Showing posts with label fact check. Show all posts
Showing posts with label fact check. Show all posts

Wednesday, July 28, 2021

Berapa Banyak Kematian Yang Bisa Ditekan Oleh Program Vaksinasi ?

Minggu lalu, saya sempat stress karena kawan ibu saya, sudah dua kali dapat vaksin, wafat karena Covid dengan komorbid jantung. Waktu sejak gejala sesak mulai muncul hingga wafat cukup cepat, hanya sekitar 4-5 hari.

Namun saya dapat infografis vaksinasi terinfeksi di Jakarta (yang sampai sekarang saya gak tahu sumbernya tetapi ada siaran pers Kominfo[1] tanggal 22 Juli yang mengonfirmasi sebagian datanya) dan saya penasaran membandingkan dengan data kasus [2] untuk periode di infografis tersebut.



Siaran pers Kemkominfo mengatakan "Case Fatality Rate atau CFR Jakarta bergerak di sekitar angka 1.7% pada kasus sebelum divaksin" namun angka ini sebenarnya adalah angka CFR pada tanggal 11 Januari 2021. 

Jika kita membatasi hanya pada pasien sejak tanggal 12 Januari hingga 8 Juli, maka sebenarnya terjadi penurunan CFR yakni 1.35% sementara CFR yang tidak divaksin pada periode itu adalah 1.39%. Jika yang digunakan adalah data akumulasi (dari tanggal 2 Maret 2020 hingga tanggal 8 Juli) maka CFR-nya adalah 1,46%. 

Saya memakai angka CFR tidak tervaksin yang paling kecil saja, yakni 1.39%. Ternyata tetap saja, yang divaksin (dosis 1) sudah terjadi penurunan hingga 0.33%. 

Sepintas angkanya kecil, tetapi kalau selisih persentase ini dikalikan dengan populasi Jakarta (anggaplah 10 juta [3]), maka jumlah jiwa yang diselamatkan seandainya semua tervaksin bisa lebih dari 100 ribu.  Perhitungan kasar main-main yang saya lakukan ini baru dengan Sinovac (dengan sebagian kecil Astrazeneca dosis 1) dan tanpa kebijakan PPKM[4].

Benar, bahwa ada kasus-kasus kematian walaupun pasien sudah divaksin lengkap. Juga benar bahwa variant baru membuat serangan semakin dahsyat. Walaupun begitu, menghakimi bahwa program vaksinasi tidak bekerja tidaklah tepat.  Ada hal-hal yang perlu diperbaiki tetapi sebenarnya program vaksinasi sudah menunjukkan manfaat.


Catatan

[1] https://www.kominfo.go.id/content/detail/35902/siaran-pers-no-249hmkominfo072021-tentang-menkominfo-laporan-gubernur-dki-jakarta-buktikan-vaksinasi-signifikan-tekan-angka-kematian/0/siaran_pers 


[2] diperoleh dari siaran umum KawalCovid https://kcov.id/daftarpositif tetapi sebenarnya mereka mengambil dari pengumuman Satgas yang ada di twitter BNPB  ( https://twitter.com/bnpb_indonesia


[3] https://jakarta.bps.go.id/pressrelease/2021/01/22/541/jumlah-penduduk-hasil-sp2020-provinsi-dki-jakarta-sebesar-10-56-juta-jiwa.html


[4] PPKM darurat mulai tanggal 3 Juli. Data sampai tanggal 8 juli. Selisih 5 hari harusnya tak cukup signifikan dibandingkan data nyaris lima bulan. 

Thursday, April 01, 2021

Kesinambungan Ilmu, bukan sekedar Barat vs Timur



 



"Ilmuwan barat curang! Yang pertama menemukan teori heliosentris bukan Copernicus dari Polandia tetapi Al-Biruni dari Persia".


Sebentar! Sebentar!

    Pertama, teori heliosentris sudah ada berabad-abad sebelum Copernicus ataupun Al-Biruni. Astronomer Seleukus dari Seleukia sudah menyatakan itu di abad 2 SM. Matematikawan Aristarkhus dari Samos juga sudah menduga itu di abad 3 SM. Bahkan menurut Sayyed Hossein Nasr, Al-Biruni berdiskusi dengan ilmuwan India. Kejutannya adalah, Al-Biruni, walau menyadari Heliosentris, sebenarnya cenderung ke Geosentris walaupun ia mengakui Heliosentris ada benarnya.

    Nah, balik lagi ke soal Copernicus, kenapa ia yang lebih sering disebut sebagai Heliosentris? Kenapa bukan Seleukus atau Aristarkhus ?

    Ada dua alasan:

1. alasan heroisme, ia menuliskan itu ketika menyatakan teori itu bisa berdampak serangan secara fisik dari pihak penguasa. Bahkan sebenarnya tulisan itu baru disebarkan setelah Copernicus wafat;

2. terbitan Copernicus mendorong gelombang pemikiran sains, dalam pengertian teori tersebut tidak berhenti di situ.


    Setelah teori Copernicus muncul, maka kemudian muncul Johannes Kepler dari Jerman yang mengamati pergerakan bintang dan mengritik pola lingkaran Copernicus dan menyederhanakanya menjadi lintasan elips. Selain itu perlawanan Copernicus juga menginspirasi Galileo untuk menyelidiki sejumlah klaim seperti perbedaan berat benda akan mempengaruhi kecepatan benda jatuh, yang ternyata tidak demikian. Setelah itu muncul generasi selanjutnya, Isaac Newton dari Inggris, yang menemukan persamaan gravitasi sehingga lintasan elips yang diajukan oleh Kepler menjadi mungkin. Dan demikian dunia sains sahut menyahut sehingga ilmu tersebut sampai ke masa modern.

