Monday, December 24, 2007

Pilek Di Malam Natal

Sebenarnya, pileknya dari kemarin-kemarin,
di saat bulan Purnama...
(indah lho... seandainya kalian kemarin yang di Jakarta keluar dan menatap langit)

Sekeluarga pilek pula
Alhasil, kami seharian ini cuma di rumah saja...

Aku menamatkan novel Candide karya Voltaire. Sumpah... seandainya dia hidup di Indonesia di masa kini, dia pasti pantas menulis sinetron. Tetapi yang membedakan antara cerita Candide dengan sinetron adalah, bagaimana karakter-karakternya memiliki pandangan berbeda-beda mengenai penderitaan tiada henti yang mereka alami. Setahuku, ada satu sinetron kristen di saluran FamilyTV yang memiliki karakteristik ini (tentu saja, yang dimenangkan adalah pandangan Kristen ^_^*! sementara Voltaire lebih netral -- walau cenderung mengejek Leibniz dalam ceritanya).

Aku juga mulai membaca Surapati-nya Abdul Muis. Ejaan yang digunakan masih ejaan Suwandi. Wah.. benar-benar kenangan. Aku ingat pertama kali membaca novel dengan ejaan Suwandi, yakni Puntjak-Puntjak Tiga Negara yang disusun Nio Joe Lan. Udah ejaan Suwandi, aku masih harus mencocokkan nama Hokkian yang digunakan NJL dengan ejaan Mandarin (baik Wade Giles maupun Hanyu Pinyin), maklum karena di masa itu, kawan-kawanku juga lagi doyan-doyan baca Kisah Tiga Negara dan memainkan game komputernya dan terbitan Gramedia menggunakan ejaan Wade-Giles sementara game komputer menggunakan Hanyu Pinyin.


Ah... mau curhat apa lagi yah?
Aku juga lagi ketagihan nonton "Yakitake!! Japan". Kapan yah, ada film kartun tentang cara bikin gudeg atau nasi goreng? LOL

2 comments:

Anonymous said...

Hahahaha...pilek yah, sama dong :P

Sebel, malam pertama liburan dimulai dengan bersin2. Wah...banyak yang kangen gw nih. Besoknya, ingus meler kaga berhenti2. Sekarang...malah mampet...duh....sebel

Nyolong curhat nih :P

~cardepus

edratna said...

Kadang kita tak tahu, kapan waktu kita berhenti untuk istirahat... pilek, pusing adalah warning dari tubuh agar kita beristirahat.
Dan beristirahat sebetulnya nyaman juga, buku bacaan yang belum dibaca banyak (ada lho warisan eyang kakung yang belum kok baca...buku karangan STA, Abdul Muis dll).....tiduran, memeluk guling, dengerin lagu...baca ..dan sesekali minum teh manis panas, atau pisang goreng buatan si mbak, walau agak keras...karena tepungnya tak dicampur telur.
(Apain sih...pilek, baca...pisang goreng???)