Wednesday, April 22, 2009

[Pratayang] Christine Hakim dan Perdagangan Wanita (Human Trafficking) dalam Film

Siapa yang penonton film Indonesia yang tak mengenal Christine Hakim? Tahun ini, setidaknya ia bermain dan dua film dan uniknya, keduanya memiliki tema Perdagangan Wanita. Bedanya, yang satu adalah tema utama sementara yang satu adalah tema sampingan.


Jamila dan Sang Presiden
Saya sebenarnya bergidik melihat produsernya, MVP Pictures. Saya masih sulit memaafkan adaptasi mereka untuk novel Drop Out. Tetapi sutradaranya kali ini adalah Ratna Sarumpaet, kurasa mereka tak akan berani macam-macam. Selain itu, sumber kisahnya berasal dari teater.

Jamila dan Sang Presiden mengisahkan tentang Jamila, pembunuh pejabat yang mencuat di harian nasional. Ketika akhirnya ia divonis mati, ia tidak meminta untuk bertemu ayah dan ibunya tetapi malah meminta bertemu ulama terkenal dan presiden.

Saya melihat trailernya di Youtube dan jujur saja, dosa MVP Pictures di film DO tidak ada di versi trailer. Saya masih ingat betapa muntahnya melihat film DO dibuat hanya dengan kamera sinetron dan dengan sinematografi murahan yang bikin pusing kepala. Tampaknya MVP Pictures bertobat dan serius membiayai pembuatan film ini.

Trailernya cukup seru dan tampaknya sengaja diedit untuk memprovokasi di mana di salah satu adegan ditunjukkan kelompok ormas Islam (dipimpin oleh sosok yang diperankan Fauzi Baadilah) berdemonstrasi, menentang grasi ( "tidak ada grasi untuk PELACUR").

Christine Hakim berperan sebagai sipir penjara di film ini.

Film ini akan mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia tanggal 30 April 2009.






Merantau
Berbeda dengan film sebelumnya, tema perdagangan wanita adalah tema sampingan di film Merantau. Tema utamanya sendiri, seperti judulnya, adalah Merantau, di mana karakter utamanya menjalankan tradisi Minang dan di Jakarta ia bertemu dengan karakter wanita yang merupakan penari di klub malam. Sialnya, si penari tidak menyadari bahwa klub tersebut adalah kedok dari perdagangan wanita.

Christine Hakim muncul sebagai cameo, berperan sebagai ibu dari karakter utama.

Film ini sedang dalam masa syuting (atau editing?) dan diperkirakan untuk rilis bulan Agustus yang akan datang.

Tuesday, April 21, 2009

Wanita Muslim dalam novel silat (Wuxia) dan komik Cina (Manhua)


Wanita di atas adalah Huo Qintong, putri sulung dari Muzhoulun, pemimpin suku Uyghur. Dalam perjalanannya merebut kembali AlQuran Utsmani yang dicuri tentara Dinasti Qing (Mancu), ia bertemu pemimpin kelompok Bunga Merah, Chen Jialuo. Dalam perkembangan cerita, muncul cinta segitiga antara dia, Chen Jialuo dan adiknya, Putri Harum (Xiangfei / Kesili) namun sebagai kakak yang mencintai adiknya, ia mengalah.

Namun kemudian terjadi tragedi karena Kaisar Qianlong dari Dinasti Qin jatuh cinta pada dan menyerang suku Uyghur dan memboyong Putri Harum ke istana. Masalah menjadi pelik karena Kaisar Qianlong ternyata adalah suku Han yang ditukar ke dalam istana semasa bayi dan ia sesungguhnya adalah kakak kandung pemberontak Bunga Merah.

Intrik-intrik pun berjalan dan kaisar tidak mau diperalat baik oleh Ibu Suri maupun oleh kelompok pemberontak Bunga Merah dan ia berniat menghancurkan kelompok Bunga Merah.



Putri Harum yang mengetahui rencana kaisar, berupaya memberikan pesan pada Kelompok Bunga Merah tetapi selalu gagal. Akhirnya ia meminta izin untuk ke Masjid Beijing dan di sana melakukan seppuku (bunuh diri) setelah meninggalkan pesan. Kehebohan pun terjadi dan Kelompok Bunga Merah menyadari ucapan kaisar tak bisa dipegang.

