Saturday, January 31, 2009

Why I always reject the idea of Anti-Semitism ( Jew-hating)

In response to Yola Malinda's article in The Red Carpet Broadcast
http://trcb.com/news-and-society/international/root-of-the-war-i-3888.htm

Since she was influenced by Abu Muhammad Waskito from UGM
http://wandi.web.ugm.ac.id/?p=124
then transitively, this article also responded to Wandi's article

Bismillahirrahmanirraahim

Firstly, she mentioned "After Sulaiman’s era, Bani Israil Kingdom then destroyed by Nebuchadnezzar from Byzantium Kingdom (Surah Al Israa’: 4-5)". Well, Nebuchadnezzar was a Babylonian king, not Byzantium. They were even from different age.

Secondly, after the first Jews temple was destroyed, they became slaved of Babylonians untill Cyrus, king of Persian and Mede freed them. Some of Quran commentator believe Zulkarnayn was Cyrus, not Alexander of Macedonia as thought by many people. The Jews came back to their home and started built the second temple.

Thirdly, The second temple was destroyed 30-40 years after the event of crucification by Romans. For the second time, the jews were spread again.

Here, I had prove her point number 4 was incorrect. Even in the Quran itself, Al-Israa 5-7 said the temple was destroyed two times.

Fourthly, in 200 CE until 500 CE, the roman allowed the Jews to came back to Jerusalem until it separated into West Roman and East Roman (Byzantium). In 628, Emperor Heraclius had dream his kingdom would fall to a group of circumcized people and based on the dream he executed all Jews who had not converted to Christianity. Again, the Jews were kicked out from Jerusalem

Fifthly, when Umar ibn Khattab conquered Jerusalem, he allowed 70 Jews family to come back to Jerusalem, after he became mediator between Jews and Christianity.

Sixthly, Umar knew exactly where was the Jews temple and he denied Ka'ab Al-Akhbar idea of building the mosque on the exact place where the Jews prayed. Dome of the Rock (Masjid Kubah) was added by Ummayad Caliph later (72 years after Hijrah)

Seventhly, when the first crusade happened, the crusader slain every non-christian they found in Jerusalem, which were Muslims and Jews

Eighthly, some of Shalahuddin Al-Ayyubi's personal doctors were Jews. This was the guy who reclaim Jerusalem for Muslim and yet, he had Jews in his service such as Maimonides, Abu al-Bayyan al-Mudawwar, Abu Al-Ma'ali. And after recapture Jerusalem, he offered resettle for the Jews in Jerusalem (since most of Christian left the city).

Here, I had proved that her point number 6 was incorrect and Prophet Muhammad never pulled Jews from Arab and neither the caliphs after him except one mad caliph from fatimiyyah dynasty. There were some false history spread by anti-Jews ulama about how the prophet trick a Jew, or how Umar forbidden Jews in Jerusalem, or how a clan of Jews was slain but it had all been disproved by hadith testimony of Muhammad character, Quranic principles regarding war and sin, Islamic rules of engagement, and testimony from non-muslim (Christian and Jews) which contradict all of them. Ibn Hanbal mentioned never believed in Maghazi (story of war) while Malik ibn Anas denounce historian ibn Ishaq.

Ninthly, since she mentioned Spain, she have to remember the fact not only Jews were slain by Spain in 1492 but also thousands of Muslims. They were slain because they refused to convert to Christianity. Those radical christian in the middle ages always made false accusation to other group such as 'homosexual', 'godless', infidel', 'blasphemy', 'human sacrifice', 'devil worshiper'.

Some of Jews escape to north and west Europe ( and they were known as Ashkenazy), and some of them seeked asylum to Ottoman Dynasty (and they were known as Sephardim) and spread from North Africa, nowadays Turki, to Persian. And of course there were Jews that had been in Arab-Middle East long before Alhambra massacree and they were known as Mizrahi.

Those Mizrahi and Sephardim live peacefully, coexistence with their muslim neighbour, under the rule of Ottoman dynasty, and the were usually called "Arabic Jews" (Musta'arabim) until the rise of zionism from Ashkenazy which raised suspicious to Jews.

In 1948, after the declaration of Israel state, there are anti-Jews riot which attack those Mizrahi and Sephardic families. Some of those who couldn't bear torture, join their Ashkenazy brother in Israel. Indeed, Irgun, the radical group of zionism had violate the right of Palestinian Arabs but it would not justified the behavior of our muslim brothers in Arab, North Africa, and Middle East which commited riot against those Mizrahi and Sephardic in their neighbourhood.

Here again, I had proved her point number 6 was totally wrong. The Jews in Arab did not united with the Jews in Europe before the rise of Zionism. And most of them reunited in Israel after the were forced to leave their home in 1948 by anti-Jews riot.

Remember, not all Jews are supporter of Israel. There are groups of Jews who against the state of Israel such as Naturei Karta. There are also some of citizen of Israel who disagree a lot with their government, support recognition of independent Palestinian State such as Bradley Burston and Gideon Levy from leftist daily paper, haaretz.

A quote from Quran (translated by Pickthall), Al-Maidah verse 8:
"O ye who believe! Be steadfast witnesses for Allah in equity, and let not hatred of any people seduce you that ye deal not justly. Deal justly, that is nearer to your duty. Observe your duty to Allah. Lo! Allah is Informed of what ye do."



Some interesting articles to read
Public Broadcasting Service ( a public TV stations ) post the story of Umar of his decision about Jews in Jerusalem. http://www.pbs.org/wnet/heritage/episode3/documents/documents_15.html


There also stories in Robert G. Hoyland book titled Seeing Islam As Other Saw It (part of Study of Early Islam and Late Antiquity series).

WN Arafat gave twelve reason to not believe the story of Qurayza massacre (googling "Arafat qurayza"). The story contradicted Islamic values guided by Quran. It is either the story itself was false or the prophet did contradict himself.


Friday, January 30, 2009

Sipadan-Ligitan tak pernah jadi milik Indonesia?