    Pertanyaannya adalah, seandainya Al-Biruni memang benar-benar mendukung Heliosentris, mengapa Copernicus tetap lebih diutamakan ? Selain bahwa Al-Biruni tidak benar-benar mendukung penuh Heliosentris, tidak ada pengaruh besar teori dia terhadap generasi masa kini, sama halnya tidak ada pengaruh besar teori Aristarkhus. Para penganut heliosentris pra-Copernicus hanyalah menjadi catatan kaki belaka, sama seperti Democritus menjadi catatan pinggir sementara John Dalton tetap lebih utama dalam bidang kimia. Sebaliknya, Euclid dan Phytagoras tetap dapat nama begitu juga bukunya Al-Khawarizmi yakni Hisab Al-Jabru wa Muqabala (disingkat Aljabar) masih dikenang karena ilmunya masih tersambung ke masa kini. Bahkan konon Algoritma (Algorithmi) berasal dari nama Al-Khawarizmi.

    Saya paham bahwa dalam melawan perasaan inferioritas terhadap bangsa Barat, terkadang kita menggali kembali budaya non-Barat, tetapi berbicara sejarah sains, kadang harus periksa juga apakah tulisan ilmuwan bersangkutan mempengaruhi generasi setelahnya. Jadi, jangan hanya sekedar cuplik nama orang-orang terdahulu saja tetapi kembangkan juga.


Keterangan buku yang ada di foto:

Nasr, Sayyed Hossein. An introduction to Islamic cosmological doctrines : conceptions of nature and methods used for its study by the Ikhwān al-ṢafāΚΎ, al-Bīrūnī, and Ibn Sīnā. 1993. State University of New York Press.

Bisa dipinjam di Archive.org 

https://archive.org/details/introductiontois00nasr

Saturday, March 20, 2021

Pendapatan Domestik Superhero Nolan vs Snyder




NOLAN

* Batman Begins: 205 juta dihasilkan domestik dari biaya 150 juta. Untung 55 juta dolar

* The Dark Knight: 533 juta dihasilkan domestik dari biaya 185 juta. Untung 348 juta dolar.

* The Dark Knight Rises: 448 juta dihasilkan domestik dari biaya 250 juta. Untung 198 juta dolar.


Total untung: 601 juta dolar.


SNYDER (hanya sampai Batman v Superman)

* 300: 210 juta dihasilkan domestik dari biaya 210 juta. Untung 145 juta dolar

* Watchmen: 107 juta dihasilkan domestik dari biaya 130 juta. Rugi. (anggap saja dimaafkan ya)

* Man of Steel: 291 juta dihasilkan domestik dari biaya 225 juta. Untung 66 juta dolar.

* Batman v Superman: 330 juta dihasilkan domestik dari biaya 250 juta. Untung 80 juta dolar.


Total keuntungan yang disumbangkan Snyder dari genre Superhero, mengabaikan kerugian: 291 juta dolar


JUSTICE LEAGUE

Mari kita berhitung untuk film Justice League seandainya versi Snyder yang ditayangkan di bioskop.

Dikurangi epilog 19 menit, Justice League versi Snyder berdurasi sekitar 3,5 jam yang artinya nyaris 2x dari durasi rata-rata film

Biaya Justice League versi Snyder adalah 300 juta (versi Whedon) + 70 juta (biaya syuting ulang, penyelesaian visual efek).


Marilah kita anggap syuting ulang Whedon yang menghabiskan 25 juta tidak terjadi dan biaya permak kumis 3 juta tidak ada. Mari kita bulatkan biaya Whedon menjadi 30 juta dolar sehingga seharusnya versi Snyder hanya membutuhkan biaya 270 juta dolar saja. 


Penghasilan domestik Justice League versi Whedon mengecewakan, hanya 229 juta dolar yang artinya rugi. Karena itu mari kita asumsikan penghasilan domestik Batman v Superman, 330 juta dolar saja. Namun karena durasi yang lebih dari 3 jam (nyaris 3,5 jam), artinya jumlah yang nonton berkurang dari setengahnya, yakni 165 juta dolar dengan asumsi penayangan di bioskop tetap dalam bulan yang sama. Penonton sisanya kebanyakan menunggu di TV.


Jadi ya, dari biaya sekitar 270 juta dolar, penghasilan hanya 165 juta dolar, yah rugi sekitar 105 juta dolar.

Memang bisa ditutupi dari penghasilan internasional. Kita pakai penghasilan internasional Batman v Superman saja, 873 juta dolar, yang kita asumsikan waktu penayangannya tetap sama sehingga jumlah penonton hanya setengah dari yang nonton Batman v Superman, yakni 436,5 juta dolar. Dengan versi Snyder, secara internasional, DC mungkin tetap untung sekitar 176,5 juta dolar tetapi jumlah ini masih di bawah jumlah keuntungan domestik film The Dark Knight Rises.


Update: 

Bagaimana jika Justice League versi Snyder dibagi dua?

Bisa kalau sudah direncanakan tetapi versi Snyder tidak direncanakan demikian.

Dibagi dua, artinya bagian 1 adalah dari pembuka hingga babak III (di HBO Go 1:46:00) sementara bagian 2 dimulai dari babak IV hingga babak VI (abaikan epilog) maka anda akan mendapati di akhir bagian I:

- Cyborg dan Aquaman belum bergabung;

- misteri penculikan para ilmuwan belum terselesaikan

Pada dasarnya, tidak ada klimaks sementara di bagian I, berbeda dengan trilogi Lord of The Ring atau dwilogi Avengers:Infinity War/Endgame atau dwilogi The Matrix Reloaded/Revolution.

Seandainya dibagi dua maka selesai menonton Part I, penonton paling banter cuma dapat pertarungan di Atlantis yang bukan klimaks, pertarungan masa lalu yang bukan klimaks, pertarungan di Themyscira yang bukan klimaks. Bisa jadi malah lebih kecewa daripada menonton versi Whedon.

Sekedar catatan, sebelum kontrak dengan HBO, durasi sudah direncanakan 214 menit alias tiga jam tiga puluh menit. 