Kisah di atas adalah novel pertama Chin Yung yang berjudul Pedang dan Kitab Suci dan terbit tahun 1955. Di televisi Indonesia, novel tersebut pernah muncul dalam bentuk sinetron yakni di tahun 90-an dibintangi oleh Kenny Ho diputar oleh stasiun TPI, sementara versi baru muncul di tahun 2000-an dengan bintang Zhao Wenzhou dan diputar oleh AnTeve saat Ramadhan (kalau gak salah ingat, tahun 2003). Selain itu RCTI pernah memutar versi bioskopnya.

Kalau ingin lihat versi-versi film, bisa dilihat di:
http://tieba.baidu.com/f?kz=167105021
(ada Li Yuanzhi, Chen JiaLuo, Huo Qintong, dan Putri Harum dari berbagai versi)



SEJARAH SESUNGGUHNYA
Bukan rahasia umum bahwa Chin Yung sering menggunakan latar belakang sejarah dalam novel-novelnya seperti Jengis Khan di Kisah Pemanah Rajawali, (Kwee Ceng dan Oey Yong) atau kisah kelompok Ming yang memberontak pada Dinasti Yuan ( Tio Bu Kie yang jadi pemimpinnya walau di akhir cerita, ia menyerahkan kekuasaan pada Zhu Yuanzhang yang kelak jadi pendiri dinasti Ming). Jadi tentu akan menarik untuk membahas tokoh-tokoh sejarah dari novel Pedang dan Kitab Suci.

Kaisar Qianlong
Kaisar QianLong jelas adalah adalah tokoh nyata. Memang ada legenda ia sesungguhnya adalah bangsa Han putra dari Chen Yuanlong tetapi hal tersebut sekedar mitos belaka. Yang menarik adalah, kaisar QianLong bersumpah untuk tidak memerintah lebih panjang dari kakeknya yang memegang tampuk kekuasaan hingga 61 tahun. Pada tahun ke 60 pemerintahannya, ia menyerahkan kekuasaannya.

Ketika Belanda membantai orang-orang Tionghoa di Batavia pada tahun 1740, kaisar Qianlong menolak membantu orang-orang Tionghoa tersebut, menganggap para Huaqiao (Cina Perantauan) adalah orang-orang yang durhaka pada kaisar.

Putri Harum
Di versi novel, Putri Harum (Xiangfei) bernama asli Kesili berayahkan Muzhoulun. Kenyataannya, Putri Harum bernama Yiparhan (atau Ipar Khan) dan ayahnya bernama Apak Hoja. Huo Qintong adalah tokoh fiktif dan dalam novel-novel selanjutnya, Chin Yung selalu menambahkan karakter-karakter wanita cerdas dan mandiri.

Ada dua versi tentang Putri Harum yakni versi resmi Cina dan versi Uyghur. Para penulis cerita seperti Chiung Yao dan Chin Yung lebih menyukai versi Uyghur karena lebih dramatis. Kisah Putri Harum versi Uyghur pun juga pernah dibuat versi cerpennya di majalah AnNida.

Menurut versi resmi Cina, Putri Harum adalah yang dikenal sebagai Selir Rong dan dia hidup bahagia di istana.

Menurut hikayat bangsa Uyghur, Putri Harum dan Selir Rong adalah sosok yang berbeda dan Putri Harum tewas, dipaksa bunuh diri oleh Ibu Suri karena tak mau disentuh kaisar Qianlong dan sikapnya mempengaruhi kaisar. Chiung Yao, dalam novelnya Putri HuangZhu mengisahkan Putri Harum melarikan diri karena ia jatuh cinta pada kawan masa kecilnya, Meng Dan dan untuk menjaga nama baik, dikisahkan bahwa ia mati bunuh diri dan menjadi kupu-kupu.

AlQuran Utsmani
Judul novelnya adalah "Pedang dan Kitab Suci" dan kitab suci yang dimaksud adalah AlQuran yang konon pemberian dari Khalifah Utsman (khalifah ketiga).