Di netsains.com, Bli I Made Andi Arsana memasang artikel berjudul "Harga Sebuah Pulau" berisi beberapa prinsip tentang kedaulatan sebuah pulau. Kasus Sipadan dan Ligitan menjadi contoh kasusnya.

Silakan kunjungi
http://netsains.com/2008/10/harga-sebuah-pulau/
Di bagian komentar, dia memberikan pranala ke dokumen Mahkamah Internasional tentang kasus tersebut (aku belum baca tetapi tertarik untuk baca).

Wednesday, January 28, 2009

Tuesday, January 27, 2009

Monday, January 26, 2009

Tahun Baru

Gong Xi Fa Cai (Selamat dan semoga berkelimpahan)
Xin Nian Kuai Le (Tahun baru yang bahagia)
Wan shi ru yi (Puluhan ribu urusan lancar)
Hung Bao Na Lai (Ang pao bawa kemari :P )

-- kopas (copy-paste) dari Syntia :P

Ngomong2, baru nyadar kalau adikku itu shio Kerbau.

Saturday, January 24, 2009

Muslim di Indonesia hanya 55.8 %?

Saat berada di swalayan Publix, iseng-iseng aku membaca Times Almanac yang isinya kurang lebih seperti Buku Pintar-nya Iwan Gayo . Cukup terkejut saat membaca artikel tentang Indonesia.

Islam 55.8 %
Neoreligion (syncretist) 21.2%
Traditional religion 2.2 %
Non-Religious 1.8 %

Tentu saja ketepatannya perlu diragukan apalagi di almanak yang sama dinyatakan Timor-Timur merdeka dari Indonesia tahun 2002 (seharusnya 1999).

Namun almanak yang sama mengatakan Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya tahun 1945 dan diakui Belanda tahun 1949.

Kembali ke topik,
bukan rahasia lagi bahwa beberapa dari mereka yang beragama "Islam" di KTP-nya
adalah 'Islam' karena keterpaksaan, kewajiban untuk mengisi kolom agama. Pertanyaannya, berapakah sesungguhnya jumlah mereka?

Friday, January 23, 2009

Generasi Kedua?

Percakapanku dengan seorang wanita Kanton yang sudah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 7 tahun.

WK:
Banyakkah orang Cina di Indonesia?

AKU:
Banyak. Sebagian besar tidak bisa berbahasa Cina (Mandarin).

WK:
Oh yah?
Banyak yang generasi kedua atau ketiga kah?

AKU:
Generasi kelima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, dan seterusnya. Sebagian dari mereka sudah ada di masa kaisar Chien-Lung (QianLong) dari dinasti Ching (Qing) dan sebagian lagi bahkan sudah ada semenjak masa kaisar Yung-Lo (YongLe) dari dinasti Ming.

WK:
Wow!
Berarti sudah lama sekali orang-orang Cina berada di Indonesia. Itu sudah ratusan tahun.

AKU:
Yup.

Menkominfo seharusnya menegur stasiun-stasiun televisi yang menayangkan Inagurasi Obama

hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
-- UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen



Saya terkejut membaca postingan Pak Ibam berjudul "The Haunt of Orde Baru" bahwa nyaris semua stasiun televisi di Indonesia menayangkan inagurasi Presiden Obama.

Lepas dari suka atau tidak suka saya pada Tuan B.H.O, perilaku stasiun-stasiun televisi Indonesia yang menayangkan inagurasi Obama secara serempak (walau dengan berbagai macam bumbu) adalah sangat disayangkan, setidaknya dipandang dari dua sudut pandang.

1. Nasionalisme
Ketika saya berada di Australia tahun 2004, kawan-kawan saya di Indonesia mengeluhkan tidak bisa melihat Taufik Hidayat berlaga di Yunani. Tahun lalu, saya dan ibu saya tidak bisa menonton Thomas Cup dan Uber Cup melalui kabelvision padahal sama-sama saluran TransTV. Bagaimana mungkin tiba-tiba sosok asing yang bukan orang Indonesia dan sedang tidak berada di Indonesia tiba-tiba disiarkan serentak di hampir seluruh televisi Indonesia?

2. Merugikan Konsumen
Siaran serentak sebenarnya melanggar hak konsumen untuk memilih siaran. Walaupun siaran yang sama diberikan bumbu yang berbeda (entah itu ada komentatornya atau ada selingan sana-sini), intinya tetap siaran yang sama. Kalau semua stasiun TV menayangkan pertandingan sepakbola yang sama, biarpun ada komentator berbeda-beda atau ada selingan berbeda-beda, intinya tetap sama: Merugikan konsumen karena tidak bisa memilih.


Sekedar catatan, di sini (Amerika Serikat) pun, yang menayangkan inagurasi secara live cuma saluran TV yang mengkhususkan pada berita seperti CNN. Saluran TV lainnya menanyangkan acara lain seperti biasa.

Wednesday, January 21, 2009

Semoga sembuh, kawan!

Siang ini, sambil menonton inagurasi Obama di CNN, aku berpikir tentang apakah yang sebaiknya kutulis di blog-ku. Apakah tentang capres2 yang mengklaim sebagai Obama-nya Indonesia? Apakah tentang janji Obama tentang kebijakannya terhadap Iran? Apakah tentang Surabaya 45, Madiun 48 dan sikap terhadap persaingan Hamas-Fatah?

Tetapi akhirnya, lebih baik untuk engkau yang sedang terkena Demam Berdarah Dengue.
Semoga sembuh, kawan!

Bersabarlah! Banyaklah minum air untuk cepat mengeluarkan virus dari tubuhmu. Paksakan diri makan semua makanan yang disediakan di rumah sakit (asumsiku, kau di rumah sakit karena kau mengatakan darahmu diperiksa setiap hari) agar kekebalan tubuhmu bisa terus bertahan.