Rujukan:

Hitungan Snyder

* 300 https://www.boxofficemojo.com/title/tt0416449/ 

* Watchmen https://www.boxofficemojo.com/title/tt0409459/

* Man of Steel https://www.boxofficemojo.com/title/tt0770828/ 

* Batman v Superman https://www.boxofficemojo.com/title/tt2975590/ 


Hitungan Nolan

* Batman Begins https://www.boxofficemojo.com/title/tt0372784/

* The Dark Knight https://www.boxofficemojo.com/title/tt0468569/ 

* The Dark Knight Rises https://www.boxofficemojo.com/title/tt1345836/


Hitungan Justice League

* https://screenrant.com/justice-league-snyder-cut-budget-reshoots-how-much/ 

* https://www.cbr.com/zack-snyder-justice-league-cost-complete/ 

* https://www.cheatsheet.com/entertainment/justice-league-spent-25-million-in-reshoots-partly-because-of-a-mustache.html/ 

* https://www.cinemablend.com/news/1684630/how-much-justice-league-has-allegedly-shelled-out-for-reshoots 


Durasi asli Snyder Cut

* https://comicbook.com/dc/news/zack-snyder-clarifies-justice-league-snyder-cut-length/ 

* https://ew.com/movies/2019/12/04/zack-snyder-snyder-cut-photo/ 


Friday, September 23, 2011

Hak Jawab SMUN 6 atas Pemberitaan Media Internet Mengenai Bentrokan Senin 19 September 2011



UPDATE:
Sudah ada kesepakatan antara SMUN 6. Karena penyebar luasan ini hanya dimaksudkan sebagai penyebaran hak jawab, bukan untuk membenci profesi wartawan maka kesepakatan ditulis di bawah artikel ini.

Catatan: Aku menyelipkan foto dari kawan2 di FB. Foto hanya sekedar ilustrasi, mungkin tidak sesuai dengan yang dimaksudkan di jawaban SMUN 6.



sumber: http://www.sman6jkt.web.id/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=1

HAK JAWAB/SANGGAHAN TERHADAP BERITA YANG DIMUAT DI MEDIA INTERNET



1. Tribunnews.com Senin, 19 September 2011

Foto dan Video Wartawan Identifikasi Pelaku Pengeroyokan


Kami membantah keras berita yang ditulis. Tidak terjadi pengeroyokan terhadap kelompok yang mengaku wartawan. Kami menyebut demikian karena tidak ada satupun dari mereka yang hadir menunjukkan kartu identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan atribut khusus, kecuali Bapak Panca menggunakan kemeja abu-abu, berlogo merah hati MI Media Indonesia. Yang terjadi adalah para wartawan telah memancing para siswa dengan kata-kata kotor/kasar/ejekan yang sangat tidak sopan. Bahkan, saat para siswa akan pulang, saat mereka menuju motor yang di parkir di depan sekolah, dan masih dalam kawalan polisi, seorang wartawan memukul wajah siswa dengan menggunakan helm. Hal tersebut tentu saja memancing emosi siswa. Siswa lain melakukan pembelaan terhadap teman mereka yang dipukul helm. Benturan tidak dapat terelakan. Tegas kami bantah, hal tersebut bukan pengeroyokan tapi pembelaan diri (saksi para polisi)



Wartawan melakukan unjuk simpati, semacam demo ± 50 orang, tanpa surat pemberitahuan ke pihak kepolisian. Hal tersebut tentu saja sudah menyalahi aturan yang berlaku. Tapi karena prinsip pelayanan masyarakat, manajemen sekolah menerima 6 perwakilan wartawan untuk bermufakat di ruang kepala sekolah (wartawan lain berada di luar sekolah). Dalam pertemuan tersebut telah terjadi kesepakatan dan titik temu antara sekolah dengan wartawan Tans 7, Saudara Oktaviardi, yang disetujui oleh kapolsek kebayoran Baru, Kapolres Jakarta Selatan, dan instansi terkait. Lalu para wartawan keluar dari SMAN 6. Namun sangat disesalkan, saat siswa akan pulang sekolah dengan dikawal oleh beberapa polisi, terjadi peristiwa yang ada pada paragraf 1.





Tidak hanya wartawan yang terluka tapi puluhan siswa kami juga terluka (foto, bukti lengkap, laporan telah kami lakukan ke pihak kepolisian). Bentrokan tidak dapat terelakan karena para wartawan telah memancing terlebih dahulu.

Seluruh kejadian/insiden tersebut disaksikan oleh banyak pihak, termasuk kepolisian. Kamera SMAN 6 pun merekam insiden tersebut.

2. Tribunnews.com

Lokasi SMAN 6 Harus Segera Dipindah


Mengenai keberadaan/lokasi SMAN 6 yang dikait-kaitkan dengan tawuran perlu dievaluasi kembali. Mengingat SMAN 6 juga sangat berprestasi dalam bidang-bidang lain. Baik akademik maupun nonakademik (data dan bukti dapat kami tunjukan). Tawuran yang dilakukan oleh sekelompok siswa jangan dijadikan alasan/dibesar-besarkan sehingga menjatuhkan SMAN 6, hingga harus dipindah.

Kami, manajemen sekolah, terus berupaya keras dalam menangani kasus tawuran ini. Guru-guru melakukan piket pagi dan sore hari, tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga sekitar sekolah. Bekerja sama dengan Binmas Polsek Kebayoran Baru dan Polres Jakarta Selatan, kami melakukan pembinaan dan kerja sa ma dengan mendirikan Pos Keamanan yang terletak antara SMAN 6 dan 70 agar dapat memantau siswa. Kami juga terus menegakkan tata tertib sekolah, sekaligus Sistem Reward and Punishment bagi siswa yang melanggar tata tertib.