Sebenarnya, di Asia Tengah dan Xinjiang berdiam suku-suku yang satu rumpun walau memiliki bahasa berbeda-beda. Mereka antara lain adalah Uyghur, Uzbek, Tadjik, Kirgiz, dan Kazakh. Orang-orang ini berdarahcampuran antara Persia, Mongol, dan Turki dan sebagian besar beragama Islam. Sebelum datangnya Islam, mereka beragama Buddha. Bahkan Yan Xuanzhi mengatakan bahwa Biksu Boddhidharma (Tat Mo) yang tersohor di Cina berasal dari Asia Tengah ini.

Di antara suku-suku Asia Tengah, memang ada AlQuran yang dipercaya merupakan pemberian dari Khalifah Utsman. AlQuran ini dipegang oleh orang-orang Uzbek (bukan Uyghur walau mereka masih satu keluarga seperti Melayu dan Filipina). Ketika Rusia menjajah Uzbekistan, AlQuran ini dibawa ke Rusia, diteliti dan sayangnya robek. Para ilmuwan Rusia berinisiatif mengganti halaman-halaman yang robek dengan yang baru walau hal tersebut berarti menghilangkan otentitas. Kini, AlQuran tersebut ada di ibukota Uzbekistan, yakni Tashkent.

Penaklukkan Xinjiang

Dalam kisah Pedang dan Kitab Suci, walau Kelompok Bunga Merah berusaha membantu suku Uyghur menghalangi penaklukkan oleh Dinasti Qing, ternyata mereka tetap gagal. Dalam sejarah, penaklukkan suku-suku di Taklamakan dan sekitarnya memang terjadi di masa Kaisar Qianlong. Kata Xinjiang sendiri berarti kekuasaan baru sehingga nama ini sebenarnya merupakan penghinaan buat suku-suku di sana dan hingga kini, masih ada gerakan pemberontakan walau Cina berhasil memasukkan kelompok pemberontak ke daftar teroris milik PBB.

Untuk melihat pemandangan XinJiang, bisa lihat di situs travel:
http://www.chinainfotravel.com/silkroad-xinjiang.htm

Monday, April 20, 2009

Ternyata mahasiswa zaman dulu dan sekarang sama saja



Kalau tak bisa lihat, klik http://www.youtube.com/watch?v=5Ef42ephScQ

Oh yah..
film yang ada adegan mahasiswa pecinta musik klasik minta pengamen banci memainkan lagu Beethoven itu film itu bukan yah?

Arti Kehidupan (Lirik)

Lagunya Doel Sumbang.
Yang paling bikin terkesan adalah iringi anak-anak di bagian akhir lagu

jangan berkata tidak
bila kau jatuh cinta
terus terang sajalah
buat apa berdusta


cinta itu anugerah
maka berbahagialah
sebab kita sengsara
bila tak punya cinta


rintangan pasti datang menghadang
cobaan pasti datang menghujan
namun yakinlah bahwa cinta kan membuatmu
mengerti akan arti kehidupan

marilah sayang
marilah sirami
cinta yang tumbuh
di dalam diri

marilah sayang
marilah sirami
agar merekah
sepanjang hari

cinta itu anugerah
maka berbahagialah
sebab kita sengsara
bila tak punya cinta

kembali ke reff

Hatimu Hatiku (Lirik)

Ternyata Rano Karno dan Ria Irawan pernah menyanyi lagu sedih bersama. Ditulis oleh E Hassan/Is Haryanto.

Buat mereka yang lagi bertengkar dengan pasangan neh... :P


(perempuan)
betapa sayangku
engkau pun tahu
ku kira kau pun tahu

(laki-laki)
namun sayang
adalah sesuatu
antara engkau dan aku

Reff:
(bersama)
di antara hatimu hatiku
terbentang dinding yang tinggi

tak satu jua
jendela di sana
agar kumemandangmu

(perempuan)
ada suatu di antara kita
yang tak dapat kumengerti

(laki-laki)
hanya senyummu
selalu membayangku
membuat ingin bertemu

kembali ke reff

(bersama)
membuat ingin bertemu

Mau Kamu Suka Kamu (Lirik)

Ternyata Rano Karno pernah nyanyi lagu kayak gini.. hehehe...
Buat mereka yang hatinya lagi terbelah di antara dua perempuan :P