Tuesday, January 20, 2009

Kecewa nonton Ong Bak 2 (Bajakan)

Penasaran karena melihat tulisan di
http://kilowogz.blogspot.com/2009/01/movie-review-time-ong-bak-2.html

aku akhirnya mencari bajakannya di internet dan mendapat dengan resolusi sangat rendah, kontras yang sangat rendah, dan layar yang di-crop sehingga tidak bisa melihat bagian atas dan bawah. Lebih parah lagi, tidak ada subtitle pula. Aih.. Aih.. Aih.. Akhirnya main loncat-loncat mencari bagian aksinya.

Aku sepakat dengan Rnanakul dari imdb:

His over directing really takes away from this experience. The directing didn't allow me to enjoy his acrobatic leaps and kicks, which is the fun of action movies. Tony Jaa's vision was to create a movie that combines martial arts from around the world to create an ultimate fighter. The way they present the scenes make all the different styles distinct. Tiang explicitly switches from one style to another, and every time he does, the directing makes it apparent. As a result, the action feels very forced. Tony Jaa, although very good at his new styles, he seems very uncomfortable when using different styles that are not Muay Thai. The best action sequences, and the times he feels the most comfortable, are when he is using Muay Thai. As a martial artist who has studied martial arts from around the world also, I combine these different arts into my own style. As a result, what I do feels natural to me and looks natural in the way I fight. In separating all the fighting styles, it took away from showing off Tony Jaa's true skill, made the movie feel a little forced. They are all still amazing sequences and he a great martial artist but it could have been better with a different approach.

Selain itu, mungkin juga karena pengaruh bahwa layarnya terpotong di versi bajakan yang kutonton, aku tidak menyukai shot-nya. Di film Ong Bak yang pertama, kamera yang dipakai biasanya cuma satu dan mengambil long-shot dan jarang berpindah shot. Di film Ong Bak 2, close-up beberapa kali dipakai dalam pertarungan dan cepat berpindah-pindah shot walaupun masih dalam pertarungan melawan orang yang sama dan dalam waktu singkat sehingga terasa loncat-loncat.

Tetapi seandainya DVD originalnya sudah muncul dan disewakan (atau ada yang punya), aku bakal tetap nonton karena aku belum tahu ceritanya.

Untuk sementara,
saya masih menunggu debut Iko Uwais mempromosikan Silat Harimau lewat filmnya: Merantau. Behind the scene-nya bisa dilihat di:
http://www.youtube.com/user/merantaufilms

Saturday, January 17, 2009

Foto Liburan Natal dan Tahun Baru









Di atas adalah foto gedung MPR dan Monas-nya Washington yang diambil dari dalam mobil bergerak pada malam hari sehingga gambarnya buram dan kabur. (googling Capitol Hill dan Washington Monument)

Sisa-sisa foto bisa dilihat di:

Rambu-rambu, petunjuk jalan, dan papan nama yang ada di Amerika Serikat
http://kunderemp.multiply.com/photos/album/17/Sign_

Suaka Hewan Liar milik Matthews
http://kunderemp.multiply.com/photos/album/16/Matthews_Wildlife_Rescue

Pasar Tradisional
http://kunderemp.multiply.com/photos/album/15/Big_Top_Flea_Market

Lihat lumba-lumba di laut
http://kunderemp.multiply.com/photos/album/14/Dolphin_Race

Taman Safari-nya Tampa, Busch Garden
http://kunderemp.multiply.com/photos/album/13/Busch_Garden

Dan Lain-lain (lebih banyak pemandangan, termasuk foto polusi di Amrik)
http://kunderemp.multiply.com/photos/album/18/Uncategorized_--_winter_2008_vacation

Reklame Pengacara di Amerika Serikat



*membayangkan seandainya pengacara di Indonesia seperti ini
*tapi orang Indonesia kan lebih doyan damai.. hihihihihi

Thursday, January 15, 2009

Penakluk-Penakluk yang Tak Pernah Pulang

Dikutip dari blog kawan:
Dan ketahuilah bahwa bangsa Yahudi tidak pernah memiliki tanah air mereka sendiri, oleh sebab itu tidak ada satu pun wilayah negara di muka bumi ini yang bisa mereka klaim. Mereka menetap dan berpindah tanpa wilayah. Mereka Allah kutuk karena ulah mereka sendiri.

Berpindah dari Kanaan masuk ke Mesir, lalu terusir oleh Firaun bersama nabi Musa, lalu tersesat di padang Tiih (sekarang di wilayah Mesir) selama 40 tahun karena malas dan penakut [Koreksi dari Kunderemp: tempat bangsa Israel tersesat selama 40 tahun termasuk di wilayah Yordania, bukan Mesir].

Dengan argumen yang serupa tapi tak sama, negeri-negeri Arab di tahun 1948 menolak eksistensi negara Israel dan menolak proposal PBB tentang partisi bekas kekuasaan Turki. Argumen yang sama juga yang membuat Hamas kekeuh menolak mengakui keberadaan negara Israel. Argumen yang serupa tapi tak sama juga digunakan oleh Mahmoud Ahmadinejad menolak mengakui keberadaan Israel.

Tentu saja, argumen yang digunakan oleh negara-negara Arab dan Timur Tengah lebih bisa diterima nalar dibandingkan argumen kawan saya. Daripada menggunakan sejarah pra-Daud, mereka menunjuk pada fakta bahwa Israel didirikan oleh imigran, sebagian besar dari Eropa seiring dengan gerakan Zionisme dan kemunculan anti-semit di Eropa seperti Progrom di Rusia dan Nazi di Jerman [ Rekomendasi dari Kunderemp: baca tentang gerakan Aliyah].

Sayangnya, argumen "imigran" untuk menolak keberadaan negara Israel memiliki kelemahan. Seperti yang pernah ditulis oleh Bradley Burston, penulis opini harian Haaretz dari Israel:

I understand that you believe that this is your right, religiously, morally, politically. I understand why you believe that you can wait.

But this month, three generations since 1948, since your Nakba, this is what I ask you to consider:

Your time is running out.

If you do not begin to act with all of your wisdom in moving toward statehood, you run the risk of becoming the Kurds of the Mediterranean basin, the Native Americans of the Middle East[sic], permanently stateless, eternally denied.

