Pernah Gak?
Pernah gak,
kau ingin bantu seseorang...
tetapi orang terdekat melarangmu..
dan tidak cuma itu, dia mencaci-caci orang yang ingin kamu bantu....
Wajar kah kalau aku marah?
Wajar kah kalau aku tidak akan minta maaf atas kemarahanku?
ini adalah caci maki yang keluar dari qalb dan diterjemahkan oleh aql
|
|
||
Pernah gak,
kau ingin bantu seseorang...
tetapi orang terdekat melarangmu..
dan tidak cuma itu, dia mencaci-caci orang yang ingin kamu bantu....
Wajar kah kalau aku marah?
Wajar kah kalau aku tidak akan minta maaf atas kemarahanku?
Posted by
kunderemp
at
2:46 AM
4
comments
|
Links to this post
Labels: marah
![]() | ![]() |
There is no Windows version of xscreensaver, and there never will be. Please stop asking. Microsoft killed my company, and I hold a personal grudge. I don't use any Microsoft products and neither should you.
Posted by
kunderemp
at
12:48 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
Allah memang Mahapemurah.
Rasanya baru beberapa bulan terakhir aku mengeluh karena tak pernah merasakan salju, kalaupun pernah itu cuma sekali dan itupun tak lebih dari dua menit, akhirnya aku diberi kesempatan merasakan salju, yang benar-benar sampai menumpuk di tanah sehingga mewarnai pemandangan menjadi putih.
Karena girangnya, akupun berlari, hanya mengenakan kemeja, sepatu olahraga, celana panjang, dan kaus oblong. Tak ada jaket ataupun sepatu khusus.
Ternyata, salju itu licin yah?
Posted by
kunderemp
at
3:36 AM
7
comments
|
Links to this post
Labels: iseng

In August 2005, I add "Fictional Stories" in Princess Fragrance (now the entry titled "Fragrant Concubine".
The spell was corrected on September 2005.
The fact was lost when Highshines edited on 19 November 2006. It was added again by Lowellian in June 2007.
What is the moral of the story?
1. Do not afraid how poor your english is when you edit wikipedia. Somebody else will correct you.
2. Do not expect your writing will be in Wikipedia forever.
3. If what you wrote was important or at least relevant but it was lost due other's negligence, somebody will put it back again.
Posted by
kunderemp
at
12:00 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: iseng
Opening credit (yang biasanya berisi judul film, aktor, sutradara, produser dkk di awal film) dari film Watchmen adalah bagian terbaik dari film ini. Tampaknya beberapa mencoba mengunggah ke situs Youtube tetapi tak lama kemudian langsung dihapus.
Berisi montase atau kumpulan potongan-potongan sejarah alternatif, merangkum dan menginterpretasi subplot-subplot novel grafisnya misalnya:
1. superhero yang harus masuk sakit jiwa karena depresi;
2. superhero yang tewas karena jubahnya nyangkut di pintu (ingat film kartun 3D The Incredibles milik Pixar™ yang juga membahas masalah jubah? mereka terinspirasi dari novel grafis Watchmen);
3. Presiden Nixon yang terpilih hingga empat kali;
4. keterlibatan salah satu superhero di dunia politik (digambarkan dengan membunuh John F. Kennedy);
5. atau Superhero Wanita mencium perawat wanita di Time Square, NY (di sejarah aslinya, seorang pelaut tak dikenal mencium Edith Shain [yup.. googling "Edith Shain");
6. seorang biksu membakar diri di Vietnam, menentang kekejaman pemerintah Vietnam Selatan (googling "burning monk south vietnam" atau googling " Thích Quảng Đức ");
7. para hippy mencoba memanusiakan para prajurit Garda Nasional dengan menaruh bunga di pucuk senjata ( googling "hippy flower riffle" atau googling "kent state" atau "Allison Krause")
Come gather 'round people
Wherever you roam
And admit that the waters
Around you have grown
And accept it that soon
You'll be drenched to the bone.
If your time to you
Is worth savin'
Then you better start swimmin'
Or you'll sink like a stone
For the times they are a-changin'.Come writers and critics
Who prophesize with your pen
And keep your eyes wide
The chance won't come again
And don't speak too soon
For the wheel's still in spin
And there's no tellin' who
That it's namin'.
For the loser now
Will be later to win
For the times they are a-changin'.Come senators, congressmen
Please heed the call
Don't stand in the doorway
Don't block up the hall
For he that gets hurt
Will be he who has stalled
There's a battle outside
And it is ragin'.
It'll soon shake your windows
And rattle your walls
For the times they are a-changin'.Come mothers and fathers
Throughout the land
And don't criticize
What you can't understand
Your sons and your daughters
Are beyond your command
Your old road is
Rapidly agin'.
Please get out of the new one
If you can't lend your hand
For the times they are a-changin'.The line it is drawn
The curse it is cast
The slow one now
Will later be fast
As the present now
Will later be past
The order is
Rapidly fadin'.
And the first one now
Will later be last
For the times they are a-changin'.
Posted by
kunderemp
at
7:30 AM
2
comments
|
Links to this post
Labels: resensi tontonan, surfing
Studi kasus,
pihak universitas (sebut saja Ranggalawe University) hanya memberikan instruksi mengakses folder share untuk Windows dari asrama.
Bentuk instruksinya kurang lebih seperti ini:
Akses ke:
Start Menu -> Run -> \\nama_server\folder
atau
Start Menu -> Run -> \\ip_server\folder
dengan username
username_siswa (untuk dari lab)
atau
username_siswa@cs.ranggalawe.edu (emang ada yah? ^_^*!)

Posted by
kunderemp
at
6:07 AM
2
comments
|
Links to this post
Labels: mencoba maju
Posted by
kunderemp
at
8:36 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
Di Youtube banyak versi tetapi aku tidak menemukan versi yang familiar. Sampai aku berusaha menghapalkan kata "Bao" dan "Tian" dan mencarinya di antara rangkaian "Related Videos".
Kalau kangen, silakan kunjungi
http://www.youtube.com/watch?v=EHlNafxlOZs&feature=related
Oh ya...
ternyata ada sekuelnya...