Narator: Cantik Nih Ye..
prelude:
Mau kah kamu
Suka kah kamu

Main:

maunya... dek.. pilih kamu
sukanya.. dek.. suka kamu

yang ini cantik
yang itu manis
dua-duanya sama nilainya

mancungnya... dek.. hidung kamu
tipisnya.. dek.. bibir kamu

aku pun suka
aku pun cinta
demi cinta aku rela ditubruk kuda

eh.. kamu cantik memang sungguh sedap dipandang
kamu manis membuatku kepayang
jadi bingung aku milih yang mana
semuanya..

maunya apa?
suka kamu
sukanya apa?
suka kamu

yang satu genit
yang satu kurus
dua-duanya sama seksinya

maunya apa?
suka kamu
sukanya apa?
suka kamu

pilih dirimu
atau dirinya
semuanya masih pada bujangan

(kembali ke awal)

Baru Lima Menit (lirik)

Nostalgia lagu zaman dulu ( masa SD ).
Banyak kawanku yang gak ingat lagu yang dinyanyikan oleh Jamal Mirdad dan ditulis oleh Timur Priyono ini. Jadi ini liriknya..

baru lima menit
aku kenal dia
kok lain rasanya

ada rasa kangen
ada rasa rindu
menyerang hatiku

baru lima menit
aku jumpa dia
kok lain rasanya

saat berpandangan
mata berbicara
bahwa ada cinta

cinta membuat
(esek esek)
hati gelisah
(esek esek)
siang dan malam
(esek esek)
tak bisa tenang

Reff:
aku terbayang wajah pacarku yang emoy
(yang emoy)
aku terbayang cantiknya pacarku yang asoy
(yang asoy)

matanya
(mataku?)
hidungnya
(hidungku?)
bibirnya
(benar-benar emoy)

jalannya
(jalanku?)
bodynya
(bodyku?)
pinggulnya
(benar-benar emoy)

(kembali ke reff)

(kembali ke awal hingga ref)

ho ho hi he..

(kembali ke reff)

(fade off)

Friday, April 17, 2009

Secercah harapan dari pemilu

Kutipan dari detikPemilu.

Ternyata, harapan itu masih ada.


Meski gagal merebut kursi legislatif DPRD Medan, caleg Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Junaedi Manurung tetap peduli warga miskin di daerahnya. Dia membagi-bagikan uang dan sembako, Kamis (16/4/2009).

Caleg nomor urut 11 Daerah Pemilihan (Dapem) Medan 1 ini membagikan uang pecahan Rp 1.000 kepada puluhan anak dari keluarga miskin di kawasan Mandala, Medan Denai. Sementara kepada keluarga kurang mampu, Manurung memberikan sembako berupa beras sebanyak dua kilogram.

Menurut mantan polisi yang memilih pensiun muda ini, keikutsertaan dalam Pemilu 2009 sebagai caleg bukan semata-mata berharap duduk sebagai anggota dewan, namun hanya sebagai jalan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

"Sebagai caleg bukan semata-mata untuk menang, tapi biar bisa membantu orang banyak," kata Manurung.

Manurung menyatakan, pada Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 9 April lalu, ia hanya memperoleh tidak lebih dari 600 suara di daerah pemilihannya. Jauh dari cukup untuk tiket menjadi anggota DPRD Medan. Ketika ditanya dana yang telah dihabiskan saat kampanye, Manurung hanya tersenyum. Ayah tiga anak ini hanya mengatakan, dana yang dihabiskan tidak sedikit.

Tuesday, April 14, 2009

MPR/DPR Indonesia mesti belajar dari Wikipedia dan C-Span!

Alkisah saya ingin membaca kembali sebuah artikel di sebuah wikipedia dan ternyata artikel tersebut sudah dihapus. Saya cukup mudah mencari informasi siapakah yang mengambil keputusan tersebut.

Gambar menunjukkan pendapat-pendapat yang menyatakan artikel bersangkutan sebaiknya dihapus


Tentu saja kita masih bisa mengecek apakah benar orang-orang tersebut yang memilih keputusan tersebut dari fitur history.

Gambar menunjukkan user-user Wikipedia yang mengedit halaman tersebut

Bahkan kalau perlu, benar-benar memperhatikan perbedaan dengan versi editan sebelumnya.
Gambar menunjukkan tambahan dari user bernama alias 'eatabullet' dengan user sebelumnya

Bayangkan betapa indahnya seandainya kita bisa melakukan hal yang sama pada setiap UU yang disahkan di DPR. Kita bisa mengetahui pasal mana yang diedit dan oleh anggota yang mana. Kita bisa melihat perbedaan antara draft pertama, kedua, hingga versi terakhir.

