About Me
- kunderemp
- I am a son of Priadi Dwi Hardjito son of Soeparto Hardjowidjojo son of Asmeroe. My great grand father was a member of Volksraad (People's Assembly) from Sarekat Islam Party in Netherland Indies
ini adalah caci maki yang keluar dari qalb dan diterjemahkan oleh aql
|
|
||
| "Bahwa China bisa mempengaruhi 'arah umum' pembangunan di Indonesia," kata Hu kepada John. Ada sejumlah cara yang digunakan oleh China. Menurut Hu, modal utama untuk menyetir pembangunan di Indonesia adalah dengan memanfaatkan populasi etnis China di Tanah Air, untuk membantu mengamankan kepentingan China. "Beijing harus sensitif dengan realita politik dari populasi etnis China yang signifikan di Indonesia," ungkap Hu. |
| China dipandang bisa memberi pengaruh bagi "arahan umum" pembangunan di Indonesia. Namun, kepada John, Hu mewanti-wanti bahwa Beijing harus bersikap sensitif atas realitas politik terkait dengan nasib populasi warga keturunan China di Indonesia. |
| Accepting that China can influence "the general direction" of development in Indonesia, DG Hu cautioned that Beijing must be sensitive to the political reality of a significant ethnic Chinese population in Indonesia. |
Indonesia
---------
¶16. (S) The United States and China must work together to
promote democratization, economic growth and
counter-terrorism in Indonesia, DAS John stressed to DG Hu.
While President Susilo Yudhoyono has taken positive steps, we
must encourage further transparency, accountability and
military reform. Beijing should join Washington in pressing
for better governance and accountability in the military, the
Tentara Nasional Indonesia (TNI). Transparency in the TNI
would reinforce and encourage transparency in Indonesia's
BEIJING 00001448 004.2 OF 004
government and public affairs in general, essential to
attracting much-needed foreign investment. We must also
press for reforms in labor and investment laws, as well as
judicious enforcement of those laws, DAS John urged DG Hu.
¶17. (S) Accepting that China can influence "the general
direction" of development in Indonesia, DG Hu cautioned that
Beijing must be sensitive to the political reality of a
significant ethnic Chinese population in Indonesia. Beijing
was "not impressed" with the presidents who led Indonesia the
aftermath of the Asian Financial Crisis in the late 1990s,
but has been pleased with President Yudhoyono's progress
since taking power in 2004, DG Hu said. Jakarta faces the
challenge of decreasing the influence of the military and
promoting democracy, while simultaneously responding to
growing ethnic and religious tension. Beijing seeks to
promote secular Islam in Indonesia by encouraging interaction
with China's 20 million Muslims. In recent years, the United
States and China have coordinated in providing assistance to
Indonesia following natural disasters. Beijing sees such
cooperation as a model for further such regional cooperation,
DG Hu said.
Posted by
kunderemp
at
3:59 PM
0
comments
|
Links to this post
Labels: fact check, politik
Gambar diambil dari DeviantArt penggambarnya : http://trevormc112.deviantart.com/art/Nightrunner-Character-design-189107921
Setelah sebelumnya DC Comics bersama Teshkel Publishing membuat cross over JLA/The 99, sekarang mereka beraksi lebih jauh dengan memasukkan tokoh baru Nightrunner menjadi wakil dari Bat-Family di Prancis.
[SPOILER]
Nightrunner adalah keturunan Aljazair yang lahir di Prancis dengan penuh kemarahan. Seandainya tidak dicegah ibunya, mungkin ia akan tergoda melampiaskan kemarahannya dengan menjadi 'teroris amatir'.
Ketika seorang penyanyi bertema politik Leni Urbana terancam dibunuh oleh kelompok misterius, ia melawan perintah ibunya, memakai kostum dan pergi ke tempat konser dan karena kesalahpahaman, bertarung melawan duo-Batman (Bruce Wayne dan Dick Grayson).