Tiga belas tahun setelah versi aslinya, ada sekuelnya dan...
menggunakan bintang yang sama! Termasuk Kenny Ho (yang dulu sempat diganti).
Lagu pembuka versi baru bisa dilihat di
http://www.youtube.com/watch?v=HpohIAVn1Rg
Lirik lagu pembuka versi asli:
(catatan: baca Q sebagai C, D sebagai T, ZH sebagai C, B sebagai P)
开封有个包青天
(kai feng you ge bao qing tian)
铁面无私辨忠奸
(tie mian wu si bian zhong jian)
江湖豪杰来相助
(jiang hu hao jie lai xiang zhu)
王朝和马汉在身边
wang chao he ma han zai shen bian
钻天鼠身轻如燕
zuan tian shu shen qing ru yan
彻地鼠是条好汉
che di shu shi tiao hao han
穿山鼠铁臂神拳
chuan shan shu tie bi shen quan
翻江鼠身手不凡
fan jiang shu shen shou bu fan
锦毛鼠一身是胆
jin mao shu yi shen shi dan
这五鼠义结金兰
zhe wu shu yi jie jin lan
七侠和五义
qi xia he wu yi
流传在民间
liu chuan zai min jian
Posted by
kunderemp
at
6:09 AM
3
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
Gak pernah dengar?
Coba lihat videonya
Versi yang dimainkan oleh grup musik di Jakarta
Atau kalau tidak bisa dilihat, kunjungi youtube langsung di
http://www.youtube.com/watch?v=lxxLuwLdZaA
Versi yang dinyanyikan:
Atau kalau tidak bisa dilihat, kunjungi youtube langsung di
http://www.youtube.com/watch?v=5Hw55xabuR4
Ya ampun... kangennya ama lagu ini.
Dulu tiap Senin malam, aku dan adikku selalu bergadang demi bisa nonton sinetronnya di RCTI (yup, Judge Bao ... lagu ini adalah lagu penutupnya). Masih ingat pula dulu aku suka memainkan melodinya di piano..
Untuk yang ingin tahu liriknya:
zuórì xiàng nà dōng liúshuǐ
昨日像那东流水
lí wǒ yuǎnqù bùkě liú
离我远去不可留
jīnrì luàn wǒ xīn duō fányōu
今日乱我心多烦忧
chōudāo duàn shuǐ shuǐ gèng liú
抽刀断水水更流
jǔbēi xiāo chóuchóu gèng chóu
举杯消愁愁更愁
míngzhāo qīngfēng sì piāoliú
明朝清风四飘流
yóulái zhǐyǒu xīnrén xiào
由来只有新人笑
yǒu shéi tīngdào jiùrén kū
有谁听到旧人哭
àiqíng liǎng gè zì hǎo xīnkǔ
爱情两个字好辛苦
shì yào wèn yī gè míngbai
是要问一个明白
háishi yào zhuāngzuò hútu
还是要装作糊涂
zhī duō zhī shǎo nán zhīzú
知多知少难知足
------------
-----REFF-----
kànsì gè yuānyang húdié
看似个鸳鸯蝴蝶
bù yīnggāi de niándài
不应该的年代
kěshì shéi yòu néng bǎituō rénshìjiān di bēi'āi
可是谁又能摆脱人世间的悲哀
huāhuā shìjiè yuānyang húdié
花花世界鸳鸯蝴蝶
zài rénjiān yǐ shì diān
在人间已是癫
hékǔ yào shàng qīngtiān
何苦要上青天
bùrú wēnróu tóng mián
不如温柔同眠
--------------
Repeat @@
Repeat Reff
Repeat Reff
Posted by
kunderemp
at
4:53 AM
3
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
Pada tanggal 30 November lalu, aku bertanya-tanya tentang Princen, apakah hidupnya bahagia.
http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2008/11/orang-tua-di-kursi-roda-di-pengadilan.html
Hari ini aku menemukan jawabannya melalui lagu kesayangannya yang dinyanyikan Edith Piaf:
Non, Rien De Rien,
Non, Je Ne Regrette Rien
Ni Le Bien Qu`on M`a Fait, Ni Le Mal
Tout Ca M`est Bien Egal
Non, Rien De Rien, Non, Je Ne Regrette Rien
C`est Paye, Balaye, Oublie, Je Me Fous Du Passe
Avec Mes Souvenirs J`ai Allume Le Feu
Mes Shagrins, Mes Plaisirs,
Je N`ai Plus Besoin D`eux
Balaye Les Amours Avec Leurs Tremolos
Balaye Pour Toujours
Je Reparas A Zero
Non, Rien De Rien,
Non, Je Ne Regrette Rien
Ni Le Bien Qu`on M`a Fait, Ni Le Mal
Tout Ca M`est Bien Egal
Non, Rien De Rien, Non, Je Ne Regrette Rien
Car Ma Vie, Car Me Joies
Aujourd`hui Ca Commence Avec Toi
Posted by
kunderemp
at
4:28 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
http://anggara.org/2009/03/19/sidang-pleno-ii-uu-ite/
Silakan mengunduh dan membaca.
Oh ya, aku sepakat dengan pendapat Anggara tentang UU Pornografi di sini dan di sini. Dunia hukum kita terlalu terpaku pada hukum yang tertulis sehingga berlomba-lomba membuat UU yang tak perlu. Kita butuh hakim dan jaksa seperti Bismar Siregar.
Posted by
kunderemp
at
12:04 PM
2
comments
|
Links to this post
Karena akhir-akhir ini ada isu distribusi film di Indonesia karena kebijakan sok nasionalis, aku berselancar mencari kisah format-format film, digital, dan proses blow-up.
