Monday, November 22, 2010

Install Kernel 2.6.36 di Debian Lenny - Satellite L630

1. Unduh kernel di http://www.kernel.org/
2. pastikan gcc, qt3 (karena mau pakai xconfig), bzip2, tar dan semua yang dibutuhkan sudah terinstall
3. extract kernel
4. buka README
5. make xconfig (dan centang centeng sesuka hati wakakakakak)
6. make clean
7. make (tinggalkan buat makan siang atau bikin teh susu)
8. sudo make modules_install install
9. sudo update-initramfs -c -k 2.6.36
10. edit file /boot/grub/menu.1st


Setidaknya suara sekarang sudah muncul.

Monday, November 15, 2010

[Copas] FFI, Riwayatmu Kini

Saya terkejut melihat twitter Bang Andibachtiar Yusuf (sutradara Romeo Juliet, Hope, dan The Conductors) hari Jumat lalu dan lebih terkejut lagi membaca keputusan Komite Seleksi FFI. Hari Jumat dan Hari Sabtu lalu, keputusan KS diperdebatkan di twitter beberapa kritikus film seperti Ekky Eimanjaya dan Eric Sasono.

Hari ini, setelah googling, aku mendapatkan tulisan Ilham Bintang di Antara News yang mungkin bisa mencakup kejanggalan keputusan Komite Seleksi FFI kemarin.

http://www.antaranews.com/berita/1289668907/ffi-riwayatmu-kini

PS: Pokoknya, siapapun yang menang Tata Artistik dan Tata Busana di FFI tahun ini, gue gak akan mengakui karena Sang Pencerah diperlakukan tidak adil. Apa relevansi 'tafsir dan kompleksitas karakter' dengan tata artistik dan tata busana yang berusaha menampilkan Yogya masa dulu?

___________________________________________________________________

Jakarta (ANTARA News) - Berbagai media online pada Jumat (13/11) malam secara serentak merilis berita hasil penilaian Komite Seleksi (KS) Festival Film Indonesia (FFI) 2010, yang isinya hampir seragam pula: "FFI bikin kejutan lagi, film Sang Pencerah (SP) tidak lolos seleksi untuk ikut kompetisi FFI".

SP adalah film karya sutradara Hanung Bramantyo. Film itu mengangkat kisah KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Film ini sempat membetot perhatian bukan hanya khalayak, tetapi juga petinggi di negeri ini. Ditonton belasan menteri, hingga Wakil Presiden (Wapres) Booediono. Wapres mengangkat dua jempol setelah menonton film tersebut.

Peredaran film mencatat data yang cukup meyakinkan. Hingga November 2010, SP satu-satunya film Indonesia yang berhasil mendapatkan jumlah penonton pembeli karcis di atas satu juta orang pada tahun ini. Wajar jika gagalnya film itu lolos seleksi dijadikan kepala berita.

Hanya delapan film

Tahun ini FFI diikuti 54 film cerita. Penilaian peserta dilakukan dalam dua tahap. Tahap I, oleh KS yang ditugasi menetapkan 10 hingga 15 film untuk diajukan kepada Dewan Juri. Selanjutnya, hasil penilaian Dewan Juri akan diumumkan dalam dua tahap pula. Tahap I, Nominasi tanggal 28 November 2010 di Batam. Tahap II, tanggal 6 Desember 2010 di Jakarta.

Berita-berita media on line itu disarikan dari hasil konferensi pers Komite FFI Jumat (13/11) petang di Gedung Film, Jalan MT Haryono, Jakarta.

Kejutan adalah istilah yang sering digunakan media pers sejak lama, setiap kali menyikapi hasil penjurian FFI. Istilah itu digunakan untuk kejadian, misalnya, ada film popular, atau yang mereka nilai bagus, ramai dibicarakan masyarakat. Apalagi, kalau sutradaranya punya reputasi bagus, namun tidak lolos seleksi, nominasi, atau gagal meraih film terbaik. Seperti yang dialami film SP kini yang tidak lolos seleksi FFI 2010.

Kejutan FFI kali ini bukan semata karena SP tidak lolos, tetapi juga pada beberapa hal berikut.

Kejutan pertama, jumlah film yang diloloskan KS, yaitu hanya 8 dari 54 film peserta. Jelas bertentangan dengan aturan yang termaktub dalam Pedoman FFI yang ditetapkan pada tanggal 28 September 2010. Pasal 3 ayat 6 Pedoman itu berbunyi "KS menetapkan sekurang kurangnya 10 (sepuluh) judul film dan sebanyak banyaknya 15 (lima belas) judul.