Kami membantah tegas bila dikatakan hampir setiap hari terjadi tawuran. Bila demikian berarti dalam satu bulan terjadi sekitar 20 kali tawuran. Tolong tunjukan data untuk menguatkan pernyataan ini. Berdasarkan investigasi tim guru, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memprovokasi siswa untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai aturan sekolah Kita semua tahu banyak pihak berkepentingan yang menginginkan lahan SMAN 6 bukan dari sudut pandang edukasi.



3. Tribunnews.com

Kepala Sekolah SMA 6 Cuma Diam


Kami membantah keras berita ini. Kepala SMAN 6, Jajaran Manajemen, dan para guru SMAN 6 Jakarta tidak pernah membiarkan, membenarkan adanya aksi kekerasan apapun yang melanggar aturan. Kami pendidik menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran, di bawah payung antara lain UU Sisdiknas No. 20/2003, Permendiknas No. 39/2008 dan Permendiknas Nomor 19/2007.

Dalam pertemuan pihak sekolah dengan wartawan Trans 7, Saudara Oktaviardi, disaksikan oleh beberapa wartawan, kapolsek kebayoran baru, dan Kapolres Jakarta Selatan telah ada kesepakatan/titik temu. Pihak sekolah tetap akan menelisik apa benar ada siswa SMAN 6 sebagai pelaku pengambilan kaset wartawan tetapi tidak menjamin dapat menemukan karena tidak ada identitas fisik yang jelas. Siswa yang bersangkutan, nantinya akan tetap diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Setelah itu, wartawan keluar sekolah dan telah disepakati tidak ada kontak fisik dan wawancara dengan para siswa saat siswa pulang sekolah. Sangat disesalkan, ketika siswa keluar sekolah, salah seorang wartawan di luar berteriak “Kalau berani jangan keroyokan, tapi satu lawan satu”. Hal tersebut memancing emosi para siswa. Tidak hanya itu, salah seorang wartawan lalu naik ke atap Pos Satpam SMAN 6. Karena terpancing, maka terjadilah bentrokan.

Kami secara tegas membantah pernyataan yang menuliskan bahwa pihak sekolah (para guru) tidak berbuat apa-apa. Seluruh guru, terutama guru laki-laki bersama pihak kepolisisan, serentak berusaha meredam kejadian ini. Bahkan dari pihak wartawan ada yang melempar mangkok beling yang mengenai guru dan polisi.

Bahkan saat siswa akan pulang/mengambil motor yang diparkir di depan sekolah, dengan disaksikan oleh pihak kepolisian, tiba-tiba, seorang wartawan memukul wajah siswa dengan helm. Akibatnya siswa tersebut terluka cukup parah di bagian wajah, terutama mulut.



Kami memiliki bukti data dan foto kejadian ini. Saksinya adalah dari pihak kepolisian.

4. Tribunnews.com

Wartawan Jadi korban pengeroyokan Siswa SMAN 6 Jakarta


Kami membantah tegas berita yang menyatakan bahwa kedatangan kelompok yang mengaku wartawan, kami menyebut demikian karena tidak ada satupun dari mereka yang hadir menunjukkan kartu identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan atribut khusus, kecuali Bapak Panca menggunakan kemeja abu-abu, berlogo merah hati MI Media Indonesia mendapat perlawanan dari ratusan siswa SMAN 6. Tepat pukul 11.30, , Ulangan Awal Semester 1 hari ketiga selesai. Seluruh siswa SMAN 6 pulang sekolah. Saat mereka berada di pintu gerbang, para wartawan yang sedang berdemo melakukan provokasi dengan kata-kata kasar/makian/tudingan/ bahkan melempar mangkok soto ke arah guru yang sedang mengawasi siswa. Bapak Deni mawardi terkena lemparan mangkok soto yang masih ada sotonya. Bahkan seorang polisi juga terkena. Hal tersebut tentu saja memancing beberapa siswa. Bentrokan tidak dapat dielakkan.



5. VIVAnews..com

Pria Diduga Wartawan Dianiaya Pelajar SMAN 6


Kami sangat keberatan terhadap isi berita yang ada. Dalam kejadian insiden sama sekali tidak ada siswa SMAN 6 yang menggunakan gir, bambu, dan gesper besi seperti yang dituliskan dalam berita. Sejak Kamis, 15 september 2011 sampai insiden terjadi, para siswa sedang melaksanakan Ulangan Awal Semester 1. Bentrokan tidak dapat dielakan karena para siswa terpancing oleh provokasi yang terlebih dahulu dilakukan oleh kelompok yang mengaku wartawan, Kami menyebut demikian karena tidak ada satupun dari mereka yang hadir menunjukkan kartu identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan atribut khusus, kecuali Bapak Panca menggunakan kemeja abu-abu, berlogo merah hati MI Media Indonesia. Provokasi tidak datang dari siswa. Seharusnyalah para wartawan menjunjung tinggi kode etik profesionalitas mereka.

Dalam pertemuan pihak sekolah dengan wartawan Trans 7, Saudara Oktaviardi, disaksikan oleh beberapa wartawan, kapolsek kebayoran baru, dan Kapolres Jakarta Selatan (Senin, 19 September 2011, sekitar jam 09.30) telah ada kesepakatan/titik temu. Pihak sekolah tetap akan mencari pelaku pengambilan kaset wartawan tetapi tidak menjamin dapat menemukannya. Jika ditemukan, tentunya siswa yang bersangkutan akan tetap diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Setelah itu, wartawan keluar sekolah dan telah disepakati tidak ada kontak fisik dan wawancara dengan para siswa saat siswa pulang sekolah. Sangat disesalkan, ketika siswa keluar sekolah, salah seorang wartawan di luar berteriak “Kalau berani jangan keroyokan, tapi satu lawan satu”. Hal tersebut memancing emosi para siswa. Tidak hanya itu, salah seorang wartawan lalu naik ke atap Pos Satpam SMAN 6. Karena terpancing, maka terjadilah bentrokan.