Kenyataannya, dalam berbagai sejarah kita menemukan para imperialis, para penyerbu, para penakluk yang menetap di koloni baru mereka dan tak pernah pulang ke daerah asal mereka.

Yunani di Mesir
Mesir adalah daerah yang penguasanya silih berganti dan daerah ini memang banyak bersinggungan dengan bangsa-bangsa lain baik Eropa, Afrika, maupun Asia. Yunani adalah salah satu bangsa yang sering berhubungan dengan Mesir dan semenjak Alexander putra Phillip dari Makedonia, budaya Helenisme berkembang pesat di Mesir. Catatan-catatan Yahudi masa koloni Romawi menunjukkan perseteruan di Mesir antara orang-orang Yahudi yang kukuh pada budayanya dan orang-orang Yahudi yang memilih berasimilasi dengan budaya Helenistik di Mesir.

Cleopatra dan Ptolemius, penguasa Mesir di masa Julius Caesar adalah orang-orang keturunan Yunani. Dan hingga sekarang, masih ada keturunan Yunani walau mereka akan menyebut dirinya sebagai asli Mesir. Beberapa orang Mesir yang pernah kujumpai di Amerika dan Australia berkulit lebih terang daripada orang Arab dan Hadramaut dan bahkan sesama Mesir.

(Aku pernah bertanya kawan dari Mesir, mereka tidak membagi-bagi atas dasar keturunan, apakah itu dari Sudan, Yunani, Arab. Semua dianggap sebagai Mesir)

Gereja Koptik di Mesir adalah salah satu peninggalan budaya Yunani. (silakan gambar ini, ini, dan ini ).


Arab di Mesir
Sama halnya keturunan Yunani di Mesir, keturunan Arab juga diawali dari direbutnya Mesir dari tangan Byzantium (yang mengaku Romawi tetapi sebenarnya secara budaya lebih ke Yunani).

Turki di Turki masa sekarang
Orang-orang Turki di Republik Turki sekarang tidak berasal dari Turki. Mereka berasal dari suku Nomad di Asia Tengah (sekarang sekitar Afghanistan, Uzbekistan, Khazakstan) dan terkenal dengan semangat berani mati dan kadang-kadang disewa oleh dinasti-dinasti Muslim sebagai prajurit.

Orang-orang asli Turki pra-dinasti Utsmani adalah keturunan Yunani (ingat gereja Aya Sophia dan Byzantium). Pada abad 11 M, orang-orang Turki yang kita kenal sekarang mulai menetap di Anatolia dan menaklukkan Nicaea [Catatan dari Kunderemp: buat yang mempelajari sejarah pembakuan Injil pasti mengenal kota ini]. Dua abad kemudian, mereka menaklukkan Konstantinopel.

Turki-Mongol-Persia di India
Sejarah mencatat di bawah komando Hulagu Khan, cucu dari Jengis Khan, pasukan koalisi Mongol, Persia, dan Turki menyerbu Irak dan membakar perpustakaan Baghdad. Kemudian tiba-tiba mereka memeluk Islam (yang dianggap sebagai mukjizat buat kaum Muslim). Sebagian dari orang-orang ini kelak mendirikan dinasti Mughal di India.

Sebelum itu pun, India sebenarnya beberapa kali diserang oleh orang-orang Asia Tengah dan terjadi akulturasi beberapa kali.

Kulit Putih di Amerika
Contoh yang paling terasa adalah kulit putih di Amerika. Sudah lebih dari 500 tahun semenjak Kolumbus menginjakkan kakinya di kepulauan Karibia dan kulit putih masih mendominasi. Negara Amerika Serikat masih berdiri dan tak ada satupun suku pribumi Amerika yang bisa mengusir kulit putih dari benua ini.


Melihat contoh-contoh yang sudah terjadi, maka ancaman yang dituliskan oleh Bradley Burston bulan Mei tahun lalu adalah kenyataan.
But in the decades you have spent misleading yourself about the true nature of the culture and the origins of the Jews, generation upon generation of Jews has been born here. They are natives. They are not going anywhere. And even the leftists among them are willing to die in defense of staying on this soil.


Sebagai penutup,
saya tegaskan sikap saya terhadap kasus Palestina:

1. Saya mendukung segala langkah untuk menghentikan serangan Israel ke Palestina!
Melihat video-video propaganda dari IDF, saya justru malah merinding melihat dengan mudahnya menjatuhkan bom ke sekolah hanya karena ada yang membawa senjata anti pesawat. Begitu mudah menjatuhkan bom ke masjid hanya karena dicurigai menyimpan senjata. Tak ada di pikiran mereka berapa orang tak berdosa di masjid tersebut. Tak ada di pikiran mereka siswa-siswa yang masih ada di sekolah tersebut.

2. Saya menolak segala sikap anti-Yahudi!
Saya mengikuti jejak Umar ibn Khattab yang memperbolehkan orang-orang Yahudi kembali ke Yerusalem. Saya mengikuti jejak penguasa-penguasa Turki Utsmani yang menerima orang-orang Yahudi yang dibantai di Eropa di akhir abad 15 M. Orang-orang Arab Palestina pun mengakui bahwa sudah lama ada orang-orang Yahudi di Palestina jauh sebelum ada gerakan zionisme.

3. Saya menolak segala usul pemulangan kaum Yahudi yang menetap pra 1967!
Saya termasuk percaya bahwa di mana saya lahir, di situ kampung halaman saya. Mau dipulangkan ke mana orang-orang Yahudi di Israel? Ke Rusia? Ke Jerman? Ke Italia? Atau ke negara-negara Arab seperti Yaman dan Mesir yang dahulu mengusir mereka sementara kakek-nenek mereka sudah lama tinggal berabad-abad di negara-negara tersebut?

4. Hentikan segala imigrasi Yahudi ke Israel!
Negara Prancis adalah negara sekuler demokrasi dan Muslim adalah minoritas. Tak ada alasan buat mereka untuk ke Israel walaupun ada kerusuhan anti-semit [catatan dari Kunderemp: ada lebih dari 11 ribu imigran Yahudi ke Israel antara tahun 2000 hingga 2005]. Setiap ada imigran baru ke Israel, hanyalah menambah panas.

