang sekitar air terjun.
Terimakasih buat orang-orang Darut Tauhid yang mengajak kita untuk ikutan.


Banyak hal mengenaiku yang tak kuketahui yang aku harus bercermin untuk menemukannya.

3 comments:

http://zaytun.blogspot.com said...

http://zaytun.blogspot.com

kunderemp said...

aku gak ngerti urusannya tiba-tiba berkaitan dengan zaytun.

Maaf saja,
trus kenapa kalau mereka berkaitan dengan NII (dan aku percaya mereka tidak berkaitan)?

Terlalu banyak teori konspirasi hanya membuat kita tidak bisa memercayai orang.

edratna said...

Beruntunglah anda.....jika udah tahu kelemahan diri sendiri.