Masih kurang memuaskan, tetapi kuberikan di sini saja daftarnya:
Cinerama:
http://www.slate.com/id/2204189/
http://en.wikipedia.org/wiki/Cinerama
Digital Intermediate
http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_intermediate
List of Format Film
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_film_formats
35mm?
http://www.blow-up.ch/ttf/index.html
http://pic.templetons.com/brad/photo/pixels.html
http://maithily.com/index.php?news=10
Posted by
kunderemp
at
10:02 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
Periksa file /etc/group dan periksa apakah user tersebut adalah group dari sudo. Hapus nama user dari group sudo dan selanjutnya, bila user menggunakan sudo, akan meminta password dan setelah berhasil memasukkan password, muncul pesan:
We trust you have received the usual lecture from the local System
Administrator. It usually boils down to these three things:
#1) Respect the privacy of others.
#2) Think before you type.
#3) With great power comes great responsibility.
Posted by
kunderemp
at
4:34 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: mencoba maju
Awalnya aku gak yakin nonton film ini karena banyak yang bilang film ini lebih inferior daripada Koyaanisqatsi bahkan Baraka. Padahal aku tertidur waktu nonton Baraka. Apalagi katanya, Reggio menggunakan CGI dan efek-efek komputer. Aku takut kalau jadi murahan.
Begitu menemukan di perpustakaan, aku mencoba meminjam dan memutar setelah mengerjakan PR dan
Ternyata aku salah...
Film Reggio tetap kereeeenn...
Musiknya Philip Glass berkembang jauh dibandingkan saat pertama kali.
Dan tentu saja, masih ada chore bahasa Hopi.. "Naqoyqatsi"



Mesti mencari Powaaqatsi neh.
Posting sebelumnya:
http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2009/02/skrinsyut-koyaanisqatsi-kereeen.html
Posted by
kunderemp
at
10:28 AM
2
comments
|
Links to this post
Ternyata enak-enak lho lagunya...
Jadi ada dua perayaan yakni di perpustakaan (library) dan student lounge.
Yang di Perpustakaan:
Posted by
kunderemp
at
10:59 AM
1 comments
|
Links to this post
Labels: jalan-jalan
Salah satu penyebab aku bersikukuh di Linux adalah, karena driver audio kemarin2 kuinstall berkali2 di Windows dan selalu konflik...
Barusan mencoba unduh lagi, dapat yang versi Oktober 2008, dan akhirnya... bisa....
PS:
Semalam copy (baca dd ) hardisk windows ke kosong
abis itu bikin partisi ReiserFS persis sebesar partisi utama di harddisk Linux..
abis itu copy (baca dd) lagi, partisi utama Linux ke partisi yang sudah disediakan
install grub4dos,
bisa didapat di http://download.gna.org/grub4dos/
dan petunjuknya (yang malah bikin pusing) di
http://grub4dos.sourceforge.net/wiki/index.php/Main_Page
Intinya sih, file yang dibutuhkan cuma dua, yakni gldr dan menu.lst. Taruh keduanya di partisi utama. Kemudian utak-atik boot.ini (tinggal tambahkan "C:\grldr="Start GRUB4DOS" setelah baris terakhir). Lalu utak-atik menu.lst. Dan voila! Jadilah dual-boot.
Pengen mencoba CoLinux aaaah...
Posted by
kunderemp
at
5:43 AM
0
comments
|
Links to this post
Padahal kanda merindu.
Jongkok di depan kotak surat
memutar kunci-kunci mailbox..
Ternyata kosong.
Kanda sudah mengintip sebelum membuka
tetapi kanda belum yakin
Jadi kanda buka walau kanda tahu tidak ada surat di dalam.
Posted by
kunderemp
at
8:20 AM
1 comments
|
Links to this post
Labels: iseng
Jadi kotak suara masih yang sama yakni MR 118..
Walau aku tidak yakin apakah MR# 118 atau MR 118
Nama jalan sih mestinya 1000 N 4th Street tetapi aku tak tahu apakah kode posnya 52557 atau 52556. Tapi kebanyakan dari hasil pencarian googling menyatakan 52557.
Update:
Tanpa tanda #.
Tadi membuka mailbox.
Kode pos 52557-00001
Jadi alamatnya 1000 N 4th Street MR 118, Fairfield, IA 52557
Posted by
kunderemp
at
9:59 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
Saya baru tahu bahwa Linux berulang tahun tanggal 14 Maret. Hmm.. sebenarnya ada dua versi yakni 13 Maret dan 14 Maret tetapi tahunnya sama 1994. Ditandai dengan munculnya versi 1.0.
Posted by
kunderemp
at
7:40 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
Kutulis ulang di sini..
buat mengingatkanku, masih banyak orang-orang menderita di negeriku
biar aku tidak berlama-lama larut dalam sendu pribadi
karena masih ada yang membutuhkanku
A Pregnant Woman in the Night
only a hundred meter
from a group of polices
starving of traffic offender
a woman
a pregnant woman
stood among other women
in a red-light district
some men came
interested to her beauty
but she denied all of them
unless they offer the job
which did not require
her pants to be undressed
a woman
a pregnant woman
with an eight-months old male-fetus
in her womb
waiting for lustful males
giving their money
to be kept
for hospital cost later
a wannabe mother
afraid of raid
but stood brave
in the middle of night
looking for money
for her future baby
=============================================
A condolence for taxi driver whose initial were S M,
whose daughter died on labour in Karawang in 2000
because she didn't have money to pay hospital.
Posted by
kunderemp
at
10:05 PM
3
comments
|
Links to this post
Labels: sedih
Gara-gara persoalan lisensi, Debian mengubah nama Firefox menjadi Iceweasel. Sebenarnya tidak terlalu masalah seandainya tidak ada situs-situs yang mengecek header terlalu ketat. Padahal sebenarnya kemampuannya sama saja.
Untungnya, ada add-on User Agen Switch
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/59
Contoh file xml buat diimport bisa dilihat di
http://www.geticeweasel.org/useragent/
Posted by
kunderemp
at
5:58 AM
1 comments
|
Links to this post
Labels: mencoba maju
Yang kukutip ini, mereka yang sudah membaca dan menyukai komiknya dan kecewa pada adaptasi Snyder (sutradara film 300). Walaupun begitu, biasanya, karena menyukai komiknya, mereka tidak memberi nilai jelek-jelek amat.
Steve Biodrowski di
http://cinefantastiqueonline.com/2009/03/07/watchman-film-review/
......Consequently, instead of a sophisticated deconstruction of superhero mythology, we end up with a movie about things that go splat....