5. Indonesia dan negara-negara pro-Palestina harus berjuang memaksa Amerika dan Israel mengakui kedaulatan Palestina!
Negara Palestina yang dideklarasikan di tahun 1988, setahun setelah Intifadah dimulai, masih belum dianggap sebagai negara oleh Amerika Serikat dan Israel. Hamas yang menang pemilu tidak dianggap sebagai penguasa yang sah oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan ke Palestina oleh Israel, dianggap sebagai serangan ke Hamas, bukan serangan ke negara yang berdaulat penuh.

Benar, ketika dideklarasikan di tahun 1988, secara de Facto, Gaza dan Tepi Barat masih dikuasai oleh Israel semenjak direbut dari tangan Mesir dan Yordania di Perang Enam Hari 1967. Tetapi dari sisi semangat, rakyat Palestina menolak dikuasai oleh Israel dan terbukti oleh Intifadah spontan tahun 1987.

Masukkan Palestina ke dalam atlas produksi Amerika Serikat dan negara-negara Eropa!

Jadikan Palestina anggota penuh berdaulat di dalam PBB!

Akui setiap pemenang pemilu di Palestina adalah penguasa yang sah walaupun kelompok mereka terkenal dengan aksi seperti Hamas! Buka hubungan dagang dengan Palestina!

Buat Protokol Paris 1994 versi baru!

Bantu Palestina membuat pelabuhan dan bandara yang mempermudah hubungan dagang tanpa tergantung Israel!

Tuesday, January 13, 2009

Propaganda Palestina (Hamas) vs Israel (IDF)

Sama-sama berupa video.

Video2 dari Palestina
http://www.palutube.com/

Video2 dari Israel Defence Forces (resmi)
http://www.youtube.com/user/idfnadesk

Contoh Karya2 Tigadestudio

http://erwinprima.multiply.com/photos/album/115/TIGADESTUDIO

Keren-keren lho. Aku suka karakter Gatotkaca yang belum diwarnai. Aku gak terpikir bahwa gada rujak polo bisa disandang di punggung Werkudara. Aku tidak suka karakter Arjuna (Arjuna seharusnya tampan, tidak mengerikan). Karakter Srikandi juga lebih mirip karakter "Sheena".

Ada karakter Soekarno dan Che Guevara.

Monday, January 12, 2009

Akhirnya... Nasi goreng tidak gosong

Siang ini, aku penasaran dan mencoba masak nasi goreng kembali.

Akhirnya.. berhasil juga.

Kemarin-kemarin, berkali-kali masak nasi goreng dan hasilnya selalu gosong dan pahit.
Kira-kira penyebabnya apa yah?

1. karena aku menambahkan bumbu2 seperti bawang?
2. karena aku memasak dengan api besar?
3. karena aku memasak nasi goreng dan Lis tahu aku memasak nasi goreng sehingga membuatku gugup dan hasilnya nasi gosong?

Saturday, January 10, 2009

Mahabharata Online kah?

Nemu situs yang memasang serial Mahabharata produksi BR Chopra yang legendaris (jauh lebih bagus daripada versi baru yang lebih mirip sinetron campur "300"-nya Zack Snyder) dari episode 1 sampai episode terakhir (episode 94).

Episode 1 agak glitch di bagian-bagian awal.

Stream, mms, dengan mod unplug di Firefox bisa dapat URL-nya, kemudian unduh dengan option dumpstream dan dumpfile di mplayer.

yang tertarik silakan ke
www.rajshri.com/mahabharat/index.asp

Friday, January 09, 2009

Gadis Mesir (Misirlou)






Greek

Μισιρλού μου, η γλυκιά σου η ματιά
Φλόγα μου 'χει ανάψει μες στην καρδιά
Αχ, για χαμπίμπι, αχ, για χαλέλι, αχ

Τα δυο σου χείλη στάζουνε μέλι, αχ

Αχ, Μισιρλού, μαγική, ξωτική ομορφιά
Τρέλα θα μου 'ρθει, δεν υποφέρω πια
Αχ, θα σε κλέψω μέσα από την Αραπιά

Μαυρομάτα Μισιρλού μου τρελή
Η ζωή μου αλλάζει μ' ένα φιλί
Αχ, για χαμπίμπι ενα φιλάκι,άχ
Απ' το γλυκό σου το στοματάκι, αχ



Translation

My Misirlou (Egyptian girl), your sweet glance
It's lit a flame in my heart
Ah, ya habibi, Ah, ya haleli, ah[1]
(Arabic: Oh, my love, Oh, my night)
Your lips are dripping honey, ah

Ah, Misirlou, magical, exotic beauty
Madness will overcome me, I can't take any more
Ah, I'll steal you away from the Arab land

My black-eyed, my wild Misirlou
My life changes with one kiss
Ah, ya habibi, one little kiss, ah
From your sweet little lips, ah



Familiar?
Berani taruhan pasti sebagian besar belum pernah mendengar lagu ini dalam versi yang dinyanyikan. Tetapi buat pecinta film, pasti pernah mendengar versi instrumental rock modifikasi Dick Dale tahun 1962 yang digunakan di film Pulp Fiction dan Taxi di dekade 90-an. Atau mungkin ada juga yang pernah mendengar sebagai landasan lagu Pump It dari Black Eyed Peas.

Contoh dari berbagai versi bisa diunduh di
http://www.dinosaurgardens.com/archives/297

Versi Dick Dale banyak terdapat di Youtube. Tinggal cari "Miserlou Dick Dale" atau "Misirlou Dick Dale".