Bagaimana dengan kongres di Amerika Serikat? Setidaknya kita bisa melihat siapa memilih apa di situs-situs seperti C-Span dan Capitol Advantage.

Misalnya, berikut adalah cuplikan dari pemilihan John Roberts sebagai hakim agung pada September 2005 yang bisa dilihat di http://www3.capwiz.com/c-span/issues/votes/?votenum=144&chamber=H&congress=1111 :


Atau seperti yang sudah disebutkan tadi, menggunakan jasa pihak ketiga seperti situs milik Capital Advantage. Misalnya kalian bisa melakukan pencarian melalui halaman http://www3.capwiz.com/c-span/dbq/issuesdbq/votesearch.dbq

Misalnya, berikut adalah hasil pencarian untuk sikap kongres terhadap pembagian bonus oleh AIG, di mana voting dilakukan pada 19 Maret 2009. Aku hanya memperlihatkan Negara Bagian Iowa.


Bagaimana dengan situs MPR/DPR RI? Atau situs-situs lain seperti HukumOnline atau Legalitas.org? Adakah fitur-fitur seperti ini? Adakah fitur yang mempermudah masyarakat untuk melacak kinerja MPR/DPR-nya?

Oh ya...
Tidak.. aku tidak mau membaca notulen rapat dalam pdf yang berlembar2 halaman. Tidak, aku tidak mau menonton video rapat MPR/DPR bermenit-menit seperti yang ditunjukkan oleh stasiun SWARA. Aku hanya butuh sari atau inti dari informasinya dalam waktu singkat.

Sunday, April 12, 2009

Mahabharata edisi Duryudana

Mahabharata versi bapak-anak Chopra tahun 1988 sering dipandang sebagai adaptasi Mahabharata terbaik ke dalam media televisi ( serial ini yang dahulu diputar di TPI ).

Nah, Untuk Duryudana, episode yang paling mencerminkan motivasi karakter ini mungkin adalah dua episode:

1. Episode 25.
Murid2 Dorna (Pandawa dan Kurawa) berlaga di alun-alun, mempertunjukkan keahlian. Ketika Dorna dengan bangga memperkenalkan Arjuna sebagai pemanah terbaik yang masih hidup, Karna, murid Parasurama datang dan memprotes serta menantang Arjuna. Widura, Kripa, dan Bisma menolak tantangan Karna karena asal-usulnya tak jelas. Duryudana, yang menolak perbedaan kasta menolak dan memberikan tanahnya di Awangga pada Karna agar Karna pihak sesepuh Hastina mengabulkan tantangan Karna. Ketika Adirata, orang tua angkat Karna datang, Bima menertawakan Karna yang sekedar anak kusir tetapi Duryudana marah karena Karna dihina dan mengingatkan bahwa asal-usul Pandawa pun perlu dipertanyakan.

2. Episode 44.
Karena Sangkuni kesal Duryudana tak pernah bersabar saat Sangkuni melakukan rencana liciknya, Sangkuni menyuruh Duryudana menikmati pemandangan di istana Indraprasta yang baru dibangun. Banyak jebakan di istana tersebut dan Duryudana salah menyangka kolam sebagai lantai. Drupadi yang melihat peristiwa itu tertawa dan mengejek "Anak orang buta ternyata buta".

Mahabharata Online di Youtube

Tiga bulan lalu saya mencoba menonton Mahabharata di Rajshri.com tetapi sayangnya penuh glitch.

Untunglah, kali ini mereka mengunggahnya di Youtube dengan kualitas lebih baik.

http://www.youtube.com/watch?v=ySSw8CdjIYk&feature=PlayList&p=EE1028F25F42F53C&index=0

Wednesday, April 08, 2009

Kumar (dari 'Harold and Kumar' ) bergabung dengan Tim Obama?

Guyonan orang2:

Kemungkinan pertama:
1. Harold and Kumar go to White House ( at least Kumar)
2. Kal Penn, from 'House' to 'White House'
(soalnya tokoh yang diperankan Kal Penn di serial House M.D barusan bunuh diri)


Kukira bercanda, ternyata memang dia diajak bergabung.
Serius.. aku gak bisa membayangkan orang slenge'an kayak Kumar di Whitehouse.... ntar ngisap ganja melulu.. :P

Mela Anjani/Barbie = Inul baru?