.......Equally unfortunately, director Zach Snyder uses the material merely as an excuse to stage extended fight scenes featuring broken bones, slow-motion bullet hits, severed limbs, split skulls, and some bloody disintegrations just for spice. His interest in the drama is perfunctory at best, resulting in a ridiculously uneven pace: long, dull stretches of nothing interesting punctuated by sudden outbursts of action that no one cares about; the slam-bang-pow may jerk your eyelids open for a minute or two, but that’s not long enough to register why we should care which particular masked neurotic is winning/losing a fight with another masked neurotic.
This approach reaches its nadir near the end, when a series of nuclear blasts take out several major cities, and the film proves itself perfectly incapable of registering these events as a massive human tragedy; the explosions are merely another excuse for special effects spectacle of the most empty-headed variety............
......Consequently, WATCHMEN is neither entertaining escapism nor moving drama, neither a successful genre piece nor a clever revisionist take. It truly is the worst of all possible worlds...
Visually, the film is stunning to look at as it seamlessly transitions through beautiful style and desolate, gritty despair. The awkward use of slow motion is a bit of a turnoff, but the main problem from a visual perspective is an overemphasis on gory violence and sex that exceeds what the source material showed. It’s as if Snyder felt the need to appeal to the baser instincts, or rather the more stereotypical desires of the comic book film audience. Perhaps these things will generate more mainstream appeal for action movie fans, but they don’t serve the film well. Added action scenes like The Comedian’s fight for his life and the fight scene during the prison break might be “cool,” but people who haven’t read the book would have benefited much more from that time being spent elsewhere, like proper character establishment for Dr. Manhattan and Ozymandias.
....There are a few terrible scenes, like the, um, encounter in the Owlship after the building fire, and a lot of the gore is distractingly gratuitous...
....Sin City and 300, both originally by Frank Miller, made sense to translate because both are straightforward dramas told in an inherently cinematic visual style. Watchmen, by contrast, stretches a thin plot over nearly 400 dense and multi-layered pages, much of which is devoted to flashbacks, side stories, background material, and snippets of a pirate-themed comic-book-within-the-comic-book that serves as a thematic counterpoint. Snyder tried to include as much as of this as possible, apparently on the theory that the first duty of a director is to feed the passions of obsessive Internet message board-dwelling comics super-fans.
Snyder’s take on “Watchmen” is like a karaoke singer who hits most of the notes but doesn’t understand the lyrics to the song. The filmmaker has recreated a majority of the panels from his source material, but he’s compiled them in such a way that makes for a brutal, disjointed, misguided experience.
.....
.....It’s deep material for a graphic novel and even deeper material for a 162-minute pop epic. Apparently, too deep.
The big problem with “Watchmen” is that Snyder and writers David Hayter and Alex Tse have to rush through the multi-chapter book, creating a disjointed film in which none of the action is given any time to sink in. “Watchmen” was originally published in single book episodes for a reason. You’re not supposed to read it all at once. You’re supposed to let parts of it sink in before moving on to the next.
Part of the failure of “Watchmen” comes down to one of the essential differences between the forms - chapters. Moore and Gibbons clearly wanted readers to step back and digest what had just happened, even going as far as to end each book with a non-illustrated chapter of a fictional work from the “Watchmen” universe.
With the breaks of the original removed, “Watchmen” feels completely different. It’s rushed, like a season of a TV series crammed into a nearly three-hour running time. If someone took all the highlights of a season of “Lost” and put them on the big screen for a 160 minutes, it wouldn’t be the same experience. It wouldn’t work. Nothing is given time to breathe in Snyder’s “Watchmen,” as each revelation, each origin story, each character introduction is hurried through to get to the next.
Stories like “Watchmen” are not the sum of their parts. They need a filmmaker who can recognize the difference between the forms and turn a great novel into a great film. By being so loyal to the source, Snyder has made a film with bizarre pacing problems, sudden transitions, and some scenes that simply don’t work on the screen like they do on the page.......
.........There are elements of film - storytelling, pacing, tone - that are different than the graphic novel and it’s almost as if those elements were never considered because everyone was so concerned with being loyal to the book. “Watchmen” is widely regarded as one of the most important and influential graphic novels ever written but none of that registers in the film version.
And that’s what’s truly tragic about “Watchmen”. It will be a footnote. Yes, it will make a killing opening weekend at the box office, but this is a movie that will be forgotten by the summer, much less the end of the year. It’s a tragic ending to the story of one of the most anticipated adaptations in years and a joke that even The Comedian wouldn’t find funny.
Joe Griffin di
http://joegriffinwrites.blogspot.com/2009/03/watchmen-review.html
But the pacing is a little off. While director Zach Snyder is struggling to tell the vast story and fill us in about the characters, he simply hasn't time to delve as deep as the graphic novel does. Author Alan Moore played with the comic medium by including pages of superhero's biographies, news articles, a parallel comic within a comic and police and psych reports. Without this flesh, there's just (to quote Homer Simpson) a whole lot of stuff that happened. I'm beginning to agree with Moore that Watchmen was inherently unfilmable.
Tom Dickinson di
http://www.tawm.net/2009/03/unfilmable-spoiler-free-thoughts-on.html
Putting aside my glib and dismissive tweet, which you see above, I really disliked Zack Snyder's Watchmen not for any of these specific issues, but because it was in general an artistic failure....
..... and so trying to "faithfully" adapt it in the way Zack Snyder has "faithfully adapted Watchmen would have been stupid. Instead Jackson made a film about the same characters, events, and themes, but he made something that was as much tied up in its film-ness as the original was in its textuality.....
..... because an adaptation isn't a matter of "filming" a book. Tolkien's Lord of the Rings was unfilmable, and so they didn't try to film the book, they tried to make a movie. And in a lot of ways it worked. Zack Snyder tried to film Watchmen, and in a way he successfully did just that, and it was awful......