Kami secara tegas membantah pernyataan yang menuliskan bahwa pihak sekolah (para guru) tidak berbuat apa-apa. Seluruh guru, terutama guru laki-laki bersama pihak kepolisisan, serentak berusaha meredam kejadian ini. Bahkan dari pihak wartawan ada yang melempar mangkok soto yang mengenai guru dan polisi.

Bahkan saat siswa akan pulang/mengambil motor yang diparkir di depan sekolah, dengan disaksikan oleh pihak kepolisian, tiba-tiba, seorang wartawan memukul wajah siswa dengan helm. Akibatnya siswa tersebut terluka cukup parah di bagian wajah, terutama mulut. Dalam insiden tersebut puluhan siswa mengalami luka-luka.

6. KOMPAS.com

Siswa Anarkistis, Kepsek SMAN 6 Diam


Kami sangat keberatan terhadap isi berita tersebut. Dalam pertemuan pihak sekolah dengan wartawan Trans 7, Saudara Oktaviardi, disaksikan oleh beberapa wartawan, kapolsek kebayoran baru, dan Kapolres Jakarta Selatan (Senin, 19 September 2011, sekitar jam 09.30) telah ada kesepakatan/titik temu. Pihak sekolah tetap akan menelisik apa benar ada siswa SMAN 6 sebagai pelaku pengambilan kaset wartawan, tetapi pihak sekolah tidak menjamin dapat menemukannya karena tidak ada identitas fisik yang jelas.. Jika ditemukan, tentunya siswa yang bersangkutan akan tetap diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Setelah itu, wartawan keluar sekolah dan telah disepakati tidak ada kontak fisik dan wawancara dengan para siswa saat siswa pulang sekolah. Sangat disesalkan, ketika siswa keluar sekolah, salah seorang wartawan di luar berteriak “Kalau berani jangan keroyokan, tapi satu lawan satu”. Hal tersebut memancing emosi para siswa. Tidak hanya itu, salah seorang wartawan lalu naik ke atap Pos Satpam SMAN 6. Karena terpancing, maka terjadilah bentrokan.

Kami secara tegas membantah pernyataan yang menuliskan bahwa pihak sekolah (Kepala Sekolah dan para guru) tidak berbuat apa-apa. Seluruh guru, terutama guru laki-laki bersama pihak kepolisisan, serentak berusaha meredam kejadian ini. Bahkan dari pihak wartawan ada yang melempar mangkok soto yang masih ada sotonya, yang mengenai guru dan polisi. Tidak hanya itu, saat siswa akan pulang/mengambil motor yang diparkir di depan sekolah, dengan disaksikan oleh pihak kepolisian, tiba-tiba, seorang wartawan memukul wajah siswa dengan helm. Akibatnya siswa tersebut terluka cukup parah di bagian wajah, terutama mulut. Dalam insiden tersebut puluhan siswa mengalami luka-luka.

Kami juga sangat berkeberatan bila dikatakan siswa kami menghajar dengan menggunakan kayu, batu bata, bahkan senjata tajam. Hari itu, kami sedang melaksanakan Ulangan Awal Semester 1. para siswa tentunya sibuk belajar. Mereka hanya menggunakan apa yang ada dan itupun mereka lakukan sebagai perlawanan/ membela diri akibat para wartawan yang telah memprovokasi terlebih dahulu.



7. mediaindonesia.com

Kepala Sekolah SMAN 6 Lakukan Pembiaran



8. okezone.com

Siswa Bentrok dengan Wartawan, Kepsek SMAN 6 Cuek


Kami membantah dengan tegas pernyataan yang ada dalam berita-berita tersebut. Pihak sekolah, dalam hal ini Kepala Sekolah, mengutuk setiap perbuatan anarkis yang melangggar tata tertib sekolah. Jajaran Manajemen sekolah tidak pernah membiarkan, membenarkan adanya aksi kekerasan apapun yang melanggar aturan. Kami pendidik menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran. Di bawah payung hukum antara lain UU Sisdiknas No. 20/2003, Permendiknas No. 39/2008 dan Permendiknas Nomor 19/2007. Selama tiga tahun Saya menjabat Kepala Sekolah, sudah 31 siswa dikembalikan kepada orang tua mereka, sebagian besar karena melanggar tata tertib sekolah. Proses pengembalian siswa kepada orang tua tentunya sesuai dengan aturan tata tertib yang berlaku.

Tidak benar bila dikatakan bahwa Kepala Sekolah cuek dan seakan-akan melakukan pembiaran terhadap insiden tersebut. Kami, Manajemen Sekolah beserta guru dan karyawan, terjun langsung dalam menangani masalah ini. Bahkan guru-guru kami juga menjadi korban pelemparan mangkok soto oleh pihak wartawan.

Kelompok yang mengaku wartawan melakukan unjuk simpati, semacam demo ±50 orang, tanpa surat pemberitahuan ke pihak kepolisian. Hal tersebut tentu saja sudah menyalahi aturan yang berlaku. Tapi karena prinsip pelayanan masyarakat, Manajemen Sekolah menerima 6 perwakilan wartawan untuk bermufakat di ruang kepalas sekolah (wartawan lain berada di luar sekolah). Dalam pertemuan tersebut telah terjadi kesepakatan dan titik temu antara sekolah dengan wartawan Tans 7, Saudara Oktaviardi, yang disetujui oleh kapolsek kebayoran Baru, Kapolres Jakarta Selatan, dan instansi terkait. Lalu para wartawan keluar dari SMAN 6. Namun sangat disesalkan, saat siswa akan pulang sekolah dengan dikawal oleh beberapa polisi, terjadi peristiwa/insiden yang dipicu oleh pihak wartawan.

Tidak hanya wartawan yang terluka tapi puluhan siswa kami juga terluka (foto, bukti lengkap, laporan telah kami lakukan ke pihak kepolisian). Bentrokan tidak dapat terelakaan karena para wartawan telah memancing terlebih dahulu.