FFI di era penyelengaraan oleh Dewan Film Nasional, Pedoman FFI disebut "Buku Putih". Masa itu KS bertugas menetapkan "sekitar 15 judul" (antara 11 hingga 19). Dalam praktiknya KS lebih sering memenuhi jumlah maksimal, yaitu 19 judul film. Bisa saja banyak film buruk yang lolos. Namun, KS memberi pengertian, tidak jarang ada unsur kuat dalam film tersebut yang amat sayang kalau ikut terbuang.

Film "Cinta Dibalik Noda" salah satu contohnya. Pada FFI 1984, film itu tidak lolos seleksi. Saat konferensi pers, salah seorang anggota KS "terjaga". Konferensi pers mendadak dihentikan. KS minta waktu untuk musyawarah. Hasilnya, film itu dipungut kembali. Pada pengumuman pemenang FFI 1984 di Yogyakarta, artis pendatang baru Merriam Belinna yang bermain dalam film itu terpilih yang menjadi pemeran utama wanita terbaik.

Ranking

Soal jumlah film yang diloloskan KS FFI 2010, jelas amat mengejutkan, karena itu pelanggaran yang turut diamini oleh Ketua KFFI, Ninik L. Karim. Padahal, Pedoman itu ditandatangani pemberlakuannya oleh Dosen Psikologi Universitas Indonesia (UI) tersebut. "Itulah hasil maksimal KS. Absolut. Tidak bisa diganggu gugat," kata Ninik Jumat malam.

Tidak jelas adakah Ninik L. Karim masih ingat aturan yang mengikat KS soal batas minimum jumlah yang harus dipatuhi. Kalau ingat, tentu menjadi pertanyaan mengapa yang bersangkutan tampak ringan mengamini putusan KS yang melanggar pedoman? Kalau tidak tidak ingat, kasus ini tentu amat memalukan dilakukan oleh Ketua KFFI.

Deddy Mizwar, Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional tampaknya mengetahui adanya aturan tersebut. Pernyataannya yang dikutip sejumlah media online mengatakan, putusan KS akan menjadi preseden buruk, sebab bisa saja Dewan Juri sebagai penilai akhir, mengurangi lagi jumlah film dan unsur nominasi. Namun, saya gagal menemukan pernyataannya yang tegas untuk meminta KS mengoreksi pelanggaranya. Padahal, Deddy Mizwar memiliki kewenangan malakukan itu karena dia termasuk anggota pengarah dalam KFFI.

Kejutan kedua, kesalahan fatal juga dilakukan KS dengan mencantumkan pemeringkatan dari nomor satu sampai delapan kepada delapan film yang lolos seleksi. Peringkat seperti itu tidak pernah ada dalam sejarah FFI, bahkan mungkin dalam sejarah festival di mana pun. Pemeringkatan itu mendikte pihak yang lebih berkompeten, dalam hal ini Dewan Juri. Sama saja mereka telah menetapkan pemenang FFI? Padahal, bisa saja terjadi film yang diperingkat nomor satu, malah dibuang juri. Kalau itu terjadi, niscaya akan menimbulkan beban psikologis, dan akan menjadi bahan perdebatan panjang.

Kejutan ketiga, ini lebih fatal lagi. KS terkesan lancang mengurai isi perut film SP. Argumentasi yang dikemukakan, karena film itu salah menggunakan landasan historis. Masya Allah. Inilah contoh perbuatan yang melampaui kapasitas atau kewenangan. Lalu, kalau ceritanya salah, apakah 12 unsur kreatif dalam film tersebut harus memikul kesalahan itu. Ingat cerita "Cinta di Balik Noda" tadi?

Kalau media massa, terutama online, seperti kompak menyebut "kejutan" dalam headline beritanya, maka saya ingin menambahkan kata "memalukan" sehingga menjadi "kejutan memalukan" dalam garis bawah yang tebal. Keresahan generasi muda perfilman Indonesia terhadap penyelenggaraan FFI tempo hari, kini mendapatkan pembenaran dengan praktik memalukan yang dilakukan secara bersama-sama oleh Komite Seleksi dan KFFI.