Ada artikel Wikipedia di
http://en.wikipedia.org/wiki/Misirlou

Thursday, January 08, 2009

Tanggapan Depkominfo tentang uji materi UU ITE

Diberitahu oleh Anggara di milis.
Diambil dari
http://www.depkominfo.go.id/2009/01/07/
siaran-pers-no-40pihkominfo12009-tentang-tanggapan-departemen-kominfo-
terhadap-uji-materi-uu-no-11-tahun-2008-tentang-ite/

Siaran Pers No. 40/PIH/KOMINFO/1/2009 tentang Tanggapan Departemen Kominfo Terhadap Uji Materi UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE


(Jakarta, 7 Januari 2009). Sesuai dengan informasi yang terpublikasi dari berbagai media massa, pada tanggal 6 Januari 2009 sejumlah blogger dan pemilik situs yang diwakili oleh Tim Advokasi Untuk Kemerdekaan Berekspresi Indonesia telah mengajukan permohonan uji materi kepada Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurut para pemohon uji materi tersebut, bahwa dasar diajukannya permohonan ini adalah karena Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 tahun 2008 tersebut bertentangan dengan Pasal 1 ayat (2) dan (3), Pasal 27 ayat (1), pasal 28, pasal 28 C ayat (1) dan ayat (2), pasal 28 D ayat (1), pasal 28 E ayat (2) dan ayat (3), pasal 28 F dan pasal 28 G ayat (1) UUD 1945. Lebih dari itu, klausul yang disebutkan pada UU No. 11 Tahun 2008 tersebut menurut pemohon uji materi cenderung memberatkan dan membingungkan para pengguna media elektronik.

Terhadap upaya uji materi tersebut, Departemen Kominfo pada dasarnya sangat menghormati upaya hukum yang ditempuh oleh para pemohon uji materi tersebut, karena ini merupakan salah satu bagian keterbukaan dan sikap profesional Departemen Kominnfo terhadap penggunaan hak berekspresi publik dalam era demokrasi, khususnya terhadap pihak-pihak yang bermaksud mengajukan uji materi atas peraturan perundang-undangan yang berlaku yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Departemen Kominfo, sebagaimana hal serupa pernah dialami telah menghadapi uji materi terhada UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran beberapa tahun yang lalu. Departemen Kominfo sebagai pengusul UU tersebut saat sejak masih menjadi RUU hingga kemudian disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 25 Maret 2008 sangat concern dengan esensi asas dan tujuan dari UU itu sendiri, yaitu sebagaimana disebutkan pada Pasal 3 UU No. 11 Tahun 2008, bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, iktikad baik, dan kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi . Di samping itu, Pasal 4 menyebutkan, bahwa p emanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk: a. mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia; b. mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat; c. meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik; d. membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab; dan e. memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara teknologi informasi. Pasal-pasal tersebut menunjukkan, bahwa UU tersebut tetap menjamin hak, kewajiban dan perlindungan publik.

Jika disebutkan, bahwa UU tersebut, khususnya Pasal Pasal 27 ayat (3) bertentangan dengan UUD 1945, khususnya Pasal 1 ayat (2) dan (3), Pasal 27 ayat (1), pasal 28, pasal 28 C ayat (1) dan ayat (2), pasal 28 D ayat (1), pasal 28 E ayat (2) dan ayat (3), pasal 28 F dan pasal 28 G ayat (1) adalah tidak tepat. Alasannya adalah karena Pasal tersebut dan juga Pasal-pasal lainnya yang tersebut pada UU tersebut sudah mempertimbangkan segala aspek, konsekuensi dan reaksi publik yang mungkin timbul (dan kini memang terbukti terjadi). Pada saatnya di Mahkamah Konstitusi nantinya Departemen Kominfo akan menyampaikan pandangannya secara konkret jika permohonan uji materi tersebut diterima dan diproses di Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian, Departemen Kominfo sama sekali mematuhi hirarkis urutan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan juga tidak bermaksud mempertentangkan dengan peraturan perundang-undangan yang lain. Sehingga meskipun sanksi administrasi dan pidana terhadap pelanggaran UU tersebut ada yang cukup berat, namun tidak berarti UU ini cencerung rigid dalam mengekang kebebasan berekspresi melalui komunikasi elektronik, selain hal tersebut harus dilihat secara kausalitas, juga lebih bertujuan adanya kepastian hukum dalam penggunaan komunikasi elektronik secara komprehensif, berkeadilan dan proteksi bagi publik secara optimal dari potensi kemungkinan penyalah gunaan ke arah kondisi yang destruktif.

Pada saat ini Departemen Kominfo sedang menyusun perangkat RPP sebagai tindak lanjut dan penjabaran UU tersebut dan Departemen Kominfo akan tetap melibatkan para pemangku kepentingan untuk turut mencermati, mengkritisi dan menyampaikan aspirasinya. Itulah sebabnya, sebagai bagian dari keberpihakannya kepada publik juga, sekali lagi Departemen Kominfo menyampaikan penghargaan atas upaya hukum dan berterima-kasih atas sikap kritisnya, karena Departemen Kominfo berpendapat, bahwasanya sikap kritis tersebut adalah salah satu manifestasi sense of belongings terhadap keberadaan UU tersebut. Bukan sekali ini Departemen Kominfo memperoleh tanggapan publik untuk melakukan uji materi terhadap UU No. 11 Tahun 2008 terrsebut.

Kepala Pusat Informasi dan Humas,

Gatot S. Dewa Broto

HP: 0811898504

Email: gatot_b@postel.go.id

Tel/Fax: 021.3504024

Wednesday, January 07, 2009

RA Kosasih Dirawat di Bintaro

E-mail dari kawan di milis Tjersil.
Sekedar keterangan, RA Kosasih terkenal dengan komik wayangnya dan pertama kali aku mempelajari kisah wayang dari karya-karya beliau.

Dear All,

Sejak semalam Bapak RA Kosasih komikus legendaris Mahabharata dan
Ramayana dirawat di RS Int'l Bintaro ruang Merak Kamar 259 Jakarta.

Bagi yang ingin melihat foto beliau, silahkan mengklik
http://erwinprima.multiply.com/photos/album/72/RA_Kosasih
Foto tersebut diambil saat Komunitas KomikIndonesia.Com dan beberapa
member dari M-Tjersil mengunjungi kediaman beliau.