Seluruh kejadian/insiden tersebut disaksikan oleh banyak pihak, termasuk kepolisian. Kamera SMAN 6 pun merekam insiden tersebut.



9. REPUBLIKA.CO.ID

Pelajar SMA 6 Bawa Senjata Tajam untuk Bacok Wartawan




Kami sangat berkeberatan dan membantah keras dengan isi berita tersebut. Dalam kejadian insiden sama sekali tidak ada siswa SMAN 6 yang membawa apalagi mrnggunakan senjata tajam berupa parang dan golok yang tertulis dalam berita direncanakan untuk menyerang wartawan Jakarta selatan dan Mabes Polri yang berada di sekitar lokasi SMA 6. jelas itu suatu kebohongan besar. Justru ada guru dan polisi yang ikut menjadi korban terkena pelemparan mangkok soto oleh oknum wartawan. Foto yang ada dalam berita juga buka foto yang diambil saat insiden terjadi. Kami sendiri tidak mengetahui itu foto siswa mana. Yang jelas bukan siswa SMAN 6. Wartawan sangat sepihak dan tidak berdasar dalam menulis berita ini. Telah hilangkah kode etik jurnalistik wartawan?

10. REPUBLIKA.CO.ID

Inilah Kronologis Pengeroyokan Wartawan oleh Siswa SMA 6


Kami sangat keberatan dengan isi berita tersebut. Kamis, 15 september 2011 sampai insiden terjadi, para siswa sedang melaksanakan Ulangan Awal Semester 1. Bentrokan tidak dapat dielakan karena para siswa terpancing oleh provokasi yang terlebih dahulu dilakukan oleh kelompok yang mengaku wartawan. Kami menyebut demikian karena tidak ada satupun dari mereka yang hadir menunjukkan kartu identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan atribut khusus, kecuali Bapak Panca menggunakan kemeja abu-abu, berlogo merah hati MI Media Indonesia. Provokasi tidak datang dari siswa. Seharusnyalah para wartawan menjunjung tinggi kode etik profesionalitas mereka.

Dalam pertemuan pihak sekolah dengan wartawan Trans 7, Saudara Oktaviardi, disaksikan oleh beberapa wartawan, kapolsek kebayoran baru, dan Kapolres Jakarta Selatan (Senin, 19 September 2011, sekitar jam 09.30) telah ada kesepakatan/titik temu. Pihak sekolah tetap akan mencari pelaku pengambilan kaset wartawan tetapi tidak menjamin dapat menemukannya karena tidak ada identitas fisik yang . Jika ditemukan, tentunya siswa yang bersangkutan akan tetap diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Setelah itu, wartawan keluar sekolah dan telah disepakati tidak ada kontak fisik dan wawancara dengan para siswa saat siswa pulang sekolah. Sangat disesalkan, ketika siswa keluar sekolah, salah seorang wartawan di luar berteriak “Kalau berani jangan keroyokan, tapi satu lawan satu”. Hal tersebut memancing emosi para siswa. Tidak hanya itu, salah seorang wartawan lalu naik ke atap Pos Satpam SMAN 6. Karena terpancing, maka terjadilah bentrokan.

Kami secara tegas membantah pernyataan yang menuliskan bahwa pihak sekolah (para guru) tidak berbuat apa-apa. Seluruh guru, terutama guru laki-laki bersama pihak kepolisisan, serentak berusaha meredam kejadian ini. Bahkan dari pihak wartawan ada yang melempar mangkok beling yang mengenai guru dan polisi.

Bahkan saat siswa akan pulang/mengambil motor yang diparkir di depan sekolah, dengan disaksikan oleh pihak kepolisian, tiba-tiba, seorang wartawan memukul wajah siswa dengan helm. Akibatnya siswa tersebut terluka cukup parah di bagian wajah, terutama mulut. Dalam insiden tersebut puluhan siswa mengalami luka-luka.





Pindaian surat pengaduan Kepala SMUN 6 Jakarta:


UPDATE:
Sudah terjadi kesepakatan antara SMUN 6 dengan wartawan. Bisa dilihat di:
http://www.detiknews.com/read/2011/09/23/193344/1729358/10/pihak-sman-6-jakarta-dan-wartawan-sepakat-berdamai

Saya kutip dari berita tersebut kesepakatannya:

1. Kedua pihak sepakat bersikap kooperatif mendukung kepolisian mengusut kejadian perampasan kaset milik wartawan Trans 7 yang terjadi hari Jumat 16 September 2011. Karena hal tersebut melanggar UU Pers No 40/1999 pasal 4 pasal 8 yang sanksinya diatur dalam pasal 18 (1).

2. Kedua pihak menyadari saling berkontribusi atas terjadinya kekerasan yang terjadi pada Senin 19 September 2011 dan sepakat menempuh perdamaian dan saling memaafkan. Kedua pihak sepakat tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

3. SMA 6 Jakarta berkomitmen menghargai kebebasan pers yang sesuai dengan undang-undang pers dan kode etik jurnalistik.

4. Pihak wartawan berkomitmen menghargai SMA 6 Jakarta sebagai badan publik yang melakukan tugas pendidikan.

5. Dewan pers menangani pengaduan SMA 6 Jakarta tentang pemberitaan pers terkait kekisruhan yang terjadi pada Senin 19 September 2011, yang dianggap tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Penandatanganan dilakukan hari ini, Jumat (23/9/2011), dan bertempat di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Hadir oleh Kepala Sekolah SMA 6 Kadarwati, perwakilan siswa, kuasa hukum SMA 6 Jakarta Try Adhyaksa, serta anggota Komite Sekolah.

Sedangkan dari pihak wartawan antara lain hadir Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jerry Adiguna, anggota Poros Wartawan Jakarta (PWJ), serta perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Meski sempat berbeda pendapat dalam penyusunan draf kesepakatan tersebut, namun suasana mediasi umumnya berlangsung cair. Tak jarang, gelak tawa terdengar dalam proses mediasi yang dimulai sejak pukul 13.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB itu.