Kemunculan pertamanya di Detective Comics Annual 12, terbit 8 Desember 2010.
Posted by
kunderemp
at
5:49 PM
0
comments
|
Links to this post
Labels: resensi bacaan
http://www.thesmokinggun.com/mugshots/celebrity/historical/rosa-parks
http://www.thesmokinggun.com/mugshots/celebrity/historical/martin-luther-king-jr
Kita punya foto2 para bapak2 bangsa saat ditahan, gak?
Posted by
kunderemp
at
2:03 PM
0
comments
|
Links to this post
Ingat, FFI dibiayai oleh uang pajak.
Sungguh, saya tak habis pikir...
Pertama-tama, mereka mengeluarkan alasan aneh untuk tidak meloloskan Sang Pencerah. Sejak kapan film biopik harus akurat dan sejak kapan sutradara harus membuat film multitafsir?
Kedua, bahkan sengaja melanggar peraturan mereka sendiri dengan hanya membatasi film di bawah batas minimal jumlah film.
Ketika kesalahan ini diperbaiki, kurasa cuma sekedar membungkam publik.
Ketiga, ketika Dewan Juri melihat film yang jadi kontroversi dan bersikeras memasukkannya ke dalam nominasi, panitia berusaha menjegal dengan menunda pembacaan nominasi.
Keempat, dan sekarang dewan juri dipecat dan diganti dewan juri baru. Masih mending dewan juri baru adalah orang-orang baru. Struktur dewan juri baru adalah 5 dari komite seleksi yang bermasalah + 2 orang baru.
Artinya, 2 orang baru ini pasti kalah suara.
Ini jelas permainan. Kenapa gak sekalian keputusannya Dewan Juri = Komite Seleksi?
Oke lah, mungkin tidak semua orang setuju dengan Sang Pencerah. Aku pun juga melihat beberapa kelemahan cerita Sang Pencerah.
Tapi harus diakui,
Tata Artistik, Tata Busana, dan Tata Rias Sang Pencerah. ALNI saja, yang kujagokan untuk film terbaik, kalah dengan Sang Pencerah di aspek ini.
Film, bukan sekedar cerita, bukan sekedar satu atau dua orang tetapi juga kerja keras dari banyak orang, termasuk tim-tim produksi seperti yang mengerjakan aspek-aspek yang kuceritakan tadi.
Apa iya, hanya karena dosa 'cerita' dan 'sutradara' di mata Komite Seleksi FFI lalu kerja keras aspek kreatif lain diabaikan begitu saja?
Posted by
kunderemp
at
2:49 PM
0
comments
|
Links to this post
Labels: politik
Bapak Presiden kita lupa tampaknya bagaimana Sultan Hamengkubuwono X yang sekarang menjadi seorang Sultan dan kemudian Gubernur.
Sultan yang sekarang menjadi gubernur ditetapkan oleh pemerintah tanggal 3 Oktober 1998, itu dengan keraguan. Mereka baru berani setelah 6 juta rakyat Yogya mengadakan Mimbar Maklumat Rakyat di akhir bulan Agustus 1998 dan pilihan mereka jelas, Sultan sebagai gubernur.
sumber: arsip Pusat Data dan Analisis Tempo
http://www.pdat.co.id/ads/html/S/ads,20030701-23,S.html
Jadi masih mau bilang Yogya Monarki, Pak?
Penguasa Yogya sebelumnya adalah Paku Alam VIII yang wafat tanggal 11 September 1998. Eyang Paku Alam sendiri, ditetapkan sebagai Gubernur Yogya tahun 1988 setelah Eyang Sultan sebelumnya (HB IX) wafat.
