About Me
- kunderemp
- I am Narpati Wisjnu Ari Pradana son of Priadi Dwi Hardjito son of Soeparto Hardjowidjojo son of Asmeroe. My great grand father was a member of Sarekat Islam Party in Netherland Indies era
ini adalah caci maki yang keluar dari qalb dan diterjemahkan oleh aql
Blog Archive |
Situs Favorit |
Kategori |
Petunjuk: Baca Kompas hari ini..
Gue yakin itu pasti usul Prabowo. Soalnya gue ingat, kawan gue yang jadi caleg Gerindra dulu bikin kayak gitu. (gak yakin kalau Mega sanggup seperti itu).
Tentu saja masih bisa diperdebatkan,
tetapi pemuatannya adalah hal yang positif menurutku.
(tapi Bu.. mbok jangan ajak ngobrol politik kalau pagi-pagi.. Anakmu lagi murung, neh..)
Posted by
kunderemp
at
6:40 AM
0
comments
Labels: sedih
Posted by
kunderemp
at
6:34 AM
0
comments
Labels: sedih
Pengen baca.. pengen memutakhirkan pengetahuan.
Setahuku, butuh beberapa bulan sebelum UU baru dapat nomer dan dimuat di legalitas.org.
Posted by
kunderemp
at
1:38 PM
0
comments
Posted by
kunderemp
at
12:07 AM
5
comments
Labels: jalan-jalan
Saya kehilangan dompet coklat berisi SIM A, SIM C, KTP, 2 kartu ATM BRI (gak ada duitnya), 1 kartu ATM BCA (gak ada duitnya), 1 kartu ATM Bank of America dan entah identitas apalagi. Semua itu atas nama Narpati Wisjnu Ari Pradana
Kehilangan terjadi di sebuah taksi berwarna putih. Saya menaiki taksi tersebut karena sudah lelah dan malas menunggu bus. Berangkat dari Otista sekitar pukul 18.05 atau 18.10. Karena macet, sampai di BEJ pukul 18.55. Dan mencapai Blok M Plaza pukul 19.10 (data yang terakhir dikonfirmasi dengan CCTV). Biaya yang dikeluarkan sekitar 44 ribu rupiah.
Saya tidak ingin nama perusahaan taksinya dan saya tidak ingat nomer taksinya, dan juga tidak ingat nomer polisinya.
Yang saya ingat
1. nama awal pengemudi : Boy
2. nama akhir pengemudi adalah nama Indonesia.. Bila saya tidak salah ingat, namanya adalah Nasruddin. Jadi nama pengemudi adalah Boy Nasruddin
3. Seingat saya, kartu pengenal pengemudi taksi berwarna hijau atau biru tetapi saya mungkin salah ingat.
4. Taksi berwarna putih
5. Berdasarkan CCTV, mahkota taksi (bagian atas yang menunjukkan apakah ada penumpang atau tidak) berwarna putih atau putih kebiruan Tidak jelas karena cahaya berpendar, tetapi jelas bukan warna kuning karena di sampingnya ada taksi lain berwarna putih dengan mahkota berwarna kuning (Express)
6. Jenis mobil Vios, setidaknya aku menebaknya Vios karena speedometer berada di tengah, bukan di depan pengemudi. Penumpang yang duduk di sebelah kiri bisa melihat speedometer dengan jelas dan hal tersebut sempat membuatku sangsi karena seingatku, speedometer Vios, walau berada di tengah tetapi hanya bisa dilihat oleh pengemudi.
7. Memiliki radio.
8. Argo diletakkan di atas. Karena saya sempat mencari argo di bawah dan tak ketemu dan si pengemudi menunjukkan argonya di atap.
9. Berdasarkan CCTV, jenis mahkota adalah yang memiliki lengkungan, bukan tipe kaku kotak-kotak
Ada tiga perusahaan taksi berwarna putih yang kami (saya dan keamanan Blok M Plaza) ingat yakni Express, Bintang, dan Dian. Kami mencoret Express dari daftar karena mahkota berwarna kuning (ada wakil dari perusahaan Express yang ikut melihat CCTV dan memberikan dua nama taksi putih lainnya)
Dian Taksi menyatakan, mahkotanya berwarna biru.
Bintang Taksi menyatakan, argo di taksi mereka diletakkan di dashboard alias di bawah, bukan menempel pada atap.
Informasi yang saya butuhkan adalah,
kira-kira perusahaan taksi apa yang memiliki warna putih dengan ciri-ciri di atas. Ada yang ingat taksi apa saja yang berwarna putih?
Terimakasih,
Kunderemp Ratnawati Hardjito a.k.a
Narpati Wisjnu Ari Pradana
Posted by
kunderemp
at
12:16 AM
3
comments
Posted by
kunderemp
at
6:22 AM
0
comments
Labels: resensi tontonan
"Viking Anjing!", ucap sang Romeo sambil menatap Juliet.
"TheJak Anjing!", balas Juliet pada Romeo dengan senyum manisnya.
Posted by
kunderemp
at
10:08 AM
2
comments
Labels: resensi tontonan
Berikut adalah perilaku para calo yang kutemui saat memperpanjang SIM A sekaligus mengganti SIM C yang hilang:
1. Persis di Pintu Keluar
Perilaku standar. Langsung nanya "bikin SIM, Pak? Saya punya kenalan, nanti bapak saat di dalam bisa menemui Bapak Fulan".
2. Di Jembatan Penyeberangan
Bapak ini disamping strawberi. Tadinya saat ia berdiri, kukira ia mau menawarkan dagangan strawberi. Terkejutnya saya ketika si Bapak langsung bertanya "bikin SIM, Pak?"
3. Di Dekat Gang
Sambil menunjuk ke arah gang. "Bikin SIM, Pak? Harus lewat sini, Pak. Yang pintu masuk cuma buat yang bawa mobil"
4. Di Dekat Tukang Bakso
Teriak "Kantor SIM-nya tutup, Pak!"
Apakah dalam perjalanan pulang usaha para calo berhenti? Tidak! Mereka masih mempunyai pangsa pasar ternyata.
1. Di Dekat Tukang Bakso
Teriak "Gagal yah, Pak? Gagal ujian teori, yah?"
2. Di Dekat Gang
Tanya baik-baik "Gagal, kan? Gagal?"
Buset deh... emangnya tampang gue saat itu kayak tampang gagal ujian apa?
Posted by
kunderemp
at
3:50 AM
2
comments
Labels: jalan-jalan