Thursday, December 16, 2010

Terjemahan Wikileaks versi Detik bermasalah

Detik
http://www.detiknews.com/read/2010/12/15/122843/1525225/10/wikileaks-china-bisa-setir-pembangunan-di-indonesia


"Bahwa China bisa mempengaruhi 'arah umum' pembangunan di Indonesia," kata Hu kepada John.

Ada sejumlah cara yang digunakan oleh China. Menurut Hu, modal utama untuk menyetir pembangunan di Indonesia adalah dengan memanfaatkan populasi etnis China di Tanah Air, untuk membantu mengamankan kepentingan China.

"Beijing harus sensitif dengan realita politik dari populasi etnis China yang signifikan di Indonesia," ungkap Hu.


Yang ditandai biru adalah opini pribadi dari wartawan Fitraya Ramadhanny yang 'menafsirkan' isi WikiLeaks.


Vivanews
http://dunia.vivanews.com/news/read/193816-wikileaks--as-dan-china-bicarakan-tni

China dipandang bisa memberi pengaruh bagi "arahan umum" pembangunan di Indonesia. Namun, kepada John, Hu mewanti-wanti bahwa Beijing harus bersikap sensitif atas realitas politik terkait dengan nasib populasi warga keturunan China di Indonesia.



Ingin tahu kalimat aslinya?

Accepting that China can influence "the general direction" of development in Indonesia, DG Hu cautioned that Beijing must be sensitive to the political reality of a significant ethnic Chinese population in Indonesia.


Pertama: Bukan RRT yang menyatakan bisa 'mempengaruhi' Indonesia tetapi Amerika. RRT cuma mengangguk.

Kedua, sensitif di sini artinya berhati-hati. Jelas maksudnya Beijing tidak boleh bersikap sembrono karena yang dipertaruhkan adalah populasi etnis Tionghoa yang jumlahnya cukup banyak (alias bahasa sana, 'signifikan').


Dan seperti inilah lengkapnya:
Indonesia
---------

16. (S) The United States and China must work together to
promote democratization, economic growth and
counter-terrorism in Indonesia, DAS John stressed to DG Hu.
While President Susilo Yudhoyono has taken positive steps, we
must encourage further transparency, accountability and
military reform. Beijing should join Washington in pressing
for better governance and accountability in the military, the
Tentara Nasional Indonesia (TNI). Transparency in the TNI
would reinforce and encourage transparency in Indonesia's

BEIJING 00001448 004.2 OF 004


government and public affairs in general, essential to
attracting much-needed foreign investment. We must also
press for reforms in labor and investment laws, as well as
judicious enforcement of those laws, DAS John urged DG Hu.

17. (S) Accepting that China can influence "the general
direction" of development in Indonesia, DG Hu cautioned that
Beijing must be sensitive to the political reality of a
significant ethnic Chinese population in Indonesia. Beijing
was "not impressed" with the presidents who led Indonesia the
aftermath of the Asian Financial Crisis in the late 1990s,
but has been pleased with President Yudhoyono's progress
since taking power in 2004, DG Hu said. Jakarta faces the
challenge of decreasing the influence of the military and
promoting democracy, while simultaneously responding to
growing ethnic and religious tension. Beijing seeks to
promote secular Islam in Indonesia by encouraging interaction
with China's 20 million Muslims. In recent years, the United
States and China have coordinated in providing assistance to
Indonesia following natural disasters. Beijing sees such
cooperation as a model for further such regional cooperation,
DG Hu said.


Tuesday, November 11, 2008

[Fact Check] Bahasa Asing Para Bapak Bangsa menurut Rizal Ramli

Dikutip dari RM09.com

Dalam sebuah diskusi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, (19/9), Rizal sempat mengungkapkan sikapnya dalam berbahasa. "Memang banyak yang mengritik saya, kenapa menggunakan Bahasa Inggris? Saya bilang itu sebuah sikap, bukan karena saya mau ke-inggris-inggris-an dan ke-amerika-amerika-an. Tapi saya justru ingin melanjutkan tradisi yang baik di Indonesia," ujar Rizal di hadapan mahasiswa-mahasiswi UIN Jakarta. "Lihatlah Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Sjahrir. Baca pidatonya. Kalau dia pidato Bahasa Indonesianya bagus sekali, dia campur-campur dengan Bahasa Belanda, Bahasa Prancis, dan Bahasa Jerman. Itu menunjukkan kepercayaan dirinya. Siapa bilang Bung Karno tidak patriotis. Kalau dia mengutip Bahasa Prancis itu kan karena dia menganggap, dia percaya diri, Indonesia ini bagian dari dunia, dan Prancis itu salah satu bahasa internasional, karena itu dia pakai Bahasa Prancis," papar Rizal.

Pendapat tersebut ada benarnya tetapi lebih banyak salahnya.

Pertama, Bahasa Indonesia sedang dalam masa pertumbuhan dan banyak kata-kata dalam Bahasa Belanda yang belum tergantikan saat itu, seperti kata zonder (yang sekarang digantikan kata tanpa).

Kedua, kata-kata asing yang digunakan saat itupun hanya beberapa dan dicampur dengan kata-kata Indonesia sehingga tidak terlalu sukar ditangkap oleh rakyat.

Ketiga, untuk slogan ataupun judul tulisan atau pidato, para bapak bangsa mengusahakan dalam Bahasa Indonesia. Lihat saja judul-judul pidato Bung Karno atau kata-kata yang terkenal dari lidah beliau.


Keempat, Bahkan bila ada kata yang mungkin tidak dimengerti oleh rakyatnya, para Bapak Bangsa berusaha menjelaskannya. Lihatlah contoh pidato Bung Karno di Nawaksara

Karena itu maka saya terus, terus, terus selalu memohon kepada Allah S.W.T., agar saya diberi kesempatan untuk ikut menjalankan aku punya service of freedom ini. Tuhan yang menentukan. De mens wikt, God beslist; manusia bisa berkehendak macam-macam, Tuhan yang menentukan. Demikianpun saya selalu bersandarkan kepada keputusan Tuhan itu.