....and there were some things that translated remarkably well and some things that really didn't work, but overall it didn't leave me sans socks the way Spider-Man 2 or The Dark Knight did, or even giddy like Iron Man or X-Men 2 or even Superman Returns. Watchmen was nifty, I look forward to the extended DVD that's supposed to come out (with the "Black Freighter" sequences folded into the main movie) and I'll buy it, but my advice to anybody who asks is: if you haven't read the book, spend the money at the bookstore instead of on a movie ticket and popcorn........
.....Furthermore, Watchmen (the movie) has to compress a twelve-chapter story spanning forty years into a two-hour-forty-minute film; things are inevitably lost and pared down. But Snyder and screenwriters David Hayter and Alex Tse made a heroic effort to get everything brought over into the film that they could: this is a remarkably faithful adaptation as such things go, and any lack of success can't really be blamed on the source material or on the adaptation itself, but rather on the loss of detail that occurs between the formats.......
.......Just recently I read Moore and Gibbons' 12-issue comic book series and I must admit I was absolutely fascinated as I flipped through the pages. Now I wouldn't go so far as to call it one of the 100 best English-language novels from 1923 to the present like Time magazine did in 2005, but Moore's dark and complex story about flawed superheroes struggling with moral dilemmas is truly groundbreaking and I can completely understand why it has such a strong cult following...........
..........Some pieces of literature just aren't as powerful on the screen as they are on the page.
.....And, like so many other people, I found Watchmen to be virtually unfilmable. Maybe if they made it into an HBO miniseries. Maybe if they let some nutjob make a 5 hour movie. Maybe if the skies parted and some genius figured out a way to make it palpable. It just didn’t seem like a reasonable expectation that anyone could make this thing into a popcorn movie........
As the film lumbers to its hotly-debated ending (it is substantially, but logically, altered from the novel), there is no emotional payoff even though the conclusion is intended to floor you. One never gets a sense of the overarching mystery that is supposed to lead up to the climax. Absolutely no clues or subtle implications hint at what is to come, so there is never any real sense of suspense to experience. What happens, just happens. Nothing more.
On its own merits as a film, Watchmen is a sad failure. Snyder does deserve a small amount of credit for finishing what other filmmakers have not, which is adapting the classic graphic novel to film at long last. It is still quite a pity that a more seasoned director could not take the reigns. Is Watchmen unfilmable as some claim? Yes, in the sense that little, if any, of the thematic depth from the text could be clearly conveyed on screen within one feature film alone.
Posted by
kunderemp
at
1:41 PM
5
comments
|
Links to this post
Labels: surfing
Lihat Streaming dari planetbadminton.tv.
Aku malah lebih suka lihat pertandingannya Limpele/Russkikh...
Tine Rasmussen kereeeeeen......
Posted by
kunderemp
at
10:18 PM
0
comments
|
Links to this post
Labels: iseng
Pada bulan Januari lalu, E.S. Ito (penulis novel Rahasia Meede dan Negara Kelima) berbicara tentang Sutan Sjahrir yang menurutnya jauh lebih hebat daripada Obama.
Tulisannya bisa dibaca di
http://esito.web.id/2009/01/si-kancil-dan-tuan-obama/
Kutipan:
Subjektivisme saya mengatakan, bahwa pencapaian Tuan Obama belum lah bisa membuat ia setara dengan Sutan Sjahrir. Usia Tuan Obama 47 tahun ketika terpilih menjadi presiden, terbilang tua untuk dianggap muda, bandingkan dengan si kancil yang 36 tahun. Tuan Obama terpilih memimpin Negara yang telah memiliki sistem demokrasi yang mapan, Sutan Sjahrir menjadi salah satu kreator dari sistem Negara yang belum jadi. Tuan Obama memimpin Negara besar dengan tentara yang bisa digerakkan kapanpun dan kemana saja, Sutan Sjahrir hanya dapat warisan opsir KNIL, PETA, lasykar bercampur gerombolan bandit. Tuan Obama hidup di negeri dimana ia bebas berbicara, sementara Sutan Sjahrir mesti menghadapi pembuangan dan penjara karena ia berbicara.
Posted by
kunderemp
at
5:02 AM
0
comments
|
Links to this post
Labels: sejarah
Ini percakapanku dengan Nyonya Kilat dari Amsterdam melalui fitur wall-to-wall di Facebook. Awalnya karena aku penasaran karena 100 tahun Sutan Sjahrir. Tetapi setelah itu dapat beberapa info menarik.
Aku at 11:15am yesterday:
Bunda Kilat, today is 100th birthday of Sutan Sjahrir (our first prime minister). Is it possible to find Sutan Sjahrir trace in Amsterdam? I wonder what happened to his first wife, Maria Johanna Duchateau. I know she married Sjahrir's brother (Sjahsam) after their divorce.
I also wonder what happened with Salomon Tas and Jacques de Kadt.
I also wonder whether what was in the mind of the Dutch's people at the time when they read Indonesische Overpeinzingen in 1940s.
Ooops.. I ask too much. Actually I just want to know whether there are newspaper in Netherland tell his story.. :P
Thank you.
Bunda Kilat at 11:20am yesterday:
Selamat hari ulang tahun Si Sutan Sjahrir ..
Saya sendiri belum pernah mendengar namanya .. terima kasih atas infomasinya.
Hmmm .. orang2 Belanda masih berpikir aneh waktu itu ..
Saya akan mencarikan di internet nanti apakah ada infomasi.
Bunda Kilat at 11:46am yesterday:
Di situs ini banyak foto sejarah Belanda - Indonesia: http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/items/NFA02: cas-10427-3
Salomon Tas menikah dengan Maria Johanna Duchâteau pada tahun 1928, anaknya 2. Lalu dia tercerai dan menikah lagi dengan Judith van Wamelen (bukan anak) pada tahun 1945. Dia pindah ke Perancis pada tahun 1949, karena dia gak suka Belanda. Dia meninggal pada tahun 1976 di Perancis. http://www.iisg.nl/bwsa/bios/tas.html
Jacques de Kadt menjadi anggota parlemen Belanda pada tahun 1948. Dia gak setuju bijaksanaan pemerintah Belanda mengenai Indonesia. Dia meninggal pada tahun 1988 di Belanda. http://www.inghist.nl/Onderzoek/Projecten/BWN/lemmat a/bwn4/kadt
Saya akan mencarikan lagi nanti .. makan dulu ;)
Bunda Kilat at 2:50pm yesterday:
Pada tahun 1946 ada partai baru di parlemen Belanda: "PvdA" (Partij van de Arbeid). Semua anggota PvdA ingin kemerdekaan Indonesia.
