Monday, August 06, 2007

Bapak2.. Jangan Mempermalukan Diri Kalian, dong..

Untuk Bapak Hidayat Nur Wahid:
seingatku Lagu Indonesia Raya yang asli memang 3 stanza, 3 kali lebih panjang, hanya saja yang dinyanyikan selama ini memang 1 stanza. Dan lagu Indonesia Raya awalnya tidak ditujukan untuk jadi lagu kebangsaan.

Setahuku, kata "merdeka" sudah ada di versi asli 1928, dan memang tidak mungkin dinyanyikan di depan publik karena bisa ditangkap oleh Belanda (apalagi di Sumpah Pemuda ada Van Der Plaas yang merupakan wakil dari Pemerintah Hindia Belanda). Jadi saat itu, WR Supratman cuma mengumandangkan menggunakan biola.

Dan yang di versi Youtube, memang berbau Jepang.. tapi jangan lupakan bahwa BPUPKI yang menyiapkan Indonesia Merdeka adalah buatan Jepang dan baru menjelang akhir-akhir diganti menjadi PPKI.

Aku nonton di YouTube beberapa bulan lalu dan gak ribut-ribut tuh. Karena memang tidak layak untuk diributkan.


Kalau bapak yang mencoba meributkan hal-hal semacam ini, maka bapak adalah politikus yang kurang kerjaan.



Untuk Bapak Roy Suryo:
Anda lulusan FISIP, kan? Orang Jawa, pula, kan?
Bagaimana mungkin anda bisa menyamakan suara anggota sebuah tim dengan tukang kebun? Berarti anda selaku pendukung SBY, anda juga seorang tukang kebun? Berarti suara anda tidak layak didengar?

Anda sudah memalukan FISIP, juga memalukan orang Jawa yang katanya berbudaya tinggi. PUIH!

Dan lihat, sekarang bahkan Mas Heru membela anak buahnya, mengeluarkan pernyataan senada dengan anak buahnya.


Saya termasuk yang pernah lihat video itu di YouTube beberapa bulan lalu (sebelum ketua BEM Fasilkom UI berganti, bahkan sebelum pemilihan) dan kenapa tidak saya ributkan? Karena hal itu tidak baru dan saya kira cukup banyak yang tahu Lagu Indonesia Raya yang asli lebih panjang, seperti halnya lagu Syukur yang dinyanyikan saat mengheningkan cipta di upacara-upacara setiap hari Senin lebih pendek daripada aslinya.

Lihatlah komentar-komentar pembaca Detik.com

...ingatan saya kembali ke masa SD dulu (1980-1986). Seingat saya, waktu kelas 2 SD dulu, saya pernah mendapat buku lagu-lagu perjuangan yang isinya insya Allah persis dengan teks yang ditemukan...

....Saya heran membaca berita bahwa Roy Suryo menemukan lagu Indonesia Raya pertama. Bukankah semua orang tahu lagu itu dari dulu? Kalau tidak salah pelajaran sejarah jaman dulu sudah menceritakan lagu dan syair itu.....

...Belasan tahun yang lalu saya pernah menemukan teks itu di sebuah buku populer berbahasa Indonesia. Sayang sekali bukunya tidak di tangan saya, entah di mana, dah lama sih. Dalam kaitan ini, mungkin ada penerbit buku tahun tahun 70-80-an yang merasa menerbitkan buku dimaksud.....

See? Paham kan bapak-bapak akan maksud saya?
Masyarakat tidak pernah bingung dan tidak pernah bimbang.

Apa maksud bapak-bapak membuat huru hara gak penting? Masih banyak hal-hal lain yang perlu diurus.


UPDATE:
Langkah gak penting lagi...
Doh.. bukannya ada banyak RUU yang harusnya dibahas dan disahkan yah?

1 comments:

tukang ketik said...

hihihihi... Roy Suryo bikin sensasi lagi.

capee deeeeeee