Kalau dibandingkan Annisa Bahar dkk. sih... lebih cantik. Ada darah Sundanya...

Gila.. tuh video bisa bocor ke Youtube kenapa yah? Padahal ada teks peringatan "untuk kalangan sendiri".

Mana trus ada yang naik ke panggung sambil ngasih duit berlembar-lembar... gilaaaaaaaaaaa....

Kayaknya mendingan Indonesia ekspor striptis gaya baru. Kalau striptis barat kan pakai DJ, kalau striptis Indonesia pakai dangdut di mana si penari juga menyanyi... Ck ck ck ck....

Sumpah... gue dilema gini..
Satu sisi gue menikmati (dasar cowok... gubrak).
tapi satu sisi... hmm.... semoga gak ada anak kecil nonton.

Ngomong2,
ternyata penyanyi yang satu ini ternyata penyanyi yang pernah bikin heboh karena langsung buka-bukaan di acara Loper's Day tahun lalu begitu wapres pergi.

Ah.. kalau sudah di Indonesia, ikutan ndangdutan ah...

Monday, April 06, 2009

Ugh... Bahasa Jepang

nemu ftp di akaedu.org, unduh banyak2,
ternyata beberapa bahasa Jepang...

Ampuuuun.......
Gue bukan adik gue yang bisa baca kanji, hiragana, dan semacamnya.. :(

Presentasi Ari Juliano untuk menyeleksi partai yang akan dipilih

Ari Juliano secara netral memberi petunjuk untuk menyeleksi partai.

Saya sendiri golput, bukan karena ingin golput, tetapi karena ada berbagai kendala dan pertimbangan, saya akhirnya memutuskan untuk tidak menghubungi konsulat di Chicago.. Mungkin kelak.. tetapi tidak sekarang.

Untuk yang masih bingung, masih bimbang, atau ingin berpikir ulang, silakan melihat presentasi dari Ari Juliano di:
http://www.slideshare.net/arijuliano/metode-memilih-berdasarkan-kinerja-masa-lalu-1216528


Saya sepakat dengan bagian akhir dari presentasi, tidak ada benar atau salah dalam hal ini. Kalau calon yang anda pilih kalah, bukan berarti anda kehilangan hak sebagai warga negara. Kalau calon yang anda pilih kalah dan sang pemenang ternyata brengsek, bukan berarti anda melepas kewajiban untuk meluruskan sang pemimpin. Begitu juga untuk orang-orang yang golput, bukan berarti kehilangan hak sebagai warga negara, dan bukan berarti melepas kewajiban untuk mengawasi pemimpin.

Ternyata Bapakku Dulu Itu Nyanyi "We Shall Overcome"?

Aku sudah lama penasaran dengan lagu "We Shall Overcome".
Buat yang doyan sejarah tentang Gerakan Menuntut Hak-Hak Sipil (Civil Rights Movements) pasti tahu bahwa keberadaan lagu ini. Pada saat demonstrasi di Washington tahun 1963, lagu ini juga dinyanyikan.

Ketika lagi mencari-cari tentang Joan Baez, aku menemukan lagu ini dan sekalian saja kudengarkan dan....

(mainkan Symphony No. 5 Beethoven di sini)

Aku familiar dengan nadanya...
benar-benar familiar...

Aku langsung cek liriknya dan...
Benar...
bait terakhir dari lagu "We Shall Overcome" adalah bagian yang paling sering dinyanyikan oleh bokap gue.. Keras-keras pula..

Dulu tiap bokap nyanyi lagu ini, aku sama Ani langsung tutup telinga saking kerasnya lagu ini.

nTar kalau punya anak, bakal nyanyi keras2 sampai dia tutup telinga ah... Biar lagunya terbayang2 trus di pikiran anak gue.. :P

We are not afraid...
We are not afraid....

Bob Dylan pernah nyanyi bareng Joan Baez?

Gambar diambil dari Wikipedia. Katanya gambar ini diambil pada demonstrasi hak-hak sipil (Civil Rights) 28 Maret 1963.