Beliau sudah berumur 89 tahun dan April 2009 genap berusia 90 tahun.
Hari ini beberapa teman komik akan menjenguk, kami kumpul di CITOS jam
14.00 kemudian meluncur menjenguk beliau.

Untuk meringankan beban beliau dan keluarga, kami KomikIndonesia.Com
menggalang dana untuk Pak Kosasaih. Bagi teman-teman yang ingin
berpartisipasi dapat mengirim/transfer ke rekening KomikIndonesia.Com

Rekening
BCA 287-1428664
Cabang Kebun Jeruk
atas nama Syamsuddin (Salah satu founder KomikIndonesia.Com)

Bagi yang sudah men-transfer bisa mengirim sms kepada salah seorang
dari kami:

1. Surjorimba Suroto HP:0816-1930393
2. Iwan Gunawan HP:0811-150825
3. Syamsuddin HP:0813-16468802
4. Saya sendiri HP:0815-86379218

Mulai besok, setiap hari kami akan mengupdate laporan penyumbang dana
di website KomikIndonesia.Com atau di milis komik_indonesia yakni
http://groups.yahoo.com/group/komik_indonesia/


Update:
Berita dari Beng Rahadian, beliau sudah kembali ke rumahnya di Rempoa dalam kondisi membaik.

Cukupkah hanya "mengutuk kekejaman Israel"

Sebenarnya ada banyak hal yang saya pikirkan tetapi untuk sementara tidak sanggup saya tumpahkan karena kondisi internal saya ( baca: belum mood).

Jadi saya hanya memberikan pranala, berupa kolom di DetikNews yang ditulis oleh M. Aji Surya berjudul "Dilema Palestina".

http://www.detiknews.com/read/2009/01/06/165400/1063991/103/dilema-palestina

Kalau FPI mau mengerahkan massa ke Palestina, silakan (daripada bikin rusuh di negeri ini) tetapi pengerahan bantuan fisik bukanlah langkah efektif. Mengutuk juga kurang cukup.

Ada permasalahan internal di Palestina yang masih berlarut-larut. Hamas pun sebenarnya juga masih belum sanggup bersikap sebagai pemimpin selain hanya sebagai berkhotbah membakar semangat, terbukti dengan rendahnya dukungan Fatah. Belum ditambah mitos-mitos pembakar semangat dari fanatik yang sebenarnya hanya mengalihkan tujuan perjuangan dan menghalangi bangsa Palestina dari cita-cita mereka.


Kutipan dari artikel tersebut:
Meskipun terdapat pemerintahan bersama, namun pada tataran riil Palestina terbelah menjadi dua yang sangat susah disatukan. Perbedaan visi dan garis perjuangan menjadikan mereka sulit berkolaborasi dan sering saling tuding. Padahal tanpa persatuan maka kemenangan hanya sebatas angan-angan dan sesuai peribahasa yang mereka amini: al ittihad asasun najah.

Kalau kita mau jujur, melihat kompeksitas permasalahan dan kepentingan dari masing-masing pihak, implementasi persatuan akan merupakan bagian paling alot dan barang paling mahal dalam perhelatan bangsa Arab dari dulu hingga kini.



Tuesday, January 06, 2009

Perempuan Berkalung Sorban Ditunda Hingga 15 Januari 2009





Setitik Cerita Penomoran Rumah di Amerika Serikat


"1040 SW 184th Street"

Apakah artinya?

Di rumah sebelahnya, tertulis nomer "1050" sementara rumah di sisi lainnya tertulis "1030" dan rumah seberangnya bernomer "1041".

Petunjuk pertama:
Beberapa kota di Amerika Serikat menggunakan sistem grid untuk tata kota dan penamaan jalan seperti 2nd, 3rd, 4th, dan sebagainya.

Perlu diingat bahwa nama jalan yang sama tidak berarti jalan yang sama melainkan berada di garis yang sama dalam sistem grid. Misalnya 21st Street berada di beberapa kompleks (disebut sebagai community di Florida) sekaligus di Monarch Lakes dekat Miramar.

Petunjuk kedua:
Pada nomer rumah, angka-angka di depan (kecuali dua digit terakhir) menunjukkan jalan terdekat. Nomor "1040" menunjukkan rumah tersebut berada di antara 10th dan 11th.

Perlu diingat bahwa nama jalan yang sama tidak berarti jalan yang sama. "13099" di 21st Street memang berada di antara "130th" dan "131th" tetapi "131th" berada di kompleks yang berbeda.


Yang lebih konyol adalah,
aku berpikir selama dua minggu memecahkan misterinya, bertanya pada orang-orang yang sudah tinggal lama di sini dan mereka tidak tahu, Lis menilai pikiranku mudah teralihkan oleh hal-hal kecil dan tidak penting, dan ternyata sudah ada yang menulis di Wikipedia.

Kenapa aku tidak mencari di mbah Google pertama kali. :(

Setidaknya, pola yang kutemukan cukup membantu beberapa kali saat aku membaca peta dan mencari alamat.


Bacaan Lebih Lanjut:
http://en.wikipedia.org/wiki/Grid_plan
http://en.wikipedia.org/wiki/House_numbering
http://en.wikipedia.org/wiki/City_block

Gagal Mencari Alamat "1600 Pennsylvania Ave" di Washington DC

Melihat sebuah film di Disney Channel saat sedang menghabiskan pasta, aku geli sendiri mengingat pengalaman kami.

"1300 .... 1400 ... 1500.... 1600.... O Duncan! She nuked you!"

Padahal kenyataannya tidak semudah itu. Saat aku dan Lis berada di Washington malam-malam (Lis yang memegang kemudi), kami mati-matian mencari "1600 Pennsylvania Ave" dengan bantuan GPS dan kami gagal dan Lis sudah terlalu lelah untuk mencoba apalagi dengan tikungan tajam bersudut 30 derajat, tanjakan naik turun, jalan sempit dengan mobil-mobil diparkir di pinggir jalan, gedung-gedung tinggi yang membuat sukar melihat apakah ada mobil di tikungan selanjutnya.

