Saturday, April 07, 2007

Kura-kura Ninja versi baru

Kalau kalian kecewa dengan CG di film 300, jangan berkecil hati karena tim Imagi Animation Studios dari Hongkong mencoba menggebrak kartun 3 Dimensi.

Sebenarnya awalnya, ketika pertama kali melihat trailer TMNT dan melihat seluruh trailernya adalah kartun 3 dimensi, ada rasa kecewa. Apatah bedanya menonton film ini dengan menonton versi kartunnya.

Ternyata aku salah.
Kevin Munroe benar-benar serius dalam menggarap film ini, termasuk mendesak Imagi sampai ke titik maksimal. Walaupun untuk beberapa orang dewasa, film kartun ini termasuk pendek.

Berbeda dengan adaptasi film dan serial kura-kura ninja versi sebelumnya, Kevin Munroe mencoba mengembalikan Kura-Kura Ninja ke semangat komik aslinya, yang lebih suram dan mengambil versi kartun tahun 2003 sebagai modelnya.

Aku sendiri datang terlambat di mana saat aku menduduki kursi, adegan sudah berpusat pada percakapan antara Leonardo dan April. Begitu adegan beralih pada sebuah truk dengan kepala kura-kura besar, aku cukup kagum dengan penggambaran kota yang begitu kumuh dan kotor. Penggambaran masing-masing kura-kura pun berbeda-beda, misalnya Michaelangelo tampak paling kecil dibandingkan kura-kura lain, menunjukkan bahwa ia yang paling muda dan paling naif.



Sementara Raphael yang pemarah, terlihat sebagai kura-kura paling besar, paling berotot dan paling gemuk. Leonardo terlihat paling jangkung dengan postur tubuh yang cukup pas. Sayang sekali, Donatello kurang berperan di film ini.

Adegan paling indah adalah perkelahian antara Raphael dan Leonardo, dari sebuah restoran kecil, jalanan padat Chinatown, hingga atap gedung di tengah hujan. Kata seorang temanku, "detail is everything", maka tetes air yang membasahi kedua rival benar-benar indah. Percikan-percikan hujan di tubuh mereka juga tidak lupa digambarkan. Kata Rifky (14 tahun) yang menemaniku menonton, "mengingatkanku film The Matrix".

Sayang sekali, untuk adegan di tempat musuh dan pertarungan terakhir, gambarnya terlalu biasa, dan sudah sering muncul di game-game PS2. Dan juga amat disayangkan, karakter manusia di film ini juga dibuat versi kartun, sehingga mengurangi gelapnya film ini.


Oh ya..
di film ini ada lagu BlackBetty walau sayangnya bukan dinyanyikan oleh Spiderbait melainkan oleh Big City Rock. Aku agak ragu-ragu waktu mendengarnya karena agak sedikit berbeda dengan yang dahulu sering kudengar.

Gambar di atas diambil dari Wizard Universe dan Wikipedia.

1 comments:

arifkurniawan said...

Setuju, adegan yang paling indah adalah perkelahian abang-adek di Chinatown itu. Dahsyat banget itu tetesan air hujannya.

3D makin menggila aje euy. Huebrat deh.

Tapi anak-anak yang maen 3D di Indonesia juga asik-asik loh. Sayang aja, kadang-kadang kreatifitasnya dijegal pemilik modal. Misalnya iklan 'jeruk makan jeruk' di TV yang jadinya malah aneh. Padahal storyboardnya keren banget (*saya sempet ngintip storyboardnya mereka*).