Thursday, April 10, 2008

Komentator Basbang...


Sekarang aku merasakan perasaan SLANK ketika dituding oleh BK DPR. Bedanya, kasus yang kubahas sebenarnya kasus basbang alias basi banget.

Tulisanku yang berjudul "Awasi RUU LLAJ" yang terbit dua tahun lalu (yup.. DUA TAHUN LALU!) baru dapat kritikan semenjak Desember 2007 alias empat bulan yang lalu.

Tuduhan yang kudapat adalah

1. aku menulis dengan tidak berpikir masak-masak

2. saya dituduh tidak melakukan cross check dan langsung menuduh pemerintah (baca antar departemen) terpecah-pecah

3. saya hanya memancing kericuhan


Maaf saja yah,
mana ada orang yang tidak berpikir masak-masak sebelum posting mesti mati-matian mencari RUU-nya sampai bertanya-tanya ke kawan yang sama-sama aktivis di BEM fakultas?

Dan posting tersebut dibuat DUA TAHUN LALU!! Astaghfirullah!! Tidak lihat tanggalnya, kah?


Kedua,
ketahuan banget kalian TIDAK MELAKUKAN CROSS-CHECK SEBELUM KOMENTAR! Saya sampai mengecek lagi pranala yang saya berikan. Pranala dari hubdat memang sudah tidak ada tetapi pranala yang merujuk ke Media Indonesia masih ada. Saya sampai menangkap gambarnya buat dipajang.. Lihat sendiri TUH!

Tidak ada kerjasama antar Departemen Perhubungan dan Kepolisian saat itu!


Dan ketiga,
sebelum aku mencari sumber, posting itu diinspirasi dari dialog di TV.. DIALOG DI TV! Aku melihat sendiri wakil dari kepolisian dan wakil dari Dephub berdebat tentang RUU LLAJ!

Dan baca lagi kalimat saya!

" Tidak heran kalau ada yang mengeluarkan teori konspirasi RUU ini dilatarbelakangi oleh motivasi busuk."

Apakah berarti saya yang mengeluarkan kata-kata tersebut? Bukan!
Kalimat tersebut menunjukkan, saya memahami kalau ada yang membuat teori konspirasi.


Asal tahu saja,
dua bulan setelah saya menulis itu,
salah satu pekerjaan Dephub membuat saya ditilang!

Orang biasa mungkin akan marah-marah pada polisi tetapi bukan saya. Polisi hanya mengerjakan tugas. Setelah beberapa kali aku melewati daerah tersebut, aku mengambil kesimpulan, yang salah adalah DLLAJR (yang notabene bawahan Dephub) karena marka dibuat sedemikian menyesatkan sehingga mereka yang tidak siap dan tidak kenal daerahnya akan terjebak.

Sayangnya aku tidak tahu apakah ada pedoman untuk membuat marka jalan sehingga saya tidak bisa membuktikan bahwa DLLAJR berbuat kesalahan.

Jangan lupa,
pada bulan Desember 2007, DLLAJR juga membuat kericuhan dengan membuat rambu-rambu penunjuk DENGAN BAHASA SMS yang bahkan saat itu Gubernur Fauzi Bowo pun TIDAK TAHU ARTINYA!


Sekarang berani-beraninya kalian menganggap saya sengaja memancing kericuhan?
Silakan tuntut saya ke pengadilan!
TUNTUT SAYA KE PENGADILAN!
TUNTUT SAYA ATAS PENGHINAAN DAN PENCEMARAN NAMA BAIK!


Daripada anda meneror saya lewat komentar-komentar di blog saya
LANGSUNG SAJA PAKAI JALUR HUKUM!


Sekalian saja kita buktikan keampuhan UU ITE yang baru!

6 comments:

cha_n said...

kund, emang itu yang kritik udah pasti dari dephub?

kroscek dulu say...

Koko said...

Hmm, itu berarti komennya tidak membangun sama sekali :D

Rio Octaviano said...

hehehehe..
pemerhati lalin juga yah...

sama dong kitaa...

Kunderemp said...

@chan:
Gak perlu...
Saya gak menuding mereka dari Dephub (adakah kata-kata saya yang menuding?).

Saya cuma heran kok ada yang semangat banget membela Dephub? Tumben banget.

Yang jadi kekesalan adalah, mereka berkomentar saat beritanya sendiri sudah basi.

Jadi ini adalah tantangan. Kalau saya dianggap memancing kericuhan, silakan ajukan saya ke pengadilan.

@koko:
Saya lebih suka bila komentarnya membahas sejauh mana RUU LLAJ saat ini setelah saya menulis itu. Adakah perubahan yang lebih baik dalam RUU tersebut? Apakah saran dari kepolisian ditanggapi?

@rio octaviano:
Bukan memperhatikan lalin. Hanya saja, saat itu, terjadi perdebatan di detik.com, di tv, sehingga membuat saya tertarik.

Mengingat saya adalah salah satu pengguna jalanan ( saya memegang SIM A dan C ), tentu saja RUU LLAJ tersebut mempengaruhi hidup saya ke depannya. Dan tentu saja RUU LLAJ tersebut juga akan mempengaruhi kehidupan rakyat jelata di Indonesia.

mahli said...

lol. orang yg bertipe fundamentalis kecenderungannya fanatik. taking everything at face value, without considering the circumstances. abis itu yang diserang orangnya, bukan idenya. ya wis lah. typical, really.

edratna said...

Lebih baik kita berkepala dingin, kenapa mesti terpancing. Mungkin si pemberi komentar memang sengaja memperuncing situasi.....seperti kata Chan, sebaiknya Check dan re check...dan tanggapi dengan kepala dingin, walaupun hati boleh panas.

Itulah sikap yang harus ditunjukkan.