Anggota partai "ARP" ("Gereformeerd") berpendapat bahwa orang Indonesia ingin jajahan Belanda (hmm ..). Mereka merasa bertanggungjawab pada Indonesia dan tidak percaya Indonesia bisa mandiri ...
Tapi pada tahun 1945 justru banyak penebar agama Kristen (juga kaum "Gereformeerd") ingin kemerdekaan Indonesia. Mereka sering gak ikut partai ARP.
Kaum "Gereformeerd" terkejut waktu Indonesia menjadi merdeka. Mereka sudah tahu ada para nasionalis di Indonesia, tapi mereka selalu dikata oleh pemimpin2 bahwa ada hanya beberapa nasionalis Indonesia .. Kaum "Gereformeerd" di Belanda tidak tahu apapun tentang pikiran para nasionalis itu. Mereka hanya bisa membaca tentang keributan. Tapi mereka notabene gak pernah berfikir keributan itu karena bangsa Indonesia gak puas dengan jajahan Belanda.
Saya yakin banyak orang Belanda terkejut sekali kalau membaca buku itu ..
Bunda Kilat at 3:20pm yesterday:
Tahun2 ke30/40-an kaum Gereformeerd di Belanda sangat menghormati pemimpin Gereformeerd. Mereka percaya kebanyakan yang ditulis pemimpin2 itu. Mereka hanya menarik kepada keagamaan, tidak kepada politik di Hindi-Belanda.
Pada tahun-tahun ke 60-an hampir semua penulis (sejarah) Belanda mengkritik kebijaksanaan Belanda terhadap Indonesia. Tulisan2 itu penuh dengan sesal dan perasaan kesalahan.
Ada artikel menarik tentang sejarah Hindi-Belanda dan tahun-tahun kemudian di sini: http://dare.ubvu.vu.nl/bitstream/1871/12756/5/7209.p df
Sayangnya hanya dalam bh. Belanda.
Saya belum ketemu artikel tentang 100th birthday of Sutan Sjahrir. Saya akan bertanyakan suamiku, dia membaca lebih banyak.
Mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Aku at 5:04pm yesterday:
Whoaa... terimakasih Bunda.
Oh yah. Nama Sutan Sjahrir ada di daftar pustaka dari artikel yang Bunda berikan (halaman 457). Dan surat-suratnya pada istrinya (Maria Johanna Duchateau) juga disebutkan di halaman 15. Saya kutip dari tulisan tersebut, "Als ik voor mijzelf mag spreken – de lectuur van De Kadts De Indonesische tragedie en van Sjahrirs Indonesische overpeinzingen bracht mij jaren geleden voor het eerst aan het twijfelen."
Aku at 5:16pm yesterday:
Di masa Sutan Sjahrir, orang-orang Belanda yang berada di kamp-kamp Jepang dibebaskan. Sutan Sjahrir bahkan mengangkat seorang wanita (Maria Ulfa) menjadi menteri sosial dan memintanya menjadi wakil Indonesia untuk mengurus pembebasan orang-orang Belanda dari kamp-kamp Jepang karena ia percaya bila wanita yang menjadi wakil Indonesia akan lebih dipercaya oleh sekutu dan NICA. (sumber: kenangan Maria Ulfa dalam kumpulan tulisan "Mengenang Sjahrir").
Sutan Sjahrir juga yang berusaha mencegah semangat kemerdekaan berubah menjadi rasisme. Di masa dia pula, perjanjian pertama Indonesia dengan Belanda terjadi, yakni Linggarjati.
Bunda Kilat at 6:38pm yesterday:
Saya tahu namanya Maria Ulfa .. saya juga mendengar orang2 Belanda yang berada di camp2 Jepang diberikan 1 minggu untuk berangkat dari Sumatera. Perjalanan itu sangat berbahaya kata ibu saya, karena ada pemuda nasionalis yang berusaha membunuh semua bule. Mereka naik truk2 melalui kelok 9 dan jarang diperbolehkan berhenti, karena terlalu berbahaya. Mereka dijaga oleh orang2 Belanda, orang2 Indonesia dan malah orang2 Jepang .. Masa itu aneh sekali ...
Saya membaca bahwa pemerintah bersedia untuk bermusyawarah dengan Sutan Sjahrir karena beliau tidak pernah bekerja bersama orang2 Jepang. Masa itu Jepang musuh Belanda.
Mungkin sekali ortu saya tahu lebih banyak. Saya tahu ayah saya sudah sering terkejut karena tulisan2 tentang jajahan Belanda. Dulu beliau juga belum tahu semuanya..tentu saja ia masih anak masa itu ... tapi semakin banyak ia tahu, semakin marah ia menjadi kepada pemerintah Belanda.
Jangan percaya pemerintah2 ...
Aku at 11:53am:
Iyah.. Saat-saat itu sangat berbahaya untuk orang-orang asing di Indonesia. Saya baca di bukunya Audrey Kahin, di Minang, ada perawat wanita diperkosa dan serdadu di sampingnya dibunuh.
Ruslan Abdul Gani (veteran Surabaya) pernah bercerita betapa terkejutnya ia di tahun 1945 ketika tiba-tiba salah satu anak buahnya dengan bangga berhasil membunuh Brigadir Jendral Mallaby dari tentara sekutu.
Itu sebabnya Sutan Sjahrir berjasa. Seandainya tidak dia, mungkin bakal ada pembantaian massal. Dengan berani, dia mengambil sikap berseberangan dengan kawan-kawannya, menentang segala bentuk fasisme dan rasisme.