Satu hal yang kupelajari dari pengalaman kami adalah...

kalau aku bergabung dengan tim pembuat game tipe racing yang sedang mencari inspirasi untuk track tipe kota seperti: Roadrash; Midnight Club; Need for Speed Underground; dsb, maka aku akan mengajukan usul Washington DC. :P

Monday, January 05, 2009

Rilis Pengujian Permohonan Pasal 27 ayat (3) UU ITE

dari Anggara di milis.

Ayo, Nenda!! Selamat berjuang!!!


Berikut bunyi pesannya:

No : 01/SP/TAKBI/I/2009 Jakarta, 5 Januari 2008

Perihal : Siaran Pers Untuk Segera Disiarkan

Tim Advokasi untuk Kemerdekaan Berekspresi di Indonesia, bertindak untuk dan atas nama Edy Cahyono, Nenda Inasa Fadhilah, Amrie Hakim, Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, dan Lembaga Bantuan Hukum Pers mengajukan permohonan pengujian Pasal 27 ayat (3) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kesemua pemohon adalah pemilik situs yang masing – masing beralamat di http://caplang.net, http://aruta.wordpress.com, http://amriehakim.blogspot.com, www.pbhi.or.id, www.ajiindonesia.org, dan www.lbhpers.org.

Dasar – dasar diajukannya permohonan pengujian ini adalah karena Pasal 27 ayat (3) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bertentangan dengan Pasal 1 ayat (2), Pasal 1 ayat (3), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28, Pasal 28 C ayat (1) dan ayat (2), Pasal 28 D ayat (1), Pasal 28 E ayat (2) dan ayat (3), Pasal 28 F, dan Pasal 28 G ayat (1) UUD 1945.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE menurut para pemohon telah bertentangan dengan prinsip – prinsip negara hukum yang menginginkan setiap pembentukan UU dijelaskan secara jelas, dapat dimengerti, dan dapat dilaksanakan secara adil. Selain itu Pasal 27 ayat (3) bertentangan dengan asas legalitas, prediktibilitas, dan transparansi.

Pasal 27 ayat (3) bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat, dimana rakyat berhak memilih para penyelenggara negara melalui pemilu. Untuk itu rakyat berhak untuk menerima, mengolah, membuat, mengirimkan, dan menyebarluaskan informasi latar belakang dari para calon penyelenggara negara. Informasi tersebut, akan sangat mudah berbelok menjadi tindak pidana penghinaan, sehingga membuat para pemohon tidak lagi dapat secara bebas untuk menerima, mengolah, membuat, mengirimkan, dan menyebarluaskan informasi latar belakang dari para calon penyelenggara negara yang akibatnya para pemohon kehilangan kesempatan untuk menentukan pilihannya secara tepat, bijak, dan rasional

Pasal 27 ayat (3) telah melanggar asas lex certa dan kepastian hukum karena pasal 27 ayat (3) tidak dimuat dalam rumusan delik sejelas-jelasnya dan perumusan ketentuan pidana yang tidak jelas atau terlalu rumit hanya akan memunculkan ketidakpastian hukum.

Selain itu rumusan pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) mempunyai efek jangka panjang yang menakutkan karena, jika ancaman pidana lebih dari 5 tahun dapat secara efektif menghambat hak para pemohon untuk menduduki jabatan – jabatan publik dan menjadi bagian dari profesi hukum.

Untuk itu Para Pemohon mengajukan permohonan pengujian Pasal 27 ayat (3) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik agar ketentuan tersebut dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 oleh Mahkamah Konstitusi

Hormat kami


Tim Advokasi untuk Kemerdekaan Berekspresi di Indonesia

Anggara

Koordinator

Apakah Slumdog Millionaire adaptasi dari novel Q & A karya Vikas Swarup?

Aku membaca ringkasan ceritanya dari blog Vita,
http://papiruno.multiply.com/reviews/item/13

dan jujur aja mengingatkanku pada novel yang sanggup membuatku berdiri di Gramedia Depok selama 4 jam.

http://www.kopimaya.com/forum/viewtopic.php?t=350


Apakah Slumdog Millionaire memang adaptasi dari novel Q & A?

buat ibu: Maaf aku gak pernah membeli novelnya. Soalnya saat itu udah selesai membaca.

Thursday, January 01, 2009

Undangan dari PBHI

No : 293/Eks/ADV-PBHI/XII/2008

Perihal: Undangan Konferensi Pers

Kepada Yth

Koordinator Liputan

Media Cetak dan Elektronik

Di Tempat

"Pasal 27 ayat (3) UU ITE Menghilangkan

Hak Konstitusional"

Dengan hormat

Sejak diundangkannya UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para pengguna internet khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya akan sangat mudah terancam dengan rumusan Pasal 27 ayat (3) yang kabur, multitafsir dan mudah salah digunakan, sehingga mampu menghilangkan hak konstitusional setiap warga Negara.

Untuk itu, Kami Tim Advokasi untuk Kemerdekaan Berekspresi di Indonesia, yang terdiri dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), Lembaga Studi Advokasi Masyarakat (ELSAM), Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers), Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Indonesia, dan para individu yang peduli, akan mengajukan permohonan pengujian Pasal 27 ayat (3) UU ITE ke Mahkamah Konstitusi., pada :

Hari/tanggal : Senin/ 5 Januari 2009

Waktu : 13.00 – selesai

Tempat : Gedung Mahkamah Konstitusi, Lt 2

Jl. Medan Merdeka Barat No. 6 Jakarta

Demikian undangan, kami sampaikan atas perhatiaan kerjasamannya kami ucapkan terimakasih.

Jakarta, 31 Desember 2008

Hormat kami,

a/n Tim Advokasi untuk Kemerdekaan Berekspresi di Indonesia

Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia

Anggara

Contact person :

Anggara, S.H. : 021 9442 8001/ 0812 1453 771

Supriyadi W : 0818 120175

Shonifah : 0813 8285 6802