Dengan pengalaman setahun (FFI 2009) menjadi anggota KFFI, saya nilai pendapat "agar FFI dikembalikan kepada orang film" yang disuarakan anak-anak muda itu tempo hari, banyak benarnya. Sejauh pengalaman, FFI di tangan pemerintah memang bisa dinilai hanya digunakan oleh berbagai pihak untuk kepentingannya masing-masing. Pemerintah maupun pihak swasta. Memang sangat menyakitkan mengenang riwayat FFI kini. (*)

Ilham Bintang (ilhambintangmail di yahoo.co.id, ilhambintang di cekricek.co.id, twitter: @ilham_bintang) adalah pemerhati perfilman; Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI); dan Pemimpin Redaksi Tabloid "Cek&Ricek" (C&R).

Thursday, November 11, 2010

Pak Leimena diresmikan menjadi Pahlawan tahun 2010


sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kabinet_Sjahrir.jpg
Eyang Jo bersama kabinet pertama Indonesia yakni Perdana Menteri, Menteri Sosial, Menteri Kemakmuran, Menteri Negara Urusan Peranakan, Menteri Keamanan Rakyat dan dua staf. Eyang Jo yang duduk di tengah.

_________________________________________________________________





Tadi pagi, aku bilang ke istriku bahwa aku berharap Pak Leimena yang jadi pahlawan nasional.

Ternyata, harapanku terkabul.
http://www.detiknews.com/read/2010/11/11/121826/1492131/10/j-leimena-dan-ja-dimara-ditetapkan-sebagai-pahlawan-nasional

Sekedar catatan,
Pak Leimena adalah wakil dari Ambon. Di tahun 1945, setelah proklamasi, dia menjaga keamanan warga kampung Ambon di Jakarta dari kemungkinan diserbu oleh radikal dan membujuk warga Ambon untuk bergabung dengan Indonesia.

Beliau juga merupakan panitia Kongres Pemuda 1928 sebagai Pembantu IV dan wakil dari Jong Ambon.

Beliau juga yang mencetuskan konsep Puskesmas. Dia adalah Menteri Kesehatan yang pertama.

Beliau juga dikenal sebagai orang jujur. Itu sebabnya Bung Karno sangat mempercayainya.


Update:

Sekilas tentang Eyang Jo.
http://groups.yahoo.com/group/ambon/message/46621

Bung Karno selalu memanggil Oom Jo dengan sebutan dominee, pendeta.
Panggilan tersebut selain menunjukkan keakraban, secara tersirat
membuktikan kepercayaan Bung Karno. Sesuatu yang dibuktikan dengan
tujuh kali mengangkat Oom Jo sebagai Pejabat Presiden, setiap kali
Bung Karno melawat ke luar negeri.

BAGAIMANA mungkin seorang Kristen dipercaya memimpin (sementara)
negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia?

Jawaban pertanyaan ini pernah datang dari Mr Mohamad Roem, eks Ketua
Masyumi sekaligus tahanan politik Bung Karno. "Leimena jujur dan sepi
ing pamrih, dia tidak pernah punya niat memetik keuntungan pribadi,"
ujarnya. Pada sisi lain, pola kerja Oom Jo dilukiskan Sultan
Yogyakarta Hamengku Buwono IX sebagai rustig, tenang. "… Ekspresi
jiwanya selalu tenang, dia senantiasa berusaha mencapai harmoni dengan
alam dan dunia sekitarnya, tidak pernah kehilangan keseimbangan meski
dalam situasi gawat."

http://suar.okezone.com/read/2010/10/28/58/387266/j-leimena-tokoh-sumpah-pemuda-18-kali-jadi-menteri

Berdasarkan pengalaman bekerja di rumah sakit Immanuel Bandung, Dr Leimena membuat pusat percontohan yang disebut Bandung Plan. Rencana Bandung ini yang kemudian disebarluaskan ke berbagai daerah di Indonesia tahun 1954–1960 dengan nama “Rencana Leimena” (dengan dua prinsip, penggabungan upaya preventif dan kuratif, serta perimbangan kegiatan perdesaan dan perkotaan). Karena keterbatasan dana, program ini tidak bisa menyentuh seluruh Indonesia. Tahun pertama, kabupaten yang terpilih akan mendapat pusat kesehatan di suatu kecamatannya.

Setiap dua tahun sekali ditambah dengan satu lagi pusat kesehatan di kecamatan lain. Di ibu kota kabupaten akan dibangun rumah sakit pembantu dan lima tahun kemudian ditambah satu lagi. Rencana Leimena ini yang kemudian menjadi cikal bakal puskesmas pada masa Orde Baru.