Pernah suatu saat, ketika dalam perjalanan, serdadu NICA yang tak mengetahui siapa dirinya membentak dan memukul kepalanya dengan gagang senapan. Keesokan harinya, wartawan republik yang marah menyiarkan melalui RRI. Sutan Sjahrir langsung melarang penyiaran berita itu karena ia tak ingin rakyat Indonesia murka dan kemudian bertindak zalim pada orang-orang Belanda di kamp-kamp Jepang.
Bunda Kilat at 12:41pm:
wow .. sebenarnya Sutan Sjahrir menyelamatkan seluruh keluarga saya ..
Terima kasih dik atas infomasinya. Saya akan bertanya ortu saya apakah mereka tahu Sutan Sjahrir .. pada tahun 1947 mereka baru berumur 15 tahun dan hanya ingin dilepaskan dari kamp Jepang .. sebenarnya mereka gak mau ke Belanda, karena mereka hanya beberapa kali di Belanda buat liburan ..
Iya.. jika bangsa dijajahan .. akhirnya bangsa itu akan menjadi marah sekali .. sayangnya selalu ada juga korban yang gak berbuat salah apapun .. di kedua pihak ..
Buat ayah saya masih selalu sulit .. perang dengan Jepang diakhir karena bom di Nagasaki .. banyak orang biasa meninggal karena bom itu ..
Bunda Kilat at 3:06pm:
Yang ini adalah situs tertarik sekali, dengan foto2 dan video2 tentang sejarah Belanda, termasuk masa Hindi-Belanda dan kemerdekaan: http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/themas/gesch iedenis_en_samenleving/kol onien
Foto2 kemerdekaan Indonesia: http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultat en/pagina/1/Indonesië%20on afhankelijk%20-%20foto's%2 01947-1953/(isPartOf%20any %20'NFA02')/&colcode=NFA02
Foto2 jajahan2 Belanda:
http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultat en/pagina/1/Pioniersfotogr afie%20uit%20Nederlands-In dië/(isPartOf%20any%20'PKL 01')/&colcode=PKL01
http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultat en/pagina/1/Nederlands-Ind ië%20in%20foto's,%201860-1 940/(isPartOf%20any%20'KIT LV01')/&colcode=KITLV01
http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultat en/pagina/1/Koloniale%20we reldtentoonstellingen/(isP artOf%20any%20'KIT01')/&co lcode=KIT01
Bunda Kilat at 3:23pm:
Ribuan foto2 tua di situs itu, malah ada film2 tua: http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/zoekresultat en/pagina/1/film%20indie/% 28%27film%20indie%27%20%2A %29%20and%20%28type%20any% 20%27image%20video%20audio %20text%27%29/&wst=film%20 indie
Gambar2 masa Hindi-Belanda: http://www.onderwijsbeeldbank.geheugenvannederland.n l//component/option,com_bb kb/task,collectionoverview /vak,geschiedenis/hoofdthe ma,4/
Posted by
kunderemp
at
4:11 AM
2
comments
|
Links to this post
Labels: sejarah
Tulisan ini kopi-paste dari forum Ajangkita.
Selamat ulang tahun ke-100, Bung Kecil!
Bila bulan Februari lalu adalah 200 tahunnya Abraham Lincoln maka bulan Maret ini adalah 100 tahunnya Sjahrir.
Buat yang belum tahu, Sutan Sjahrir adalah salah satu bapak bangsa yang juga penuh kontroversi. Ketika saya datang ke sebuah perpustakaan buat mencari "Perjuangan Kita", penjaga perpustakaan tidak segan-segan bertanya, "Oh.. Sutan Sjahrir itu yang pengkhianat itu?".
Buku AM Hanafi, berjudul Menteng 31 juga tak segan-segan mencap Sutan Sjahrir sebagai antek-antek Belanda.
Tidak heran, karena bila Sukarno dikenal sebagai mata keranjang, maka prestasi Sutan Sjahrir sebenarnya lebih dahsyat karena yang dia lirik adalah wanita-wanita bule (di mana Sukarno sendiri gagal). Di masa muda, ia selalu menghadiri pesta-pesta dansa.Tetapi berbeda dengan Sukarno, Sjahrir bukan tipe tukang kawin. Ia hanya punya satu istri dalam satu waktu dan tak pernah melirik ke wanita lain. Istri keduanya ia dapatkan setelah perceraian.
Bila orang Indonesia mengenal dwitunggal Soekarno-Hatta, maka Sutan Sjahrir sebenarnya lebih dekat pada Hatta dibandingkan Soekarno. Sebelum Jepang datang, orang selalu menganggap di mana ada Sjahrir di situ ada Hatta.
Hubungan Sjahrir dan Soekarno sendiri sebenarnya cukup renggang. Di masa muda mereka, Sjahrir yang lebih muda pernah memarahi Soekarno di rapat (padahal nama Soekarno lebih populer). Ketika masa perang kemerdekaan paska agresi militer II (Operasi Gagak) mereka diasingkan, Soekarno berada di rumah yang sama dengan Sutan Sjahrir dan lagi-lagi mereka bentrok karena Sjahrir membentak Soekarno.
Ketika nama Soekarno dan Hatta ternoda karena pernah bekerjasama dengan Jepang, Sutan Sjahrir-lah yang pertama kali mereka sepakati sebagai corong untuk mewakili Indonesia (sebagai perdana menteri). (Soekarno tadinya ingin Tan Malaka tetapi tidak disetujui oleh Hatta)
Surat-surat cinta Sutan Sjahrir kepada istrinya dalam bahasa Belanda disebarluaskan selama masa perang kemerdekaan, menjadi corong propaganda aktivis-aktivis pro-Indonesia di Belanda.
Sutan Sjahrir mungkin juga adalah satu-satunya bapak bangsa yang di awal kemerdekaan Indonesia yang sangat vokal penentangannya terhadap rasisme walaupun sikap tersebut membuatnya dimusuhi oleh rekan-rekannya.
Sjahrir juga seorang yang mendukung kesetaraan perempuan, dan ditunjukkannya dengan mengangkat seorang perempuan sebagai menteri.
Walaupun diejek 'hollandphilie', di pengasingan di Banda, Sutan Sjahrir tidak segan-segan membentak salah satu istri pelopor pergerakan Indonesia (saya lupa siapa.. anggota Budi Utomo kah) yang kebetulan wanita Belanda karena merendahkan orang kampung.
