Thursday, November 30, 2006

Buruk Muka Cermin Dibelah

Beberapa bulan lalu, Doraemon dituding bikin anak pemalas.
Sekarang Smackdown dituding sebagai penyebab kekerasan.


Aku bukan penggemar Smackdown. Dari pertama kali aku melihat di RCTI, aku gak suka.
Tetapi menyalahkan Smackdown karena kematian anak kecil? Sigh..



Yang salah adalah orangtuanya!!!
La Tivi mungkin punya kesalahan.. Oke..
Tapi bukan berarti para orangtua bisa berlepas tangan.

Aku melihat ada kecenderungan orang tua zaman sekarang lebih manja daripada orangtua zaman dulu. Kalau ada kesalahan, langsung ditimpakan pada... televisi.

Zaman dulu, yang manja seperti itu adalah si anak..
Kayak kasus pemerkosaan di tahun 1979, langsung si anak bilang gara-gara film Akibat Pergaulan Bebas. Ternyata setelah si anak menonton filmnya, dia gak ngeh kalau film yang baru dia tonton adalah film yang dia tuding sebagai alasan memperkosa. *)



Sekarang kasus kekerasan.
Dari zaman Smackdown belum ada, kasus kekerasan di antara anak-anak itu sudah ada. Kalau menurut istilah temanku di Ajangkita, "Sejak jaman majapahit anak-anak sudah terekspos pada adegan kekerasan, kata-kata kotor, perilaku tidak pantas dan macam-macam lagi. Pertanyaannya adalah adakah yang kemudian mengambil tindakan untuk meluruskan yang mulai bengkok?".

Siapa yang pertama kali membiarkan si anak menonton Smackdown?
Siapa yang pertama kali membiarkan anak2 yang lebih tua memilih anak2 yang jauh lebih muda sebagai sparring partner?
Siapa yang pertama kali membiarkan si anak melakukan permainan berbahaya (termasuk berkelahi) tanpa diberitahu resikonya?


Jawabannya satu:
ORANG-ORANG DEWASA DI SEKITAR SI ANAK!!


*) Update/Pemutakhiran tanggal 2 Desember 2006. Cerita lengkap bisa dibaca di artikel Akibat Pergaulan Bebas, Suatu Kasus Yang Menarik yang ada dalam buku Menilai Film karya almarhum Gayus Siagian

5 comments:

Tresno said...

kan ada tuh tulisannya BO, bimbingan Orangtua, jadi jangan ditonton tanpa orang tua. :)
salah orang tuanya gak nemenin nonton

kunderemp said...

Temanku menambahkan satu daftar untuk disalahkan... Ilmuwan.. :p

jefri said...

IMHO, kontrol pemerintah saat ini untuk Indonesia memang dibutuhkan. Toh gue juga ga yakin orang yang fisiknya dewasa mentalnya juga dewasa.

Jadi gue setuju adanya kontrol tersebut. Alasannya ini Indonesia bung! Sadari itu, tidak semua orang secerdas dan sepintar anda.

kunderemp said...

Problemnya, Jef,
Zaman dulu, kita terekspos kekerasan tetapi hasilnya tidak separah sekarang.


Okelah,
Mematikan Smackdown mungkin solusi sementara. Atau mematikan tayangan2 kekerasan lain. Tetapi kalau kondisinya seperti ini terus, pasti nanti akan ada masalah2 lagi..

markus said...

kalo dibilang salah orang tua kok saya kurang setuju ya? karena si anak sendiri masih bisa nonton secara sembunyi2 tanpa sepengetahuan orang tua.

lebih baik jangan saling menyalahkan, tapi bersama-sama menjaga anak-anak dari tontonan yang memang bukan ditujukan untuk anak-anak.