Tanggapan tokoh2 tentang Eyang Jo

Keluarga Eyang Jo dan JJ Rizal
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=9167
Keluarga J. Leimena, menyambut gembira rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional ini kepada Leimena. Salah seorang cucu Leimena Emma Esterlina Leimena (54), mengatakan, kakeknya pantas menerima penghargaan itu. Emma melanjutkan, ini merupakan pengakuan negara terhadap apa yang dilakukan Leimena semasa hidupnya kepada negara. Masih kata Emma, ini tidak hanya kebahagiaan keluarga, tapi juga kebahagiaan warga maluku secara umum.

Sementara itu, sejarahwan UI, JJ Rizal mengatakan, pemberian gelar kepada Leimena ini sudah sepantasnya. Sebab, kata dia, rekam jejak Leimena sudah banyak diketahui masyarakat dalam sejarah. Selain itu, jelas Rizal, keteladanan yang dimiliki oleh Leimena pantas diikuti oleh masyarakat.


Salahuddin Wahid (adik Gus Dur, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng)
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=9194
Pak Leimena itu mestinya sudah jauh-jauh hari ditetapkan (sebagai pahlawan nasional)," ujar tokoh nasional, Salahuddin Wahid kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 11/11).


Akbar Tanjung (mantan ketua HMI, mantan ketua Partai Golkar)
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=7386
Mantan Ketua DPR ini sebenarnya mengusulkan tiga nama tokoh yang layak menyandang gelar pahlawan nasional pada saat Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar pekan ini. Namun, DPP Partai Golkar hanya mengusulkan satu nama, Soeharto.

"Saya sendiri pada saat Rapimnas mengusulkan agar Golkar itu mengusulkan dua sampai tiga nama. Selain Pak Harto, saya mengusulkan Gus Dur dan J Leimena," ungkap politisi senior ini.

DPD KNPI Maluku dan Gubernur Maluku
http://regional.kompas.com/read/2010/10/23/09022727/Oom.Jo.Layak.Mendapat.Gelar.Pahlawan
Ketua DPD KNPI Maluku, Zaharuddin Latuconsina, berpendapat penetapan Johannes Leimena sebagai nomine gelar Pahlawan Nasional wajar, karena jasanya kepada bangsa maupun rakyat Indonesia harus dihargai.

.....


Sebelumnya, Gubernur Maluku Karel Alber Ralahalu mengungkapkan kebanggaannya bila pemerintah Indonesia mengakui Johannes Leimena sebagai pahlawan nasional.

"Pasti bangga karena Oom Jo merupakan perwakilan Maluku yang pantas mendapat penghargaan tersebut," katanya.

Buya Ma'arif (Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah)
http://www.antaranews.com/berita/1289464603/institut-leimena-bersyukur-leimena-pahlawan
Sementara pendiri Maarif Institute, Ahmad Syafii Maarif mengaku senang dengan adanya kabar tersebut.

"Jadi usaha kita tidak sia-sia," kata Buya Maarif itu yang pernah memberikan refleksinya mengenai Om Yo (panggilan akrab Dr. Leimena) pada acara "Dr. Johannes Leimena`s Memorial Lecture" yang dihadiri oleh para tokoh dari berbagai provinsi di Indonesia September 2010 lalu.

Menurut mantan Ketua PP Muhammadiyah itu, Leimena adalah contoh yang baik untuk generasi yang akan datang dan bukan seorang pemburu harta karun ketika menjabat sebagai menteri, tapi bekerja untuk melayani orang.

"Itu filsafat hidup yang perlu kita renungkan dan canangkan. Kesetiakawanan dan konsistensinya juga tinggi sekali. Walaupun Bung Karno jatuh, dia tetap membela demi kepentingan bangsa Indonesia. Bahkan jika kita tidak setuju dengan hal itu, konsistensinya tetap perlu dicontoh. Jadi ia adalah contoh bukan hanya untuk orang Kristen, tapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia," paparnya.


Alluda Mazaka a.k.a Alluda Majaka (Film Telugu tahun 1995)

Sumpah.. keren banget!!!


Tuesday, November 09, 2010

Lelang buku

Permintaan kawan..
ia melelang buku.

Percobaan pertama adalah buku

Dwilogi Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas

dimulai dari Rp 6 ribu.

