Monday, June 22, 2009

Fakir Miskin dan Anak-Anak Terlantar Dipelihara oleh Negara




Tahu gak,
dua anak perempuan itu, gantian ngemis dengan anak cowok yang tidur itu. Dan anak cowok yang tidur itu, sejam setelah kufoto, duitnya diminta oleh anak yang lebih tua dan bocah itu ikut dengan si remaja.

Mereka bisa masuk ke lajur busway dengan nyelip-nyelip dan manjat pagar.

7 comments:

Ramot said...

definisi "dipelihara" menurut undang2 apaan nar?

Ramot said...

satu lagi, ada kemungkinan jg mereka yang gak mau dipelihara oleh negara ;)

Adji Cynthia said...

kalo dipelihara negara, penghasilannya gak sebesar mengemis sih.. mental orang indonesia juga sih yang suka memberi uang ke pengemis2 cilik, sama saja dengan mendidik mereka sedari kecil untuk selalu menadahkan tangan..

dulu gue selalu memberi mereka karena kasihan, tapi setelah dipikir2 kalau gue pengen mereka lebih baik, gue gak boleh seperti itu.. jadi setiap kali ada pengemis harus ditega2in buat gak ngasih..

jpmrblood said...

Negara itu setahu gw pada zaman PPKn dan PMP didefinisikan sebagai pemerintah dan rakyat. Jadi secara UUD '45, kita wajib memelihara mereka. Tapi, toh, adakah sanksi jika UUD '45 dilanggar?

@adji:
sebenarnya yang paling kasihan adalah orang2 kayak lo, Ji, yang pelan2 dibunuh nuraninya...

Or, are you comfortable with that?

cardepus said...

JP bener kata elo, perlahan2 kita bunuh hati nurani kita.

Tapi, JP, kalau kita terus2an kasih duit ke mereka, kita bukannya bantu mereka, malah ikutan membuka lapangan mengemis lebih luas.

Yang benar, jangan kasih uang, tapi kasih keterampilan dan bekal mereka untuk usaha.

Jujur aja, gw blm bisa / tahu cara yg bagaimana untuk beneran bantu mereka.
Dan gw lebih mihak Adji untuk tidak kasih duit ke pengemis

joe said...

mungkin kita bisa bantu dengan membeli jualan mereka dimana uang yg kita berikan merupakan penghargaan bagi mereka yg mau bekerja ketimbang yang hanya suka meminta-minta.

tantangannya adalah seberapa besar kemauan kita untuk mau membeli gorengan dari seorang nenek di sudut jalan atau dari seorang anak kecil dengan nampan menawarkan air minum? pikiran kita terkadang lebih memfokuskan pada kualitas makanan/minuman tsb sehingga lebih memilih untuk menghindari usaha2 mereka.

narpen said...

buah simalakama memang sepertinya. di bandung malah ada trend, mahasiswa turun ke jalan, mengemis/ngamen untuk mencari dana (biasanya klo malem minggu).
entah ya, menurut aku, seharusnya kita punya cara yang lebih elegan untuk mencari dana, bukan dengan cara seperti itu.