Bob Dylan
Aku sendiri pernah menulis tentang dua lagu Bob Dylan, yakni The Times They Are-A Changin' yang jadi pembuka film Watchmen dan All Along Come Watchtower yang juga muncul di film Watchmen dan di Battlestar Galactica.

http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2009/03/lagu-pembuka-film-watchmen.html
http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2009/04/lagunya-aktivasinya-final-five-di.html


Joan Baez
Joan Baez sendiri, saya belum pernah menuliskan namanya di blog, tetapi ada satu orang Indonesia yang fanatik dengan lagu-lagunya Joan Baez. Orang ini hidup di tahun 50-an hingga 60-an, ikut demonstrasi menumbangkan Bung Karno, mendirikan Mapala.

Ketika orang Indonesia ini mendapatkan kesempatan ke Amerika Serikat, ia berhasil mendapatkan piringan hitam Joan Baez dan ia membawanya ke Indonesia. Sialnya, ketika di Sydney, Australia, piringan hitam ini disita karena dianggap membawa ideologis komunis (yang sebenarnya ironis karena orang Indonesia ini adalah anti komunis) dan akhirnya ia hanya bisa menularkan nyanyian Baez dalam setiap pendakiannya, memaksa kawan-kawannya untuk ikut menyanyikan.

Orang Indonesia ini bahkan membahas arti lirik salah satu lagu Joan Baez dalam catatan hariannya. Dan kelak ketika biografinya dibuat, lagu Joan Baez muncul dalam filmnya. Yup.. orang Indonesia ini adalah Soe Hok Gie.

Dan ternyata, dalam OST film Gie, salah satu lagu Bob Dylan juga dimasukkan, yakni Like A Rolling Stone.

You used to ride on the chrome horse with your diplomat
Who carried on his shoulder a Siamese cat
Ain't it hard when you discover that
He really wasn't where it's at
After he took from you everything he could steal.

How does it feel
How does it feel
To be on your own
With no direction home
Like a complete unknown
Like a rolling stone?

Thursday, April 02, 2009

Iseng nulis di Kokita Kompas

Sore ini... aku iseng menulis di Kokita Kompas.
Selama ini aku sering lihat tulisan-tulisan mereka dan kali ini aku tergoda untuk mencoba.

http://community.kompas.com/read/artikel/2626

Multi-Point? Multipointer? Multi-Cursor?

Membaca berita detikinet mengenai demonstrasi produk Microsoft di sebuah sekolahan di Yogya membuatku tertarik, adakah versi alternatifnya?

Ternyata ada!

Yang satu dinamakan Multi-Cursor Window Management. Bisa dilihat di
http://multicursor-wm.sourceforge.net/

Yang satu lagi dinamakan Multi-pointer X-Server yang dilakukan di University of South Austalia
http://wearables.unisa.edu.au/mpx/

Rasanya dulu Iang pernah nunjukkin konsep serupa tetapi aku lupa di mana..

Penerapannya buat apa yah? Voting ramai-ramai di DPR sehingga langsung bisa terlihat di layar?

Wednesday, April 01, 2009

Lagunya Aktivasinya The Final Five di Battlestar Galactica

Saya selalu terkesan dengan lagu yang bisa berkembang seiring dengan waktu. Menciptakan sebuah lagu yang nyantol di kepala untuk orang sezaman saja susah apalagi bila berhasil bertahan di terpaan waktu.

Kali ini, lagu Bob Dylan yang membuatku terpana dengan lagunya "All Along The Watchtower".

Lagu ini dibuat oleh Bob Dylan setelah kecelakaan motor. Kemudian Jimmy Hendrix mendengarnya dan mengubahnya sedikit. Bob Dylan kemudian mendengar versi Jimmy Hendrix, terkesan dan setelah itu dalam setiap konsernya, dia memainkan versi yang lebih dekat dengan versi Jimmy Hendrix daripada versi asli yang dia rekam dahulu.

Buat para penggemar film, dalam dua tahun terakhir, lagunya nyantol karena muncul dalam dua film yakni Watchmen-nya Snyder dan bagian akhir season 3 plus sepanjang musim terakhir Battlestar Galactica.

Di komik Watchmen sendiri, Moore memang mengutip baris-baris terakhir dari lirik lagunya sementara versi filmnya, Snyder mencantumkan seluruh lagu yang dimainkan oleh Jimmy Hendrix.