Jadi,
cobalah untuk memahami rakyat, apabila anda memang serius untuk menjadi presiden. Kenapa anda harus menggunakan "where there's a will, there is a way" di salah satu slogan anda bila bisa digantikan dengan "ada kemauan, ada jalan"? Frasa dalam Bahasa Indonesia bahkan lebih singkat daripada versi Bahasa Inggrisnya (alias lebih hemat tinta ^_^*! ).

[Fact Check] Kutipan Bernard Shaw oleh Rizal Mallarangeng tentang "Kiri"

Saya kutip dari
situs resmi alias RM09.com

Ungkapan "Mereka yang tidak kiri pada umur 20-an artinya tak punya hati, tapi kalau masih kiri di umur 30-an, itu artinya tak punya otak" yang pernah dipopulerkan Rizal Mallarangeng pada khalayak intelektual Indonesia rupanya menarik perhatian bagi Mohammad Hidayat, penyiar yang memandu acara talkshow Radio Prapanca FM, Trijaya Medan, Jumat (17/10). "Ada pernyataan Anda yang menarik yang saya kutip dari sebuah situs yang di dalamnya memang memuat cerita tentang Anda. Anda mengatakan, kalau pada usia 20 tahun itu orang tidak berpikiran kiri, itu bukan mahasiswa, tapi ketika umur 30 tahun masih berpikir kiri, itu ada yang tak beres dengan otaknya," cetus penyiar radio dengan segmen kaum profesional muda itu meminta klarifikasi.

Rizal yang tak menyangka mendapat pertanyaan seperti itu, dengan sedikit tersenyum menjawab dengan hangat, "Ungkapan itu dari Bernard Shaw, seorang sastrawan besar di Inggris. Dia berkata, oke, anak-anak bepikiran sosialis, kiri, atau marxis itu memang wajar pada usia muda. Kalau dia tidak marxis, tidak kiri pada usia muda berarti tidak punya hati. Tetapi kalau dia tetap kiri dan marxis pada saat dia 40 - 50 tahun, dia tidak punya otak. Jadi kalau tidak kiri pada usia muda, itu tidak punya hati. Tapi kalau masih kiri pada usia yang di atas 30 tahun, itu gak punya otak," ujar Rizal Mallarangeng mengutip ungkapan sastrawan Dublin, Irlandia peraih anugerah Nobel di bidang sastra pada 1925 itu. (dn/zr)


Pertanyaannya adalah? Benar kah?

Tidak..
Kutipan dari Geoger Bernard Shaw adalah:
"Siapapun yang tidak komunis di usia 20-an adalah bodoh. Siapapun yang tetap komunis di usia 30-an adalah lebih bodoh lagi".


George Bernard Shaw tidak berbicara tentang "KIRI". George Bernard Shaw berbicara tentang "KOMUNISME" dan komunisme adalah bagian paling ekstrim dari "KIRI".

Perkataan yang dikutip oleh Rizal Mallarangeng adalah perkataan Otto Van Bismarck, seorang 'aristokrat' dari Prusia.

Perlu dicatat bahwa Barrack Obama yang katanya jejaknya mau diikuti oleh Rizal Mallarangeng, memiliki konsep yang lebih dekat ke sosialis (seperti dinyatakan oleh tudingan lawan-awannya). Sementara, pembatasan jam kerja hingga hanya delapan jam (yang menjadi standar dunia internasional) adalah hasil perjuangan dari orang-orang yang saat berjuang dicap sebagai "sosialis".

Dan bila Rizal Mallarangeng menganggap sosialis adalah ketinggalan zaman dan tidak realistis, maka ucapannya terbantahkan oleh GNU/Linux yang bisa dibilang hasil dari konsep sosialis, dipopulerkan oleh Richard M. Stallman.

Sosialisme juga berkembang, Pak. De Kadt, politisi Belanda misalnya, mengembangkan ide sosialismenya bahkan dia sampai bentrok pendapat dengan Sutan Sjahrir.

Friday, November 07, 2008

[Fact Check] Tuan HNW, anda mengerti arti "suaka"?

Tuan Hidayat Nur Wahid,
saya tertawa membaca keinginan anda di Detik.com.

Tuan Hidayat Nur Wahid, tahukah anda arti suaka?
Suaka itu artinya 'janji melindungi warga negara lain dari pemerintahnya yang tiran'.

Jadi seseorang yang mendapat suaka, tidak akan diserahkan, tidak akan diekstradisi, walaupun presidennya berganti.

Hanya dua cara untuk membuat Alex Manuputty kembali ke Indonesia.
Pertama, dengan menculiknya dari Amerika, seperti yang dilakukan oleh Israel dengan tim Mossad-nya.


Kedua,
dan saya pikir cara kedua adalah lebih baik,
berusaha membangun Maluku, berdamai dengan RMS, mengubah pandangan dunia internasional bahwa pemerintah Indonesia mempunyai niat baik dengan rakyat Maluku, tidak ada penindasan, memberikan kebebasan, bahkan bagi mantan RMS sekalipun.

Cara kedua,
sudah pernah kita lakukan dan
bukankah kita lihat Hasan Tiro mengunjungi Aceh?


Atau anda bisa menggunakan cara ketiga tetapi saya ragu pemerintah Indonesia bisa melakukannya. Yaitu dengan membuktikan bahwa Alex Manuputty adalah teroris berbahaya yang mengancam rakyat Maluku.


Jangan gunakan alasan "integritas NKRI", karena rakyat Amerika termasuk Obama berprinsip "Kebebasan Berpendapat" di atas "Kedaulatan".



http://www.detiknews.com/read/2008/11/06/014333/1032039/10/