Silakan kunjungi: http://lelangbuku-lelangbuku.blogspot.com/2010/11/dwilogi-padang-bulan-cinta-di-dalam.html

film The Social Network

Pertama, ini bukan fiksi berdasarkan kisah nyata. Artinya, yang akurat ada, yang fiksi ada.

Jujur aja, sebagai pengguna GNU/Linux, gue suka tampilan-tampilan X-Windows dan kelak di adegan akhir, tampilan KDE di film ini.

Oke, gw belum pernah melihat video Mark Zukenberg berpidato. Tetapi di menit pertama Jesse Eisenberg (yang jadi Mark) muncul, dengan ucapannya yang serba cepat (dan gue nonton bajakan dengan kualitas bagus -- buat preview di sebuah tempat? ada watermarking Columbia pictures -- tanpa subtitle), gue dan istri gue langsung punya pikiran sama, "buset.. nerd banget nih orang".

Bagian awal agak membingungkan sampai akhirnya kami menyadari filmnya berstruktur flash-back. Jadi si Mark, dituntut secara terpisah oleh si kembar Winklevoss dan sahabatnya, Eduardo Saverin tentang hak cipta dan saham. Dan dari dua pemeriksaan tersebut, kita dibawa ke awal penciptaan facebook.

Jujur saja, sebagai pengguna friendster, myspace, multiply, facebook, dan juga sebagai programmer (dan punya kawan yang pernah iseng bikin aplikasi kecil di facebook), film ini gagal memberitahu apa bedanya facebook dengan jejaring sosial lain seperti friendster, myspace, dll. Satu-satunya dialog .. maaf.. monolog yang berhasil memberitahu perbedaan adalah ketika Sean Parker berbicara kepada kawan-kawannya.

Yang agak bikin resah adalah, di salah satu adegan, tampak programmer-programmer jadi sekrup-sekrup kapitalis sementara si bos (Sean, bukan Mark) berpesta2 sambil sekali-kali menengok, "do your work". Jujur aja, kalau situasi kerja facebook seperti itu, niscaya sudah hancur dari dulu.

Tapi sebagai film, jujur aja, film ini menarik. Walaupun memiliki stereotype bahwa geek itu anti sosial (no, we are not... ), tetapi penggambaran bagaimana sebuah bisnis berkembang, bagaimana perbedaan visi bisa membuat dua sahabat berpisah itu cukup menarik.


Untuk yang ingin tahu kasus sebenarnya, bisa lihat di wiki:
http://en.wikipedia.org/wiki/Divya_Narendra#Mark_Zuckerberg



Ngomong2, Justin Timberlake bermain bagus sebagai pendiri Napster.

Monday, November 08, 2010

Eat , Pray, Love -- Kesalahan Cowok

Akhirnya nonton juga di bioskop.
Sayang banget masalah kenapa Liz dan suaminya bercerai tidak dijelajahi padahal pelajaran bagus buat cowok.

Berdasarkan petunjuk2 di filmnya (aku belum baca bukunya tapi tampaknya dugaanku gak meleset jauh kalau baca resensi di http://bitchmagazine.org/article/eat-pray-spend )

1. Liz itu kuat dan dominan. Bahkan aku curiga, rumah mereka berdua, itu juga dibeli pakai uang Liz. Yang jelas, perabotan dapur dan biaya cat, dibiayai pakai uang Liz (dari dialog Liz dan kawan-kawannya).

2. Suaminya masih masa labil dan dalam masa pencarian. Ia punya banyak keinginan (meneruskan kuliah, punya anak -- keinginan yang terakhir dikabulkan oleh istri barunya) dan tebakanku, semua pengeluarannya dibiayai oleh uang Liz.

3. Liz sendiri juga merasa memiliki banyak impian yang belum dia lakukan, belum mengunjungi tempat-tempat yang dia cita-citakan waktu kecil.


Itu sebabnya, ketika ada aktor ganteng yang kemudian jadi selingkuhannya, hubungan mereka tetap gak berlangsung lama. Si aktor muda juga orang miskin yang gak punya duit.


Pesan moral film ini buat para cowok adalah,
kalau kalian jatuh cinta pada cewek mandiri yang punya penghasilan tinggi sementara kalian belum punya penghasilan yang kuat, lupakan cewek itu. Biarpun kelak kalian bisa menarik hatinya, dia akan bosan. Biarpun kelak hubungan kalian bisa sampai ke altar dan kalian sama-sama menyatakan saling mencintai hingga akhir hayat, dia akan menganggap remeh kata-kata itu saat menuntut cerai.