Aku suka versi Battlestar Galactica, di mana Bear McCreary menambahkan sitar yang membuat kesan eksotis pada lagunya. Lagu ini pertama kali muncul ketika Kolonel Tigh dalam persidangan melawan Gaius Balthar. Kelak lagu ini juga muncul di kepala tiga orang lainnya yang kemudian membuat mereka berkumpul di dekat pesawat milik Kara Thrace. Kesamaan ini membuat mereka menyadari bahwa mereka sesungguhnya adalah Cylon dan pengungkapan ini membuat konflik batin.

Sepanjang musim terakhir, lagu ini sering muncul menjadi tema The Final Five. Kemudian Kara menyadari bahwa lagu ini ia dengar dari ayahnya yang kemudian ia curiga merupakan petunjuk. Kelak di saat kritis di mana ia harus melakukan jump, ia memasukkan lagu ini yang ternyata kordinat dari.... ah.. tonton saja sendiri.

Lirik lagu ini juga cukup bagus. Tak heran Alan Moore memasukkan liriknya ke dalam komik Watchmen. Berikut adalah liriknya:

"There must be some way out of here," said the joker to the thief,
"There's too much confusion, I can't get no relief.
Businessmen, they drink my wine, plowmen dig my earth,
None of them along the line know what any of it is worth."

"No reason to get excited," the thief, he kindly spoke,
"There are many here among us who feel that life is but a joke.
But you and I, we've been through that, and this is not our fate,
So let us not talk falsely now, the hour is getting late."

All along the watchtower, princes kept the view
While all the women came and went, barefoot servants, too.

Outside in the distance a wildcat did growl,
Two riders were approaching, the wind began to howl.




Gamelan di Episode Terakhir Battlestar Galactica

Gara-gara gak sengaja menemukan blog-nya Bear McCreary waktu googling
http://www.bearmccreary.com/blog/?p=1760

Uniknya, kata 'gamelan disebut-sebut'.

Episode terakhir dipecah dua tetapi aku membicarakan bagian yang kedua saja.
Ada tiga kali gamelan disebut dalam artikelnya yakni

1. adegan Gaius Balthar berpisah dengan pengikut-pengikutnya

The Baltar Religious Theme accompanies plays in the gamelan as he frees himself from Paula and his followers. This theme has come to represent the better side of his personality.

Dan memang suara instrumennya mirip suara Bonang

2. adegan ketika Balthar dan Caprica versi khayal muncul bersamaan di depan Balthar dan Caprica

… and the reversed bells and gamelans of the Head Baltar Theme, featured most recently in Six of One when Baltar talks to himself.

Aku gak nangkap sama sekali di bagian ini.


3. adegan ketika Kara menghilang setelah sampai di Bumi
Back in the present, as Lee describes his desire to explore this new world, the strings crescendo the Lee / Kara Love Theme, but the music is suspiciously suspenseful just a second before it is revealed that Kara is now gone.
[picture here]
I hit this moment with a gamelan ensemble stating the Temple of Five Theme

Lagi-lagi aku gak menangkap bagian ini.
Tunggu.. kayaknya ada bonang sedikit... Trus kayak rebab.. eh.. atau rebab-nya Cina yah?


Ada yang nonton episode terakhir dan kupingnya lebih jeli?

Sekedar catatan dari posting Bear McCreary lain yang menjawab pertanyaan tentang gamelan.
http://www.bearmccreary.com/blog/?p=246

When I’m speaking of the gamelans, I’m generally referring to a variety of gongs, bowls and bells. However, they are not a true gamelan orchestra because each has been tuned to a standard Western 12-note scale. This makes the sound a lot more useful, obviously, when trying to blend it in with a soundtrack tuned to A440 and written with standard 12-note scales.

I am working on a new project this summer (hopefully) where we will actually bring in a microtonal gamelan, which would be an exciting opportunity for me.


Tetapi jujur aja, waktu nonton Battlestar Galactica sih, yang paling terasa waktu mereka menggunakan sitar buat musik yang mempersatukan empat dari The Final Five. Cari aja di youtube dengan kata kunci "Watchtower Battlestar Bear".




Jadi pengen main gender lagi.. Satu-satunya instrumen gamelan yang bisa kumainkan.. hihihihihi