Pemilihan Pangeran Mangkubumi (BRM Herjunodarpito) sebagai Sultan Hamengkubuwono X pun juga melalui musyawarah keraton. Artinya bukan sekedar 'anak tertua' atau 'anak permaisuri' (bahkan Sultan HB IX tidak memiliki permaisuri). Ia juga melalui pertimbangan-pertimbangan, misalnya sempat diragukan karena tidak memiliki anak laki-laki.
Detail musyawarahnya bisa dibaca di arsip majalah Tempo:
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1989/01/14/NAS/mbm.19890114.NAS21737.id.html
Jadi,
Bapak Presiden kita yang terhormat,
sangat, sangat, sangat, sangat salah besar mengatakan Yogya adalah monarki!
Pernyataan Yogya Monarki sangat-sangat-sangat menyinggung rakyat Yogya yang memilih Sultan sebagai Gubernur di tahun 1998. Bahkan ketika Sultan menyatakan tidak berminat dicalonkan kembali untuk jadi gubernur saat Pisowanan tiga tahun lalu, banyak rakyat dan pendukung sultan yang menyayangkan pernyataan tersebut.
Mungkin usul Sultan tanggal 28 September lalu benar adanya.. Referendum saja, ambil suara pada Rakyat Yogya, baik KTP Yogya, yang bertempat tinggal di Yogya, yang memiliki bisnis di Yogya, hingga yang lahir di Yogya tetapi berada di daerah lain.
Dan ngomong2, Sultan gak pernah menaruh saudara-saudaranya atau putrinya atau besannya di jabatan strategis di Yogya lho.. Beliau jauh lebih demokratis daripada Bapak sementara Bapak jauh lebih monarkis daripada Sultan.
Posted by
kunderemp
at
11:00 AM
2
comments
|
Links to this post
Labels: politik
Ini baru berupa kumpulan referensi..
Intinya, gue percaya, Sultan tidak mau jadi Gubernur tapi Sultan marah karena urusan pemilihan Gubernur selanjutnya berlarut-larut.
Aku percaya, Rakyat Yogya marah bukan karena soal mereka pengen Sultan jadi gubernur tetapi pernyataan SBY mengisyaratkan rakyat Yogya bodoh karena hidup dalam Monarki dan mereka merasa didikte oleh pusat (Jakarta).
Pernyataan SBY:
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=10445
Demokratisasi HB IX:
http://blog.imanbrotoseno.com/?p=300
http://nasional.kompas.com/read/2010/12/01/08190899/Bung.Sultan.yang.Demokratis
Suksesi HB IX ke HB X:
http://www.politikana.com/baca/2010/12/01/suksesi-gubernur-di-monarki-jogja.html
(arsip Tempo)
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1989/01/14/NAS/mbm.19890114.NAS21737.id.html
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1988/10/22/NAS/mbm.19881022.NAS25597.id.html
http://ip52-214.cbn.net.id/id/arsip/1988/10/22/NAS/mbm.19881022.NAS25595.id.html
Pisowanan Agung 7 April 2007:
http://www.tembi.org/majalah-prev/2007-04-002.htm
http://www.pustakalewi.net/?mod=berita&id=2336
Ide refendum (jauh sebelum pidato SBY):
http://matanews.com/2010/10/12/ide-referendum-sultan-tak-pede/
http://www.tempointeraktif.com/hg/jogja/2010/09/28/brk,20100928-281187,id.html
"Monarki SBY" (yeah.. ad-hominem attack!):
http://matanews.com/2010/12/01/monarki-dalam-kekuasaan-sby/
http://www.detiknews.com/read/2010/12/01/031801/1506235/10/sistem-pemerintahan-sby-dinilai-seperti-monarki
Pilkada : Demokrasi atau "Demokrasi"?
http://politik.kompasiana.com/2010/11/28/demokrasi-vs-monarki-ala-sby/-12
Gue rasa, gak perlu tautan soal peranan Yogya dalam pembentukan Republik Indonesia dan berapa hutang Pemerintah RI ke Yogya yah?
Posted by
kunderemp
at
9:26 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: politik