Di masa muda, Sutan Sjahrir pernah bergabung dengan komunitas ekstrim sosialis-anarkisme yang berbagi segala hal termasuk kontrasepsi kecuali sikat gigi.
Istri pertama Sutan Sjahrir adalah seorang Belanda bernama Maria Johanna Duchateau dan ketika pertama kali mereka bertemu, masih berstatus istri dari Salomon Tas. Setelah petualangan di komunitas ekstrim sosialis, Sjahrir tinggal bersama mereka dan rumah mereka ditambah satu penghuni wanita lagi yakni Judith van Wamelen yang merupakan pacar Salomon Tas. Jadilah Sutan Sjahrir dan Maria saling melirik dan Salomon Tas tidak keberatan. Perceraian Sol Tas dan Maria berakhir pada tahun 1932.
Pernikahan pertama Sutan Sjahrir dibatalkan sepihak oleh Belanda dengan alasan surat-surat perceraian pihak wanita belum selesai. Walaupun begitu, hingga perceraian mereka di tahun 1948, Sutan Sjahrir tetap menganggap pernikahan mereka selesai dan penolakan Pemerintah Belanda lebih didasari politik belaka karena baru saja terjadi pemberontakan oleh PKI dan Pemerintah Kolonial mencurigai pernikahan Sjahrir dengan Maria Duchateau adalah palsu untuk menyelundupkan aktivis komunis ke Hindia Belanda.
Buah hati dari pernikahan pertama Sutan Sjahrir tak pernah dilahirkan karena keguguran. Sutan Sjahrir tak berada disamping istrinya karena mereka berdua dipisahkan oleh pemerintah kolonial. Ironisnya, surat-surat Sutan Sjahrir tidak terlalu perduli dan malah semangat bercerita tentang aktivitasnya untuk memerdekakan Indonesia.
Ketika Jepang mulai menyerang, Maria Duchateau, sang istri memohon Ratu Belanda untuk mengampuni Sutan Sjahrir, meminta agar Sutan Sjahrir bisa ke Belanda untuk menemaninya. Permohonan ditolak dan Sutan Sjahrir tetap di pengasingannya di Banda.
Seperti halnya Tan Malaka, Sutan Sjahrir juga mengorganisasi gerakan bawah tanah selama masa Jepang. Namun, Sutan Sjahrir dibantu oleh tangan kanannya, Pak Sastra (mantan aktivis komunis dan menjadi dekat dengan Sjahrir) dan karena itu, tak usah heran bila banyak generasi 45 yang tak mengenal Sutan Sjahrir tetapi mengenal Pak Sastra (pernah baca pengakuan generasi 45 yang tak pernah melihat Sjahrir tetapi sering melihat Pak Sastra mengorganisasi pemuda).
Walau tak mau bekerjasama, saat di pembuangan Boven Digoel, Sutan Sjahrir terpaksa bekerja pada pemerintah demi mendapatkan gaji untuk membayar prangko untuk mengirim surat ke Belanda (ke istrinya).
Bacaan Buku: (sayangnya, semua milikku kutinggal di Jakarta)
- Renungan Indonesia alias Indonesische Overpeinzingen alias Out of Exile (dengan nama samaran Sjahrazad, berisi surat-suratnya pada istrinya, diedit oleh sang istri, Maria Duchateau, dan saudaranya, Sjahsam
- Perjuangan Kita alias Our Struggle, buklet kecil yang disebarkan untuk menentang gejala fasisme dan rasisme yang muncul di antara generasi 45 di tahun 45
- Mengenang Sjahrir, berisi kumpulan tulisan-tulisan tentang Sjahrir dari Pak Sastra, IJ Kasimo, Hatta, Salomon Tas, J De Kadt, Charles Wolfe, HB Jassin, dll.
- Janus at the Millennium: Perspectives on Time in the Culture of the Low Countries editan Thomas F. Shannon dan Johan P. Snapper. Saya hanya membaca sebagian melalui http://books.google.com dan membahas tentang Sjahrir di halaman 153. Di bukunya ada foto "Maria Duchateau" yang sampai sekarang saya penasaran seperti apa rupanya tetapi sayang tak ditampilkan karena masalah hak cipta.
Bacaan online:
http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/05/renungan-dan-perjuangan.html
http://www.iisg.nl/bwsa/bios/tas.html
http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sutan-syahrir/berita/01.shtml
Posted by
kunderemp
at
10:53 PM
0
comments
|
Links to this post
Labels: sejarah
Aku tahu password-nya mudah ditebak tetapi aku tidak mengganti password.
Aku tahu di dalam database, password yang disimpan tidak tersandikan (encrypted) dan aku tidak mengubah sistemnya.
Bodohnya aku.. bodohnya aku...
Arrrgh...
Posted by
kunderemp
at
9:48 AM
2
comments
|
Links to this post
Labels: sedih
Nants... ingonyama bagithi baba
Sithi uhhmm... ingonyama
Nants... ingonyama bagithi baba
Sithi uhhmm... ingonyama
Ingonyama
Siyo Nqoba
Ingonyama
Ingonyama nengw' enamabala!
Ingonyama nengw' enamabala!
Ingonyama nengw' enamabala!
Ingonyama nengw' enamabala!
(trus diulangi)
Jadi pengen belajar bahasa Swahili neh..
Buat yang tidak tahu cara menyanyikan lagunya, coba cari di Youtube dengan kata kunci "Ingonyama"
http://www.youtube.com/results?&search_query=ingonyama
Dan err... aku mengenal nyanyian itu di awal lagu "Circle of Life" yang jadi pembuka film The Lion King dan juga jadi trailernya dahulu (dan bikin aku penasaran pengen nonton). Oh yah... kata Ingonyama, di telingaku terdengar seperti "Hengnyama"
Posting yang berkaitan dengan bahasa Swahili
http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2008/12/bendera-for-kwaanza.html
Posted by
kunderemp
at
5:18 AM
2
comments
|
Links to this post
Labels: surfing